
Lucifer membuka matanya saat merasakan sesuatu yang dingin menyentuh keningnya dan terlihat Calissta yang tengah membenarkan kain di keningnya.
'Apa yang kamu lakukan?" tanya Lucifer serak bahkan suaranya nyaris hilang
'Aku sedang mengompres mu. Kalau sakit kenapa tidak bilang, jangan buat orang khawatir seperti ini!" kesal Calissta
Saat dirinya akan mandi tiba-tiba Lucifer mengingau membuatnya terkekeh dan berniat merekam, tetapi lama kelamaan terdengar rintihan Lucifer membuatnya curiga jika Lucifer tengah sakit, saat menyentuh keningnya Calissta melotot karena badan Lucifer begitu panas.
'Sebaiknya kamu makan dulu, tadi aku sudah mengatakan pada pelayan agar di buatkan bubur, setelah itu kamu minum obat" Calissta mencereweti Lucifer yang hanya diam saja
'Aku tidak lapar" balas Lucifer memijit pelipisnya
'Aku tidak menerima penolakan, sekali-kali kamu harus mendengarkan istri mu yang bicara" kekeh Calissta
'Apa kamu tengah bersikap layaknya seorang istri yang khawatir pada suaminya yang tengah sakit?" tanya Lucifer pelan
'Apa salahnya? aku kan istrimu. Lagian aku tidak suka jika salah satu keluargaku sakit" ucap Calissta membuat Lucifer merasa menghangat
'Baiklah, aku tidak butuh obat atau semacamnya, aku hanya meminta kamu memelukku erat" pinta Lucifer yang mana membuat Calissta melotot tetapi melihat wajah sayu Lucifer membuatnya mengalah
'Baiklah, kemarilah" ajak Calissta duduk di samping Lucifer yang langsung membuat Lucifer memeluk Calissta erat
'Ternyata kamu sangat manja jika tengah sakit" kekeh Calissta
'Ini belum seberapa" balas Lucifer menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Calissta
'Ahh... Jangan seperti itu, kalau seperti itu kamu membuatku terangsang!" kesal Calissta membuat Lucifer terdiam cukup lama tetapi kemudian Lucifer malah menciumi leher Calissta
Calissta kalang kabut dan mencengkram lengan Lucifer, perlakuan Lucifer membuat hasratnya naik.
Calissta bernafas tidak beraturan saat Lucifer menghentikan kegiatannya dan menatapnya dari atas. Entah sejak kapan keduanya berbaring di tempat tidur, Calissta berada di bawah dan Lucifer yang kini tengah berada di atasnya.
'Maafkan aku" sesal Lucifer dan menyingkirkan badannya dari atas Calissta
'Jangan berhenti, aku suka" cicit Calissta sambil menggi*git bibirnya sedangkan Lucifer menyipitkan matanya
'Tidak sekarang, kamu masih terlalu muda" tolak Lucifer dan beranjak pergi tetapi langsung di tahan Calissta
'Ayolah, aku juga pengen ada adik bayi disini, papa juga suka jika dirinya punya cucu di usia muda" Calissta menatap Lucifer yang melongo
Sepertinya sifat mesum Harry menurun pada Calissta, terlihat Calissta yang kini tengah menurunkan lengan bajunya.
'Sebaiknya kita tidur, aku sedang sakit" Lucifer mengabaikan Calissta yang mencak-mencak
'Ayolah kita buat adik bayi, lagian kamu sudah tua dan sudah cocok punya bayi" bujuk Calissta sedangkan Lucifer tidak perduli
'Kamu pasti merasa bahagia mendapatkan daun muda kan? Katakan saja bahwa aku begitu menggairahkan begitu menggoda, ayo katakan" tuntut Calissta tetapi Lucifer tidak meresponnya
'Ngeselin banget sih!" ucap Calissta begitu kesal
Sedangkan Lucifer tengah mencoba menahan diri supaya tidak menerkam istri kecilnya yang meminta ingin di puaskan, bukan tanpa alasan Lucifer tidak mau menyentuh Calissta, alasan utamanya adalah Calissta masih terlalu muda dan yang kedua Lucifer sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menyentuh Calissta, dia menikahi Calissta supaya namanya tidaklah buruk di depan para koleganya.
