
Beberapa hari kemudian setelah Calissta resmi jadi istri Lucifer, dirinya kini sibuk menghadapi ujian menuju kelulusan, hanya satu ujian lagi setelah itu dirinya bebas.
'Nyonya, tuan menunggu di kamar" lapor seorang pelayan pada Calissta yang tengah duduk santai bersama Jessy
Sejujurnya Calissta tidak suka jika dipanggil nyonya, tetapi entah sudah berapa kali dirinya mengingatkan pada para pelayan agar memanggilnya nona saja. Akan tetapi mereka tidak mau menurutinya dan pada akhirnya Calissta mengiyakan saja.
Calissta merasa kesal saat obrolannya harus di jeda gara-gara Lucifer yang memanggilnya.
'Pergilah, jangan buat kak Lucifer menunggu" ucap Jessy
'Aku males sekali berbicara dengannya, kamu tau? aku bahkan sudah memakai baju tipis tetapi dia tidak mau menyentuhku, kupikir dia tidak normal" Calissta menceritakan kehidupannya setelah menjadi istri Lucifer
'Mungkin kakak ipar kurang terbuka" Jessy menahan senyumnya saat melihat wajah kesal Calissta
'Apa perlu aku tidak pakai baju di depannya?" tanya Calissta serius
'Boleh juga, cobalah di depan kak Lucifer" Jessy mengiyakannya
'Baiklah, aku pergi ke kamar dulu. Nanti kita bicara lagi" Calissta pergi berlari menuju lift
Sesampainya di dalam kamar terlihat Lucifer yang tengah mengeluarkan sebuah koper kecil dan ada tigas jas dengan warna yang sama dan model yang berbeda tergeletak di atas tempat tidur.
'Mengapa lama sekali? apa dari lantai bawah sampai ke atas begitu jauh?" tanya Lucifer sambil menatap Calissta tajam
'Lebay deh, aku tadi berbincang dengan Jessy, memangnya ada yang salah?" Calissta balik bertanya
'Kamu memang harus di ajari untuk bersikap sopan santun terhadap suami" ucap Lucifer sedangkan Calissta terlihat acuh
'Habisnya kamu ngeselin, sekarang aku bertanya kamu menyuruhku kesini untuk apa?" tanya Calissta
'Tidak ada" jawab Lucifer tanpa ada rasa penyesalan dan rasa bersalah
Calissta mencebikkan bibirnya karena kesal dengan perbuatan Lucifer, beberapa hari ini Calissta tengah mencoba menjadi seorang istri yang penyabar tetapi sepertinya Lucifer seolah meledeknya.
'Aku membencimu!" teriak Calissta melotot tajam pada Lucifer yang acuh tak acuh terhadapnya
'Kamu mendengarkan ku?" tanya Calissta murka karena Lucifer tidak memberi respon padanya
'Apa kamu memang tidak punya sopan santun? Setelah menyuruhku kesini sekarang kamu mengabaikan aku! Lama-lama aku stres, sebaiknya kita cerai saja!" teriak Calissta
'Katakan sekali lagi!" ucap Lucifer dengan sorot mata yang tajam
'CERAI! AKU BILANG CERAI DAN CERAIII...!" teriak Calissta menggelegar
'Sepertinya kamu memang harus di hukum" Lucifer berjalan ke arah Calissta dan langsung meraup bibir Calissta dan memainkannya dengan menggebu
Lucifer pun mulai menjelajahi seluruh mulut Calissta dan tangannya mulai nakal menggerayangi tubuh Calissta.
'Ahhh sakitt!" teriak Calissta saat kedua bukit kembarnya di mainkan kuat oleh Lucifer
Calissta mendorong badan Lucifer sehingga mereka pun terpisah, nafas Lucifer terdengar ngos-ngosan sedangkan Calissta yang memegangi kedua bukit kembarnya karena terasa sakit.
'Mengapa kamu begitu kasar? Ini sakit sekali tau!" kesal Calissta
'Sekali lagi kamu mengucapkan kata-kata itu. Aku pastikan kedua kakimu tidak mampu menumpu badanmu sendiri!" ancam Lucifer membuat Calissta takut
Calissta memilih diam dan menunduk, setiap perkataan Lucifer layaknya sebuah panah yang mengoyak tubuhnya. Sepertinya inilah yang dikatakan harus mematuhi perkataan suami karena ada efeknya.
