
Lucifer masih setia menatap semua tarian-tarian aneh Calissta, terkadang tak sadar Calissta berteriak heboh membuat Lucifer menepuk keningnya. Istrinya terlihat seperti orang aneh.
'Sayang" panggil Lucifer pada akhirnya
Sontak Calissta kaget saat melihat Lucifer yang duduk di sofa tepat di belakangnya.
'K..kamu k.. kapan pulang?" tanya Calissta gugup
Apa suaminya melihat tingkah absurd nya barusan? Sungguh memalukan, tetapi biar bagaimanapun Calissta tengah menikmati koreografer video. Calissta merasa tubuhnya lebih muda pegal dan mudah lelah akhir-akhir ini makanya dirinya mencoba banyak gerak.
'Sejak kamu berteriak tidak jelas!" sahut Lucifer kesal
'Kapan aku teriak? Aku lagi nyanyi tau!" sungut Calissta tidak terima dirinya dituduh teriak
'Sejak kapan nyanyi ada teriak-teriak? Sebaiknya matikan musik itu. Kepalaku sedang sakit" Lucifer menekan keningnya karena begitu pusing
'Kamu sakit?" tanya Calissta menurut dan mendekati Lucifer kemudian memegangi keningnya
'Tapi tidak panas" ucapnya pelan
'Memangnya harus panas dulu baru boleh pusing?" tanya Lucifer menahan tangan Calissta pada keningnya
'Jangan di lepas sayang, aku suka saat tangan kamu memegang keningku" ucapnya pelan
'Sebaiknya kamu ke kamar saja" suruh Calissta menarik tangannya dan kembali fokus pada video
'Apakah lebih berharga video itu daripada aku?" tanya Lucifer tidak percaya
Mengapa Calissta mengabaikannya? Harusnya Calissta menanyakannya dan memperlakukannya dengan selembut mungkin.
'Jangan berlebihan tuan Lucifer, aku sedang fokus jadi pergilah ke kamar. Nanti jika aku sudah selesai maka aku akan datang" Calissta melirik Lucifer sebentar
'CALISSTA!" teriak Lucifer tidak tahan lagi
'APA?!" balas Calissta
'Aku sedang sakit sayang" ucapnya dengan wajah memelas
'Terus?" tanya Calissta polos atau pura-pura sok polos
'Sudahlah" pasrah Lucifer kemudian bangkit dari duduknya menuju lift meninggalkan Calissta yang tersenyum aneh
'Apa aku keterlaluan padanya? Padahal aku hanya ingin melihat reaksinya saja. Sebaiknya aku ke kamar saja" putusnya mematikannya laptop miliknya
Tok
Tok
Tok
Ceklek
Calissta membuka pintu kamar dan mendapati jika Lucifer sudah berbaring tanpa melepaskan seragam kerjanya serta sepatunya.
'Dia ini memang pengulah" guman Calissta melepaskan sepatu serta kaos kaki Lucifer
Calissta memegangi kembali kening Lucifer dan tetap saja tidak ada hawa panas yang terdeteksi.
'Ssbaiknya kita ke rumah sakit saja yaa" bujuk Calissta lembut tetapi Lucifer menggelengkan kepalanya pertanda dirinya tidak setuju
'Kamu butuh dokter sayang" bujuknya lagi
'Aku hanya butuh kamu saja" ucap Lucifer pelan
Tiba-tiba saja Lucifer mengganti posisi tidurnya yang tadinya tengkurap sekarang menjadikan kaki Calissta sebagai bantal.
'Tadi aku bertemu dengan clien dari dubai" gumamnya
'Dan dia memiliki seorang putri kecil yang begitu cantik, apa nantikan putri kita juga secantik gadis itu?" tanya Lucifer menatap Calissta dari bawah
'Pertanyaanmu sungguh aneh, tentu saja anak kita tidak akan secantik gadis itu. Dia akan mirip denganku atau denganmu. Sudahlah jangan bahas anak dulu, kita fokus sama kamu dulu" Calissta mengelus-elus kepala Lucifer
'Tapi aku pengen anak laki-laki saja sayang" Lucifer memainkan jarinya pada leher Calissta
'Alasannya?" tanya Calissta menepis jari Lucifer yang menusuk-nusuk kedua gumpalan daging itu
'Tidak tau, hanya ingin saja" ucapnya memasukkan tangannya pada baju Calissta kemudian memainkan puncak gunung kembar milik istrinya
'Nakal banget sih jarinya! Jangan kuat-kuat!" ringis Calissta saat Lucifer memainkannya sedikit kuat
'Aku ingin menyusu" Lucifer menatap manik mata istrinya
'T..tapi kamu lagi sakit, kapan-kapan saja" tolak Calissta
'Aku tidak menerima bantahan sayang!" tegas Lucifer kemudian menaikkan baju Calissta hingga ke atas
'Aku tidak berminat lagi" ucapnya setelah melihat benda bulat kemerahan itu
'A..APA?!" tanya Calissta merasa di hina
Lucifer baru saja ingin menyusu tetapi setelah melihat miliknya Lucifer seolah-olah menghinanya.
