SALAH SASARAN!

SALAH SASARAN!
Mine


'Gue denger sahabat-sahabat lo lanjut kuliah keluar negeri, lo kuliah dimana?" tanya Arkan


'Gua nggak kuliah, ribet soalnya" kekeh Calissta


'Benarkah? Kuliah itu enak dan santai aja sih menurut gue" Arkan berpendapat


'Nanti aja gue kuliah kalau udah minat" balas Calissta acuh


'Gue masih kepo sama lo, lo bareng siapa kesini?" tanya Arkan serius


'Gue bareng umm.... Gue...


'Dengan saya" jawab Lucifer yang datang tiba-tiba


Sontak Arkan melongo, jelas dia sangat tau siapa sosok Lucifer di dunia bisnis. Hanya orang-orang tertentu saja yang bia bertemu Lucifer dan dia adalah salah satu orang yang beruntung.


'Perkenalkan tuan muda Andwindo, saya adalah suami dari Calissta" Lucifer menyodorkan tangannya pada Arkan yang tiba-tiba menggigil takut


Arkan menyambut tangan Lucifer dan tiba-tiba tangannya di re*mas kuat oleh Lucifer.


'Senang bertemu dengan anda tuan Andwindo" sapa Lucifer melepaskan salamannya


'Arkan itu teman satu sekolah ku" Calissta memperkenalkan Arkan pada Lucifer yang terlihat tidak perduli


'Sebaiknya kita pulang sayang, hari ini kamu terlalu banyak kegiatan" ajak Lucifer membuat Calissta kebingungan


Tetapi karena tidak mau membuat suasana runyam akhirnya Calissta menurut saja apa yang Lucifer katakan.


Keduanya pun berpamitan pada pemilik pesta dan kini keduanya tengah berada di mobil Lucifer.


'Kita sebenernya mau kemana? Aku tidak kelelahan sama sekali" ucap Calissta karena sedari tadi Lucifer memilih diam


Lucifer mengabaikan Calissta membuat Calissta marah dan kesal, sejak tadi dirinya tengah menahan rasa dongkol di hatinya karena sikap Lucifer yang terkesan acuh padanya.


'Hentikan sekarang mobilnya!" perintah Calissta


'KU BILANG HENTIKAN!" teriaknya dengan nafas terengah-engah


Lucifer menepikan mobilnya di pinggir jalan, jalanan yang sepi dan remang-remang. Wajar saja karena sekarang mobil itu sudah memasuki kawasan hutan dimana mansion itu berada.


'Katakan kesalahan apa yang sudah ku perbuat?" tanya Calissta mengatur ritme pernafasannya mencoba menahan emosi


'Jika kamu diam seperti ini tidak akan selesai tuan Lucifer. Aku tau sifat ku kekanakan tetapi di sisi lain aku kadang beranggapan jika kamu yang kekanakan"  cecar Calissta menjambak rambutnya


'Jika sudah tidak mau dengan ku dan sudah bosan harusnya bilang, kesepakatan di awal juga kita akan cerai jika nama mu sudah pulih akibat ulahku beberapa bulan yang lalu. Sekarang ayo cerai jika itu mau mu" ujar Calissta pelan


'Aku lelah jika seperti ini terus, aku berpikir jika aku tidak berguna" ucapnya meneteskan air mata


'Jangan berpikir untuk bercerai dengan ku. Selamanya kamu tetap jadi istriku!" tekan Lucifer menatap Calissta


'Buktinya apa? Dari tadi kamu terus mendiamkan aku!" tuntut Calissta


Lucifer menghela nafas berat, Lucifer akui jika dirinya salah. Calissta butuh bimbingan darinya, jika Calissta bersikap kekanakan harusnya dia perlahan mengajarinya bukan malah mendiamkannya.


'Maafkan aku sayang" sesal Lucifer pada akhirnya


'Aku terbawa emosi" ucapnya pelan


'Aku terlalu cemburu saat kamu mengatakan akan mencari sugar daddy jika aku miskin. Aku juga tidak suka jika kamu berdekatan dengan pria lain, aku sungguh tidak suka itu" jujurnya menunduk


'Tetap saja aku cemburu. Kamu itu milikku! Forever you will be mine!" bisiknya membuat Calissta merinding


'Jika aku milikmu kenapa tidak pernah kamu sentuh!" kesal Calissta


Lucifer yang tadinya serius menepuk keningnya pelan, istrinya tidak tau suasana. Seharusnya tadi dia langsung membungkam bibir manis itu.


