
Pagi harinya seperti biasa Calissta bangun lebih awal dari Lucifer, mata bulatnya menatap maha karya sang pencipta yang masih saja menutup matanya.
'Lama-lama aku beneran menjadi wanita gatal dan penggoda" keluhnya tidak tahan melihat betapa menggodanya pria yang tengah tertidur pulas itu
'Sebaiknya aku segera bertobat saja, lagian kenapa aku begitu mesum? ini pasti turunan dari papa. Nanti akan kuperingati kalau kembali kerumah" ucapnya sambil menatap bibir Lucifer yang sedikit terbuka
'Bibirnya sungguh menggoda" gumannya tanpa sadar jika air liurnya menetes
'ASTAGA! Kenapa aku seperti wanita yang kesepian, sadarlah Calissta!" Calissta bergidik mengingat betapa tidak bermoralnya dirinya barusan
'Sebaiknya aku mandi saja" ucapnya segera bangkit dari tempat tidur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi
Lucifer membuka matanya setelah melihat Calissta masuk ke dalam kamar mandi, senyumnya mengembang setelah mendengar semua perkataan Calissta, Lucifer merasa jika Calissta adalah gadis yang polos tetapi menyimpan sejuta rahasia.
'Sepertinya aku akan awet muda setelah menikah dengannya" kekehnya dan kembali tidur karena dirinya memang sangat kelelahan
Setengah jam kemudian terlihat Calissta yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang lebih segar.
'Dia masih tidur? Ckck... Dasar pemalas, tapi kenapa dia begitu kaya?" ucapnya sembari menatap Lucifer yang masih tertidur
'Sekarang aku sudah miskin, apa perlu aku menelepon papa dan mama. Aku juga ingin jalan-jalan, sebaiknya aku ajak Jessy saja" gumannya dan mengambil ponselnya
Calissta menghubungi nomor Harry, setelah panggilan terhubung Calissta melebarkan senyumnya.
'Papa" panggil Calissta bersemangat
'Pasti ada maunya, katakanlah princess" ucap Harry diseberang sana
'Papa, aku sudah sangat miskin. Apa papa tidak kasihan padaku? apa kata orang jika putri seorang Harry Eddrawson Praden sangat berkekurangan" ucap Calissta dengan nada sedih yang di buat-buat
Sedangkan di seberang sana terlihat Harry yang tersenyum saat mendengar nada suara manja putri kesayangannya, terlihat juga Cecilia yang hanya menggelengkan kepalanya, mereka berpikir jika Calissta sungguh tidak pandai dalam berbohong.
'Putrimu tidak jago acting sayang" bisik Cecilia pada Harry
'Caliss mendengarnya ma" ucap Calissta kesal
'Maafkan mama sayang" kekeh Cecilia
'Ayolah paa... Apa tidak kasihan padaku yang sudah kurus kering ini, bahkan minum saja rasanya sudah tidak sanggup" keluh Calissta berlebihan
'Apa menantu ku tidak memberikan mu uang?" tanya Harry mengikuti permainan putrinya
'Oh ayolah pa, dia itu sangat miskin. Aku takut kalau memakai uangnya bisa jadi kami hidup sebagai pengemis" ucap Calissta mendalami peran
'Lagian dia itu masih tidur setelah kejadian semalam" ucap Calissta ambigu membuat Harry dan Cecilia salah paham
'Apa? Tidur? Memangnya berapa lama kalian melakukannya?!" tanya Harry sedikit tidak suka
'Ummm... Cukup lama, habisnya dia tidak mau mengalah" balas Calissta semakin membuat Harry salah paham
'Pokoknya Calissta mau dik....
Belum selesai Calissta berbicara ponselnya sudah direbut oleh Lucifer yang kini menatapnya tajam membuat Calissta bergidik.
Sedangkan diseberang sana terlihat Harry yang menangis di pundak Cecilia.
'Kamu mendengarkannya sayang, putriku sudah tidak utuh lagi, ini semua karena pria jelek itu" isak Harry memikirkan Calissta
Sedangkan dikediaman Gilmore terlihat Lucifer yang kini menindih tubuh kecil istrinya, matanya menyorot tajam membuat Calissta susah untuk bernafas.
