
Naya menggenggam tangan mama Kenzo. Dia memberikan senyuman semringah."Maaf, Tante. Bukannya aku nggak mau mau menolak tawaran Tante. Namun, untuk sementara ini aku nggak bisa. Statusku belum pasti. Lagi pula Kak Kenzo itu seorang artis, publik figur. Jika nanti ada yang melihat, itu akan menjadi gosip dan membuat nama naik Kak Kenzo rusak."
"Sebenarnya Tante mengajak kamu tinggal dengan Tante, agar bisa mengajari Tante mengaji dan ilmu agama lainnya. Selama ini Tante terlalu dibutakan dengan gemerlap dunia. Tante sibuk mencari uang untuk bekal anak-anak. Namun, Tante lupa memberikan bekal agama untuk hari akhir."
"Tante, aku akan menginap sekali seminggu di hari senin saat aku off bekerja. Aku janji akan membantu Tante belajar. Namun, aku bukan ahlinya. Kita akan sama-sama belajar."
"Kamu serius, Sayang," ucap Mama Kenzo semangat.
"Tentu saja, Tante."
"Baiklah, Tante mendoakan semua yang terbaik Tuhan berikan untukmu. Semua urusan dipermudah."
"Aamiin. Doa yang sama buat Tante."
...----------------...
Setelah makan siang, Naya dan Mama Kenzo mengobrol berdua. Mama Kenzo menceritakan tentang pengkhianatan suaminya.
Mama Kenzo baru tahu suaminya telah menikah lagi di saat sang suami telah mengkhianati dirinya lebih dari dua tahun.
Papa Kenzo menikah dengan janda dua anak. Yang membuat Mama Kenzo makin sakit hati saat tahu uang hasil usaha kerja keras mereka berdua dihabiskan buat beli rumah untuk janda itu.
"Tante yang tegar ya. Tante hebat, bisa sekuat ini. Pernikahan mas Hanif baru dua minggu aja, aku udah merasa sakit hati banget. Apa lagi jika seperti Tante."
"Kamu juga hebat, berani mengambil keputusan pisah padahal sedang sayang-sayangnya."
"Suatu saat suamimu akan menyesal dan akan minta kembali."
"Apa Papa Kenzo pernah minta kembali?"
"Hingga saat ini, Papa Kenzo masih ada minta kembali. Namun tidak pernah sekalipun Tante gubris. Apa lagi anak-anak telah dewasa. Saat Kenzo terpuruk dulu, kemana dia? Nggak ada niat kembali. Tapi kini saat anak telah dewasa dan tidak butuh dirinya, kenapa harus kembali? Kami sudah tidak membutuhkan dirinya."
"Maaf, Tante. Apa Kenzo pernah terpuruk karena di tinggal Papa-nya?"
"Pernah. Sejak usia 9 tahun, papanya pergi dan seolah melupakan kami. Tidak ada niat mau melihat anaknya. Kenzo menjadi pribadi liar. Puncaknya saat SMU, dia terjerumus pemakaian obat terlarang. Sempat masuk rumah sakit hingga koma."
Naya yang mendengar jadi kaget, hingga menutup mulutnya agar tidak bersuara. Mata Naya tampak berkaca. Naya bersyukur jika dia tidak memiliki anak. Jika telah memiliki anak, pasti akan sulit. Bertahan sakit. Berpisah juga sakit.
Mama Kenzo mengatakan jika putranya itu, dimasukan pesantren setelah sembuh dari komanya akibat over dosis. Di pesantren dia berkenalan dengan anak seorang Ustad, gurunya di pesantren. Nama gadis itu Syifa.
Syifa-lah yang membuat Kenzo berubah. Dia betul-betul meninggalkan obat terlarang. Ternyata Kenzo mencintai Syifa. Begitu juga gadis itu. Namun, cinta mereka tidak direstui. Syifa dipindahkan ke pesantren lain.
Kenzo akhirnya keluar dari Pesantren dan kembali terlibat pergaulan bebas lagi sejak dia mencoba memasuki dunia hiburan. Karirnya yang sedang memuncak, membuat Kenzo lupa. Dia kembali memakai obat terlarang dan sempat dipenjarakan selama Enam bulan.
...****************...
**Bersambung.
Selamat sore menjelang magrib. Mama hadir kembali. Semoga masih selalu setia menunggu kisah Kenzo dan Naya. Terima kasih**.