SALAH SASARAN!

SALAH SASARAN!
Demam


Pagi harinya terlihat jika Lucifer yang baru saja mandi dan sudah memakai setelan jas kerjanya yang berwarna hitam.


Sedangkan Calissta masih tertidur karena kelelahan setelah di hajar habis-habisan oleh Lucifer.


'Ugghh"


Lucifer menoleh saat mendengar erangan Calissta yang ternyata baru saja bangun.


'Kenapa sayang?" tanya Lucifer berjalan mendekat dan duduk di samping Calissta


'Aku lapar" jawabnya serak


'Kamu mandi dulu setelah itu baru makan" ucap Lucifer merapikan rambut berantakan Calissta


'Gendong" ucapnya manja


'Tunggu sebentar yaa" Lucifer berjalan ke arah kamar mandi kemudian menyentuh air yang ada di bathtub apakah masih hangat atau sudah dingin


Setelah merasa masih bisa di buat untuk berendam akhirnya Lucifer keluar lagi, tanpa aba-aba Lucifer pun menggendong Calissta menuju kamar mandi.


Lucifer melepaskan balutan selimut milik Calissta sehingga memperlihatkan tubuh polos Calissta yang dihiasi oleh bekas percintaan mereka semalam.


Lucifer tersenyum geli melihat hasil karyanya yang begitu banyak, padahal sebenernya itu tidak baik untuk pembuluh darah. Lucifer juga mengingat saat dirinya mandi tadi terasa perih di sekujur punggungnya. Setelah melihat ke arah cermin ternyata banyak sekali bekas cakaran Calissta.


'Arrgghhh!" erang Calissta saat air mulai menyentuh alat vitalnya


'Kenapa sayang?" tanya Lucifer panik


'Perih" ringisnya


'Maafkan aku" sesal Lucifer


Calissta pun berendam mencoba menahan rasa perih di bawah sana hingga lama-lama tubuhnya perlahan rileks menikmati aroma terapi yang di siapkan oleh Lucifer.


Sekitar 15 menit berendam akhirnya Calissta membersihkan tubuhnya dan berjalan keluar dengan langkah menahan rasa sakitnya.


'Mengapa tidak memanggilku sayang?" tanya Lucifer panik dan bergegas menggendong Calissta kemudian menidurkan Calissta di atas tempat tidur yang sudah rapi


Selama Calissta mandi, Lucifer pun berinisiatif membersihkan sisa-sisa percintaan mereka.


'Mau makan?" tanya Lucifer lembut


'Mau, aku sudah lapar" cicit Calissta


Wajar saja Calissta amat lapar, jam kini sudah menunjukkan pukul 12 siang. Lucifer sengaja membiarkan Calissta tertidur karena mereka tidur di jam 3 menjelang subuh.


'Sini aku suapi" Lucifer menyuapi Calissta makan meskipun Calissta menolak tetapi Lucifer memaksanya


'Apa bangunan ini milikmu?" tanya Calissta setelah merasa kenyang


'Benar sayang, ini milikku dan milikmu" Lucifer mengecup kening Calissta


'Ternyata kamu begitu kaya, aku baru sadar" ucapnya memeluk lengan Lucifer


'Apa kamu baru sadar jika suami mu ini kaya? Pasti kamu senang menikah dengan ku" sombong Lucifer bangga


'Tentu saja aku senang, aku tidak jadi cari suami baru lagi" kekeh Calissta


'Jangan coba-coba!" ancam Lucifer


'Aku bercanda sayang" ucap Calissta pelan


'Maafkan aku jika selama ini belum bisa jadi istri yang baik buatmu. Aku begitu banyak kekurangan" ucapnya sedih


'Tidak perlu minta maaf sayang. Seharusnya aku juga lebih sabar menghadapi istri yang usianya masih belia. Kita bisa memperbaiki diri kita mulai dari sekarang" kata Lucifer memeluk Calissta erat


'Sejujurnya ada yang ingin ku katakan padamu" ucap Calissta ragu


'Katakanlah" balas Lucifer sambil mengecup tangan Calissta


'Aku ingin kuliah" cicitnya pelan sambil melihat bagaimana reaksi suaminya


'Apa kamu yakin? Kamu tidak terpaksa kan sayang?" tanya Lucifer lembut


'Aku tidak memaksamu untuk kuliah sayang. Itu hak mu, aku hanya tidak mau jika istriku di remehkan saja" sambungnya pelan


'Terserahmu sayang, apapun keputusan mu akan menjadi jawaban ku" Lucifer memeluk istrinya sambil mengecup bahunya


                                 ****


Dua hari sejak kejadian dimana Calissta memberikan hal yang paling berharga dalam dirinya sebagai seorang gadis kepada suaminya. Sejak saat itu juga Lucifer tidak pernah absen menyentuhnya, sepertinya Lucifer ingin memonopoli tubuhnya.