'Apa yang barusan kamu ucapkan pada papa mertua?" tanya Lucifer dengan suara serak
'Memangnya apa yang ku ucapkan? Aku hanya meminta uang, apa itu salah?" tanya Calissta polos
'Kamu semakin membuatku gemas, apa uang yang kuberikan tidak cukup?" tanya Lucifer serius
'Lebih dari cukup, hanya saja aku juga butuh uang dari papa, tidak perduli itu seberapa yang penting ada. Lagian dia papaku, apa salah kalau aku meminta?" tanya Calissta mengusap pipinya yang baru saja digigit Lucifer
'Terserah Calissta, lama-lama kamu membuatku stres. Lebih baik kamu keluar dari kamar ini sebelum aku marah" ucap Lucifer bangkit dari atas tubuh Calissta
'Kamu mengusirku?" tanya Calissta tidak percaya
'Dasar jahat, sebaiknya aku minta papa untuk mengurus surat cerai saja" Calissta pun berlari keluar dari kamar tetapi langsung di tarik oleh Lucifer
'Sudah kubilang jangan ada kata cerai keluar dari salah satu mulut kita, kamu baru saja melanggarnya sayang!" tekan Lucifer begitu kesal
'Kamu yang membuatku mengatakannya!" teriak Calissta
'Sebaiknya kita buat anak saja" usul Lucifer membuat Calissta terdiam
Calissta bergidik ngeri, sebenarnya dia tidak ada niatan untuk melakukan hubungan suami istri. Dia hanya ingin menggoda Lucifer.
'Tidak mau!" tolak Calissta
'Kenapa? Bukankah selama ini kamu paling suka hal beginian? Bahkan tadi kamu mengatakan kata-kata yang akan membuat papa mertua berpikiran buruk mengenai ku " ucap Lucifer menelusuri wajah Calissta yang kini terlihat pucat
'Lepaskan aku, atau aku akan berteriak!" ancam Calissta
'Teriaklah sepuasnya, tidak akan ada yang menolong. Ayo teriaklah" kekeh Lucifer semakin membuat Calissta takut
'Mengapa kamu seperti i..ini?" tanya Calissta hati-hati
'Kamu tau, aku adalah pria yang dewasa dan hal beginian sudah seharusnya aku dapatkan dari mu sebagai istriku. Jangan memancingku dengan kata-kata yang ambigu sehingga kamu nantinya akan menyesal, kamu mengerti?" Lucifer memperingati Calissta yang membeku
'Kamu mengerti sayang?" tanya Lucifer mengulangi
'M... mengerti" ucap Calissta patuh
'Ini baru istriku, siapkan pakaian kerjaku" perintah Lucifer membuat Calissta begitu dongkol
Dia tidak tau menjadi seorang istri itu begitu berat, mengurus kebutuhan suaminya, menyiapkan seragam kerja, baju santai, menyiapkan ini itu. Sungguh melelahkan.
'Ini semua gara-gara teman setan itu! andai waktu itu gue tidak ikut bolos sudah pasti gue ga akan nikah. Awas aja nanti gue kasih perhitungan buat kalian tiga!" ucap Calissta penuh semangat ingin memberikan ketiga sahabatnya balasan
'Cih, mereka enak-enakan kuliah dah gue tersiksa melawan ibu tiri dan anak tiri yang tidak tau diri! Kapan bisa membuat kedua iblis itu kapok" monolog Calissta sambil membayangkan jika Hana dan ibunya pergi sejauh-jauhnya
'Lagi mikirin apa hmmm? Bukannya menyiapkan pakaian untukku malah sibuk ngomong sendiri dari tadi, kamu sepertinya memang minta dikasih hukuman" ucap Lucifer langsung mengiring tubuh Calissta ke atas tempat tidur dan menindihnya
'I..itu apa?" tanya Calissta gugup saat merasa sesuatu yang mengganjal di pahanya
'Kenapa? Kamu ingin berkenalan dengan alat yang bisa mendatangkan Lucifer junior?" tanya Lucifer serak dan menggerak-gerakkan sesuatu di paha istrinya
'Iiihhh.... Jangan macam-macam! a..aku masih polos om, nanti aku ga perawan lagi gimana?" tanya Calissta polos hal itu semakin membuat Lucifer gemas
CUP
Lucifer mencium bibir Calissta dengan sangat lama membuat Calissta kesulitan untuk bernafas.
'Jangan memancingku sayang, jangan membuatku untuk segera menerkammu" ucap Lucifer serak dan langsung menenggelamkan wajahnya pada leher Calissta
🍓🍓🍓
Lagian Calissta suka banget main tarik ulur sama Lucifer, sekalinya di terkam langsung ciut hahahaa....
riri-can