My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 114


“Kenapa kita turun lagi?” tanya Gwen. Dia semakin bingung dengan situasi yang dilihat barusan. Padahal Mommy Megan melihat dengan mata kepala sendiri kalau Daddy Marlin bersama seorang wanita muda masuk ke dalam kamar hotel. Tapi justru mengajaknya kembali ke lobby tanpa mendobrak paksa kamar nomor seribu seratus sebelas itu.


“Aku hanya ingin memberi tahumu, kalau suatu saat nanti akan ada kemungkinan kau menghadapi situasi seperti ini,” ujar Mommy Megan.


Gwen yang saat ini duduk di tempat awal pun mengernyit. “Maksudnya?”


“Selisih umurku dan suamiku hanya dua tahun, lebih tua aku dibanding dia. Di saat umurku semakin tua, hasratku untuk bercinta sudah tak seperti dulu lagi sedangkan suamiku masih menggebu-gebu. Dan seperti yang kau lihat, setiap tiga hari sekali dia akan menyewa seorang wanita muda untuk memuaskan napsunya,” jelas Mommy Megan. Helaan napas terdengar sangat berat dan sedih.


Gwen yang mendengar cerita itu pun segera memeluk Mommy Megan. Calon mertuanya terlihat sangat tegar menyembunyikan sebuah luka. “Kenapa kau masih bertahan dan setia dengannya? Kau juga tak melarangnya justru terlihat pasrah,” tanyanya.


“Karena berhubungan intim adalah kebutuhan biologisnya, aku tak bisa memuaskannya dan sejujurnya aku sendiri yang memberikan izin untuk dia menyewa wanita muda setiap ingin bercinta dengan durasi yang lama. Sebab saat dia menginginkan bercinta dan tak tersalurkan, maka akan membuatnya pusing. Dan aku tak ingin dia menderita karena diriku,” ungkap Mommy Megan.


Tentu saja membuat Gwen melongo. “Apa kau tak sakit hati mengetahui semua ini?”


“Tentu saja sakit. Tapi dia tak pernah mengurangi rasa cintanya padaku. Aku juga tahu kalau dia tak pernah bermain dengan wanita yang sama karena yang dia butuhkan hanya kepuasan napsu tanpa cinta. Bahkan dia tak pernah mau dicium oleh mereka semua,” jelas Mommy Megan. “Kau bisa berpikir dua kali, Gwen. Masih ada waktu untuk mundur kalau saat tua nanti kau tak sanggup menghadapi situasi seperti ini. Jarak umurmu dan Danzel bahkan lebih jauh dibandingkan aku.”


Gwen mengehela napasnya. Dia berpikir dan mempertimbangkan bagaimana kalau saat tua nanti berada pada situasi seperti Mommy Megan. Apakah akan setegar wanita yang melahirkan keturunan keluarga Pattinson itu.


“Apa sejauh ini ada wanita yang datang dan mengaku memiliki anak dengan suamimu?” Sebelum mengambil keputusan, dia ingin tahu lebih jauh terlebih dahulu.


“Tidak, suamiku selalu memakai pengaman.”


“Apakah sejak suamimu bermain dengan menyewa wanita muda membuat perhatiannya padamu redup?”


Gwen mengangguk paham, ternyata memiliki hubungan dengan pria yang lebih muda sangat berisiko ketika masa tua.


“Kau mau ku perlihatkan sesuatu agar lebih yakin dalam mengambil keputusan?” tawar Mommy Megan. Dan dijawab anggukan kepala oleh Gwen.


“Kita tunggu sampai suamiku keluar,” ajak Mommy Megan.


Mereka tetap duduk di sana selama satu jam dan terlihat Daddy Marlin berjalan keluar sendirian tak bersama wanita yang tadi.


“Dad ...,” panggil Mommy Megan.


Suasana yang sunyi membuat suara itu langsung terdengar di telinga orang yang dipanggil. Daddy Marlin menengok ke arah sang istri. “Mom, kau di sini? Kenapa tak meneleponku atau masuk saja ke kamar?” tanyanya.


Daddy Marlin langsung menghampiri Mommy Megan yang sedang duduk. Memeluk istrinya dan melabuhkan sebuah kecupan di bibir.


...*****...


...Mau kasian sama Mommy Megan tapi kok dia ngizinin wkwkwk. Dahlah aku minta kembang sama kopi aja....


...Jangan lupa follow instagram aku ya @heynukha...


...yang gapunya instagram bisa add facebook aku NuKha...