PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN

PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN
Novel (Bukan) Rahim Pengganti


SINOPSIS.


Dita terperanjat saat suaminya tiba-tiba membawanya ke klub malam dan menjualnya kepada seorang pria, dengan tujuan untuk melunasi hutangnya.


Suatu kebetulan seorang CEO muda, tampan dan arogan yang bernama Rendra sedang membutuhkan seorang wanita yang mau mengandung benih darinya.


Rendra telah membeli Dita, merasa sudah memiliki hak atas diri wanita itu dia pun membius dan membawa Dita. Keesokan paginya Dita terbangun dan mendapati dirinya tengah berada di sebuah kamar yang mewah.


Menyadari jika suaminya telah benar-benar menjualnya, Dita berusaha melarikan diri. Namun, sungguh sial dengan begitu mudahnya dia tertangkap lagi.


Dita tidak pernah menyangka akan ada hari dimana dia dipaksa untuk menandatangani sebuah perjanjian untuk menjadi ibu dari bayi yang nanti harus dia tinggalkan. Sebuah perjanjian yang menyatakan kelak jika bayi itu lahir, maka hanya akan jadi milik Rendra seorang. Tapi, siapa sangka pria arogant itu malah menaruh hati kepada Dita.


Akankah perjalanan kisah Rahim titipan ini akan menjadi sebuah kisah cinta yang manis bagi Rendra. ketika cinta menyapa, siapa sangka suami Dita malah menginginkan Dita kembali untuk melengkapi kehidupannya.


Siapakah yang harus Dita pilih, ayah dari bayinya, atau suami yang telah menjualnya?



Bab Satu.


"Kita mau kemana, Mas? Kenapa aku harus berdandan?" tanya seorang wanita.


Dia adalah Anindita Kaamilah Keisha, seorang wanita cantik dan lembut. Menikah dengan kekasih hati yang baru beberapa bulan dikenalnya. Rafa Fauzan Athalla.


"Jangan banyak tanya!" Rafa berkata dengan suara yang keras.


"Tidak biasanya Mas mengajak aku keluar malam begini."


"Kamu itu jadi wanita jangan bawel. Syukur aku mau mengajak kamu!" bentak Rafa.


Dita terdiam mendapat bentakan seperti itu dari suaminya. Usia pernikahan mereka baru berjalan tiga bulan lalu, tapi sikap Rafa sangat kasar padanya. Padahal awal dia mengenal Rafa, pria itu sangat baik dan ramah. Itulah mengapa saat hubungannya berjalan dua bulan, Dita menerima lamaran Dafa yang mengajaknya menikah.


Saat itu, Dita sangat bahagia, apa lagi selama ini dia hidup sebatang kara. Namun, kebahagian Dita tidak berlangsung lama, sebab Rafa perlahan-lahan sikap asli Rafa mulai terlihat. Pria itu sering pulang malam dalam keadaan mabuk.


Dita kaget saat mobil yang ditumpangi dirinya dan Rafa berhenti di depan sebuah klub malam. "Buat apa kita kesini, Mas?"


"Jangan banyak tanya! Kamu ikuti saja aku." Rafa menarik tangan Dita agar masuk ke klub malam itu.


Suara musik dan lampu yang berkelip menyambut saat mereka masuk ke klub malam tersebut. Rafa masih terus menarik tangan istrinya hingga masuk ke sebuah ruangan. Dalam ruangan itu dua orang pria tengah duduk dengan santainya.


"Selamat malam Pak Rendra dan Pak Dicky. Maaf saya datang sedikit telat," ucap Rafa sedikit membungkukkan tubuhnya.


"Duduklah, dan tanda tangani segera!" perintah pria bernama Dicky.


Rafa langsung menandatangani surat yang diberikan Dicky. Pria itu melempar seikat uang pecahan seratus. "Ini tambahan buatmu."


"Terima kasih, Pak. Apakah saya boleh pamit sekarang?"


"Silahkan, tidak ada yang perlu kamu lakukan lagi."


"Pak Rendra, hutang saya lunas'kan?" Pria yang dipanggil Rendra itu hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara.


