
"Kamu mau pesan apa?" tanya Kenzo ,melihat istrinya hanya membolak-balikan daftar menu sejak lima menit yang lalu.
"Aku mau ...." Naya tersenyum dengan Kenzo, tidak melanjutkan ucapannya.
"Mau apa, Sayang."
"Mau asinan sayur. Tapi nggak ada di menu."
"Sayang, ini kafe modern. Nggak ada menu itu. Yang lain aja. Nanti pulang dari sini kita cari asinan sayurnya."
"Kak Kenzo janji," ucap Naya sambil mengulurkan jari kelingkingnya. Hal itu membuat Kenzo tersenyum. Namun, pria itu masih tetap menyambut dengan jari kelingkingnya. Naya langsung memeluk Kenzo dan mengecupnya.
Saat Naya dan Kenzo sedang berpelukan, Syifa datang. Wanita itu berdeham agar kehadirannya di sadari oleh mereka berdua. Naya melepaskan pelukannya dan tersenyum sama Syifa.
"Assalamualaikum, selamat sore."
"Waalaikumsalam, silakan duduk Syifa."
"Terima kasih," balas Syifa. Gadis itu memilih duduk di hadapan Naya. Kenzo memeluk bahu Naya dengan kepala menunduk, tanpa memandang ke arah Syifa.
"Kamu mau pesan apa, Syifa. Biar bisa dipesankan sekalian."
"Aku terserah kamu aja, Naya. Aku pemakan segalanya. Telah terbiasa tinggal di pesantren. Kak Kenzo pasti masih ingat bagaimana kehidupan di pondok, lauk apa saja kita makan. Bukan begitu, Kak?"
"Aku lupa, Syifa. Bagiku sesuatu yang telah berlalu itu nggak untuk diingat apa lagi dikenang, jika itu pengalaman pahit. Namun, kalau itu pengalaman baik, cukup buat kita ambil hikmah dan jadikan pelajaran."
"Maaf, Kak. Aku kira pondok banyak menyimpan kenangan untuk Kak Kenzo."
"Bagiku, kenangan terindah saat pertama aku melihat seorang wanita cantik sedang duduk sambil memainkan ponsel di lokasi shooting dulu." Kenzo memandangi Naya setelah mengucapkan itu.
"Kak Kenzo ...," ucap Naya manja dengan memeluk lengan suaminya itu.
"Apakah wanita yang kamu maksud itu, Naya? Apa Naya juga artis?"
"Naya bukan artis, tapi aku mengenalnya pertama kali di lokasi shooting. Aku rela menunggu lama untuk mendapatkan cintanya."
"Kak Kenzo tampaknya sangat mencintai Naya."
"Selamat Kak Kenzo, Naya. Sebentar lagi akan menjadi orang tua."
Pelayan datang mengantarkan pesanan makanan mereka. Naya mempersilakan Syifa untuk mencicipi hidangan. Kenzo menyuapi makanannya ke Naya. Semua yang dilakukan Kenzo dengan Naya, tidak luput dari pandangan Syifa. Diam-diam wanita itu melirik mereka. Setelah menyantap makanan, Kenzo kembali membuka percakapan.
"Syifa, aku mengajak kamu ketemuan, untuk mengatakan sesuatu." Kenzo menarik napas dalam sebelum melanjutkan ucapannya kembali.
"Aku ingin kamu tidak menghubungi Naya lagi, apa lagi bertanya tentang aku. Bukannya aku ingin memutuskan silaturrahmi. Kita masih bisa tetap berteman tanpa harus bertanya kabar melalui ponsel. Aku saat ini telah berubah tangga, aku nggak mau Naya, istriku ini jadi salah sangka."
"Kak Kenzo, Naya, aku harap kamu tidak salah sangka. Aku betul-betul hanya ingin menjalin silaturrahmi kembali. Aku dari kecil hidup di pondok. Tidak pernah dekat dengan yang namanya seorang pria. Aku hanya mengenal pria selain keluargaku, yaitu kak Kenzo. Terus terang kedekatan kami dulu sangat berkesan bagiku. Aku hanya ingin berteman." Syifa menghentikan ucapannya dan menarik napas sesaat.
"Lagi pula islam juga tidak melarang pertemanan antara pria dan wanita," ujar Syifa lagi.
"Islam tidak mengharamkan pertemanan antara lelaki dan perempuan, hanya saja islam memiliki etika atau syariat supaya kita terhindar dari zina dan dapat menjalani hubungan yang selamat di dunia dan di akherat," ucap Naya.
"Lagi pula tidak ada pertemanan yang murni, antara pria dan wanita. Keduanya pasti memiliki hubungan lebih dari teman jika bersama terlalu lama, entah menjadi pasangan, mantan, salah satu menyimpan perasaan terhadap yang lainnya dan semacamnya. Intinya, tidak mungkin ada hubungan yang murni teman saja," ucap Naya selanjutnya.
"Aku mengerti sekarang, kamu cemburu dan takut aku masih mencintai Kenzo."
"Aku nggak tau kebenaran dari perasaan kamu. Yang tahu hanya kamu sendiri. Namun, jika kamu tanyakan apakah aku cemburu? Jawabnya ya. Aku sangat mencintai suamiku. Aku nggak akan memberikan celah bagi wanita lain masuk." Naya tampak sedikit emosi saat mengatakannya.
Kenzo memeluk Naya dan mengelus lengan wanita itu agar istrinya itu lebih tenang.
"Syifa, sebaiknya memang kita tidak lagi ber komunikasi karena aku harus menjaga perasaan istriku. Cerita tentang kita di masa lalu itu telah usai. Tidak ada lagi yang perlu diulang atau diingat. Nanti saat kamu berkeluarga pasti akan lebih mengerti."
"Baiklah, jika kalian memang tidak ingin berteman denganku. Maaf karena aku sempat membuat Naya jadi cemburu. Aku pamit." Syifa berdiri dari duduknya dan meninggalkan Naya dan Kenzo tanpa menyalami mereka.
"Sayang, Orang kerap bertanya, mengapa aku mencintaimu? Jawabannya adalah aku selalu menemukan diriku utuh bersamamu.Cinta kita adalah cinta yang terbaik, karena engkau telah membuat imanku meningkat, juga membantuku di dunia ini. Karena itulah, aku ingin berjumpa kembali denganmu di surga," ucap Kenzo setelah Syifa pergi. Naya langsung memeluk Kenzo memdengar ucapan dan kata-kata manis dari suaminya itu.
Ada beragam cara menjaga keharmonisan rumah tangga yang bisa dilakukan pasangan suami dan istri. Salah satunya yakni ketika suami memberikan kata-kata manis untuk istri sebagai bentuk perhatian dan rasa cinta. Tidak hanya ungkapan romantis, melainkan terselip juga kata-kata bijak untuk istri yang paling menyentuh.
Agar semakin harmonis, sang suami juga perlu memberi ungkapan kasih sayangnya terhadap istri. Wanita akan merasa lebih bahagia dan tersentuh jika mendapat ucapan kasih sayang dari orang yang dicintainya. Terlebih bagi pasangan baru, menyampaikan kata-kata bijak untuk istri yang romantis bisa semakin menambah kemesraan.
...****************...
Bersambung