End Of Suffering

End Of Suffering
Perasaan Roy


"Al kenapa kau membiarkan Anisa bekerja disini?" Karena sangat penasaran akhirnya Roy pun bertanya.


"Anisa itu sudah tidak bersekolah sejak lulus smp karena dia tidak punya uang. Dan dia juga adalah anak yatim piatu aku juga baru tahu itu dari mommy." jawab Alex


"Tapi ngomong ngomong dia cantik juga ya Al hahaha." Alex pun memutar bola mata malasnya karena Ucapan Roy.


"Hey Roy kau ini sudah tua mana mau dia sama om om tua seperti mu." ucap Alex meledek sahabatnya itu.


"Sudahlah aku mau ke belakang dulu." Roy berdiri dan langsung berjalan. Alex sudah tau itu hanya alasan Roy saja karena yang sebenarnya adalah Roy akan menemui Anisa yang berada di dapur. "Dasar sudah tua maunya sama bocah." ucap Alex


"Hai Anisa apa aku mengganggu mu?" seketika Anisa menoleh ke arah suara itu dia kaget karena ternyata itu adalah sekertaris tuan muda.


"Oh tuan, tidak mengganggu karena saya sudah membereskan pekerjaan nya. Ada apa tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya Anisa.


"Tidak ada. Tidak ada yang perlu kamu bantu , oh iya jangan memanggil saya tuan karena saya bukan tuan kamu jadi panggil saya dengan sebutan lain saja." ucap Roy


"Oh iya baik kak." seketika Roy tersenyum senang karena dia dipanggil dengan sebutan kakak oleh Anisa dia merasa jauh lebih muda dari umurnya.


"Kita belum kenalan. Namaku Roy fernando sekertaris sekaligus sahabat Alex, ya kalau umurku sama seperti dia tapi aku jauh kelihatan lebih muda buktinya kau memanggil ku dengan sebutan kakak." Perkenalan yang di ucapkan Roy membuat Anisa tertawa karena Roy sudah kepedean bahwa dia kelihatan lebih muda dari sahabatnya itu.


"Oh ya. Anisa tidak menyangka kalau kak Roy seumuran dengan tuan muda." dari perkenalan barusan Anisa dan Roy sudah tidak berbicara formal lagi tapi mereka berbicara dengan santai.


Ketika mereka sedang asik berbicara dan sesekali tertawa tiba tiba Alex datang dan menyuruh Roy untuk pulang karena Roy harus mempersiapkan pekerjaan besok. "Roy apa kau tidak mau pulang? Kau harus mempersiapkan semuanya untuk besok, kau malah asik bercanda dengan dia. Sudahlah pulang sana." dengan malas Roy pun akhirnya memilih untuk pulang.


"Yayaya kau bawel sekali Al tidak bisa apa membiarkan ku sebentar saja berbicara dengan Anisa. Yasudah Anisa aku pulang dulu next time kita ngobrol lagi mungkin bisa main keluar."


"Iya kak Roy hati hati di jalan ya." Anisa pun tersenyum kepada Roy.


Roy pun segera pulang karena memang dia harus Mempersiapkan semuanya untuk besok. Alex yang melihat Roy dan Anisa sedikit heran kenapa mereka bisa seakrab itu padahal baru kenal. Dan Alex pun sedikit kesal kenapa Anisa memanggil Roy dengan sebutan kakak sedangkan dia dipanggil om.


"Kenapa kamu memanggil Roy dengan sebutan kakak sedangkan kepadaku kamu pernah memanggil dengan sebutan om." Alex berbicara kepada anisa dan mungkin sedikit memprotes karena dia dipanggil om.


"Ya karena kak Roy memang tidak kelihatan tua diumurnya yang sudah menginjak 27 tahun sedangkan tuan muda ya begitu deh." ucap Anisa sambil menahan tawa karena memang dia sedang meledek tuan mudanya itu. Alex yang kesal itu pun langsung meninggalkan Anisa dan berkata. "Dasar bocah sialan bisa bisa nya membandingkan ku dengan Roy."


Di sisi lain Roy ternyata memikirkan Anisa, seperti dia memang menyukai Anisa. "Apa aku menyukai nya? Padahal tadi baru saja kenal dan saat berbicara dan dekat dengan dia pun aku merasa nyaman. Tapi aku tidak se kaya Alex mana mau dia sama orang seperti ku. Tapi, aku juga merasa kasian karena dia ternyata harus hidup tanpa orang tuanya di umur dia yang masih sangat muda." Roy bingung dia sebenarnya mencintai Anisa atau hanya sebatas perasaan kasihan saja karena keadaan Anisa.