Dita memandangi suaminya dengan curiga saat pria itu mengatakan hutang lunas.


"Kamu berhutang apa, Mas?"


"Tidak perlu kamu tau. Aku mau pulang. Kamu tetap di sini."


"Kamu saat ini telah menjadi milik Pak Rendra."


"Kamu menjual aku, Mas! Tega kau, Mas. Aku nggak mau." Dita berjalan cepat ingin meninggalkan ruangan itu. Namun, tangannya ditahan pria yang bernama Dicky.


"Mas, tolong aku. Jangan jual aku. Aku mohon, Mas," teriak Dita.


"Maaf Dita. Aku harus melakukan ini. Aku harus pergi." Rafa berjalan keluar dari ruangan itu.


"Mas, jangan tinggalkan aku," teriak Dita.


"Berisik! Buat wanita itu diam," ucap Pria yang bernama Rendra. Dicky mengeluarkan sesuatu dan menutup mulut wanita itu hingga Dita pingsan.


"Bawa masuk ke mobil dan langsung ke villa," perintah Rendra.


Arshaka Virendra Shafwan atau yang lebih akrab di panggil Rendra, seorang CEO muda. Pria itu sangat menginginkan keturunan. Istrinya Anggun, tidak dapat memberikan keturunan karena rahimnya telah diangkat saat mengalami keguguran beberapa tahun lalu. Rendra membeli Dita dari suaminya untuk dijadikan ibu pengganti.


***


Dita terbangun saat tengah malam. Mencoba mengenali ruangan yang terasa asing untuknya, seraya berusaha mengembalikan kesadarannya.


"Bagus, akhirnya kau sadar!" ucap Rendra, membuat Dita terkejut. Pria itu mendekati ranjang yang ditempati Dita.


"Kamu siapa? Mau apa kamu?"


"Tidak perlu kamu tahu siapa saya! Yang perlu kamu ingat saat ini, kamu telah menjadi budakku. Jadi ikuti saja apa yang aku mau!"


Dita turun dari ranjang dan bersujud di kaki Rendra. "Tolong lepaskan saya, Pak. Saya pasti akan membayar semua hutang suami saya. Beri saya waktu."


Rendra menarik baju Dita dengan kuat hingga wanita itu berdiri. Dita kembali menyatukan kedua tanganya tanda permohonan.


"Ampuni saya, Pak. Saya pasti akan membayar semuanya."


Tanpa Dita duga, Rendra menarik kuat baju wanita itu hingga robek. Dita menutup dadanya yang terbuka dengan kedua tangannya, wanita itu berjalan mundur menjauhi Rendra. Pria itu bahkan berjalan mendekati Dita.


"Bapak mau apa?" tanya Dita ketakutan.


Rendra mendorong tubuh Dita hingga terjerambah ke atas ranjang, kemudian menindih tubuh perempuan itu.


Dita yang merasa terancam terus meronta agar terbebas dari cangkraman Rendra. Namun, apa daya tenaganya tidak sepadan dengan Rendra. Pria itu kembali menarik sisa kain yang melekat di tubuh Dita, hingga tersisa pakaian dalam saja.


"Saya mohon, Pak. Jangan lakukan ini. Saya pasti akan membayar semua uang yang suami saya pinjam," ucap Dita dengan air mata yang terus turun membasahi pipinya.


Rendra mengacuhkan semua tangisan Dita. Pria itu berdiri untuk membuka seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya. Kesempatan itu digunakan Dita untuk melarikan diri. Dita mencoba membuka pintu kamar, ternyata terkunci. Rendra yang geram melihat wanita itu, menarik tangan Dita keras dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang.


Setelah Dita terbaring, tanpa pemanasan Rendra memasuki bagian inti tubuh Dita. Rendra menggerakan tubuhnya mengacuhkan tangisan Dita.


Malam itu Rendra melakukan hingga tiga kali dengan Dita. Pria itu tidak peduli keadaan Dita yang tampak menyedihkan. Rendra hanya ingin Dita segera mengandung benihnya.


****************


Bersambung


Selamat sore. Mama datang lagi dengan karya terbaru mama. Mohon dukungannya. 💓💓💓💓💓