
Tengah malam terlihat Calissta yang tengah duduk santai di balkon kamarnya dan Lucifer. Siang tadi Calissta memutuskan untuk pulang dengan dalih tidak mau meninggalkan Jessy sendirian.
Tiba-tiba terdengar suara baling-baling helikopter membuat Calissta tersenyum bahagia. Tanpa berpikir apapun Calissta turun dari lantai empat menuju halaman samping rumah.
Calissta tidak sadar dengan gaun yang dia kenakan malam ini begitu terbuka membuat para penjaga dan pengawal memilih menundukkan kepala mereka.
'Akhirnya kamu pulangg!" teriak Calissta saat melihat Lucifer yang baru turun dari helikopter
Calissta berlari dan memeluk Lucifer, jujur saja Calissta merindukan aroma yang menjadi obsesinya beberapa hari terakhir ini.
Sedangkan Lucifer melotot, apalagi saat melihat pakaian terbuka sang istri, hal ini membuat sesuatu yang ada di dalam tubuhnya terbangun. Matanya menatap para pelayan dan pengawal yang menundukkan kepalanya membuat sedikit lebih tenang.
Tanpa ba-bi-bu Lucifer langsung membopong istrinya mamasuki mansion meninggalkan para pengawal dan pelayan.
BRUK
'AAAWWW!" teriak Calissta kesakitan saat tubuhnya di lempar ke atas tempat tidur
'Sakit tauu!" sungut Calissta
'Sepertinya kamu memang minta di hukum, apa kamu sadar dengan apa yang baru saja kamu perbuat?" tanya Lucifer tajam
'Memang apa yang ku perbuat? sepertinya aku selalu salah dimatamu!" kesal Calissta
'Masih belum sadar?" tanya Lucifer
'Memangnya apa salahku!" teriak Calissta
SREEKKKK
Sekali tarikan baju Calissta langsung robek memperlihatkan tubuh Calissta yang dibalut oleh dalaman putih.
Bukan hanya disitu sajaa, Lucifer langsung menindih tubuh kecil istrinya dan menatapnya dengan penuh keinginan yang mendalam.
'Aku sudah lama menahan-nahan ini, jangan membuatku menjadi seorang pria yang jahat" ucap Lucifer serius sedangkan Calissta terlihat biasa saja membuat Lucifer kesal
'Aku memeringatimu Calissta!" ucap Lucifer
'Aku tidak perduli, ayolah santap aku" goda Calissta sambil menggigit ujung bibirnya sehingga nampak sexy di mata Lucifer
'CALISSTA!" teriak Lucifer menggema membuat Calissta kaget
'Aku membencimu, memangnya salah kalau aku meminta hiks! Padahal aku sudah bersusah payah menahan rasa malu sejak menikah denganmu tetapi kamu seolah-olah menganggap aku sampah!" teriak Calissta dan mendorong tubuh Lucifer dari atas tubuhnya
'Aku mau bercerai saja" ucap Calissta masuk ke dalam sebuah ruangan berisi pakaian miliknya dan memasukkannya ke dalam koper
'Kita pokoknya cerai, aku talak tiga!" teriak Calissta sedangkan Lucifer hanya menggelengkan kepalanya
Inilah yang dia takutkan, Calissta yang masih labil dan kekanak-kanakan. Bagaimana bisa dirinya menikmati semua lekuk tubuh itu sedangkan jiwa sang pemilik masih labil.