Angel yang sedang menunggu telpon dari sahabatnya itu sangat kesal karena Anisa belum juga menelpon nya. "Apa aku telpon sekarang saja? Eh tapi aku takut mengganggu dia. Apa dia sesibuk itu dia pasti kecapean. Ishh kenapa dia harus pergi dan bekerja padahal disini sudah enak."


Drrttr drttt Akhirnya ponsel Angel pun bergetar karena ada telpon masuk dan ternyata telpon itu dari Anisa yang sedari tadi sudah dia tunggu tunggu. "Hallo Angel maaf aku tadi belum selesai bekerja jadi belum sempat menelpon mu." ucap Anisa.


"Tidak apa apa An, aku juga mengerti sekarang kamu sudah bekerja jadi tidak mungkin setiap saat kamu menelpon ku. An pulang lah Ayah dan ibu merindukan mu aku juga ingin bermain bersama mu aku pusing terus belajar sekali kali healing lah healing." ucap Angel yang memang sangat merindukan sahabatnya itu walaupun baru berpisah beberapa hari saja.


"Belum bisa Angel aku baru bekerja beberapa hari saja masa udah mau pulang kamu ini ada ada saja. Aku akan pulang sebulan sekali ya jangan sedih yang penting aku pulang dan bertemu dengan mu." Anisa memberi tau sahabatnya itu karena dia baru bekerja dan tidak mungkin bisa pulang dalam waktu dekat dekat ini.


"Baiklah baiklah aku tunggu. Jaga kesehatan mu ya jangan sampai sakit karena aku ayah dan ibu sangat menyayangi mu." ucap Angel kepada sahabatnya itu.


"Iya kau juga jangan sampai mogok makan karena aku belum bisa pulang hahaha." Canda Anisa.


"Enak saja aku tidak selebay itu ya An. Apa kau betah bekerja disana?" tanya Angel karena dia sering memikirkan Apakah Anisa nyaman dengan pekerjaan nya atau tidak.


Angel terkejut karena tiba tiba Anisa menangis. "An jangan menangis jangan membuat ku khawatir. Lupakanlah hal yang menyakiti mu tugasmu adalah menjemput dan menikmati kebahagiaan mu An. Biarkan saja dia masalalu mu jangan ingat ingat dia lagi, aku sangat membenci nya An karena dia sudah beraninya menyakiti dan membunuh anakmu aku akan membalaskan dendam mu tenang saja An kau hanya perlu melihat kehancurannya saja. Aku berjanji padamu." Mendengar tangisan sahabatnya itu Angel menjadi sangat marah dan membenci Tino bahkan diapun sampai berjanji untuk membereskan dendam Anisa kepada Tino.


"Hikss hikss ini benar benar sakit Angel kenapa hidupku sekejam ini apa salahku sehingga tuhan menghukum ku dengan cara seperti ini. Apa aku akan mendapatkan kebahagiaan atau aku akan selamanya dalam kekejaman, hikss..hikss.." Anisa terus saja menangis dia tidak bisa menahannya karena memang ini sangat menyakitkan.


"An kamu harus kuat kamu tidak boleh lemah ingat semakin kamu menderita semakin bahagia si Tino karena dia memang menginginkan hal ini terjadi padamu. Tapi, jika kamu bisa kuat dan bangkit apalagi sampai bisa mendapatkan kebahagiaan mu maka Tino akan Menderita karena keinginannya itu gagal." Mendengar ucapan dari Angel , Anisa menjadi sedikit tenang dan berfikir benar juga apa yang dikatakan oleh Angel.


"Kamu benar aku harus kuat dan aku harus membuktikan bahwa aku bukan lagi seorang gadis yang bisa ditindas dan dimanfaatkan dengan mudah. Aku harus bisa mendapatkan kebahagiaan ku, biarkan tuhan saja yang membalaskan dendam ku ini karena karma masih berlaku." Anisa menjadi punya semangat hidup dan semangat untuk mencapai kebahagiaan yang selama ini dia inginkan.


"Bagus itu baru sahabatku tapi aku tetap akan membalaskan dendam mu bagaimana pun caranya karena aku tidak akan membiarkan seorang pengecut seperti Tino hidup dengan tenang setelah apa yang dia perbuat kepadamu." Angel tetap saja bertekad untuk balas dendam kepada Tino karena dia tidak bisa menerima perbuatan Tino kepada sahabatnya itu.


"Baiklah lakukan saja semaumu. Sudah ya aku tutup dulu karena aku harus menyiapkan makan untuk tuan dan nyonya."


