
Ummm..... Sebelumnya author mau memperingati adick adick untuk men skip part ini karena ada beberapa adegan dewasanya. Meskipun author tau kalian tidak akan men skip dikarenakan Inilah yang kalian tunggu selama ini. (Author benar kan?)
Oke deh karena author baik jadi ini khusus untuk kalangan ibu-ibu yang sudah menikah atau sudah berada di usia 6+ ehhh maksudnya 19+ yaa.... Dosa ditanggung pembaca yaa....
Selamat menikmati kejombloan kalian....
\*\*\*
Lucifer melempar jas dan rompinya sembarangan, matanya berkabut gairah melihat kepasrahan sang istri yang kini memasang wajah menggoda padanya. Padahal sudah jelas jika Calissta ketakutan tetapi dimata Lucifer itu adalah wajah yang meminta dirinya untuk segera memasuki istrinya itu.
Calissta melongo melihat tubuh kekar dan penuh otot Lucifer, padahal sudah sering dirinya lihat tetapi sedikit pun tidak bosan.
'Mau menyentuhnya sayang?" tanya Lucifer pada Calissta yang menatap kagum 8 kotak yang berada di perutnya itu
Calissta pun menyentuhnya kemudian menekan-nekannya, sedangkan Lucifer tengah menahan diri untuk tidak segera menerkam istrinya.
'Aku suka ini" kekeh Calissta
'Aku lebih suka bagian ini" Lucifer mengecup kening Calissta kemudian mengecup bibir merah alami Calissta dan setelah itu memainkannya
Suara ciuman menggema di kamar itu hingga tidak lama kemudian Lucifer melepaskannya sesapannya, matanya yang berwarna abu-abu menyorot tajam pada Calissta yang masih mengatur nafas.
'Aku sudah tidak tahan sayang, jangan menolak sentuhan ku" bisik Lucifer dan Calissta pun mengangguk
Lucifer mulai menjelajahi seluruh tubuh bagian atas Calissta hingga jemarinya berhenti di dua gunung Calissta yang sudah nampak mencuat dan minta dimainkan.
Calissta mend*esah pelan saat merasa hangat pada buah dadanya bahkan Lucifer juga menyedotnya membuatnya bergerak tidak nyaman. Ini terasa nikmat untuknya.
Calissta semakin menekan kepala Lucifer dan menjambak rambut Lucifer, sungguh Calissta menyukai adegan ini. Entah kenapa Calissta sangat menyukainya.
Tetapi saat dirinya sedang menikmati permainan suaminya tiba-tiba di bawa perutnya terasa sakit, tadinya Calissta ingin menahannya tetapi rasa sakit itu semakin menjadi bahkan wajahnya sudah pucat.
Lucifer yang mendengar ringisan kesakitan Calissta langsung menghentikan kegiatannya.
'Kamu kenapa?" tanya Lucifer dengan suara seraknya
Tidak mendapatkan respon sang istri membuatnya panik, apalagi saat melihat Calissta yang meringkuk sambil menggigit bibirnya.
'Sayang" panggil Lucifer
'Hei..." panggilnya lagi tetapi Calissta tidak meresponnya
'Sayangg... Jangan membuatku takut seperti ini" panik Lucifer sambil memegang wajah Calissta supaya berhadapan dengannya
'Sakitt" cicit Calissta sambil mengeluarkan air matanya
Lucifer tentu saja bingung, padahal dirinya belum melakukan itu tetapi mengapa Calissta mengatakan jika dirinya kesakitan.
'Katakan yang jelas, apanya yang sakit?" tanya Lucifer tetapi Calissta hanya menggelengkan kepalanya sambil meringis
Bahkan kini Calissta sudah seperti cacing kepanasan bergerak kesana-kemari dengan memegangi perut bawahnya, air matanya semakin deras saja.
'Sayang" panggil Lucifer panik
Lucifer yang tadinya lagi on langsung tidak merasa tertarik lagi untuk melakukan hubungan badan dengan Calissta, jika Calissta ingin menolaknya seharusnya jangan membohonginya seperti ini. Tetapi Lucifer ragu jika Calissta berbohong, terlihat jelas jika wajah Calissta yang memucat.
'Sakitt huhuhu papa hiks... Mama hiks..." Calissta menekuk kakinya karena merasa begitu sakit
'Aku mau papa hiks... Papa hiks..."
Lucifer seperti seekor keledai sekarang, dia tidak tau apa-apa. Apa dirinya menyakiti Calissta? Perasaan tadi Calissta juga keenakan dengan perlakuannya, mengapa sekarang Calissta kesakitan, memikirkan itu membuat Lucifer kesal.
