SALAH SASARAN!

SALAH SASARAN!
Kecemburuan Lucifer


Semenjak kepergian Jessy beberapa bulan yang lalu pada akhirnya Calissta memilih untuk menyibukkan diri dengan kegiatannya belajar menyulam atau merangkai bunga. Calissta sekarang memiliki kebun bunga tersendiri yang berada di belakang mansion.


'Ternyata kamu disini sayang, bersiaplah satu jam lagi kita akan pergi ke pesta kolega ku" ucap Lucifer yang tiba-tiba datang dengan setelan jas nya


Calissta menatap Lucifer kesal, padahal dirinya baru saja bersenang-senang dengan tanamannya itu.


'Apa aku harus ikut?" tanya Calissta cemberut


'Tentu saja, aku tidak punya pasangan selain kamu. Memangnya aku boleh pergi bersama perempuan lain?" tanya Lucifer seraya menggoda


'Coba saja, aku bisa cari sugar daddy dari sekarang. Yang lebih hot dan kaya dari mu!" sinis Calissta tersenyum mencemooh


Rupanya candaan Calissta di anggap serius oleh Lucifer, jujur saja hari ini Lucifer begitu banyak pekerjaan dan dirinya tengah kelelahan. Entah kenapa hari ini Lucifer sensitif jika istrinya bercanda soal sugar daddy.


'Jangan membuatku kesal, bersiaplah. Satu jam lagi aku menunggumu" ucapnya pergi meninggalkan Calissta yang terbengong keheranan


'Apa kata-kata ku salah? Biasanya dia tidak seperti itu. Nina apa aku salah?" tanya Calissta pada salah satu maid yang menemaninya


'Sepertinya tuan sedang kelelahan nyonya" balas Nina menunduk


'Benarkah? Dia kenapa sensitif seperti itu?" Calissta masih bingung dengan respon suaminya itu


'Sebaiknya nyonya bersiap-siap, sepertinya acaranya cukup penting nyonya" ujar Nina mengingatkan nyonya mudanya itu


Nina berusia 36 dan suaminya juga bekerja di bawah Lucifer sebagai salah satu bodyguard, Nina juga sudah memiliki seorang anak berusia 12 tahun dan tinggal di luar mansion.


'Bantu aku bersiap Nina" ucap Calissta bergegas menuju dalam mansion


Beberapa menit kemudian Calissta sudah selesai dengan makeup dan dress nya yang berwarna baby blue. Gaun yang cukup polos namun elegan di tubuhnya, makeup nya juga tipis membuat aura remajanya semakin menguar.


'Apa menurutmu ini sopan Nina?" tanya Calissta menatap pantulan tubuhnya di kaca


'Apa tidak banting sama Lucifer yang usianya lumayan?" tanya Calissta polos


Memang perbandingan usianya dengan Lucifer cukup jauh, jika usianya beranjak 19 tahun maka usia Lucifer 33 tahun, tetapi dari segi wajah Lucifer masih terlihat seperti berusia 20 tahunan.


'Penampilan nyonya sangat sopan dan elegan, dan satu lagi sebaiknya nyonya mengganti panggilan buat tuan, biar bagaimanapun sepasang suami istri tidak sebaiknya memanggil dengan panggilan nama nyonya" Nina memperingati Calissta yang terdiam sejenak


'Maaf jika saya lancang nyonya" sesal Nina


'Kamu tidak perlu minta maaf Nina, aku memang salah. Aku terlalu kekanakan pada Lucifer, harusnya aku bersyukur bisa menjadi istrinya" Calissta termenung mendengar perkataan Nina barusan


Calissta pun keluar dari kamarnya di ikuti oleh Nina yang masih merasa bersalah atas sikapnya pada nyonya nya.


'Aku sudah selesai" ucap Calissta pada Lucifer yang duduk di sofa ruang santai


Lucifer menatap penampilan Calissta dari atas hingga bawah, Lucifer baru menyadari jika istrinya adalah seorang gadis remaja yang harus mendapat bimbingan darinya, tidak seharusnya dia bersikap seperti tadi.


'Baiklah, kita pergi" ajak Lucifer berjalan duluan


Calissta tersenyum pahit, rupanya Lucifer marah padanya. Buktinya mode Lucifer kembali saat awal dirinya menginjakkan kaki di mansion ini.


Kali ini Lucifer mengemudi sendiri tetapi di belakang dan di depan sana ada beberapa mobil yang berisikan bodyguard milik Lucifer.


