
Calissta tengah duduk santai di ruang santai ditemani oleh Jessy dan Carsen yang sibuk main PS.
'Lebih baik kamu nge game di kamar aja deh, teman-teman kakak mau datang" usir Calissta pada Carsen
'Enak aja, kakak aja yang ke kamar" tolak Carsen mentah-mentah
'Dihh! Emang tidak malu bake boxer begitu disini? Jessy aja jijik lihatnya, iya kan Jess?" tanya Calissta pada Jessy yang menggelengkan kepalanya membuat Calissta kesal
'Kok kamu gitu sih Jess? Mau jadi adik ipar durhaka ya?" kesal Calissta sedangkan Carsen dan Jessy hanya tersenyum cengengesan
'Dihh pakai ngancem segala. Kak Jess aja ga komen, bilang aja takut teman-teman kakak tergoda pada badanku yang bagus ini" ucap Carsen songong
'Iyuhhh pede banget sih! Sono ngaca biar sadar diri!" teriak Calissta sambil melempar bantal
'Aduhhhh tuh kan kalah, tanggung jawab! Beliin diamond yang banyak buat ganti rugi!" tuntut Carsen
'Aku miskin jadi tidak ada duit, minta sama mama dan papa saja" tolak Calissta
'Cih, suami kaya istrinya miskin. Rugi bener kakak ipar punya istri petakilan seperti kakak" ucap Carsen tersenyum mengejek
'Enak aja, harusnya si tua bangka itu senang punya istri muda dan cantik sepertiku!" ucap Calissta kesal
Sedangkan Jessy hanya mendengarkan adu mulut antara kakak dan adik di depannya, pantas saja Calissta suka melawan Dina dan Hana ternyata sudah terlatih sedemikian rupa.
'Ucapan kakak sudah ku rekam dan akan kusebar luaskan ke publik, bayangin berapa banyak keuntungan buat ku" kekeh Carsen membayangkan jika kata-kata kakaknya viral yang tengah menjelek-jelekan Lucifer yang notabene adalah suaminya
'Dasar mata duitan, aku curiga kamu anak yang di pungut dari selokan" ucap Calissta begitu kesal
Carsen mengabaikan perkataan Calissta dan memilih fokus pada game nya, sedangkan Jessy hanya melihat ponselnya sembari menonton beberapa film.
'Calissta sayanggg.... I'm coming!" teriak seseorang dari luar membuat seisi rumah heboh dengan suara teriakan itu
Calissta hanya memutar bola matanya malas karena sudah tau itu adalah ke-tiga sahabatnya.
'Ehh ada Carsen ganteng, godain aku dong" ucap Melody yang langsung duduk di samping Carsen
Melody sangat suka menggoda Carsen karena kebetulan Melody memiliki seorang adik laki-laki yang seumuran juga dengan Carsen, berbeda dengan Luna dan Anya yang menatap Jessy dengan tatapan berbinar karena begitu cantik meskipun wajahnya pucat.
'Lo adik ipar si bonyok ini?" tanya Anya polos mendapatkan toyoran dari Luna
'Awww sakit tau!" sungut Anya mencebikkan bibirnya
'Kalau mau ngomong ngotak dulu" ucap Luna kesal
'Hai gue Luna, ini namanya Anya dan itu namanya Melody. Kita sahabat Calissta, oh iya Calissta sering juga ngomongin lo, salam kenal yaaa" ucap Luna memperkenalkan dirinya
'Iya salam kenal juga, aku Jessy" ucap Jessy takut karena Luna menatap Jessy cukup aneh
'Ngapain natap adik ipar gue gitu?" tanya Calissta menyadari ketidaknyamanan Jessy
'Gue kagum aja sama kecantikannya" kekeh Luna membuat Jessy tersipu
Memang benar, setelah beberapa hari Calissta menikah dengan kakaknya, kehidupannya jauh lebih berwarna bahkan Calissta sering mengajarinya berdandan membuatnya semakin bahagia, kehadiran Calissta layaknya sebuah air yang mengalir di gurun pasir.
'Eh guys gue berencana mau ke minimarket depan, apa ada yang mau nitip?" tanya Calissta pada ke limanya
'Beli cemilan yaa" kekeh Anya dan diangguki yang lainnya
'Dih... Harusnya kalian yang bawa buah tangan, dasar pelit" ucap Calissta langsung pergi
Jessy menatap kepergian Calissta karena dirinya merasa kurang nyaman, Luna yang menyadari Jessy ketakutan hanya tersenyum kecil karena Calissta sudah menceritakan tentang kehidupan Jessy.