'Dengarkan aku Calissta. Menikah itu butuh proses dan tidak melulu soal urusan ranjang, banyak yang harus di pikirkan" ucap Lucifer menjelaskan
'Memangnya aku mau menikah? Kamu yang memaksaku. Kamu bahkan mengancam keluarga ku, apa perlu aku memutar rekamannya!" kesal Calissta
'Pokoknya aku mau bercerai!" teriak Calissta
'Dengarkan aku, aku memang menikahi mu agar namaku kembali bersih. Kamu tentu tau penyebab mamaku buruk dihadapan para kolega bisnis" ucap Lucifer membuat Calissta terdiam
'Tetapi itu sebelum kita menikah dan di awal pernikahan saja, untuk sekarang sampai seterusnya aku ingin pernikahan yang sehat, kita mulai dari awal. Perlahan-lahan saja tidak perlu buru-buru" jelas Lucifer sambil memeluk Calissta erat
'Kamu mau kan menciptakan pernikahan yang harmonis dan indah? hanya ada aku, kamu dan calon anak-anak kita. Semuanya butuh proses sayang, maaf sudah mengajakmu dalam kerumitan ini" ucap Lucifer kembali
'Kamu paham kan sayang?" tanya Lucifer dan Calissta mengangguk paham
'Baiklah, sekarang tenanglah. Bukannya aku tidak mau menyentuhmu hanya saja aku menunggu saat kamu benar-benar siap, kalau ada apa-apa kita obrolin secara baik-baik, jangan ada kata cerai yang keluar dari salah satu mulut kita, karena pernikahan itu sangat sakral sayang. Dengarkan aku! Aku Elgar Gilmore Lucifer Vuitton akan mencintai istriku Calissta Asterlyvia Praden. Meski itu di kehidupan sebelumnya maupun kehidupan yang akan datang cinta ku hanya untukmu" ucap Lucifer mencoba menenangkan istri kecilnya itu
'Sekarang kita tidur ya? ini sudah tengah malam. Tidak baik bagi kesehatan" terang Lucifer dan Calissta mengangguk
Calissta tidak bisa tidur setelah percakapan mereka yang cukup panjang, sepertinya memang benar jika dirinya terlalu kekanak-kanakan untuk Lucifer.
'Memangnya itu salahku? Salahkan dirinya yang memaksaku menikah" kesal Calissta menatap Lucifer yang tertidur disampingnya
'Yaa... Ini memang salahku, andai waktu itu aku tidak salah sasaran sudah pasti hal ini tidak akan terjadi" keluhnya mengingat perbuatannya yang begitu bo*doh
'Aku tidak bisa tidur" ucapannya lagi
'Sebaiknya aku keluar saja, lama-lama berdekatan dengannya membuatku jadi wanita ganas" monolognya dan pergi keluar
Calissta keluar dari dalam kamar tanpa mengganggu Lucifer yang tidur. Saat dirinya akan menuju dapur terlihat Hana yang baru datang dengan penampilan yang cocok dikatakan sebagai wanita penghibur.
'Betapa si*al diriku malam ini ketemu sampah sepertimu!" maki Hana membuat Calissta kesal
'Cih! kamu pikir aku juga beruntung bertemu wanita penggoda seperti mu? Menjijikkan sekali, rasanya mataku ingin ku cuci dengan air suci" balas Calissta tidak mau kalah
Entah kenapa Calissta sangat tidak suka dengan saudara tiri Lucifer, berbeda dengan Jessy. Sifat Hana tidak jauh berbeda dengan Dina yang merupakan ibu tiri Lucife, keduanya haus kekuasaan dan kehormatan. Bahkan tak segan menekan Jessy yang penyakitan, sungguh kelurga yang aneh. Rela menjatuhkan keluarga hanya demi harta.
'Katakan sekali lagi! Kamu pikir setelah menikah dengan Lucifer semua harta Daddy bisa kamu kuasai! Dengar! Semua harta Gilmore dan Vuitton hanya milikku dan Mama!" teriak Hana murka
'Tanpa harta Gilmore dan Vuitton hidupku sudah berkecukupan, aku sedari kecil sudah bergelimang harta, apapun yang kuminta dituruti. Memangnya kamu yang baru saja naik pangkat sudah moyor begitu, dasar tidak tau malu!" balas Calissta menjatuhkan kesombongan Hana yang kini terdiam
Hana lupa jika Calissta juga merupakan salah satu putri seorang pengusaha sukses, bahkan masuk dalam jajaran putri pebisnis terkenal. Kenapa dirinya bisa mempermalukan dirinya sendiri dihadapan Calissta?.
'Sekali lagi kutekankan! Jangan pernah lupa jika aku bisa saja lebih jahat dari perkiraan mu, bisa saja besok mayatmu mengapung di kolam belakang!" ancam Calissta dan langsung pergi meninggalkan Hana yang diam membeku karena ketakutan
Hana berpikir jika Calissta adalah tipe perempuan yang mudah di gertak, ternyata pemikirannya salah, yang ada malah dirinya yang di injak-injak oleh Calissta.
Calissta tidak jadi menuju dapur, langkahnya kembali menuju lift dan naik kelantai atas dimana kamarnya dan Lucifer berada.
'Apa aku terlalu kejam padanya?" tanya Calissta pada dirinya sendiri
'Salah sendiri cari masalah" kekeh Calissta memasuki kamar
💕💕💕
Semoga kalian suka ya
riri-can