'Bantu aku bersiap-siap" Lucifer membuka suara setelah berdiam diri beberapa menit
Calissta pun menurut tanpa mengucapkan sepatah kata, jujur saja Calissta takut sekarang karena perkataan Lucifer yang seolah menyumpahinya masih terngiang-ngiang di kepalanya.
Lucifer menarik tangan Calissta dan membawanya ke dalam dekapannya, tangis Calissta pecah karena perlakuan Lucifer.
'Aku mau pulang hiks, Aku tidak mau disini" isak Calissta
'Baiklah kamu pulang tetapi hanya seminggu disana" ucap Lucifer
'Tidak mau, aku mau lama" tolak Calissta
'Iya atau tidak sama sekali?!" ucap Lucifer mengancam membuat Calissta ciut
'Baiklah tapi apa Jessy boleh ikut? Jessy tidak ada teman disini, lagian Jessy juga butuh ketenangan" tawar Calissta dan Lucifer pun mengangguk mengiyakan
'Terimakasih" cicit Calissta
'Hmm" balas Lucifer
Setelah mempersiapkan kebutuhan Lucifer dalam perjalanan menuju Belanda akhirnya Calissta dan Jessy di antar oleh supir menuju kediaman orangtua Calissta.
'Papa!" teriak Calissta yang baru saja turun dari mobil
Harry yang tengah menikmati kopi dan sebuah koran di teras rumah menoleh, matanya membulat melihat putri kesayangannya datang.
'Akhirnya princess papa pulang juga, mengapa kamu tidak pernah mampir setelah menikah" keluh Harry memeluk Calissta dan mencium kening Calissta
'Kamu kurusan sayang" ucap Harry sedih
'Hehehehe lagi diet" balas Calissta tidak mau membuat papanya sedih dan berpikiran buruk-buruk
'Oh iya Caliss bawa Jessy kemari tidak apa-apa kan pa?" tanya Calissta senang
'Tidak apa-apa sayang, Jessy sudah papa anggap sebagai putri papa juga, mari masuk. Kalian pasti lelah setelah perjalanan jauh" ajak Harry mendorong kursi roda milik Jessy dan Calissta yang mengapit tangan Harry
'Ehhh... Kalian sudah datang" sambut Cecilia yang baru datang dari arah dapur
'Apa kalian lapar? Mama udah siapin makanan tuh, kalian makan dulu yaa" ucap Cecilia
'Kami udah makan kok tante" jawab Jessy tersenyum manis
'Kok tante sih? panggil aja mama seperti Calissta" ucap Cecilia sembari mengelus bahu Jessy
'B...baik ma" cicit Jessy
'Baiklah, kalian istirahat dulu nanti pas makan siang mama panggil lagi" ujar Cecilia dan pergi diikuti oleh Harry
'Kamu mau tidur di kamar bawah atau atas?" tanya Calissta
'Di bawah saja, aku susah naik turun dari lantai atas meskipun pakai lift" ucap Jessy
'Baiklah, kalau butuh apapun telpon aku yaa" ucap Calissta sambil mendorong kursi roda Jessy menuju kamar yang terletak tidak jauh dari ruang santai
'Ini dia kamanya, sini aku bantu buat baring" Calissta memperlakukan Jessy begitu baik membuat Jessy senang memiliki kakak ipar yang baik dan perhatian
'Telpon aku kalau ada apa-apa okay" ucap Calissta kembali mengingatkan
'Baiklah kakak ipar, aku ingat kok" kekeh Jessy
Jessy merasa begitu banyak kehangatan di dalam kediaman Praden, Calissta sudah sering menceritakan keluarganya bahkan sudah memperkenalkan dirinya sebagai adik Lucifer hal itu membuat Harry dan Cecilia maupun Carsen menyambutnya hangat, meskipun mereka hanya berbicara melalui ponsel tetapi Jessy merasa jika keluarga Calissta begitu baik.
Sedangkan di dalam kamar yang berada di lantai dua terlihat Calissta yang membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
'Akhirnya aku bisa pulang" gumannya dan langsung tertidur
🐐🐐🐐
Semoga kalian suka ya guys.
riri-can