'Sayang, apa yang sakit? Katakan padaku, jangan seperti ini" Lucifer mendekati Calissta
'Aku mau papa hiks... Papa hiks..." isaknya kembali
Setiap bulan Calissta akan mengalami ini dan yang bisa menenangkan dirinya hanya papanya, hanya papanya yang bisa mengerti dirinya, dia hanya mau papanya saja karena dengan adanya sang papa maka semuanya akan beres.
'Sakit" isak Calissta menatap Lucifer dengan wajahnya yang pucat membuat Lucifer tidak kuat melihatnya
'Kita kerumah sakit ya sayang" bujuk Lucifer
'Tidak mau, aku cuma mau papa saja hiks... Ini sakit huwaaa" Calissta menarik tangan Lucifer dan mencakarnya sedangkan Lucifer membiarkan Calissta berbuat sesukanya
'Aku datang bulan hiks... Biasanya papa tau obatnya" ucapnya di sela-sela tangisannya
Sekarang Lucifer mengerti, jika dia menghubungi papa Calissta apa yang akan ayah mertuanya katakan padanya? Apa dirinya akan di bunuh atau di pecat jadi menantu?.
'Baiklah sayang, tunggu sebentar yaa.. aku hubungi papa dulu" ucap Lucifer mengalah
Sekarang bukan waktunya memikirkan harga dirinya yang jatuh sebagai seorang suami, biar bagaimanapun sudah jelas jika hanya Harry yang bisa menangani Calissta. Dia akan mengalah demi istri bar-barnya itu.
Lucifer menghubungi nomor papa mertuanya dan tidak lama kemudian panggilan tersambung hal itu membuat Lucifer kebingungan untuk menjelaskannya.
'Halo, ada apa Lucifer?" tanya Harry di seberang sana
'Ituu... Calissta tengah kesakitan sekarang" jawab Lucifer ambigu membuat Harry diseberang sana mengerutkan keningnya tidak mengerti
'Maksudnya? Apa putriku mengulah lagi?" tanya Harry tidak mengerti
'Bukan seperti itu, Calissta tengah datang bulan dan dia kesakitan, dia bilang hanya butuh papa mertua saja" jelas Lucifer meskipun saat mengatakan kata papa mertua membuatnya ragu
'APA? YASUDAH SAYA AKAN KESANA" teriak Harry khawatir
'Tidak perlu" tolak Lucifer merasa tidak enak
'Maksudnya papa mertua tidak perlu jauh-jauh datang kemari, katakan saja obatnya biar saya yang beli, saya suaminya sekarang jadi sudah sepantasnya saya yang mengurusnya" jelas Lucifer agar papa mertuanya tidak salah paham
'Baiklah kamu hanya perlu mengompresnya dengan air hangat, pijat dengan lembut dan kalau bisa Caliss berendam air hangat saja" jelas Harry
'Dan satu lagi peluk dia, Calissta akan manja jika sedang kesakitan. Biasanya saya melakukan itu jika Calissta sakit" ucap Harry dengan khawatir
'Baiklah, terimakasih kalau begitu saya sudahi" Lucifer pun mematikan panggilannya dan mulai menghubungi pelayan untuk membuatkan air hangat dan di antar ke kamarnya
Lucifer menghampiri Calissta yang masih terisak kecil, setelah memperbaiki cara tidur Calissta, Lucifer pun ikut berbaring sambil memeluk Calissta.
'Sakit" isak Calissta mengadu pada Lucifer
'Iya sayang, tunggu sebentar yaa" ucap Lucifer lembut dan mulai memijit perut bawah Calissta dengan lembut berharap cara yang diberitakan papa mertuanya berhasil
Tidak lama kemudian seorang pelayan mengetuk pintu kamar dan Lucifer bangkit dari ranjang, setelah mendapatkan air hangat dan sebuah kain bersih Lucifer pun mulai mengompresnya dengan pelan.
Butuh 15 menit hingga perlahan isakan Calissta berhenti dan terlihat mata Calissta yang mulai tertutup.
'Aku tidak tau jika datang bulan sesakit ini" ucapnya sambil memperbaiki rambut Calissta yang berantakan
Terlihat jelas keringat membanjiri pelipis Calissta bahkan bajunya juga basah oleh keringat membuat Lucifer terdiam.
'Baikalah, kali ini aku biarkan kamu kesakitan sayang dan untuk seterusnya tidak akan" ucapnya lagi sambil mengecup kening Calissta yang kini sudah tertidur setelah lelah menangis dan menahan rasa sakit
🍓🍓🍓
Hayoloh... Siapa disini yang punya masalah seperti Calissta, jika sedang datang bulan akan terasa begitu sakit? Silahkan komentar yaa
riri-can