My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 128


“Gwen belum bercerai dengan suaminya, Danzel tak akan bisa menikahi wanita itu,” ungkap Alcie. Dia mencoba untuk memprovokasi agar Mommy Megan mau berpihak padanya.


“Sebentar lagi mereka akan bercerai,” balas Mommy Megan. Sebuah ide tiba-tiba melintas setelah melihat Alcie Glee. Dia melipat tangan di dada tak kalah angkuh dengan wanita muda yang tak ada sopan santunnya saat berbicara dengannya. “Aku ingin membuat kesepakatan denganmu,” tawarnya.


Alcie menaikkan alis sebelah kiri. “Kesepakatan apa?”


“Kau adalah selingkuhan suaminya Gwen, benar?” Mommy Megan mencoba menguji kejujuran Alcie.


“Tidak, kata siapa?” elak Alcie. Selingkuhan terdengar sangat jelek sekali, walaupun sebenarnya memang seperti itu.


“Kau tak perlu berbohong padaku, aku tau semuanya. Bahkan baru-baru ini kau operasi plastik dengan uang hasil menjual diri,” sindir Mommy Megan. Ia memandang rendah Alcie dari atas sampai bawah tak ada yang bisa dibanggakan sedikit pun.


Sial! Lagi-lagi kebusukannya dapat diendus orang lain. Alcie mengepalkan tangannya yang menyentuh lutut. “Langsung saja, kesepakatan apa yang kau maksud.” Dia tak mau basa-basi karena saat ini sangat ingin sekali mencekik wanita tua di hadapannya yang sudah berani menggali informasi tentangnya.


“Jadilah saksi di perceraian Gwen. Aku akan membayar mahal kesaksianmu. Buat seolah-olah kau dan Sanchez masih berhubungan sampai sekarang bahkan kau juga menyakiti Gwen mulai fisik hingga psikis. Kau sudah sering berbohong demi kepentinganmu, maka tak masalah juga jika kau melebih-lebihkan perselingkuhanmu itu,” pinta Mommy Megan. Jika dia berhasil membawa Alcie ke pengadilan dan menyampaikan semua yang tadi dia minta, ada kemungkinan proses perceraian Gwen bisa berjalan lancar karena saksi yang dihadirkan sangat kuat walaupun Sanchez mempersulit dan tak mengakui. “Katakan juga jika kau memaksa Gwen untuk menjadi ibu dari anakmu,” imbuhnya.


“Pikirkan baik-baik tawaranku. Sebagai bayarannya, akan aku beri cek dengan nominal yang kau inginkan.” Mommy Megan mencoba bernegosiasi.


“Buat aku menikah dengan Danzel, maka akan ku terima tawaranmu untuk menjadi saksi di sidang perceraian Gwen.” Uang dan Danzel perbedaannya sangat jauh. Danzel memiliki kekayaan yang pastinya lebih banyak dan menghasilkan terus menerus, kalau dia memilih cek pasti akan cepat habis dan tak bisa beranak pinak.


Mau dibujuk bagaimanapun, Mommy Megan tak akan mau memiliki menantu seperti Alcie Glee. “Lebih baik kau pergi dari mansionku! Kedatanganmu di sini sungguh tak bermanfaat!” usirnya.


Mommy Megan memanggil penjaga keamanan mansionnya untuk menyeret Alcie Glee keluar karena wanita itu tak mau pergi dari hadapannya.


“Ingat, ku pastikan sebentar lagi kau akan menjadi mertuaku!” seru Alcie sebelum tubuhnya menghilang dari hadapan Nyonya Pattinson.


“Tak sudi!” balas Mommy Megan mengumpati Alcie. Dia menghempaskan tubuh di sofa dan memegangi kepalanya yang berdenyut. “Anakku kenapa bisa jatuh cinta dengan wanita yang memiliki hubungan rumit,” keluhnya. Tapi dia sendiri juga menyesal karena sudah memilih Alcie Glee sebagai umpan agar sang anak segera mencari pendamping hidup. “Bisa-bisanya aku kenal dengan wanita gila seperti dia.” Kepalanya menggeleng lemah merutuki semua kesalahannya.


Sementara itu, Mobil Danzel baru saja akan memasuki gerbang mansion Pattinson. Sudah lama tak pulang karena terus fokus mengejar Gwen, kali ini dirinya menyempatkan sejenak untuk melihat kondisi orang tuanya. Dia berpapasan dengan Alcie yang sedang didorong keluar gerbang. “Pasti dia membuat onar di sini,” gumamnya langsung menilai buruk medusa itu.