
Calissta membuka matanya karena merasa tidurnya sudah cukup, sejak kejadian beberapa hari yang lewat pada akhirnya mereka belum melakukan hubungan suami istri karena Lucifer mendadak pergi ke kantor karena ada yang harus di urus.
'Sudah bangun sayang" Lucifer sudah rapi dengan jas kerjanya
'Sekarang jam berapa?" tanya Calissta mengucek matanya
'Jam 8 sayang, matanya jangan di kucek seperti itu nanti merah" Lucifer menarik jemari Calissta dan merapikan rambut acak-acakan Calissta
'Kenapa tidak membangunkan aku?" tanya Calissta cemberut
'Aku tidak tega membangunkan mu, sana mandi" suruh Lucifer
Tidak mau membantah akhirnya Calissta berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tidak mau berlama-lama sekitar 10 menitan Calissta sudah selesai mandi.
'Kemari" Lucifer menepuk-nepuk kakinya berharap Calissta duduk dipangkuannya
Calissta yang hanya mengenakan handuk kecil langsung mengiyakan permintaan Lucifer.
'Apa aku tidak berat?" tanya Calissta pelan
'Tidak sayang, sebaiknya kamu tambahkan berat badanmu" ucap Lucifer mengecup bahu Calissta
'Aku mau ngomong sama kamu" kata Calissta membiarkan Lucifer nengecupi bahunya
'Apa sayang?" tanya Lucifer menatap mata Calissta
'Aku mau kuliah" Calissta memotong ucapannya mencoba melihat respon Lucifer
'Tapi mau kuliah di luar negeri" Calissta meringis melihat tatapan tajam Lucifer
'Tidak boleh!" tolak Lucifer menurunkan Calissta dari pangkuannya
'Oh ayolah, teman-teman ku pada kuliah di luar negeri, aku juga ingin" bujuk Calissta mengikuti langkah Lucifer menuju pintu kamar
'Tetap tidak boleh, aku tidak mau dibantah sayang" Lucifer keluar meninggalkan Calissta yang cemberut
'Cih, bukannya dulu dia yang maksa agar aku kuliah. Sekarang malah melarang, memang laki-laki di dunia ini tidak ada yang benar" ucapnya menggerutu
Calissta memilih untuk mengenakan bajunya dan mulai memoles makeup ke wajahnya, hanya polesan tipis agar wajahnya tidak pucat.
Dress putih miliknya melekat pas di tubuhnya, terlihat jelas aura kecantikan remajanya membuat pria hidung belang akan tertarik padanya.
'Jessy" sapa Calissta pada Jessy yang duduk seorang diri di dekat pintu belakang
Calissta merasa kasihan pada Jessy yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk duduk di kursi roda. Tidak bisa bergerak bebas sepertinya.
'Kak Calissta, mau kemana?" tanya Jessy lembut
'Mau keluar sebentar, kamu mau ikut?" tanya Calissta
'Tidak kak, sebentar lagi waktunya aku diperiksa. Maaf kak tidak bisa menemani kakak" sesal Jessy
'Tidak apa-apa, kita bisa main bersama lain kali. Semangat buat pemeriksaan nya" Calissta tersenyum manis pada Jessy
Calissta pun pergi meninggalkan Jessy bersama salah satu dokter yang baru saja datang. Sejujurnya Calissta tidak mau keluar terlebih dirinya belum meminta ijin pada Lucifer.
'Nyonya mau kemana?" tanya salah satu penjaga di dekat pintu utama
'Mau keluar" balas Calissta acuh
'Apa nyonya sudah meminta ijin pada tuan?" tanya penjaga itu membuat Calissta kesal
'Memangnya perlu? Awas aku mau keluar, jangan menghalangiku" Calissta masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depannya
'Tuan dan bawahannya saja saja. Ngeselin banget sih!" umpatnya
'Mau kemana sayang?" tanya seseorang membuat Calissta terdiam
Barusan dia mendengar suara Lucifer tetapi tidak ada orangnya, tiba-tiba bulu kuduknya merinding.
'Terserah ku mau kemana pun" jawab Calissta cuek
'Katakan dengan jujur, mau kemana?" kali ini suara Lucifer lebih berat
'Mau cari suami baru" balas Calissta acuh
Tiba-tiba mesin mobil itu hidup sendiri, dan Calissta baru sadar jika mobil yang dia naikin adalah mobil elektrik yang bisa dikendalikan oleh pemiliknya.