Sepertinya semalam, Lucifer meminta hak nya hingga berjam-jam lamanya. Andai Calissta tidak merengek sudah pasti Lucifer tidak berhenti. Alhasil pagi ini Calissta terlihat begitu lemas dan tak berdaya.


Calissta juga merasa badannya sedikit lebih hangat dari biasanya, jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan seharusnya Lucifer sudah berangkat kerja karena memang jam 8 tadi Lucifer ada meeting dengan salah satu pengusaha dari Rotterdam.


'Kenapa sakit sekali?" ucapnya mencoba bangun


Calissta sebenarnya sudah terbiasa dengan sentuhan-sentuhan Lucifer tetapi untuk makan tadi nampaknya Lucifer terlalu bersemangat membuat punggung dan pinggangnya sakit dan nyeri.


'Sepertinya ada yang luka di bawah sana" ucapnya merasa perih pada bagian bawah sana


Perlahan Calissta mulai menutup matanya saat merasa pusing menimpanya, mungkin itu efek kelelahan dan kelaparan.


Calissta membuka matanya saat merasakan sentuhan pada kepalanya yang terasa dingin, hal pertama yang Calissta lihat adalah sosok Lucifer.


'Kamu sedang apa?" Tanya Calissta kebingungan


'Tidak ada sayang, jika sedang sakit kenapa tidak bilang. Aku sangat khawatir saat mendengar kabar dari pelayan jika kamu pingsan" ujar Lucifer pelan


'Mungkin aku hanya kelelahan saja" Calissta memang begitu kelelahan


'Baiklah, kamu istirahat lagi. Sebentar lagi makanannya datang" Lucifer melepaskan jas nya dan membuangnya secara sembarang


'Jam berapa sekarang?" tanya Calissta


'Jam dia siang" Lucifer ikut membaringkan tubuhnya di samping Calissta


'Aku ingin mandi, rasanya tubuhku begitu lengket dan bau" Calissta merasa tidak nyaman dengan tubuhnya sekarang


'Tapi kamu sedang sakit" Lucifer menolak permintaan Istrinya


'Apa hubungannya sakit dengan mandi, mandi itu bahkan bisa membuat tubuh lebih segar. Awas! Aku mau mandi" Calissta mencoba melepaskan tangan Lucifer dari pinggangnya


'Pokoknya tidak boleh mandi" tolak Lucifer


'Ayolah tuan Lucifer yang terhormat, aku belum mandi sejak pagi. Kamu tau, badan ku rasanya seperti bau tikus got" ucapnya merengek


'Jadi kalau kita bercinta baunya akan sama seperti tikus got?" tanya Lucifer mengerlingkan sebelah matanya mencoba menggoda istrinya itu


'Jangan aneh-aneh yaa!" kesal Calissta


Pada akhirnya Calissta pun mandi dengan paksaan dan ancaman, jujur saja Calissta tidak nyaman jika belum mandi. Apalagi setelah melakukan hal semalam dengan Lucifer, betapa kotornya dirinya.


Setelah selesai mandi Calissta keluar dari kamar mandi dan mendapati suaminya duduk di sofa dengan makanan di atas meja.


'Kemari sayang" ajak Lucifer menepuk sofa


Calissta duduk hanya mengenakan handuk saja, buat apa malu jika bersama suaminya saja. Apalagi dirinya tengah lapar.


'Buka mulutnya" Lucifer menyuapi Calissta makan sesekali dirinya makan juga


'Jangan sakit lagi" ucap Lucifer pelan


'Aku tidak suka jika kamu sakit, apa kamu tau bagaimana khawatirnya aku saat mendapat berita dari maid jika kamu pingsan?" tanya Lucifer lembut


'Rasanya aku hancur, untuk seterusnya kamu tidak boleh sakit!" ucapnya mengancam


'Ayolah tuan Lucifer. Memangnya siapa yang dapat memprediksi jika dirinya sakit? Semua orang juga pengen sehat, jika kita sok tau itu tidak baik" kekeh Calissta


'Tetap saja, kamu tidak boleh sakit" Lucifer tidak mau di tentang


'Terserah kamu saja" balas Calissta malas


💐💐💐


riri-can