
Naya mencoba gaun pengantinnya. Perut Naya masih belum terlihat membesar. Masih pantas menggunakan baju itu. Istri Kenzo itu tampak sangat cantik. Kenzo yang melihat istrinya ikut tersenyum.
Naya tampak sangat serasi dengan baju yang dikenakannya. Kenzo mengakui kecantikan Naya jika dibandingkan dengan artis-artis, mungkin Naya kalah. Namun, Kenzo melihat ada aura yang lebih cantik dari diri Naya, sehingga siapa saja yang memandangi wajahnya tidak akan pernah merasa bosan.
Tiga hari lagi pesta pernikahan Kenzo dan Naya berlangsung. Keluarga yang dari luar kota telah berkumpul di rumah mama Kenzo termasuk kakak-nya Kenzo yang bernama Dita.
"Kenapa kamu mau dengan Kenzo, sih?" tanya Dita dengan Naya istrinya Kenzo.
"Aku melihat kesungguhan Kak Kenzo saat ingin menjalin hubungan denganku."
"Aku pikir Kenzo akan menikah dengan seorang artis. Ternyata seleranya beda. Aku bersyukur jika Kenzo akhirnya menjatuhkan pilihan denganmu. Karena aku melihat banyak perubahan pada dirinya. Lebih tenang saat ini. Apakah perubahan ini juga karena dia akan menjadi seorang ayah?"
"Wajah cantik itu mudah dicari, tapi cantik dari sikap dan sifat, cantik dari dalam jauh lebih baik, karena akan tahan lama. Inner beauty akan tetap seperti itu berapa lama pun usia yang kamu miliki. Orang berhati baik akan tetap baik, dan orang yang berhati buruk akan tetap terlihat buruk meskipun wajahnya cantik."
"Tumben bijak. Dah dewasa ternyata adikku saat ini..Naya, terima kasih karena telah membuat Kenzo jadi pria dewasa. Mbak juga lihat perubahan dari ibadahnya Kenzo. Saat ini Kenzo udah mendekatkan diri pada sang pencipta."
"Sebenarnya semua bukan karena aku, Mbak. Itu semua karena Kak Kenzo yang memang menginginkan perubahan. Jika kita berubah hanya karena seseorang tidak akan bertahan lama." Kenzo mengecup pipi Naya membuat wanita itu malu. Wajahnya jadi memerah.
...----------------...
Hari ini pesta pernikahan Kenzo dan Naya diadakan. Saat ini ruangan tempat berlangsungnya pesta telah dipenuhi tamu undangan.
Pagi hari dihadiri anak yatim dan keluarga inti, siang hingga sore tamu undangan dari rekan artis dan teman-temannya Kenzo.
Pagi harinya Naya dan Kenzo menggunakan busana berwarna putih tulang dan siangnya Naya memakai gaun pink. Wanita itu tanpak serasi dan sangat cantik dengan pakaian berwarna itu.
Saat sesi pemotretan, Kenzo yang gemas melihat istrinya, mengecup dan mencium seluruh bagian di wajah Naya. Mbak Dita yang melihat itu langsung memukul lengan Kenzo dengan kerasnya.
"Kamu bisa merusak riasan wajahnya Naya kalau menciumnya terus."
"Jangan lebay. Kamu itu bisa melihat Naya hingga seluruh bagian tubuhnya. Tamu yang bisa mengagumi istrimu aja."
"Apa Mbak nggak lihat, kalau Naya cakep banget."
"Iya, istrimu paling cakep. Paling mengemaskan, tapi bukan berarti istrimu itu harus disembunyikan terus. Orang-orang harus kenal siapa istri kamu. Apa lagi kamu itu publik figur."
"Bilang aja Mbak iri karena Naya cakep banget."
"Lah, kok jadi aku yang dibilang iri. Susah kalau ngomong dengan orang yang lagi mabuk cinta. Terserah lo aja. Naya juga kalau riasan wajahnya luntur tetap cantik. Dasarnya udah cantik."
"Nah ... itu mbak tahu. Jadi tak ada masalah jika aku mencium Naya."
"Naya dan kamu harus bersanding. Foto-fotonya udahan. Tamu udah penuh di ruangan."
Mbak Dita mengajak Naya dan Kenzo masuk ke ruangan tempat berlangsungnya pesta. Tamu undangan telah memenuhi seluruh sudut. Naya dan Kenzo tampak tersenyum semringah menyambut tamu undangan.
Kenzo dan Naya juga mengundang Syifa dan kedua orang tuanya. Agar Syifa bisa melihat jika saat ini Kenzo telah menikah dan tidak berharap lagi pada Kenzo.
Kedua mantan mertua Naya juga hadir bersama Hanif. Tampak pria itu memandangi Naya tanpa kedip.
Jika waktu bisa aku putar, aku ingin tetap bersamamu. Aku harap mesin waktu benar-benar ada. Agar aku bisa kembali ke masa lalu untuk menghapus semua penyesalanku. Andai boleh aku memilih ke mana akan kembali memutar waktu, aku akan tetap memilih ke bagian di mana aku menemukanmu.Tuhan kenapa kau menciptakan waktu hanya 1 arah, sehingga aku tak bisa memutar waktu kembali untuk memperbaiki masalalu.
Kamu harus selalu menghargai waktu karena apa yang telah dilalui, tak bisa terulang. Waktu tak bisa diputar kembali.Kita yang saat ini sering melakukan kesalahan bisa jadi di masa depan kita akan merasakan penyesalan yang mendalam, menyesal mengapa dulu kita melakukan hal tersebut, menyesal kenapa kita dulu tidak berpikir panjang sebelum bertindak.
Selain itu, kita cuma bisa memperbaiki masa depan dengan cara memperbaiki diri sendiri saat ini. Lupakan lah masa lalu karena kamu tidak hidup di masa lalu. Hidupmu adalah tentang masa depan. Selagi kita terus memperbaiki diri, maka tidak ada yang perlu disesalkan.
...****************...
Bersambung