SALAH SASARAN!

SALAH SASARAN!
Kepergian Jessy? 2


Berita jika Dina telah meninggal sudah menyebar di segala penjuru mansion, kematian yang begitu tragis menjadikan para penghuni mansion ketar-ketir. Mereka berpikir jika pelakunya adalah musuh Lucifer tetapi pelaku sebenarnya adalah Lucifer.


'Apa Jessy belum mau makan?" tanya Calissta pada perawatnya


'Sudah nyonya" ucapnya sopan


Mengenai dokter yang membuat Calissta koma sudah di penjarakan oleh Lucifer, karena kelalaiannya dalam bekerja membuat jabatannya hilang serta dirinya yang kini berada di balik jeruji besi.


CEKLEK


'Jessy" panggil Calissta lembut


'Apa sudah lebih baik?" tanya Calissta duduk di samping Jessy


Jessy mengangguk karena dirinya masih lemah, bahkan untuk menggerakkan tangannya terasa sakit dan pedih.


'Kak Calissta" panggil Jessy pelan bahkan teramat pelan


'Iya, ada apa Jessy" sahut Calissta mendekat


'Jessy senang deh kenal dengan kakak, Jessy bahagia menjadi salah satu orang yang kenal dengan kakak" ucapnya pelan


'Aku juga senang kenal dengan Jessy" sahut Calissta


'Kakak, berjanjilah untuk terus bahagia. Berjanjilah untuk terus di samping kak Lucifer" ucap Jessy meneteskan air matanya


'Jessy sangat menyayangi kak Lucifer, meskipun dia dingin tetapi Jessy tau jika kak Lucifer sayang sama Jessy. Buktinya dia selalu melihat Jessy saat tidur secara diam-diam" ujarnya tersenyum manis


'Tolong katakan pada kak Lucifer kalau Jessy sayang padanya" katanya sedih


'Jessy mau tidur kak" ucapnya putus-putus


Calissta meneteskan air matanya melihat wajah Jessy yang memucat, apa tidak bisa membuat Jessy lebih bahagia dengan memperpanjang usianya?.


'Baiklah, tidurlah yang nyenyak. Lupakan semua rasa sakitnya. Kamu berhak bahagia Jessy" isak Calissta


'Terimakassihhhh" Jessy pun menutup matanya untuk selamanya


Calissta diam membeku hingga jemarinya menggenggam tangan Jessy yang mulai mendingin. Rupanya Jessy lebih memilih meninggalkan dunia yang begitu sesak untuknya. Jessy telah pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan mereka dengan kesedihan yang mendalam.


'Bahagia terus Jessy" ucapnya sambil menutup mulut


Calissta memperbaiki posisi tidur Jessy, senyuman manis terpatri di wajah pucat itu, Calissta mencoba menguatkan hatinya. Jujur saja dia amat menyayangi Jessy. Kali ini dia tidak bermimpi mengenai Jessy yang pergi meninggalkan mereka, kali ini memang benar jika Jessy sudah pergi dengan kesakitannya.


Dengan langkah gontai Calissta keluar dari kamar Jessy, dan menyandarkan punggungnya pada pintu kamar Jessy.


Tiba-tiba isakan nya keluar bersamaan dengan kedatangan Lucifer. Lucifer pun berjalan ke arah istrinya yang terlihat terpukul.


'Ada apa sayang?" tanya Lucifer lembut


'Heiii... Ada apa? Siapa yang menyakitimu?" tanya Lucifer tegas


'Jessy hiks.... Jessy sudah pergi. Jessy pergi meninggalkan kita hiks..." isaknya membuat Lucifer membeku


Lucifer mengubah mimik wajahnya menjadi serius dan menatap Calissta tegas.


'Tidak apa-apa, Jessy sudah lama menderita. Dia sudah bahagia" Lucifer memeluk Calissta erat


'Jessy bilang dia menyayangi kamu, dia bilang dia bahagia menjadi adikmu" ucap Calissta pelan


Lucifer diam, tidak tau mau berkata apa. Di dalam hatinya Lucifer begitu terluka, dia menyayangi Jessy dan teramat sayang. Meskipun sikapnya pada Jessy dingin tetapi yakinlah dia begitu menjaganya dan melindunginya.


'Sebaiknya kita segera mengurus Jessy, dia akan kesakitan jika kita bersedih seperti ini" ucap Lucifer mendekap erat Calissta


'Apa kamu tidak sedih?" tanya Calissta menatap Lucifer yang terdiam


'Aku sudah tau jawabannya" ucapnya memeluk Lucifer


Pemakaman Jessy berlanjut dengan hikmat, banyak pelayan maupun para penjaga yang sedih atas kepergian gadis cantik itu, tetapi ada juga yang merasa senang atas perginya Jessy karena merasa jika Jessy hidup maka dirinya akan terus-menerus sakit-sakitan.


