
Sekitar 15 menit akhirnya Calissta selesai juga mandinya dan sekarang dirinya mengenakan sebuah handuk putih yang terlalu kecil membuatnya tidak nyaman.
Saat Calissta sudah selesai mandi dan membuka pintu kamar mandi terlihat Lucifer yang juga hanya menegangkan handuk seperti dirinya.
'Kamu mandi dimana?" tanya Calissta polos
'Kamar sebelah sayang, kemarilah" ajak Lucifer menepuk kakinya
Calissta menurut dan duduk di pangkuan Lucifer, Calissta menikmati pelukan hangat Lucifer tetapi lama-kelamaan dirinya terganggu dengan ciuman basah Lucifer pada lehernya.
'Hentikan" ucap Calissta gugup saat lidah Lucifer bermain di lehernya
'Kenapa hmm?" tanya Lucifer serak
'Kapan kamu terakhir datang bulan sayang?" tanya Lucifer
'Umm.... Dua Minggu yang l..lalu" jawabannya mulai terasa aneh pada tubuhnya
'Bagus" ujar Lucifer langsung membungkam bibir istrinya dan menciumnya menuntut
'Hentikan dulu, kamu mau ngapain?" tanya Calissta deg-degan
'Kita akan buat anak seperti yang kamu bilang tadi" balas Lucifer nengecupi bahu Calissta
'T...tapi aku tidak punya persiapan, aku tidak mencukur bulu-bulu halus dan aku tidak berdandan" ucap Calissta heboh
'A...aku juga tidak memakai baju haram itu" ucapnya sedih
'Itu semua tidak penting sayang, semua itu bisa kamu lakukan di lain waktu sayang" bisik Lucifer tidak bisa di bantah
Lucifer membaringkan tubuh Calissta di atas ranjang dan perlahan menindihnya membuat Calissta mati kutu. Entah kenapa wajah tampan dan mempesona Lucifer hilang dan berganti menjadi seram seperti itu dimata Calissta.
'Kok kamu serem gitu?" tanya Calissta gugup
'Aku tau aku tampan" balas Lucifer dengan percaya diri dan memulai aksinya untuk mendapatkan hak nya sebagai seorang suami
Lucifer membelai wajah Calissta hingga jarinya menyentuh bibir Calissta yang membengkak akibat ulahnya sendiri. Kali ini dirinya tidak akan melepaskan Calissta seperti biasanya.
'Kenapa lama sekali untuk mul..."
CUP
Lucifer membungkam bibir Calissta, istrinya ini suka sekali merusak suasana. Padahal tadinya dia mau bersikap romantis.
'Nikmati saja sayang" bisik Lucifer lembut
Tanpa sadar jika handuk Calissta sudah tanggal dan memperlihatkan semua aset milik Calissta, mata Lucifer menggelap melihat tubuh Calissta yang selama ini memang dia puja.
'Jangan menatapku seperti itu" cicit Calissta memalingkan wajahnya
'Tatap aku sayang, mata ini hanya boleh menatapku saja dan tidak boleh berpaling" ucap Lucifer
Pada akhirnya Calissta pun pasrah pada Lucifer, meskipun sejujurnya Calissta malu sekarang. Ditambah dirinya tidak ada persiapan sama sekali. Kali ini Calissta menyerahkan semuanya pada Lucifer yang merupakan suaminya sendiri.
'Kamu siap?" tanya Lucifer setelah berhasil membuat istrinya basah
'I...iya" jawab Calissta gugup
Calissta begitu kaget melihat milik Lucifer yang mencoba masuk ke dalam miliknya, tubuhnya bergetar hebat dan dirinya merasa gugup setengah mati.
'Rileks sayang, ini tidak akan sakit" Lucifer mencoba menenangkan Calissta
Lucifer berkeringat dingin karena pertahanan milik Calissta begitu susah untuk dimasuki padahal dia sudah membuat milik Calissta basah untuk mempermudah miliknya masuk.
Dengan pelan namun pasti akhirnya Lucifer dapat membobol milik Calissta yang kini menutup matanya karena merasa amat sakit di bawah sana, miliknya terasa seperti di belah saja.
Lucifer mendiamkan miliknya beberapa menit untuk membuat milik Calissta terbiasa dengan miliknya yang besar itu.
'Buka matamu sayang?" perintah Lucifer dan Calissta pun menurut
Lucifer dapat melihat mata kemerahan Calissta karena menangis akibat dirinya, tetapi biar bagaimanapun ini hal yang lumrah di alami oleh setiap pasangan suami istri pada malam pertama mereka menjadi suami istri.
