SALAH SASARAN!

SALAH SASARAN!
Adu Mulut


Lucifer mengamati cara panggilan Calissta yang selalu berubah-ubah padanya, dan hal itu membuatnya tidak nyaman sama sekali.


'Kita menikah karena terpaksa, mulai sekarang panggil sayang, tidak ada bantahan, kalau kamu menolak maka kamu akan tau akibatnya!" ancam Lucifer dengan wajah memerah melihat Calissta yang masih cemberut


'Dasar apatis, kalau saya tetap tidak mau bagaimana" tantang Calissta menatap Lucifer remeh


Bukan Calissta namanya kalau tidak membangkang, hidupnya bebas tanpa kekangan dari Harry maupun Cecilia, selagi masih dalam aturan maka dirinya bebas melakukan apapun.


Lucifer tanpa aba-aba langsung mengecup bibir Calissta yang langsung kicep dan bengong.


'Itu belum seberapa, kalau masih melawan sebentar lagi akan ada bayi di perutmu!" ancam Lucifer membuat Calissta bergidik ngeri


'Dasar tirani" sungut Calissta sambil mengusap usap bibirnya


Lucifer tersenyum kecil melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat lucu, sepertinya menikahi Calissta tidak terlalu buruk untuknya.


'Segera ganti dengan baju yang lebih sopan" ucap Lucifer ngotot


'Oh ayolah ini hanya daster, apa salahnya" Calissta sungguh tidak mengerti di bagian mananya daster yang dia kenakan tidak sopan


'Dadanya terlalu rendah" balas Lucifer membuang muka


'Itu mudah, tunggu sebentar" Calissta berlari cepat menuju ruang ganti dan keluar setelah mengenakan cardigan rajut hitam dengan mengancingnya


'Begini sudah lebih baik, bener kan?" tanya Calissta dan Lucifer mengangguk mengiyakan


Lucifer pun keluar dari kamar di ikuti Calissta yang berjalan di sampingnya sesekali melihat lantai 4 yang begitu sepi.


Sesampainya di ruang makan terlihat ketiga wanita yang merupakan keluarga Lucifer, Calissta baru tau jika Ayah dari Lucifer telah tiada dan wanita yang merupakan Ibu Lucifer sekarang adalah ibu tirinya.


'Lama banget sih" sinis wanita yang tidak lain adalah Hana saudara tiri Lucifer


Calissta membalas tatapan tajam Hana, sejak dirinya datang ibu tiri Lucifer dan juga Hana begitu membencinya, hanya Jessy yang baik padanya.


'Ehemm... waktunya makan" ucap Lucifer cepat saat melihat Calissta mau bersuara


'Kali ini kamu lepas" batin Calissta sambil melirik Hana yang duduk di sebelahnya


Dia adalah Calissta dan Calissta bukanlah tipe perempuan yang mudah di gertak, baginya tatapan Ibu tiri Lucifer dan Hana tidak ada apa-apanya.


Saat acara makan berlangsung Calissta melotot karena kakinya yang di bawah meja di injak oleh seseorang, tentu Calissta tau siapa pelakunya, dia adalah Hana.


Tanpa bersuara Calissta melepaskan injakan Hana dan langsung membalasnya dengan menginjak kuat kaki Hana.


'AAAWWWW!" teriak Hana mengaduh kesakitan


'Ada apa?" tanya ibu tiri Lucifer yang bernama Dina


'Dia menginjak kaki ku" Hana menunjuk Calissta yang masih makan tanpa perduli


'Enak saja, memangnya kamu punya bukti kalau aku yang menginjak?!" balas Calissta sambil menatap Hana tajam


'Sudah jelas kamu yang menginjak, memangnya harus ada bukti, lihat kakiku jadi bengkak!" teriak Hana


'Hei wanita bo*doh! penjahat saja harus ada bukti agar dia di penjara, kamu jangan seenak jidat menuduhku, aku bisa melaporkan ini ke polisi sebagai pencemaran nama baik!" hardik Calissta


'Memuakkan!" ucapnya kembali sambil melanjutkan makannya


Sedangkan Hana terdiam, seharusnya Calissta takut padanya, tetapi mengapa dia yang ketakutan.