"Baiklah dahh." Angel pun segera menutup telpon nya karena Anisa masih perlu bekerja karena itu sudah waktunya Anisa menyiapkan makan.


Anisa segera berjalan menuju dapur karena Anisa harus memasak. Dengan mata sembab nya Anisa terus menjalankan tugas nya karena dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan hanya karena alasan tadi. Bi Ratni yang baru sampai di dapur dan akan membantu Anisa heran kenapa mata Anisa terlihat sembab, akhirnya bi Ratni pun bertanya. "Nis kamu habis nangis ya?"


"Enggak kok bi inimah tadi kelilipan terus Anisa kucek kucek karena gatel jadi kaya gini." Elak Anisa karena sampai saat ini dia belum bisa memberi tahu kebenaran yang lain tentang dia kepada siapapun.


"Oh kirain abis nangis, yasudah sajikan ini dan sisanya bibi yang bawa ya biar cepet." Ucap bi Ratni yang dijawab dengan Anggukan oleh Anisa.


"Anisa bi Ratni makanlah disini jangan di dapur, jangan sungkan sungkan karena kita sudah menganggap kalian keluarga. Jadi bergabung lah disini ya." Ucap Yulia sambil tersenyum kepada Anisa dan bi Ratni.


Ketika Alan Yulia dan bi ratni sedang fokus makan Anisa dan Alex malah saling memperhatikan sepertinya mereka sedang bergumam dalam hatinya masing masing.


(Bocah itu kenapa terus menatap ku. Ya mungkin dia baru sadar kalo aku ini tampan, haha dasar bocah) Alex.


(Isshh kenapa tuan muda terus saja melihat ku apa dia mau memelet ku astaga itu tidak mungkin. Dasar om om mesum) Anisa.


Setelah selesai makan bi Ratni dan Anisa langsung membereskan dan mencuci peralatan makan yang tadi. Selesai itu, Anisa masuk ke kamarnya karena memang pekerjaan nya sudah selesai. " Hufftt akhirnya beres juga, isshh apa apaan ini kenapa malah kepikiran tuan muda kenapa tidak oppa oppa yang tampan saja yang muncul dalam pikiran ku sungguh aneh. Sebaiknya aku mandi dulu biar hilang pikiran ku yang kotor ini." Ucap anisa sambil mengambil handuk nya.


20 menit kemudian Anisa pun selesai mandi dia langsung memakai baju santai dan segera merebahkan tubuhnya diatas kasur. Dia berfikir apakah ayah dan ibunya sedang melihatnya. (Ayah ibu apa kalian bahagia disana? Anisa disini sangat ketakutan karena kalian tidak ada disamping Anisa. Ayah dan ibu juga tau kan dunia ini begitu jahat dan kejam Anisa sudah mengalami nya dan Anisa juga sudah merasakan siksaan dunia ini. Anisa tidak tau apakah akan ada laki laki baik yang akan menyayangi dan menjaga Anisa dengan sangat baik seperti apa yang ayah dan ibu lakukan menyayangi dan menjaga Anisa dengan tulus.)


Tanpa Anisa sadari ternyata daritadi dia sudah menangis karena dia memang sangat lemah tanpa adanya ibu dan ayahnya. Dia harus berjuang sendirian tanpa ada seseorang yang mendampingi nya.


Keesokan harinya Anisa yang sudah bangun dan sedang merapihkan kamar tuan muda, Anisa merapihkan tempat tidur dan membersihkan semua tempat yang berdebu. Setelah selesai merapihkan kamar tuan muda Anisa langsung turun ke bawah dan menyiram tanaman di halaman rumah.


"Aku harus bisa jauh lebih baik lagi karena aku gamau terus terusan seperti ini. Ya aku harus mulai membuka lembaran baru untuk kehidupan aku yang jauh lebih baik dan mendapatkan kebahagiaan." Anisa menyiram semua tanaman sambil menyemangati dirinya untuk terus kuat dan bangkit.


"Anisa antar kan makanan ini ke Alex dia tadi tidak sarapan jadi kamu antar makanan ini ke kantornya ya. Nanti kamu diantar pak supir." Ucap Yulia


"Baik nyonya." Jawab Anisa.


Setelah selesai bersiap Anisa segera berangkat menuju kantor. Beberapa lama kemudian Anisa sampai di kantor, dia tidak tau dimana ruangan Alex. Akhirnya dia masuk dan menanyakan dimana ruangan Alex.


"Permisi mba saya mau tanya kalau ruangan nya tuan muda Alex dimana ya?" belum sempat dijawab oleh pekerja disana Tiba tiba seseorang berteriak kepada Anisa.