'Usia mu belum matang untuk mendapatkan hal seperti itu sayang. Kamu harusnya tau jika aku melakukan ini untuk kebaikanmu" ucapnya memeluk Calissta


'Jadi kapan aku akan hamil jika tidak kamu sentuh?" tanya Calissta sedih


'Sayang" panggil Lucifer menatap manik mata istrinya


'Menikah itu memang tujuannya untuk mendapatkan keturunan, tetapi bukan berarti orang yang mandul tidak boleh menikah, semua orang berhak menikah. Tetapi aku melakukan ini untuk kebebasan mu, usiamu masih muda dan butuh buat bersenang-senang seperti yang lainnya. Aku tidak mau jika kita memiliki anak dan kamu tidak ada waktu untuk dirimu sendiri, aku ingin jika kita sudah memiliki anak maka kita berdua yang merawatnya. Aku memiliki keinginan untuk membesarkan anak-anak kita dengan kedua tangan ini, memberinya kehidupan yang layak dan penuh kasih sayang" kata Lucifer lembut penuh kesedihan


'Aku tidak mau anak-anak ku memiliki hidup yang pahit seperti ayahnya yang tidak mendapatkan kasih sayang utuh dari orangtuanya. Maka dari itu aku menyuruhmu menghabiskan waktu muda dengan bersenang-senang" ucapnya tanpa sadar jika dirinya menangis


Kehidupan Lucifer tidak seindah bisnisnya, tanpa kasih sayang dari sosok daddy-nya. Lucifer memendam rasa itu, rasa ingin mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Di tambah jika daddy-nya memilih wanita lain di banding mommy nya yang mati-matian mempertahankannya, sungguh ironis sekali kehidupan kecilnya.


'Maka dari itu, jika aku masih muda dan kuat aku bisa memberikan waktu yang banyak buat anak-anak kita" ujar Calissta teguh dengan pendiriannya


'Apa kamu yakin?" tanya Lucifer serius


'Kamu yakin bisa adil buatku dan anak-anak kita nantinya?" lanjutnya


'Y..yakin" jawab Calissta ragu


Entahlah, Calissta juga bingung jika dirinya bisa adil nantinya atau tidak. Tetapi di coba dulu tidak apa-apa kan?.


'Baiklah, aku menyimpan kata-kata mu ini dan jangan coba-coba mengingkarinya" ucap Lucifer serius


Tiba-tiba Lucifer mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu di sana, tidak lama kemudian Lucifer menghidupkan mobilnya dan memutar arah mobil membuat Calissta kebingungan.


'Kita mau kemana? Sebentar lagi kita akan sampai" tanya Calissta


'Jangan banyak tanya sayang, simpan suara mu untuk nanti" jawab Lucifer tersenyum misterius


Mobil yang Lucifer kendarai melaju menuju perkotaan dan memasuki sebuah penthouse elit. Hanya orang-orang tertentu yang bisa tinggal di penthouse itu.


'Ayo sayang" ajak Lucifer lembut


Calissta menurut dan menyambut tangan Lucifer, kedatangan Lucifer di sambut sopan oleh penjaganya.


Meskipun Calissta adalah putri seorang pengusaha tetapi dirinya belum pernah menginjakkan kaki di sebuah penthouse maka dari itu Calissta kagum melihat interior yang dirinya masuki ini. Dan rupanya lift yang mereka naikin tertuju pada lantai paling atas.


Lucifer menempelkan kartu khusus untuk membuka pintu berwarna hitam elegan itu dan saat pintu terbuka tercium aroma yang sangat menenangkan dan memabukkan membuat Calissta merasa rileks.


'Mandilah sayang" ucap Lucifer lembut setelah memasuki sebuah kamar yang begitu mewah nan elegan


'Kita akan menginap disini?" tanya Calissta polos


'Tentu saja, mandilah" Lucifer tersenyum kecil


Tidak mau membantah akhirnya Calissta pun mandi, dan ternyata alat mandinya sudah disiapkan membuat Calissta kagum. Bahkan sabun yang biasanya dirinya pakai sudah tersedia.


💐💐💐


riri-can