
Di sebuah ruangan terlihat Lucifer tengah fokus menandatangani berkas-berkas miliknya, siang nanti dirinya akan bertemu dengan salah satu klien dari negara Dubai.
Tok
Tok
Tok
'Masuk" perintah Lucifer
Pintu terbuka memperlihatkan Dexon yang memegang sebuah berkas membuat Lucifer menghela nafas berat.
'Tiga puluh menit lagi kita ada pertemuan dengan Mr. Jared dari Dubai tuan" lapor Dexon
'Apa tidak bisa di undur?" tanya Lucifer tegas
'Maaf tuan, Mr. Jared sangat sibuk dan mengatakan jika terlambat sedikit saja maka kerja sama ini akan dibatalkan" jelas Dexon
Mr. Jared adalah pengusaha asal Dubai dan usahanya sudah merambat dan sangat terkenal di mana-mana. Untuk menemui Mr. Jared membutuhkan usaha yang keras, tetapi beberapa minggu yang lalu Mr. Jared menghubungi perusahaannya jika mereka ingin membangun mitra kerja yang baik. Lucifer tidak mau membuang kesempatan emas ini karena sejujurnya dia belum memperluas usahanya ke negara dengan gedung percakar langit itu.
'Apa tuan baik-baik saja? Sepertinya tuan terlihat tidak sehat?" Dexon melihat wajah pucat presider nya itu
'Tidak apa-apa Dexon, siapkan semua berkasnya" perintah Lucifer
Dexon pun mempersiapkan seluruh keperluan untuk mengadakan pertemuan ini, mereka mengadakan pertemuan bisnis sekaligus silaturahmi di salah satu restoran hotel yang tidak lain adalah hotel GOLDEN L. Hotel awal pertama kali Calissta dan Lucifer bertemu.
Beberapa menit kemudian Lucifer dan Dexon telah sampai di tempat yang di tentukan oleh Mr. Jared. Pria dengan wajah ke arab-arab an itu menyambut Lucifer dan Dexon dengan senyuman lebar.
'Good afternoon Mr. Lucifer, nice to meet you" (Selamat siapa tuan Lucifer, senang berjumpa dengan anda) sapa Mr. Jared
'Nice to meet you too Mr Jared" Sahut Lucifer tersenyum ramah
Keduanya berbincang dengan santai terkadang serius, dan tiba-tiba saja pintu terbuka dengan kencang membuat Lucifer serasa dejavu kembali.
Ingatannya tertuju dengan kejadian beberapa bulan yang lalu, saat dimana perempuan muda memasuki ruangan dan menuduhnya yang tidak-tidak. Bedanya orang yang membuka pintu sekarang adalah gadis kecil yang Lucifer perkiraan berusia 4 tahun atau lebih dari itu.
'Daddy" panggilnya manja kemudian naik ke pangkuan Mr. Jared
'Maaf atas hal ini Mr. Lucifer" ucap Mr. Jared menyesal
'Daddy sedang ada kerjaan baby, keluar dulu yaa?" pintanya berbisik dan tentu saja Lucifer mendengarnya
Mr. Jared begitu lembut terhadap putrinya itu, apakah dirinya juga begitu nantinya? Sungguh Lucifer tidak sabar dengan hal itu.
'No! Aycel mau sama daddy, Aycel bosan di kamar" tolak gadis kecil bernama Aycel itu
'Sebentar saja baby, daddy janji setelah ini kita akan bermain sampai Aycel bosan" bujuk Mr. Jared dan Lucifer masih setia melihat interaksi itu
Terlihat begitu lucu, dan menggemaskan tetapi jika di dunia bisnis maka hal seperti ini tidak bisa di toleransi. Ada banyak etika bisnis, dan hal ini bisa dikatakan mengganggu. Anggap saja kali ini Lucifer melanggar etika itu.
