End Of Suffering

End Of Suffering
Gila dan hancur


"Anisa!" semua orang disana berteriak panik dan menangis. Dokter dan perawat disana pun berlarian masuk ke kamar Anisa karena harus segera memberikan pertolongan kepada Anisa.


Alex yang melihat itu sangat terkejut dan sangat panik, Alex langsung berlari menuju pintu ruangan Anisa dan melihat Anisa yang sedang ditangani. Alex langsung lemas dan menangis karena dia tidak mau kalau harus melihat Anisa seperti ini.


"Anisa apa kamu tega melihat aku kembali sendirian? Apa kamu mau menjadi jahat karena terus menyiksaku seperti ini bangunlah dan sehatlah. Aku berjanji kalau kamu bangun aku akan segera menikahi mu aku tidak peduli tentang masa lalu mu itu bukan alasan untuk kita terpisah." Alex terus berbicara sambil menangis. Yulia dan yang lainnya melihat itu seketika menjadi tambah bersedih.


"Alex tenang kan dirimu berdoalah hanya tuhan yang bisa membantu kita sekarang." ucap Yulia sambil memeluk anaknya itu.


Beberapa lama kemudian akhirnya dokter dan perawat keluar dari ruangan Anisa. Ceklek.


"Tuan nyonya alhamdulillah pasien sudah melewati masa koma nya tapi maaf.." ucapan dokter itu terpotong karena semua orang bergantian bertanya ada apa dengan Anisa.


"Anisa kenapa dok? Bicaralah yang jelas jangan membuat kami menunggu." ucap Alan yang tegas dan membuat dokter itu segera melanjutkan pembicaraan nya.


"Maaf tuan nyonya saya harus beritahu tentang keadaan pasien setelah sadar. Kondisi fisik nya ada yang sedikit lemah yaitu pada bagian kedua kakinya karena mengalami cedera akibat kecelakaan tersebut. Jadi pasien mengalami kelumpuhan sementara pada kakinya tapi tenang saja setelah beberapa kali terapi pasien akan sembuh kembali." ucap dokter yang menjelaskan keadaan Anisa.


"Baik dok terimakasih atas penanganan nya. Apa Anisa sekarang sudah boleh dijenguk?" ucap Alan.


"Silahkan tuan tapi saya sarankan jangan terlalu banyak orang dulu sampai pasien sadar. Kalau begitu saya permisi tuan nyonya." ucap dokter itu dan langsung meninggalkan mereka.


Di sisi lain Bella yang sudah mengetahui tentang keadaan Anisa, Bella sangat senang dan malah mengharapkan Anisa tidak bisa Selamat. "Anisa Anisa harusnya lo itu udah mati tapi malah Tino yang mati. Yaudah lah itu mungkin keberuntungan dia tapi selanjutnya gue bakal buat dia menderita karena udah berani berani nya rebut Alex Bimantara dari gue."


Kembali ke rumah sakit disana Alex terus menerus mengajak Anisa bicara supaya Anisa lebih cepat sadar. "Anisa apa kamu tahu saat tadi daddy menjelaskan keadaan kamu aku tuh hampir gila dan kehidupan aku hancur. Karena kamu adalah bagian penting dalam hidupku Anisa, bangunlah jangan membuat kita semua terus menerus mengkhawatirkan kamu."


Flashback on


Setelah dokter pergi meninggalkan mereka Alex langsung membuka pintu untuk masuk ke dalam tapi Alan menghentikan nya dan membawanya menjauh untuk berbicara berdua.


"Alex kamu harus bersyukur kepada tuhan karena Anisa sudah bisa melewati masa koma nya. Tadi daddy belum sempat mengatakan keadaan Anisa sebelum nya, Anisa keadaannya semakin melemah bahkan detak jantung yang ada pun hanya karena bantuan dari alat yang terpasang dan dokter menyatakan kalau Anisa mungkin sudah tiada." ucap Alan yang membuat Alex semakin bersedih.


"Alex benar benar membenci nya dad dia adalah laki laki paling pengecut yang pernah Alex temui. Sekarang Alex tau apa yang sebenarnya terjadi kepada Anisa, masa lalu nya benar benar sudah menghancurkan Anisa dad." ucap Alex yang ternyata menaruh dendam kepada Tino walaupun mungkin sekarang Tino sudah tiada.