'Apa terasa sakit?" tanyanya pelan dan Calissta mengangguk pelan
Jujur saja Calissta merasa sakit dan tidak nyaman di bawah sana terlebih posisi mereka sangat aneh, meskipun dirinya mesum dan absurd percayalah dirinya tidak pernah menonton video-video aneh, dia hanya membaca novel romance saja dan itupun pemberian Melody.
'Sakitnya hanya sebentar saja sayang" ucapnya lembut
'Aku akan bergerak" bisiknya dan mulai menggerakkan badannya membuat Calissta merintih sakit
Lucifer seolah tuli dengan rintihan itu, Lucifer berharap Calissta juga menikmatinya seperti dirinya yang merasa keenakan. Dan benar saja tidak lama kemudian suara rintihan Calissta berubah menjadi suara desa*han yang menandakan jika dirinya mulai menikmati permainan suaminya.
Terasa peluh membanjiri keduanya, Lucifer memperlakukan Calissta dengan lembut dan pelan. Calissta adalah wanita yang memiliki banyak kejutan. Dibalik sifat mesumnya sama sekali tidak menyimpan jika dirinya adalah seorang wanita yang sudah memahami seluk beluk dunia surga ini. Calissta hanya tau teori saja tetapi dalam praktek dirinya begitu payah. Lihatlah wajah tidak berdaya Calissta di bawahnya, begitu menggemaskan dengan wajah memerah sambil menutup matanya.
'Buka matamu sayang" pinta Lucifer berbisik sambil menj*lat telinga Calissta
Calissta pun patuh menatap manik abu-abu Lucifer, Calissta berharap jika nanti dirinya hamil maka dia menginginkan anaknya mendapatkan mata seindah mata suaminya itu. Calissta berharap jika anaknya laki-laki maka wajahnya harus seperti Lucifer dan jika perempuan maka akan secantik Jessy. Jessy adalah perpaduan yang begitu indah, mendapatkan gen yang sempurna dari mendiang mertua laki-lakinya. Meskipun sikap mertuanya itu tidak patut di contoh tetapi untuk urusan fisik sudah mestinya harus di tiru dan di dapatkan.
Lucifer menarik kedua tangan Calissta yang tengah mencengkram spray kemudian mengecupnya hingga mengarahkan kedua tangan itu supaya memegang lehernya.
'Akhhh... Sakit" erang Calissta saat Lucifer memperdalam tekanannya di bawah sana
'Maaf sayang" balas Lucifer tersenyum manis
Jujur saja Lucifer menyukai adegan seperti ini, dia bisa melihat dengan jelas wajah kelelahan dan keenakan istrinya itu. Betapa beruntungnya dirinya mendapatkan Calissta. Meskipun pertemuan keduanya terkesan aneh tetapi hubungan mereka begitu jelas di mata dunia pernovelan.
Beberapa menit kemudian Lucifer tumbang setelah menyemburkan cairan putih itu pada milik Calissta, nafasnya terdengar tidak beraturan sedangkan Calissta hanya bisa pasrah saja karena dirinya juga baru saja melakukan pelepasan yang kesekian kalinya.
Lucifer menatap Calissta dan mengecup kening dan bibirnya Calissta berulang kali. Sekarang Calissta bukanlah seorang gadis lagi, dirinya sudah resmi menjadi seorang wanita sesungguhnya.
'Terimakasih sayang" ucapnya memeluk Calissta erat
'Tetapi ini belum berakhir sayang, malam masih panjang" bisik Lucifer kembali menaiki tubuh Calissta yang terlihat kaget
'Lagi?" tanya Calissta memelas dan di balas anggukan oleh Lucifer
Pada akhirnya Lucifer terus melakukannya hingga berjam-jam, rengekan Calissta pun di hiraukan karena dirinya memang mengharapkan ini sebelumnya.
'Ampun" Calissta meminta ampun setelah ke empat kalinya Lucifer melakukan pelepasannya
Lucifer terkekeh melihat wajah memelas itu, mengapa istrinya itu begitu menggemaskan jika seperti ini.
'Belum sayang, sekali lagi" kekeh Lucifer dan kembali melakukannya
Jangan tanyakan bagaimana kondisi Calissta. Terlihat Calissta yang hanya diam saja, tetapi lama kemudian dirinya juga menikmatinya.
💐💐💐
Perempuan memang seperti itu Lucifer, katanya sudah tetapi tetap saja menikmati? Apakah benar?.
riri-can