'Kamu marah padaku?" tanya Calissta membuka suara


'Kamu tidak suka padaku di bagian mana biar aku perbaik?" tanya Calissta sedih


Tetapi Lucifer hanya diam saja dan fokus pada jalanan, Calissta melirik Lucifer kesal, seharusnya jika Lucifer marah padanya maka Lucifer harus mengatakannya bukan mendiamkannya seperti ini.


'Apa aku salah hiks... Maaf hiks..." isak Calissta pada akhirnya


'Diamlah, jangan membuatku tidak fokus sekarang" Lucifer memeringati Calissta yang sekarang membuang muka


Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi memasuki area hotel yang begitu besar nan mewah. Kedatangan keduanya di sambut sopan oleh penjaga karena mereka tau jika Lucifer adalah salah satu tamu VIP.


'Maaf, tadi ada kendala sedikit. Selamat atas kehamilan Katarina" ujar Lucifer memeluk pria pirang di depannya


Calissta hanya melihat interaksi keduanya hingga matanya tertuju pada wanita dewasa yang tengah memegangi perutnya, penampilannya begitu dewasa nan mempesona membuatnya iri dengan sesama perempuan.


'Jadi ini istri kecil kamu yang Danial katakan?" tanya pria pirang itu menatap penampilan Calissta yang menurutnya manis


'Hmm" balas Lucifer melirik Calissta yang tidak nyaman


'Ayolah bro, bagaimana caranya kamu mendapatkan istri secantik dan semuda ini? Sayang, lihatlah pria dingin ini mendapatkan istri semanis ini" pria pirang itu tertawa renyah sambil memeluk istrinya yang tersenyum manis


'Hai, namaku Michelly dan suamiku namanya Ezekiel" kenal Michelly tersenyum hangat pada Calissta


'Calissta" balas Calissta


'Bersenang-senanglah bro, aku pergi dulu ke teman yang lain" pamit Ezekiel mengajak istrinya pergi karena merasa ada yang tidak beres pada suami istri di depannya


'Mau kemana?" tanya Calissta menahan tangan Lucifer yang akan pergi meninggalkannya


'Menemui kolega bisnis" jawab Lucifer seadanya


'Dan meninggalkan aku sendirian disini?" tanya Calissta tidak percaya


'Cobalah untuk dewasa dengan berbaur dengan istri pebisnis yang lain, status mu sekarang sudah menjadi istriku, jangan bersikap kekanakan. Apa kamu bisa?" tanya Lucifer pelan tetapi nadanya sungguh tidak nyaman di hati Calissta


'Kata-kata mu sungguh menyakitkan, jika kamu lupa usiaku baru 18 tahun" balas Calissta pergi meninggalkan Lucifer yang terdiam kaku


Dia membuat kesalahan lagi pada istrinya itu, amarahnya sedang tidak bisa terkontrol. Lucifer memilih mengobrol dengan kolega bisnisnya dan masalah Calissta nanti bisa dirinya urus.


Di salah satu meja terlihat Calissta yang tengah makan tanpa minat, perlakuan Lucifer begitu beda sejak siang tadi.


'Hai cantik, sendirian aja nih. Boleh gue temenin?" ucap seseorang secara tiba-tiba


'A...Arkan?" tanya Calissta tidak percaya


'Yap, benar ini gue. Lo sama siapa datang kesini? Gue nggak lihat bokap nyokap lo?" tanya Arkan yang merupakan putra teman bisnis papanya sekaligus teman sekolahnya beda kelas


'Ummm.... Gue bareng teman" dusta Calissta


'Okay, anggap aja gue percaya" kekeh Arkan


Jika Calissta lupa bahwa pesta ini untuk merayakan kehamilan istri Ezekiel dan yang di undang hanya orang-orang penting saja. Dan tentunya harus dengan undangan khusus, Arkan datang kemari untuk menggantikan kedua orangtuanya yang tengah perjalanan bisnis ke negara Swiss.


Keduanya berbincang dengan santai, entah itu mengenai masa sekolah mereka atau membahas hal yang tidak penting dan berujung tertawa bersama tanpa Calissta sadari jika Lucifer di ujung sana tengah menatapnya dengan amarah akibat cemburu.


💐💐💐




**Lucifer




Calissta


Untuk visual yang lain akan menyusul ya guys, oh iya kalau ada typo tolong tandai ya guysss.


riri-can