Kelimanya asyik ngobrol dan Jessy pun perlahan nyaman dengan kehadiran Luna, Melody dan Anya. Akhirnya doanya terkabul setelah menanti begitu lama. Kehadiran Calissta membuat dunianya berubah.
'Lebih baik sekarang kita main game uno, yang kalah harus di coret-coret wajahnya" ajak Melody dan di angguki yang lainnya
'Carsen ambilin kartunya" ucap Melody dan Carsen pun menurut
Kelimanya asyik main kartu hingga kebablasan waktu, Calissta yang baru datang hanya tersenyum kecil melihat keasyikan kelimanya dan Calissta pun merekam kebersamaan mereka kemudian memposting ke salah satu media sosial.
Sesaat Calissta memposting video tersebut tiba-tiba ponselnya berbunyi, terlihat panggilan video dari Lucifer membuatnya sedikit kesal. Calissta memberikan beberapa cemilan pada kelimanya dan duduk di sofa dekat Jessy.
Setelah panggilan video tersambung akhirnya terlihat Lucifer yang tengah berbaring di ranjang tanpa mengenakan atasan membuat Calissta melotot.
'Mengapa lama sekali mengangkatnya?" tanya Lucifer kesal
'Ummm... Tadi ponselnya jauh" dusta Calissta
'Besok aku akan pulang" ucap Lucifer
'Kok cepat banget sih?!" Calissta seketika berwajah masam setelah mendengar perkataan Lucifer
'Apa begitu respon seorang istri pada suaminya saat suaminya akan pulang dinas?" tanya Lucifer
Calissta menatap kelimanya yang masih sibuk main kartu dan memilih naik ke lantai 2, karena ingin mencaci maki Lucifer, itupun kalau dirinya berani.
'Aku belum puas main bersama Jessy dan yang lainnya, ayolah lebih lama lagi kerjanya" pinta Calissta membuat Lucifer tersenyum kecil di seberang sana
'Kamu bisa bermain-main dengan ku" ucap Lucifer datar
'Pokoknya tidak mau, besok kamu tidak boleh pulang!" tolak Calissta terlihat marah
'Diluaran sana banyak para istri menunggu kepulangan suaminya, tetapi mengapa kamu begitu berbeda bahkan menyuruhku supaya tidak pulang, apa kamu masih waras?!" tanya Lucifer tidak habis pikir
'Anggap saja aku tidak waras, awas saja kalau kamu pulang!" ancam Calissta membuat Lucifer terkejut dan merasa tertantang akan ancaman istri kecilnya itu
'Hukuman apa yang akan kamu berikan jika besok aku pulang?" tantang Lucifer tersenyum geli melihat raut kemarahan di wajah Calissta
'Aku menantikan hukumannya gadis kecil" goda Lucifer
'Mengapa kamu begitu menyebalkan!" teriak Calissta
'Ayolah sayang tidak baik teriak-teriak begitu di malam hari, orang-orang akan berpikiran buruk mengenai itu" kekeh Lucifer semakin semangat menjahili Calissta yang kini malu
Entah sejak kapan Lucifer jadi seliar dan se mesum ini padanya, bahkan beberapa hari ini Lucifer sering mengambil keuntungan darinya, meskipun Lucifer adalah suaminya tetapi Calissta merasa di rugikan disini, apalagi Lucifer tidak punya perasaan padanya begitu juga sebaliknya. Calissta bahkan berpikir jika beberapa bulan kedepannya dirinya dan Lucifer akan segera usai, Calissta masih ingin melajang.
'Dasar mesum!" teriak Calissta dan langsung menutup panggilan video
Di seberang sana terlihat Lucifer tengah tersenyum manis saat melihat panggilan video telah berakhir, sepertinya dirinya menemukan kesenangan baru. Yaitu menggoda istri kecilnya itu.
'Tunggu aku pulang gadis kecil, setelah itu tidak akan kulepaskan, kamu akan jadi milikku seutuhnya" ucap Lucifer setelah itu dirinya tidur
💕💕💕
Apa author coba aja yaa akting hamil di cafe-cafe atau restoran seperti yang Calissta lakukan? Sepertinya menarik WKWKWK
Abaikan author ga jelas ini ya heheheh...
riri-can