
Di sebuah ruangan serba merah terdapat dua orang perempuan yang di ikat pada sebuah kursi dengan mata yang tertutup oleh sebuah kain.
'LEPASKAN AKU BRENG*SEK! AKU AKAN MEMBALAS SEMUA INI!" teriak wanita dengan pakaian terbukanya
'LEPASKAN!" amuk nya menendang kesana kemari
Hingga suara seseorang mengentikan aksinya yang sejak tadi tidak bisa diam dan terus memberontak.
'Buka penutup matanya!" perintah orang itu
'L... Lucifer?" tanya wanita berpakaian terbuka itu ragu
Setelah ikatan mata itu terbuka terlihat sosok laki-laki yang tidak lain adalah Lucifer.
'Apa yang kamu lakukan Lucifer, aku ibumu!" amuk wanita yang tidak lain adalah Dina
'Ibu? Sejak kapan saya memiliki ibu seperti mu?!" sinis Lucifer tersenyum mencemooh
'Terus siapa lagi? Kamu lupa aku adalah istri dari daddy mu?" Dina menatap Lucifer tajam
'Oh iya aku lupa jika ibumu sudah jadi kerangka di bawah sana" kekeh Dina tersenyum mencemooh
'Kamu tau Lucifer bagaimana cantiknya saat wanita itu mengerang kesakitan dengan peluru yang menembus perutnya?" Dina menatap raut wajah Lucifer yang kini diliputi amarah
'Aku masih mengingat saat tangan ini menembak perutnya hingga darah merembes keluar" tawa Dina semakin membuat emosi Lucifer naik
'Aku bahkan mem...
DOR
Satu tembakan bersarang di kepala Dina, tentu saja pelakunya adalah Lucifer. Dia tidak tahan dengan semua perkataan Dina yang menyakiti perasaannya.
Sedangkan Hana yang melihat ibunya kini tak bernyawa hanya bisa berteriak sambil menangis meraung-raung. Hana tidak tau jika nyawanya juga tengah terancam.
Lucifer membuang pistolnya dan pergi meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Hana dengan para pengawal yang sudah dia percayai.
Lucifer membanting semua perabotan yang ada di kamarnya untuk meluapkan emosinya, dia ingin menangis dan marah tetapi tidak bisa karena merasa jika semuanya hanya sia-sia.
'ASTAGA! APA YANG KAMU LAKUKAN!" teriak Calissta panik
Tadinya Calissta tengah bersantai ria di taman belakang sambil menikmati ayunannya, hingga salah satu pelayan datang tergopoh-gopoh menghampirinya dan mengatakan jika Lucifer tengah marah besar.
'JANGAN MENDEKAT!" Lucifer menahan Calissta supaya tidak mendekat padanya
Calissta mengabaikan perintah Lucifer dan malah kini jarak keduanya tinggal sedikit lagi, Calissta dapat mencium aroma anyir yang berasal dari Lucifer, terlihat jelas noda darah menghiasi bajunya.
'Astaga" guman Calissta menatap Lucifer tidak percaya
'Sebenarnya apa ya....
CUP
Lucifer langsung membungkam mulut Calissta menggunakan bibirnya dan mulai memainkannya dengan kasar.
'Aku menginginkannya sekarang!" ucap Lucifer dengan suara tone nya
'T...tapi" Calissta menatap Lucifer yang nampak berantakan
'Baiklah, lakukan dengan lembut. Ini kali pertama bagiku" ucapnya kembali dengan raut wajah sedih
Lucifer mengabaikannya dan mulai mendominasi ciumannya yang terkesan kasar, bahkan bibir Calissta sudah nampak berdarah akibat ulahnya yang ganas.
'Sakit" lirih Calissta saat Lucifer memainkan ke-dua benda kenyalnya dengan kasar
Tiba-tiba Lucifer mengentikan aksinya dengan nafas memburu, terlihat raut penyesalan di mata Lucifer.
'Maaf" ucapnya memeluk Calissta
'Maafkan aku sayang" sesalnya
'Tidak apa-apa, lakukan saja" ucap Calissta tersenyum manis
'Aku salah, maafkan aku" Lucifer luruh ke lantai dengan penyesalan yang dalam
'Tidak apa-apa sayang, kamu berhak mendapatkan itu, itu hak mu" Calissta memeluk Lucifer yang ternyata sudah tertidur
'Sudah tidur?" tanya Calissta pada dirinya sendiri
'Gimana cara bawanya ke kasur, dikira badannya kecil" dumel Calissta
Dengan amat hati-hati Calissta merebahkan tubuh Lucifer ke lantai, dia tidak sekuat itu untuk membopong tubuh besar nan kekar Lucifer ke atas ranjang.