'SIAPA JOKO?!" tanya Lucifer bangkit menahan tangan Calissta
'Penjual ikan!" balas Calissta acuh
Jujur saja Calissta tengah kesal pada suaminya, Lucifer begitu menyebalkan sejak pulang kerja.
'Sejak kapan kamu berkenalan dengan penjual ikan? Di sini tidak ada penjual ikan! Apa jangan-jangan kamu selingkuh?!" tuduh Lucifer
'Anggap saja benar jika aku selingkuh!" kesal Calissta mendorong Lucifer dan berjalan menuju kamar mandi
'Menyebalkan! Dia pikir kau nggak sakit hati dengan kata-katanya tadi! Andai bukan suami sudah ku gadaikan!" omel nya dan masuk ke dalam bathtub mencoba merilekskan tubuhnya
BRAK
BRAK
BRAK
'SAYANGGG! JAWAB DULU, SIAPA ITU JOKO!" teriak Lucifer dari luar kamar mandi membuat Calissta kaget
'Astaga! Aku hampir jantungan" guman Calissta mencoba menenangkan debaran jantungnya
'SAYANGGGG!"
'Pria sinting!" desis Calissta tidak perduli
BRAK
Pintu kamar mandi terlempar ke dalam memperlihatkan sosok Lucifer denger keringat di sekujur tubuhnya.
'APA YANG KAMU LAKUKAN!" amuk Calissta meraih bathrobe putih dan memakainya
'Kamu belum menjawab ku. Siapa itu Joko?!" tanya Lucifer dengan wajah merah menahan amarah
'Apaan sih? Jangan berlebihan seperti ini. Lihat, pintunya sampai rusak!" omel Calissta menekan keningnya yang pusing gara-gara tingkah aneh suaminya
'Kamu selingkuh dariku?" tanya Lucifer tidak percaya
'IYA! AKU SELINGKUH. PUAS!" Calissta pergi meninggalkan Lucifer yang terdiam membisu
'Pria dewasa kalau cemburu sangat menyeramkan" dumelnya sambil memakai bajunya tetapi terhenti saat seseorang memeluknya dari belakang
'Lepas dulu ih, aku mau pakai baju dulu" Calissta mencoba melepaskan tangan Lucifer dari perutnya
'Tidak mau" tolak Lucifer tegas
'Terserah tuan Lucifer" Calissta pasrah saja dengan tingkah laku suaminya itu
'Sayang, kamu beneran selingkuh?" tanya Lucifer manja
'Kapan aku punya waktu untuk selingkuh suamiku sayang? Lagian aku sudah memiliki suami yang sempurna jadi ga guna banget buat selingkuh" terang Calissta
'Jadi siapa itu Joko?" tanya Lucifer lembut
'Aku tidak tau, aku hanya asal sebut saja" jawab Calissta pelan
'Beneran?" tanya Lucifer manja
'Iya, benar" jawab Calissta sabar menghadapi tingkah aneh suaminya
'Sayang, aku kangen sama kamu tau" ucap Lucifer manja
'Kamu kangen nggak sama aku?" tanyanya kembali
'Iya kangen" jawab Calissta cuek
'Kangen apanya?" tanya Lucifer lagi membuat Calissta jengah
'Kangen uang mu" ucapnya melepaskan tangan Lucifer dari perutnya
'Kok kamu matre banget sayang, aku tidak suka perempuan matre" guman Lucifer mengecup bahu Calissta
'Kamu aneh aneh hari ini, tiba-tiba moodnya berubah. Tadi marah sekarang manja, kamu hamil?" tanya Calissta pada akhirnya
'Memangnya laki-laki bisa hamil sayang?" tanya Lucifer lembut
'Siapa tau aja, atau jangan-jangan kamu perempuan?" tanya Calissta disertai tawa mengejek
'Kamu sudah melihat dan merasakannya, kira-kira aku laki-laki atau perempuan?" tanya Lucifer manja
'Mungkin banci" jawab Calissta asal
💐💐💐
Pasutri ini memang agak lain ya guys...
riri-can