'No! Aycel marah sama daddy!" Aycel ngambek dan pergi keluar membuat Mr. Jared menghembuskan nafas lega tetapi terlihat raut wajahnya yang sedih
'Tidak berniat mengejar gadis kecil itu Mr. Jared?" tanya Lucifer sopan
'Tidak apa-apa. Melihatnya mengingatkan saya pada istri saya" kekeh Lucifer
'Apakah Mr. Lucifer sudah menikah?" tanya Mr. Jared terkejut karena setahunya Lucifer masih sendiri
'Saya sudah menikah beberapa bulan yang lalu, alasan saya tidak mempublikasikan karena tidak ingin kegiatan istri saya terganggu" jelas Lucifer tegas
'Maaf Mr. Jared, saya pikir anda masih sendiri. Sebenarnya tadinya saya mau membatalkan kerja sama ini karena saya hanya mau membangun bisnis dengan orang-orang yang sudah memiliki komitmen dalam berumah tangga, anda tau sendiri dunia bisnis seperti apa yang saya jalani dan dunia bisnis seperti ini begitu banyak jebakan" ujar Mr. Jared
'Saya mengerti Mr. Jared, jika memang kerjasama ini tidak berjalan dengan mulus tidak apa-apa" sahut Lucifer sopan tetapi di dalam hatinya begitu kesal karena merasa jika pertemuan ini begitu sia-sia
'Saya percaya pada Mr. Lucifer, asisten saya akan mengirimkan surat persetujuan kerjasama ini. Maaf sebelumnya Mr. Jared tetapi saya harus mengejar gadis kecil itu sebelum dia ngambek, saya permisi" Mr. Jared pergi setelah berpamitan meninggalkan Lucifer yang tersenyum senang
Akhirnya dia bisa menjalin kerjasama dengan pengusaha minyak itu, baru dirinya yang berhasil bekerjasama dengan Mr. Jared dari negaranya ini, ada kepuasan tersendiri.
Lucifer pun pergi juga menuju mobilnya diikuti oleh Dexon, jujur saja kepala Lucifer terasa mau pecah karena begitu pusing dan berisik.
'Anda baik-baik saja tuan?" tanya Dexon dari kemudi
'Apakah setelah ini masih ada pertemuan?" tanya Lucifer memegangi kepalanya
'Masih ada dua pertemuan lagi, tetapi saya bisa mengurusnya tuan. Sebaiknya anda istirahat" Dexon meringis melihat wajah pucat tuannya itu
'Hanya dua lagi, saya masih sanggup" sahut Lucifer keras kepala
Lucifer menutup matanya mencoba menahan rasa pusingnya, beberapa menit kemudian Lucifer membuka matanya karena merasa perjalanan mereka terlalu jauh. Setahunya dari hotel restoran tadi menuju kantornya tidaklah sejauh ini.
'DEXON!" marah Lucifer melihat jalanan menunju mansion nya
'Jangan keras kepala tuan, saat ini anda tidak sehat dan butuh istirahat total" balas Dexon tegas
Selama ini Dexon begitu kesal pada presidernya itu, biasanya kalau sedang sakit maka Lucifer akan mati-matian bekerja lembur untuk menghilangkan rasa sakitnya, tetapi sekarang sudah berbeda. Lucifer sudah memiliki rumah untuk pulang yaitu adalah Calissta. Wanita yang menurut Dexon sedikit absurd tetapi begitu periang dan penyayang, terbukti bagaimana sikap Calissta terhadap mendiang Jessy. Bahkan Calissta sampai sedih berhari-hari karena kepergian Jessy, sangat jarang Dexon menemukan sosok kakak ipar yang baik.
Lucifer akhirnya pasrah juga pada asistennya itu, Dexon tidak bisa dibantah. Keduanya memiliki ego yang tinggi tidak heran jika sebutan untuk mereka dalam dunia bisnis adalah 'IBLIS". Mereka tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang mereka inginkan.
'Sudah sampai tuan" lapor Dexon
'Sebaiknya tuan turun saja, saya tidak ingin berdebat" lanjutnya membuat Lucifer kesal
BRAK
Lucifer membuka pintu dan menutupnya kencang, padahal jelas-jelas itu adalah mobilnya tetapi mengapa terlihat jika seolah-olah mobil itu milik Dexon. Ingatkan dirinya untuk memberikan hukuman pada Dexon.
'Asisten sia*lan!" makinya memasuki mansion
Hal pertama yang dirinya lihat saat masuk adalah istrinya yang tengah berjoget-joget tidak jelas mengikuti tarian di sebuah laptop.
💐💐💐
Sabar ya Lucifer, namanya juga asisten. Asisten lebih tau kebaikan buat presidernya.
riri-can