'Ketara banget gue seperti wanita haus belaian" kekeh Calissta melepaskan celana kain Lucifer hingga meninggalkan celana pendek nan ketat milik Lucifer
'Oucctt.... Mataku sudah ternodai, hehehe.... Tapi ini kan rezeki, kapan lagi coba dapat beginian" kekehnya
Calissta pun memakaikan pajamas untuk Lucifer, terlihat wajah damai tanpa dosa saat Lucifer tidur, tetapi jika sudah bangun maka wajah ngeselin lebih dominan.
'Jika seperti ini terlihat seperti kucing yang imut, tetapi jika sudah bangun seperti seekor singa. Bibirku saja sampai berdarah ckk" decak nya memilih membersihkan semua ulah Lucifer
Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi dan terlihat Lucifer baru saja membuka matanya, tidurnya lebih nyenyak atau lebih tepatnya dirinya pingsan setelah semuanya terjadi.
Pandangannya tertuju pada Calissta yang tidur sambil duduk bersandar pada kepala ranjang. Lucifer pun duduk dengan kepala yang begitu berdenyut.
'Kamu sudah bangun?" tanya Calissta terbangun saat merasa sebuah pergerakan
'Kok diam saja sih, jawab dong" Calissta menatap Lucifer dengan cemberut
'Apa ini karena ku?" tanya Lucifer menyentuh bibir Calissta yang terluka
Calissta hanya tersenyum manis saja sebagai jawabannya, jika dirinya mengatakan bagaimana kasarnya Lucifer pastinya Lucifer akan heboh.
'Maafkan aku sayang, aku.... Aku tidak sadar, saat itu aku lagi emosi" sesal Lucifer
'Tidak apa-apa kok, aku tau kamu lagi marah. Sekarang kamu tidur lagi yaa... Sepertinya kamu demam" Calissta meletakkan tangannya pada kening Lucifer dan benar saja jika suhu tubuh Lucifer lebih hangat dari biasanya
'Aku merindukan mom" ucapnya pelan
'Wanita itu mengaku jika dirinya yang membunuh mom, aku... Aku juga membunuhnya dengan tangan ini" ucapnya menatap ke-dua tangannya
'Wanita itu sudah mati" ucapnya pelan
'Jessy akan marah padaku jika dia tau bahwa aku membunuh ibunya" ujarnya frustasi
'Apa Jessy akan membuangku juga seperti daddy yang membuangku?" tanya Lucifer pelan
'Tidak akan, Jessy akan mengerti. Sekarang kamu tidur yaaa.... Kamu lagi sakit" Calissta membaringkan Lucifer
'Apa kamu juga akan meninggalkan ku?" tanya Lucifer dengan tatapan terluka
'Tidak akan, aku tidak mungkin meninggalkan suami ku sendiri. Kecuali jika kamu jatuh miskin" gurau Calissta
'Jangan harap aku jatuh miskin!" kesal Lucifer
'Aku hanya bercanda tuan arogan" kekeh Calissta
Lucifer menjadikan dada Calissta sebagai bantalnya untuk tidur, tidak lama kemudian terdengar deru nafas teratur Lucifer menandakan jika dirinya sudah tidur lelap.
'Cepatlah sembuh menjadi Lucifer yang aku kenal, jangan seperti sayang" bisiknya mengecup ubun-ubun Lucifer
Pagi-pagi mansion sudah heboh dengan teriakan dan amarah Lucifer, bahkan para maid yang lewat jadi sasarannya. Ini dia lakukan karena tidak menemukan Calissta di kamarnya.
'Dimana istriku?!" tanyanya mencekik salah satu maid
'S...saya ti..dak ta...uuuu..tu...annn" ucapnya terbata-bata
'ASTAGAAA... APA YANG KAMU LAKUKAN LUCIFER!" teriak Calissta yang baru saja datang
Melihat kedatangan istrinya Lucifer pun melepaskan cekikan nya dan berjalan ke arah Calissta.
GREP
Lucifer memeluk Calissta erat dan mengecup leher Calissta. Calissta memutar bola matanya malas.
'Apa yang kamu lakukan pada maid itu? Bagaimana kalau dia mati?" tanya Calissta kesal
Sedangkan Lucifer malah sibuk dengan kegiatannya mengendus leher Calissta, dia teramat merindukan istrinya.
'Kamu mendengar ku tuan arogan?" tanya Calissta memastikan
'Hmmm" dehem Lucifer
Calissta pun meminta maaf pada maid itu karena terlihat maid itu begitu kesakitan dengan wajah memarahinya itu, sendangkan pelakunya hanya terlihat tidak peduli.
💐💐💐
Ada-ada saja tingkah baby Lucifer yaa wkwkwkw.
riri-can