End Of Suffering

End Of Suffering
Ragu


Angel yang sudah berada di kamarnya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur sembari memeluk boneka kesayangan nya.


"Apa aku sudah mengambil langkah yang benar? Atau mungkin sangat salah? Arrgghh aku jadi ragu untuk membantu kak Roy. Aku takut jika nanti saat aku sudah mulai mencintai nya Aku malah tersakiti karena kak Roy kembali kepada mantan nya itu. Ah sudahlah biarkan saja mau bagaimana pun keputusan kak Roy nanti aku akan menerimanya dengan baik walaupun itu akan menyakiti ku." Angel beralih kepada ponsel nya dia tidak melihat satu pun notifikasi yang masuk.


Di ruang keluarga Dimas dan Rika sedang membicarakan kondisi anaknya setelah pulang bersama Roy.


"Bu apa ada masalah dengan Angel?" Tanya Dimas karena dia tadi melihat Angel dengan raut wajah kurang baik.


"Ibu tidak tau yah mungkin saja ada sedikit masalah dengan nak Roy." Jawab Rika yang sudah paham kenapa anaknya begitu.


"Ayah masih belum bisa membiarkan Angel mempunyai hubungan dengan seseorang karena pastinya di suatu hubungan itu akan ada rasa sakit tidak hanya kebahagiaan saja. Ayah takut Angel tidak bisa melewatinya dan melampiaskan nya kepada diri sendiri apalagi sekarang dia masih sekolah ayah khawatir kalau pendidikan nya terganggu." ucap Dimas yang sangat mengkhawatirkan anak semata wayang nya itu.


"Angel sudah besar begitu juga dengan nak Roy dia sudah sangat dewasa dan pastinya nak Roy akan lebih menjaga dan membimbing anak kita. Berilah kepercayaan untuk mereka karena mereka akan mendapatkan kebahagiaan nya secara bersama sama." Rika mencoba untuk meyakinkan Dimas tentang Angel dan Roy.


Di tempat lain Renata sedang memikirkan bagaimana caranya memisahkan Roy dari Angel supaya dia bisa kembali kepada Roy. "Aku harus membuat rencana yang membuat bocah itu kelelahan dan masuk rumah sakit supaya aku bisa bebas mendekati Roy."


Setelah lama berfikir akhirnya Renata menemukan cara untuk membuat Angel down. "Hmm bukan kah bocah itu bersekolah di salah satu sekolah menengah atas favorit. Bagaimana kalau aku melamar sebagai guru disana dan membuat dia kesusahan sepertinya ini ide yang bagus."


Renata sama sekali tidak mengetahui tentang siapa yang mempunyai sekolah itu. Karena Renata tau Roy hanyalah anak dari keluarga yang biasa biasa.


Di rumah keluarga Bimantara Alex sedang melihat perkembangan perusahaan nya. Setelah biang kerok itu tertangkap proyek pembangunan nya berjalan dengan sangat baik dan Alex pun tidak usah ke tempat proyek.


"Aku sudah lama tidak ke kantor hmm besok aku harus mulai bekerja lagi karena kalau lama diam dirumah perusahaan ku bisa turun dan dikalahkan perusahaan lainnya itu tidak boleh terjadi." waktu menunjukkan pukul lima sore dan Alex memutuskan untuk turun kebawah.


Dibawah Anisa sedang bersama bi Ratni. "Nis maafkan bibi ya bibi enggak pernah jenguk kamu selama kamu di rumah sakit." bi Ratni meminta maaf kepada Anisa.


"Enggak apa apa bi lagi pula saat Anisa di rumah sakit banyak yang jagain." Anisa tersenyum kepada bi Ratni.


"Bibi mau tanya deh yang celakain kamu sama yang racunin tuan muda itu pelakunya sama enggak atau beda?" Bi Ratni penasaran siapa yang sudah mencelakai Anisa dan Alex.


"Beda bi eumm yang nabrak Anisa itu mas Tino mantan suami Anisa ya katanya sih dia masih dendam ke Anisa jadi mau bunuh Anisa. Kalau yang racunin Tuan muda itu Bella eh tapi sebenarnya bukan tuan muda yang mau di racunin nya tapi Anisa bi." Anisa menjelaskan kalau pelakunya berbeda.