'Sabarlah sayang, Jessy sudah tenang" Cecilia memeluk putrinya untuk menenangkan Calissta


'Jessy terlalu cepat pergi ma" isaknya tersedu-sedu


'Tidak apa-apa, Jessy tidak merasa sakit lagi. Dia tidak akan kesakitan lagi" Cecilia menatap Harry suaminya yang tengah berbincang dengan Lucifer di ujung sana


Lucifer dan mertuanya tengah membahas mengenai Jessy, perihal bagiamana bisa Jessy drop jika selama yang Harry tau bahwa Jessy baik-baik saja. Tentu saja Lucifer menjawab jika sudah takdirnya.


Malam harinya Calissta masih banyak diam, tidak seperti biasanya. Lucifer yang baru saja datang dari luar menatap nanar istrinya yang diam saja.


'Aku tidak lapar" jawab Calissta seadanya


'Meskipun sedih tetapi harus ada tenaga sayang, kamu tau. Aku tidak suka melihat keterdiaman mu ini, aku lebih suka Calissta yang banyak bicara" Lucifer menatap manik mata istrinya


'Mari makan biar aku yang masak" ajak Lucifer menggendong Calissta


'Aku tidak lapar tau" sungut Calissta


'Tetapi perutmu berkata sebaliknya cantik, jangan menolak lagi" Lucifer terkekeh saat mendengar suara perut Calissta


'Jangan mengejekku!" kesal Calissta menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Lucifer


'Aargghhh... Jangan digigit!" erang Lucifer saat merasa dadanya terasa sakit akibat gigitan Calissta


'Habisnya kamu nyebelin" Calissta meninju dada Lucifer berulang kali hingga keduanya sampai di dapur


'Mau makan apa?" tanya Lucifer lembut


'Terserah" balas Calissta acuh


'Mau spaghetti atau yang lainnya?" tanya Lucifer sabar


'Yaaa terserah" jawab Calissta polos


Lucifer melirik Calissta yang diam saja, ada rasa gemas di dalam hatinya mendapat respon itu dari Calissta.


'Mau buat anak atau kita buat anak?" tanya Lucifer tersenyum licik


'Terser.....


Calissta menatap Lucifer seakan sadar atas pernyataan Lucifer, lihatlah Lucifer yang tengah menatapnya dengan tatapan menggoda.


'M... maksudnya spaghetti, iya iyaa.... Spaghetti" ucap Calissta gugup


'Itu bukan pertanyaan sekarang sayang, pertanyaannya buat anak atau kita buat anak?" bisik Lucifer pada telinga Calissta kemudian menggigitnya pelan


'Ummm... Itu, aku lapar" kata Calissta pelan


Lucifer tertawa melihat kegugupan istrinya, biasanya Calissta yang lebih agresif soal beginian. Baru kali ini Lucifer melihat wajah ketakutan Calissta padanya.


'Baiklah spaghetti buat istri cantik ku" Lucifer pun mulai memakai celemek untuk memasak spaghetti buat Calissta


Karena bahannya sudah ada dan tinggal memasak sedikit membuat Lucifer lebih cepat memasak.


'Makanlah" Lucifer menyodorkan satu porsi spaghetti untuk Calissta


'Kamu tidak makan?" tanya Calissta karena tidak melihat bagian Lucifer


'Cukup melihatmu kenyang aku akan kenyang sayang" goda Lucifer


'Dasar perayu ulung" kekeh Calissta


'Itulah aku" kekeh Lucifer


Akhirnya Calissta pun makan dan memuji masakan Lucifer sesekali Calissta menyuapi Lucifer.


'Kamu sangat hebat dalam memasak, kenapa kamu tidak ada pikiran untuk menjadi seorang chef?" tanya Calissta bersandar pada dada Lucifer


Dan akhirnya mereka tengah berada di kamar dan sedang berbaring dengan saling berpelukan.


'Jika aku jadi chef maka kamu tidak akan bisa mendapatkan kemewahan seperti ini, memangnya kamu mau jika aku miskin?" tanya Lucifer bergurau


'Enak saja, aku tidak mau jadi istrimu kalau begitu" ucap Calissta kesal


'Sudah tau jawabannya mengapa aku jadi pengusaha?" tanya Lucifer tersenyum lembut sembari mengejek Calissta


'Menyebalkan" sungut Calissta


'Sebaiknya kita tidur sayang, besok masih harus menyiapkan kekuatan yang banyak" Lucifer pun mulai mengelus lembut punggung Calissta dan menidurkan Calissta


Hal itu sudah menjadi rutinitas Lucifer, Calissta amat menyukai jika Lucifer mengelus punggungnya sebelum tidur.


💐💐💐


riri-can