'Aku akan membalas ini" batin Hana


'Siapa suruh main-main dengan ku" batin Calissta tersenyum puas


'Jangan suka menuduh seenaknya, memangnya anda melihatnya, bahkan sejak saya datang anda begitu membenci saya, sebenarnya apa salah saya" balas Calissta tidak mau di remehkan


'Apa kalian tidak menghormati saya disini!" bentak Lucifer membuat Hana semakin takut sedangkan Calissta terlihat biasa saja


'Ikut dengan saya!" Lucifer bangkit dari duduknya dan langsung menyeret Calissta


'Lepasin, aku masih lapar ih" Calissta menatap Lucifer kesal


Dina dan Hana menatap kepergian Calissta penuh emosi, mereka merasa jika kedatangan Calissta ke mansion mewah itu merupakan suatu bencana untuk mereka nantinya.


'Jangan seperti itu pada kakak ipar" Jessy memperingati Ibunya dan Kakaknya


'Orang cacat seperti mu diam saja!" bentak Hana menatap Jessy tajam


'Jangan kamu pikir karena kamu saudara kandung Lucifer maka aku tidak bisa menyentuhmu, lihat saja sebentar lagi mansion ini akan jatuh ke tangan kami, saat itu tiba kamu akan kami jual!" Hana menoyor kepala Jessy yang menunduk sambil menahan isak tangisnya


Jessy dan Lucifer adalah satu ayah beda ibu, sedangkan Hana adalah putri Dina dengan mantan suaminya, Dina menikah dengan Ayah Lucifer dan menghasilkan anak yaitu Jessy makanya jarak usia Lucifer dan Jessy sungguh jauh yaitu 14 tahun, begitu juga dengan Hana yang berbeda 8 tahun lebih tau darinya.


Jessy menatap kepergian Dina dan Hana dengan tatapan mata yang menyiratkan kesedihan, seandainya tubuhnya sehat sudah pasti dia bisa bergerak kemanapun, sejak dirinya lahir tubuhnya sudah sakit-sakitan, Jessy tidak boleh kelelahan atau dia tidak boleh beraktivitas banyak karena itu tidak baik untuk kesehatannya.


'Nona tidak apa-apa?" tanya perawat yang selalu bertugas menjaga Jessy


'Tidak apa-apa, kita ke kamar saja" ucap Jessy sedih


Sedangkan di lantai 4 terlihat Lucifer yang menatap Calissta tajam.


'Apa kamu memang suka mencari masalah" tuduh Lucifer sambil memijat keningnya


'Dia duluan yang mulai, kalau dia tidak menginjak kaki ku duluan tidak mungkin aku menginjaknya" balas Calissta tidak mau di salahkan


'Cobalah jadi gadis yang pendiam, apa susahnya" Lucifer tidak mengetahui jika sikap Calissta se bar-bar ini


'Tidak bisa, ini memang diriku, kalau tidak suka ya tinggal ceraikan saja, mudah kan" ucap Calissta enteng tanpa menyadari jika Lucifer kini menatapnya tajam


'Katakan sekali lagi?!" tuntut Lucifer


'Yang mana? yang kata cerai? aku bilang kalau tidak suka yaa ceraikan saj...." Calissta tidak melanjutkan kata-katanya karena tatapan Lucifer begitu mematikan


'Ku pikir dia memang iblis, tajam banget matanya" batin Calissta sambil bergidik ngeri


'Jangan harap kata cerai keluar dari mulutku!" ucap Lucifer tegas


'Barusan kamu mengatakannya" kekeh Calissta


'Apa mulutmu tidak bisa diam, kenapa selalu ada saja jawaban yang keluar dari bibir ini" Lucifer menarik bibir Calissta sehingga bibir Calissta nampak moyong


'Aku lapar" ucap Calissta sambil menatap Lucifer sedih


Padahal selama di rumahnya hidupnya begitu senang karena dimanjakan oleh Harry dan Cecilia, tetapi sekarang hidupnya berubah banyak terlebih Calissta merasa kini dirinya di kekang oleh Lucifer.


'Aku mau pulang saja" ucapnya lagi sambil meneteskan air mata membuat Lucifer terdiam padahal Calissta hanya berakting saja


'Baiklah kamu makan disini saja" putus Lucifer dan menghubungi para pelayan mengantarkan makanan untuk Calissta


🐐🐐🐐


Enak juga jadi Calissta, asal nyelonong masuk langsung dapat suami. Kalau author seperti itu mungkin yang dapat hanya pelototan orang-orang


Riri-can