Mobil itu berjalan keluar dari mansion dan melewati hutan yang panjang langsung melaju di jalanan yang padat. Calissta bersedekap dada menahan rasa kesal dihatinya akibat perbuatan sepihak dari Lucifer.
Sekitar 30 menitan mobil itu melaju hingga berhenti di depan sebuah gedung tinggi dan terlihat di depan sana Lucifer berdiri dengan angkuhnya.
Lucifer membukakan pintu mobil itu dan menarik tangan Calissta, menyeretnya masuk ke dalam gedung. Kedatangan keduanya membuat heboh satu gedung. Ada yang memfoto dan mengirimnya ke grup kantor.
Calissta merasa tidak nyaman dengan tingkah semua orang yang menatapnya, dia merasa jadi pusat perhatian semua orang.
'Cih, cantikan juga aku daripada wanita itu. Pasti dia wanita penggoda" cibir salah satu perempuan dengan penampilan terbukanya
'Pasti dia udah naik ke atas ranjang presider, lihatnya tingkahnya itu, seperti seorang wanita panggilan" cibir yang lainnya
Calissta yang tadinya menahan diri langsung menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Lucifer yang menatap istrinya.
'Memang kenapa kalau gua naik ke atas ranjang pria ini? Suka-suka gue dong!" amuk Calissta menatap tajam orang yang baru saja mencibirnya
CUP
Calissta mengecup bibir Lucifer di hadapan orang-orang membuat semuanya heboh.
Plak
Tidak cukup mengecup bibir Lucifer kini Calissta menampar bokong Lucifer, tingkah Calissta membuat semuanya tidak bisa berkata-kata.
'Gue istrinya jadi bebas mau berbuat apa sama dia!" teriaknya kesal
Lucifer tersenyum geli melihat wajah merah padam istrinya, sepertinya Calissta memang lagi emosi dan cemburu?.
Tidak lama kemudian secara bersamaan semua ponsel karyawan berbunyi dan menampilkan foto pernikahan Lucifer dan Calissta. Semuanya semakin heboh saat mengetahui jika Calissta merupakan salah satu putri pengusaha yang terkenal.
'Aku mau pulang" rengek Calissta kesal
'Kamu baru sampai sayang" Lucifer membawa Calissta ke dalam pelukannya mencoba menurunkan amarah sang istri
'Aku kesal ih!" dumelnya menghentakkan kakinya
'Jam 2 nanti aku ada pertemuan dengan salah satu kolega bisnis, dan kamu harus menemani aku. Suami mu ini tidak menerima penolakan sayang" bisik Lucifer membawa Calissta ke dalam lift, meninggalkan para karyawan yang sedang heboh
'Tapi aku tidak berdandan cantik hari ini, nanti akan terasa memalukan jika berdiri di sampingmu" ucap Calissta cemberut
'Tidak perlu berdandan cantik, begini saja kamu sudah sangat-sangat cantik. Lagian aku tidak suka jika kecantikan mu menguar di hadapan orang lain, cukup di depanku saja" Lucifer mengecup pelipis Calissta yang masih cemberut
Sesuai dengan ucapan Lucifer, jam 2 siang keduanya sudah berhadapan dengan seorang pria dan wanita seusia Lucifer atau lebih tua beberapa tahun. Calissta rasanya mau menghilang saja sekarang karena pria di depannya adalah salah satu penghuni ruangan dimana Calissta melakukan hal gi*lanya dulu saat di hotel.
'Aku malu" rengek Calissta menyembunyikan wajahnya pada punggung Lucifer
'Hai nyonya Gilmore, masih ingat dengan saya?" tanya pria itu dengan senyuman manis tetapi bagi Calissta itu merupakan senyum mengejek
'Kamu mengenal istrinya Lucifer sayang?" tanya wanita cantik nan anggun itu
'Tentu saja sayang, dia adalah wanita yang istimewa untuk Lucifer" kekeh pria itu semakin membuat Calissta ingin menghilang saja dari muka bumi
'Hentikan, kalian membuat istriku tidak nyaman" Lucifer buka suara saat melihat wajah memelas Calissta meskipun dirinya ingin tertawa mengingat tingkah konyol Calissta
🍄🍄🍄
Jika author juga di posisi Calissta pasti rasanya amat memalukan wkwkwk.
riri-can