"Tentu itu sudah jelas Alex tetap mencintai dan menyayangi nya apapun kondisinya dan bagaimana pun masalalu nya. Itu bukan hal yang penting dan itu pun bukan suatu alasan untuk membuat Alex menjauh dari Anisa. Harusnya Alex bisa memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus untuk dia karena selama ini dia tidak pernah mendapatkan hal itu. Tapi apa daddy sama mommy setuju kalau Anisa menjadi pendamping hidup Alex?" ucap Alex.


"Tentu saja memangnya ada alasan untuk menolak Anisa menjadi menantu keluarga Bimantara?" ucap Alan yang membuat Alex senang karena ternyata orang tuanya menerima Anisa.


"Tapi bagaimana jika orang lain tahu tentang masa lalu Anisa mommy dan daddy pasti akan merasa sangat malu." Alex kembali mengajukan pertanyaan kepada daddy nya itu.


"Itu bukan aib karena Anisa hanya anak yang tidak tau menau dalam hal itu karena dia hanya menjalani semuanya karena takdir yang memaksanya. Jadi jangan pernah berfikir kalau keluarga kita akan malu karena memilih Anisa untuk menjadi menantu kita tugas kamu hanyalah membuat kita semua bahagia Al." ucapan Alan itu membuat Alex sangat bersyukur karena memiliki keluarga yang sangat baik.


"Dad Alex mau liat Anisa dulu." Akhirnya Alex pergi menuju ruangan Anisa.


Flashback off


Ceklek


Yulia dan Alan masuk kedalam karena mereka juga ingin melihat keadaan Anisa. "Alex kita sekarang harus merawat Anisa terlebih dahulu karena kita tidak mungkin harus mengadakan acara dalam waktu yang dekat karena kondisi Anisa pun tidak memungkinkan. Mommy gamau Anisa kelelahan karena itu akan membuat Anisa lama sembuhnya." ucap Yulia sambil memegang pundak anaknya itu.


"Iya mom Alex akan rawat Anisa sampai sembuh dan Alex akan menjaga Anisa selamanya." tiba tiba tangan Anisa bergerak dan matanya pun mulai terbuka.


"Ayah ibu..." Anisa yang masih setengah sadar itu memanggil ayah dan ibunya yang sudah meninggal dunia.


Yulia, Alan dan Alex langsung saja memanggil dokter karena mereka melihat Anisa sudah sadar. Dokter yang sudah berada di ruangan itu pun langsung memeriksa keadaan Anisa. Dan dokter itu pun menjelaskan bahwa keadaan Anisa semakin membaik tapi tetap keadaan nya masih harus dipantau.


Alex yang melihat Anisa melirik dan tersenyum kepada nya langsung saja memeluk Anisa sambil menangis. Semua orang yang berada di ruangan itu terus berucap syukur karena Anisa sudah sadar. "Tuan muda tolong dong jangan peluk saya ini saya sesak nafas nanti saya meninggal lagi karena kekurangan oksigen." Alex yang mendengar itu langsung saja melepaskan pelukannya dan berkata. "Kamu jangan pernah berbicara seperti itu karena saya membenci kata kata itu apa kamu paham." Alex berbicara sambil menatap tajam kearah Anisa.


"An hiks hiks apa kamu sekarang baik baik saja maafkan aku An seharusnya aku tidak menyuruh mu pergi duluan harusnya kita pergi sama sama hiks hiks maafkan aku." Angel langsung memeluk sahabat nya itu dan terus meminta maaf.


"Sudahlah Angel aku sudah tidak apa apa sekarang. Ini bukan salah kamu Angel mungkin ini memang sudah seharusnya terjadi, tapi kenapa aku merasa kaki ku tidak seperti biasanya." Anisa melirik kearah Alex dengan tujuan bertanya secara tidak langsung.


"Anisa karena kecelakaan yang kamu alami kaki kamu mengalami kelumpuhan sementara tapi kamu jangan khawatir saya akan merawat dan menjaga kamu. Kamu jangan takut menghadapi cobaan ini ya." Alex menjawab sambil memegang tangan Anisa karena Alex berusaha agar Anisa tetap tenang setelah mendengar semuanya.