SALAH SASARAN!

SALAH SASARAN!
Pagi yang Heboh


Jam kini sudah menunjukkan pukul 07:45 dan 15 menit lagi gerbang sekolahnya akan tutup tetapi terlihat jika Calissta tengah membantu Lucifer memakaikan dasi.


'Aduhhh... lama-lama aku beneran telat sekolah om!" kesal Calissta membuat Lucifer menatapnya tajam


'Ulang sekali lagi, mulutmu sepertinya harus di didik agar lebih sopan pada suami" Lucifer menjewer telinga Calissta


'Sakit tau" sewot Calissta


'Makanya yang sopan sama suami" ucap Lucifer sambil tersenyum tipis saat melihat wajah cemberut Calissta


'Aku tidak mau sekolah pagi ini, lihat.... Aku bahkan sudah telat hanya gara-gara memilih dasi sedari tadi buat kamu, lama-lama aku bisa sakit" ucap Calissta sambil memijit pelipisnya


'Itu tugasmu sebagai seorang istri jadi jangan mengeluh" Lucifer merasa paginya terlalu awal untuk bertengkar tetapi Calissta sepertinya memang ratu berulah


'Kan kamu yang memaksa aku buat menikah" balas Calissta


'Pokoknya aku tidak mau sekolah hari ini!" teriak Calissta saat Lucifer pergi dan membuat Lucifer berhenti saat Calissta berteriak


'Kalau tidak mau sekolah kamu temani Jessy jalan-jalan keliling mansion" ucap Lucifer membuat Calissta senang


'Oke sayang, aku akan temani Jessy!" Calissta terlihat senang saat Lucifer menyetujui jika dirinya bolos sekolah


Sedangkan Lucifer menggelengkan kepalanya melihat tingkah Calissta yang begitu kekanakan, hanya karena tidak mau sekolah tetapi banyak sekali alasannya.


Beberapa menit setelah Lucifer berangkat kerja akhirnya Calissta turun juga dan menyapa tiga orang yang duduk di kursi meja makan.


'Mentang-mentang sudah menjadi istrinya Lucifer kamu berlagak sok berkuasa disini, tugasmu itu harusnya di dapur!" kesal Hana sambil menatap tajam Calissta yang terlihat tidak perduli


'Kamu mendengarkan aku?!" teriak Hana


'Jessy, apa kamu mendengar suara nyamuk? ku pikir sebaiknya pelayan menyemprotkan obat hama di rumah ini, karena suaranya berdegung-dengung di telingaku" ucap Calissta mengabaikan Hana yang kini kebakaran jenggot karena diabaikan


'Saya memperingati kamu untuk bersikap sopan di rumah ini! kamu hanya menumpang disini!" kesal Dina membela putrinya yang kalah telak


'Sebagai orang yang sama-sama menumpang diam saja, dan ku pikir aku lebih baik daripada kalian berdua. Kalau bukan karena Jessy kupikir suamiku sudah mengusir kalian berdua, jadi kalian harus berterimakasih pada Jessy!" sinis Calissta sambil menyindir Dina dan Hana


'Melihat wajah kalian tiba-tiba membuat naf*su makan ku hilang, entah kenapa aku merasa muak!" kesal Calissta dan pergi membawa makanan untuknya keluar rumah menuju halaman belakang karena tadi sebelum turun dia melihat sebuah gazebo di belakang rumah


'Ya Tuhan, Jessy sabar banget menghadapi kedua orang itu" guman Calissta


'Apa gue terlalu berlebihan pada mereka? lagian mereka yang mulai, buat orang kesal saja" ucapnya lagi


Calissta makan dengan ogah-ogahan dan setelah itu kembali masuk menghampiri Jessy yang memandangi sebuah foto yang memperlihatkan seorang pria yang mirip Lucifer dan Calissta pastikan itu adalah ayah dari Lucifer dan Jessy.


'Hai" sapa Calissta membuat Jessy menoleh


'Hai juga kakak ipar" balas Jessy tersenyum senang


Jessy merasa senang karena setelah sekian lama akhirnya ada yang menyapanya, sebelumnya dirinya hanya ditemani oleh pelayan dan ponselnya, itu membuatnya bosan.