Sejak kejadian dimana Calissta menudingnya sebagai pria yang tidak bertanggungjawab banyak issue aneh tentang dirinya, mulai dari seorang Cassanova hingga dirinya di gosipkan suka sesama jenis, memikirkan itu membuatnya pusing.
'Sudahlah, lupakan saja. Ngomong-ngomong tadi aku melihat kebun anggur di dekat gazebo, kata Jessy itu adalah tanaman terakhir mommy, apa aku boleh meminta sedikit buahnya?" tanya Calissta sopan
'Ambil saja" ucap Lucifer acuh membuat Calissta melongo
'Dia itu mata-mata yang menyamar jadi pelayan makanya aku mengusirnya, tidak ada hubungannya dengan pohon anggur di belakang" jelas Lucifer dan Calissta mangut seolah mengerti
'Berarti aku boleh mengambil buahnya?" tanya Calissta memastikan
'Ambil saja, asal tidak merusak tanamannya" ucap Lucifer sambil memijat keningnya
'Ahh suamiku yang terbaik" kekeh Calissta dan langsung keluar dari kamar meninggalkan Lucifer yang masih terdiam
'Sepertinya tidak ada salahnya memulai rumah tangga dengannya" Lucifer menatap pintu yang terbuka
Tidak lama kemudian terlihat Calissta masuk membawa nampan berisi bubur buat Lucifer.
'Makanlah setelah itu minum obat dan langsung istirahat" Calissta menyodorkan mangkuk kecil berisi bubur
Lucifer menatap wajah polos Calissta yang tanpa makeup, bulu matanya begitu lentik dengan hidung mancung serta bibir bagian atas yang tipis tetapi bibir bawah cukup berisi, pipinya putih bersih dan sedikit chubby.
'Apa kamu tidak melakukan perawatan seperti gadis remaja pada umumnya?" tanya Lucifer
'Tidak, males juga" balas Calissta meniup bubur milik Lucifer dan menyodorkannya pada mulut Lucifer
'Oh iya, aku berencana ingin pulang kerumah, hanya sebentar saja untuk mengambil beberapa barang, apa aku boleh kesana?" tanya Calissta pelan
Calissta mengingat petuah mama nya jika dirinya harus menghormati Lucifer sebagai seorang suami, lagian sejauh ini Lucifer baik padanya.
'Pergilah" jawab Lucifer
'Apa Jessy boleh ikut? tenang saja aku akan tetap menjaga Jessy, katanya Jessy bosan di rumah terus" Calissta tersenyum aneh karena takut permintaannya di tolak
'Pergilah" balas Lucifer sambil makan
Setelah selesai makan dan minum obat akhirnya Lucifer tertidur kembali sedangkan Calissta tengah melakukan video call dengan ketiga temannya yang sejak dari kemarin-kemarin mencarinya.
'Gue minta maaf perihal tantangan tempo lalu, gue tidak bermaksud buat lo bermasalah" sesal Melody di seberang sana
'Tidak apa-apa kok, lagian semua sudah terjadi" Calissta menghembuskan nafas panjang
'Oh iya, minggu besok gue berencana mau ke puncak dekat villa bokap gue, kalian mau ikut kan?" tanya Luna
'Gue ikut" seru Anya semangat
'Gue ngikut aja deh, lo gimana Caliss?" tanya Melody
'Sorry guys, gue nggak bisa. Kalian tau sendiri gue sudah nikah dan kebetulan suami gue lagi sakit, sebagi istri yang baik gue harus merawatnya" ucap Calissta dan mengarahkan kamera ponselnya pada Lucifer yang tertidur
Memang benar jika Calissta sudah menceritakan apa yang terjadi kepada para sahabatnya itu, hanya saja dia tidak mengatakan siapa suaminya agar privasi suaminya aman.
'Yahhhh.... yaudah deh kapan-kapan saja kita perginya" putus Luna
Cukup lama Calissta video call dengan ketiga teman geseknya hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Calissta memeriksa kening Lucifer dan ternyata panasnya sudah berkurang, setelah bersih-bersih Calissta ikut tidur di samping Lucifer.
🐐🐐🐐
riri-can