My Poor Secretary

My Poor Secretary
Part 127


Alcie langsung naik taksi lagi menuju mansion keluarga Pattinson. Dia harus mengadukan tentang Danzel yang dekat dengan Gwen, seorang wanita yang masih memiliki anak dan suami.


Kendaraan umum roda empat itu berhenti di depan gerbang karena penjaga tak membukakan pagar yang menjulang tinggi.


“Kenapa kau berhenti di sini? Ayo masuk!” titah Alcie dengan mengomel. Dia sungguh tak sabar ingin segera bertemu dengan Mommy Megan.


“Keamanan rumah ini sedang mengecek, Nona,” ujar sang supir taksi.


Satu pria berpakaian serba hitam datang mengetuk jendela dan dibukakan oleh supir tersebut. “Ada keperluan apa datang ke sini?” tanyanya dengan wajah tegas.


“Aku hanya ingin mengantarkan penumpangku.” Supir taksi itu menunjuk Alcie yang duduk santai di belakang.


“Alcie Glee, apa kau lupa? Aku sudah pernah datang ke sini, calon menantu keluarga Pattinson,” ungkap Alcie dengan memasang wajah angkuhnya.


Penjaga keamanan itu mengangguk mengerti. Dia ingat pernah membukakan gerbang untuk wanita angkuh tersebut. “Pengantaran hanya boleh sampai gerbang saja, Nona. Kendaraan umum tak diizinkan masuk sampai ke dalam lagi. Ini peraturan baru.”


Alcie berdecak, ribet sekali hanya ingin berkunjung ke rumah orang kaya. Dia pun membayar taksi dengan uang pas, lalu keluar dari kendaraan berwarna kuning tersebut. “Antarkan aku sampai ke dalam!” pintanya dengan ketus.


Dia tak mau berjalan kaki, jauh sekali jarak gerbang dengan bangunan utama. Bisa gempor tumitnya apa lagi sedang dingin seperti ini rasanya udara sangat menusuk.


Petugas kemanaan itu meminta rekannya yang lain untuk mengantarkan Alcie. Dan tubuh yang banyak operasi plastik itu pun sudah berdiri di depan pintu besar menunggu pemilik rumah keluar.


“Aunty Megan,” jawab Alcie dengan tatapan matanya yang meremehkan pekerjaan wanita di hadapannya.


“Silahkan masuk.” Pelayan itu membawa Alcie ke ruang tamu. “Saya panggilan Nyonya dulu.” Dia pamit undur diri mencari pemilik rumah megah tersebut.


Tak berselang lama, Mommy Megan dengan pakaian santai yang serba panjang pun datang menghampiri Alcie. “Ada apa?” tanyanya seraya duduk di sofa yang berhadapan dengan Alcie. Dia lumayan malas berurusan dengan wanita yang sudah menelantarkan anak kandung demi dekat dengan seorang pria kaya dan mengincar sebuah harta.


“Apa kau tau, Danzel dekat dengan seorang wanita?” Alcie langsung berbicara pada intinya dan bernada tak sopan. Dia seperti sedang berbincang dengan teman bukan orang tua.


Mommy Megan menaikkan dua alisnya. “Tau, memangnya kenapa?”


Alcie Glee membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah foto yang tadi sempat dia bidik saat Danzel, Gwen, Selena, dan Aldrich keluar dari perusahaan Patt Group. “Namanya Gwen, dia masih memiliki suami dan anak. Apa kau membiarkan anakmu dekat dengan orang seperti dia?”


“Aku sudah tahu!”


Alcie melongo, dia kira Gwen melakukan tipu muslihat pada keluarga Pattinson agar bisa mendekati Danzel. “Dan kau tak melarang mereka? Katamu hanya akulah yang layak menjadi menantu di keluarga ini!” kesalnya. Dia mengungkit perbincangan di masa lalu.


Mommy Megan menarik satu sudut bibirnya. Kepala menggeleng melihat kelakuan Alcie yang membuatnya geli. “Tentu saja, Gwen baik, tidak seperti kau yang menelantarkan anakmu demi bisa mendekati putraku,” terangnya sangat santai.


Alcie melotot, dari mana wanita tua di hadapannya itu tahu tentang hal itu. Oh iya, dia lupa kalau mencari informasi pada orang yang tak terlalu kaya mudah saja cukup membayar orang bayaran untuk mengintai dan menjadi informan.