"Lah ko bisa gitu tujuan nya kamu tapi kenapa yang keracunan nya tuan muda bibi enggak paham deh." Bi Ratni kebingungan.


"Ya karena tuan muda yang makan makanan untuk Anisa katanya lapar jadi Maen nyerobot aja."


"Aduh bibi jadi khawatir dengan keadaan keluarga ini selalu saja dikelilingi oleh musuh padahal keluarga ini pada baik baik semoga aja tuhan selalu melindungi kita ya."


Alex yang sedang menuruni tangga melihat ke sekeliling nya tapi belum melihat Anisa. Alex pun langsung menuju kamar Anisa dan benar saja ternyata Anisa sedang bersama bi Ratni. Bi Ratni yang melihat kedatangan tuan muda nya itu langsung saja pamit untuk ke dapur.


"Tuan muda disini kan status saya masih menjadi asisten rumah tangga kenapa tuan muda malah minta izin ke saya. Ya kalau mau kerja silahkan itu kan sudah kewajiban tuan muda." jawab Anisa.


"Tapi kan kamu calon istri saya ditambah lagi kondisi kamu sekarang kaya gini apa kamu tidak kesusahan kalau saya tidak ada di sisi mu?" Alex bertanya apakah Anisa tidak kesusahan jika ingin melakukan sesuatu sendirian.


"Insyaallah saya bisa sendiri kalau enggak bisa ya paling minta bantuan sama bi Ratni jadi tuan muda bekerja dengan tenang oke." Mendengar itu Alex langsung merasa lega.


"Apa kamu sudah makan? Kamu kan harus meminum obatnya supaya cepat sembuh." Tanya Alex karena memang Alex sangat disiplin untuk urusan kesembuhan Anisa.


"Sudah." jawab Anisa.


"Bagus kalau begitu. Yasudah kamu istirahat saja soalnya saya masih ada kerjaan." Anisa mengangguk dan Alex kembali ke kamarnya.


Sebenarnya bukan masih ada kerjaan tapi dia ingin sekali menghubungi Roy.


📞(Alex) "Roy kau tidak akan macam macam kan?"


📞(Roy) "apanya yang macam macam."


📞 (Alex) "kau jangan pura pura menjadi pria bodoh."


📞(Roy) "aku tidak berniat kembali kepada Renata, bahkan aku saja merasa jijik saat melihat wajahnya. Dia akan semakin menjadi jadi aku pasti akan membutuhkan bantuan mu."


📞(Alex) "wanita sekarang memang sudah semakin berani kau harus jauh lebih berhati hati. Tenang saja aku akan membantu mu karena aku tidak mau jika Angel tersakiti karena itu pasti akan berimbas padaku juga.


📞(Roy) "Apa kau tau ternyata Renata tadi mengikuti ku dan pasti nya dia sudah mengetahui rumah Angel. Bahkan dia melakukan hal gila dengan memeluk ku dan meminta ku kembali padanya, sial wanita itu memang sangat keras jika menginginkan sesuatu."


📞(Alex) " kenapa kita selalu di sulit kan dalam masalah wanita ya kemarin kemarin Bella mengganggu ku untung saja sekarang dia menjauh dari ku dan sekarang kau. Sekarang waktunya aku membantu mu menjauhkan masa lalu mu."


📞(Roy) "ya iya lah harus karena aku sangat berjasa dalam memisahkan perempuan gila itu darimu dan sekarang aku juga sangat menginginkan kedamaian dan aku tidak mau kalau harus menyakiti Angel."


📞(Alex) "tenang saja karena sekarang kau sudah menjadi bagian dari keluarga Bimantara jadi masalah seperti itu hanya masalah kecil. Sudahlah aku tutup dulu besok saja lanjutkan pembicaraan nya di kantor."


Tanpa menunggu jawaban dari Roy, Alex langsung saja mematikan sambungan telepon nya. Di kamar Anisa sedang berdiam dan terus memikirkan sahabatnya dia sangat khawatir karena Angel sama sekali tidak menghubungi nya.


"Apa Angel baik baik saja? Kenapa dia tidak menghubungi ku biasanya kalau ada masalah dia langsung menghubungi ku."


(Tante tante itu pasti akan melakukan sesuatu lagi karena tante tante itu tidak jauh beda dengan Bella. Dan aku tidak akan membiarkan dia mencelakai sahabatku.)