
Tamu undangan yang hadir semakin memenuhi ruangan. Tampak wajah keceriaan terpancar dari kedua pengantin.
Syifa hadir dengan kedua orang tuanya. Tanpa di duga ternyata kedua orang tua Hanif dan orang tua Syifa berteman saat di pesantren dulu.
"Yusuf," panggil Abi Hanif saat melihat orang tua Syifa.
"Malik?" tanya Abi Syifa, karena tidak yakin jika itu temannya saat dulu di pondok.
"Iya ini aku Malik, pasti kamu lupa'kan?"
"Malik, apa kabar? Lama tidak bertemu."
Syifa dan kedua orang tuanya duduk di meja bundar yang Hanif tempati bersama kedua orang tuanya. Setelah orang tua bersalaman, Abi mengenalkan Hanif dengan kedua orang tua Syifa.
"Kenalkan ini anakku, Hanif." Hanif menyalami kedua orang tua Syifa. Yusuf, ayahnya Syifa juga mengenalkan anak gadisnya dengan orang tua Hanif.
"Kamu mengenal pengantin juga?" tanya Abi Hanif.
"Kenzo dulu pernah belajar di pondok pesantren milikku. Kamu sendiri, ada hubungan apa dengan pengantin?"
"Naya, pengantin wanita itu mantan istri Hanif. Aku telah menganggapnya sebagai anak sendiri."
"Jadi saat ini Hanif seorang duda?" tanya Uminya Syifa.
"Ya."
Hanif hanya tersenyum menanggapi pembicaraan orang tua mereka. Syifa diam-diam melirik ke wajah Hanif.
Berarti Naya seorang janda, dan Mas Hanif ini suami pertamanya. Tampaknya Mas Hanif pria baik. Kenapa Naya bisa bercerai?
Semua mata tamu undangan saat ini tertuju ke panggung. Saat ini, Kenzo dan Naya sedang berada di sana. Kenzo mengambil mik dan tersenyum dengan Naya istrinya.
"Selamat sore. Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk semua yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri pesta saya ini. Kali ini saya berdiri di panggung untuk mengungkapkan perasaan ini," ucap Kenzo dan menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya. Kenzo menggenggam kedua tangan Naya.
"Sayang, dengarkan kata hati ini.Aku memintamu untuk menikah denganku, bukan hanya karena aku tahu bahwa kita diciptakan untuk satu sama lain, tetapi yang lebih penting karena aku tahu bahwa aku tidak dapat menjalani satu hari pun dalam hidupku tanpa kamu berada di sisiku. Aku tidak bisa menjanjikan bahwa hidup akan mulus sepanjang waktu. Akan ada saat-saat ketika hidup akan menjadi neraka... tapi, aku berjanji kita akan melewatinya bersama, selalu. Sejak hari kita bertemu, aku tahu aku ditakdirkan untuk menjadi milikmu sampai akhir waktu. Jadilah milikku selamanya!"
Kenzo memeluk dan mengecup seluruh wajah istrinya membuat semua tamu bersorak terutama teman-temannya.
"I Love You," ucap Kenzo dan memeluk erat tubuh istrinya itu.
Hanif dan Syifa tanpa sadar saling lirik setelah keduanya melihat adegan mesra di atas panggung. Hanif tersenyum getir ke arah Syifa seolah ingin mengatakan jika dirinya baik-baik saja.
Setelah itu Kenzo pamit, pria itu mengatakan jika Naya saat ini sedang hamil muda. Tidak ingin istrinya kelelahan yang akan mempengaruhi kehamilannya nanti. Sebagai bonus, pihak hotel memberikan fasilitas berupa menginap tiga hari untuk Kenzo dan istrinya Naya.
Sampai di kamar, Naya langsung membaringkan tubuhnya tanpa mengganti gaun pengantin. Dari tadi, Naya telah menahan rasa sakit di kepala dan juga rasa mual.
"Kenapa, Sayang." Kenzo kuatir melihat Naya yang langsung berbaring.
"Kepalaku pusing banget. Rasa mau muntah," ucap Naya. Kenzo langsung menghubungi petugas hotel dan minta dibelikan minyak kayu putih.
"Ganti dulu pakaiannya, biar lebih nyaman."
"Kepalaku pusing banget, Kak. Nggak sanggup rasanya berdiri mengganti pakaian."
Kenzo dengan perlahan membuka gaun yang Naya kenakan. Hingga tubuh istrinya itu hanya tersisa pakaian dalam. Kenzo mengecup tengkuk dan bahu istrinya yang terbuka. Sudah dua minggu mereka tidak berhubungan. Kenzo takut jika sering melakukan hubungan akan mengganggu janin.
Naya membalikkan tubuhnya menghadap Kenzo, Naya tahu suaminya itu sedang pengin. Naya mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya itu, dan mengecup bibir Kenzo.
"Kakak, pasti pengin."
"Aku takut akan menyakiti anak kita yang ada dalam kandunganmu."
"Nggak akan, kecuali kakak melakukannya dengan kasar."
"Benarkah?" tanya Kenzo dengan senyuman.
"Benar, tapi ...."
"Tapi apa Sayang?"
"Kepalaku masih pusing, tunggu sebentar lagi."
"Iya, Sayang." Kenzo mengecup seluruh bagian di wajah istrinya itu.
Seorang petugas mengantar minyak kayu putih, Kenzo langsung membalurkan seluruh tubuh Naya dengan minyak itu.
"Bagaimana Sayang. Udah enakan?"
"Udah, tapi sebentar lagi ya Kak hubungannya?"
"Iya, Sayang. Kita pelukan aja dulu."Kenzo memeluk tubuh Naya.
***
Sementara itu, kedua orang tua Hanif dan Syifa ternyata bermaksud ingin menjodohkan kedua anak mereka. Hanif dan Syifa diminta saling mengenal dulu selama satu bulan ini. Setelah merasa cocok barulah dilanjutkan, jika tidak ada kecocokan, bisa menolak.
"Syifa, aku ini seorang duda. Aku telah menikah dua kali," ucap Hanif saat mereka duduk berdua di sebuah kafe. Hanif dan Syifa tadi meminta izin untuk ke kafe sepulang dari lokasi pesta.
"Istri Mas Hanif udah dua? Apakah Naya istri kedua?"
"Bukan. Naya meminta cerai saat aku menikah siri dengan seorang artis lawan mainku dulu. Kamu bisa melihat kembali kuah kami di YT."
"Baiklah, Mas. Aku akan mencari tau semunya dari chanel YT."
"Sebaiknya memang kamu melihat semuanya agar nanti kamu tidak merasa tertipu. Namun, aku harap kamu jangan menelan mentah-mentah semua berita itu. Karena yang namanya gosip pasti ada dibumbui. Kamu bisa bertanya denganku setelah melihat semuanya. Aku akan mengatakan semuanya dengan jujur." Syifa menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
...****************...
Bersambung.
Selamat Pagi semuanya. Semoga kita semua dalam lindungan-Nya. Sementara menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.