'Apa kamu sibuk?" tanya Calissta ramah dan hangat


'Tidak juga, aku hanya bosan saja" balas Jessy


'Bagaimana kalau kita jalan-jalan di luar? kamu tau aku melihat sebuah kebun anggur di dekat gazebo" ucap Calissta menawarkan


'Apa buahnya sudah matang? Anggur itu adalah buah yang ditanam oleh mendiang mommy nya kak Lucifer dan tidak boleh di sentuh oleh siapa pun" ucap Jessy tersenyum kecil


'Bukankah buahnya akan busuk jika tidak di makan?" tanya Calissta bingung


'Aku tau, tapi pohon anggur itu adalah peninggalan terakhir mommy nya kak Lucifer, pernah ada seorang pelayan yang membersihkannya tetapi besoknya pelayan itu di usir, sebaiknya kakak ipar jangan mendekati buah anggur itu" Jessy memperingati Calissta agar tidak melampaui batas yang bisa saja membuat amarah Lucifer naik


'Kakak ipar tidak boleh berkata seperti itu, kak Lucifer adalah suami kakak sekarang. Mau tidak mau harus menghormatinya, aku kadang kasihan pada kak Lucifer yang selalu menutupi kesedihannya, Jessy mohon buatlah kak Lucifer berubah menjadi periang, aku hanya meminta itu sebagai seorang adik" pinta Jessy sambil tersenyum pedih


'Baiklah, akan aku coba. Sebaiknya kita jalan-jalan keluar tetapi sebelum itu kamu pakai jaket dulu" ucap Calissta dan Jessy pun mengangguk


Keduanya berjalan-jalan mengelilingi mansion yang luas, sesekali Calissta bertanya-tanya tentang interior design rumah yang begitu bagus.


'Apa kamu tidak ingin sekolah seperti anak sma biasanya?" tanya Calissta tetapi Jessy hanya tersenyum kecil


'Sejujurnya aku ingin tetapi itu akan sulit karena aku memang di sarankan agar tetap di dalam rumah, kadang aku juga iri melihat kak Lucifer atau mama dan kak Hana yang bebas keluar masuk rumah, tetapi ini semua buat kebaikan ku" Jessy menceritakan keluh kesahnya


'Ngomong-ngomong aku punya seorang adik laki-laki yang umurnya dibawahmu setahun, jujur saja aku merindukannya padahal baru sehari tidak melihat wajahnya" Calissta curhat


'Apa kakak ipar dan kak Lucifer saling mencintai?" tanya Jessy polos


'Tidak, aku dipaksa olehnya. Kamu tau jika dia adalah seorang tirani" kesal Calissta sambil membayangkan wajah datar Lucifer setiap saat


'Sebenarnya kak Lucifer adalah pria yang hangat, hanya saja dia bingung mau mengekspresikan dirinya pada kakak ipar" ucap Jessy lembut


Keduanya berbincang cukup lama hingga tak terasa jam sudah menunjukkan waktunya makan siang, Jessy dan Calissta makan berdua karena Hana dan Dina sudah keluar rumah untuk belanja.


'Jessy ke kamar duluan kakak ipar" pamit Jessy setelah meminum obatnya


'Baiklah" balas Calissta


Calissta pun menyudahi acara makannya dan masuk ke dalam kamarnya bersama Lucifer.


'Kangen Carsen dan yang lainnya" gumannya


'Sebaiknya aku tidur saja" putusnya


Calissta tertidur cukup lama hingga saat bangun dia melihat Lucifer sudah datang sambil memijit pelipisnya.


'Kok kamu cepat banget pulangnya?" tanya Calissta


Jam masih menunjukkan pukul 4 sore tetapi Lucifer sudah pulang, dari cerita Jessy Lucifer akan pulang jam 10 malam.


Lucifer mengabaikan pertanyaan Calissta dan langsung membaringkan tubuhnya sambil memijat keningnya.


'Kamu sakit?" tanya Calissta


'Hanya pusing sedikit" jawab Lucifer


'Jangan bilang kamu tidak makan siang? bahkan kata pelayan kamu tidak sarapan pagi!" kesal Calissta begitu cerewet tanpa dia sadari jika Lucifer tersenyum kecil mendengar kecerewetan Calissta


'Aku tidak berselera untuk makan" balas Lucifer acuh


'Kalau lihat aku kamu selera tidak?" tanya Calissta tersenyum aneh


Lucifer bangun dari tempat tidur dan duduk sembari melihat penampilan Calissta yang biasa saja, hanya saja kaos yang dipakai Calissta nampak kedodoran di badannya.


'Yaaa.... Kamu cukup buruk" ucap Lucifer dan kembali tidur


🐐🐐🐐


Lucifer sepertinya bukanlah orang jahat, meskipun terkesan cuek tapi kok author merasa jika Lucifer selalu melawan karakter yang di ciptakan oleh author ya?.


riri-can