
Anisa yang mendengar itu mulai sedih dan Alex langsung tidak tega melihatnya dan memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Saya becanda hahaha besok kamu sudah boleh pulang tapi ingat kamu masih perlu pengawasan dari dokter dan menjalani perawatan supaya kaki kamu juga bisa sembuh lagi." Mendengar ucapan Alex itu Anisa langsung senang.
"Sudah sekarang tidurlah saya mau pulang sebentar untuk mandi dan makan apa kamu mengizinkan nya?" Tanya Alex kepada Anisa.
"Boleh tuan muda Saya juga bisa jaga diri kok disini tenang saja lagi pula disini banyak orang." Alex langsung pamit dan pergi meninggalkan Anisa, sedangkan Anisa langsung menutup kan matanya untuk tidur.
Tanpa Alex sadari ternyata Bella sedang memantau nya. Bella terus berjaga di dekat ruangan Anisa karena dia akan berniat jahat kembali kepada Anisa. "Bukankah itu Alex? Dia mau pergi kemana hmm sepertinya ini peluang yang bagus untukku, untuk mengantarkan bocah dekil itu ke neraka." Setelah melihat Alex menjauh Bella langsung berjalan kearah ruangan Anisa. Dan sangat pas tiba tiba datang pelayan yang akan membawakan makanan dan minuman untuk Anisa.
"Maaf mbak apa ini untuk pasien yang berada disana? Biar saya saja yang bawakan nya karena saya sepupunya sini." tanpa pikir panjang ternyata pelayan itu langsung memberikan makanan dan minuman nya kepada Bella.
"Anisa aku tidak tau apa yang akan terjadi tapi setidaknya sedikit dari efek racun ini adalah kau kembali koma dan yang paling parah adalah kematian hahaha." Bella langsung saja mencampur racun itu kedalam makanan dan minuman Anisa.
"Racun arsenik Sama seperti racun sianida, racun arsenik merupakan racun yang mematikan. Sulit terdeteksi lantaran tidak berbau, berwarna, dan tidak memiliki rasa ketika tertelan, menjadikan racun arsenik sangat berbahaya. Jika racun tersebut masuk ke dalam tubuh, maka seseorang dapat mengalami keracunan.
Arsenik sendiri merupakan senyawa kimia yang dihasilkan secara alami dalam kerak bumi. Zat ini dapat ditemukan dalam air, udara, dan tanah secara alami. Itu sebabnya arsenik juga ditemukan dalam beberapa jenis makanan, seperti makanan laut, susu, hingga daging.
Racun arsenik yang masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan dampak berbeda-beda, tergantung dosis dan jangka waktu paparannya.
Paparan arsenik dalam kadar yang sangat rendah mungkin tidak berdampak serius pada kesehatan. Namun, bila paparannya dalam jumlah sedang atau besar, dapat terjadi keracunan arsenik.Jika tidak segera mendapat pertolongan, keracunan arsenik dapat menyebabkan kematian." Bella pasti mengetahui tentang racun itu karena dia pernah menempuh pendidikan yang menyelidiki Racun.
Bella tidak langsung memberikan makanan dan minuman itu kepada Anisa melainkan dia menyuruh seorang pelayan untuk mengantarkan nya. Di perjalanan Alex merasakan firasat yang buruk tentang Anisa tapi dia mencoba untuk berfikir positif dan terus melanjutkan perjalanan nya.
Begitu juga dengan Angel dan Roy mereka baru saja sampai dirumah keluarga Laurent. Rika yang melihat itu seketika kepo dan langsung menghampiri anaknya itu. "Angel kenapa kamu pulang dan kenapa kalian bisa bersama? Anisa siapa yang jaga kenapa kamu malah pulang Angel." ucap Rika yang mengkhawatirkan Anisa.
"Anisa kan udah ada yang jagain tadi kan ada tuan muda jadi dia bakal aman aman saja bu. Kalau masalah ini tadi Angel sama kak Roy habis dari luar sebentar, sudahlah bu lagi pula kita tidak melakukan hal yang aneh aneh iya kan kak Roy?" Angel melemparkan kata kata nya kepada Roy karena Angel juga ingin Roy menjelaskan semuanya.
"Iya benar bu tadi dirumah sakit juga masih ada Alex dan tadi kita hanya keluar sebentar." ucapan Roy itu tidak langsung dipercayai oleh Rika.
"Duduklah nak Roy." Akhirnya Roy duduk di kursi yang berada di taman rumah.
"Kalian ada hubungan apa sebenarnya? Jujur saja karena ibu tidak akan bisa kalian bohongi. Nak Roy, Angel itu masih sangat muda dan Angel juga masih harus mendapatkan pendidikan yang lebih supaya Angel bisa menjadi perempuan yang baik. Jika nak Roy mau mendekati bahkan membuat Angel sebagai teman perempuan nak Roy berfikir lah lagi karena pasti ayahnya tidak akan mengizinkan Angel menikah dalam waktu dekat." Roy kembali disulitkan dengan pernyataan Rika, karena dia belum pernah menjalin hubungan dengan seseorang perempuan yang masih remaja.
"Maaf bu tapi saya tidak ada niatan untuk menikah dalam waktu dekat ini. Saya pun baru berkenalan dengan Angel kalau masalah pendidikan nya saya tidak akan pernah mengganggu nya malahan saya akan terus mensuport dia karena disini saya juga membutuhkan seseorang yang bisa mensuport saya. Kalau ibu dan ayah tidak mengizinkan saya untuk mendekati anak ibu saya akan berusaha menjauhinya. Kalau tidak ada lagi yang mau dibicarakan saya permisi bu saya harus kembali ke kantor untuk mendampingi tuan Alan." Roy langsung berpamitan untuk kembali bekerja.
Roy kembali mengalami hal yang sama dengan masa lalu nya tapi ini sedikit berbeda Rika membicarakannya dengan baik baik tidak dengan kekerasan. Di dalam mobil Roy berfikir apa dia akan kembali ke posisi sebelumnya saat dia sudah mencintai dan benar benar ingin memiliki tapi takdir berkata lain.
"Apa aku tidak pantas bahagia? Apa aku harus kembali sendiri apa aku tidak pantas mendapatkan cinta? Kalau sudah tau jalan hidupku seperti ini kenapa kau harus memberikan harapan palsu kepadaku tuhan. Tapi lihatlah hambamu ini tidak akan menyerah begitu saja karena setiap manusia berhak untuk bahagia dan aku akan menghadapi semua rintangan agar bisa keluar dari masa lalu dan membuka lembaran baru bersama Angel." Roy langsung menancap gas mobilnya karena sebelum pulang dia harus mengecek dokumen serta berkas berkas di perusahaan.
Alex yang sudah sampai di parkiran rumah langsung saja masuk kedalam rumah dan berjalan menuju kamar nya. "Aku harus cepat cepat mandi kalau makan aku bekal saja lah atau besok saja lah lama kalau harus makan dulu." Alex langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Alan dan Yulia belum pulang karena mereka masih berada di kantor. "Dad kenapa Roy lama sekali mommy sudah tidak tahan berada disini mommy pengen cepat cepat pulang." Yulia sudah sangat kesal karena menunggu Roy.
Tok Tok Tok
Ternyata itu adalah Roy, Roy langsung masuk dan memberikan semua berkas dan dokumen yang membuktikan bahwa ada kejanggalan dalam proyek pembangunan kali ini. Alan langsung memeriksa nya dan dia langsung paham apa tujuan di balik semua ini dan dia juga sudah tau siapa yang melakukannya.
"Roy kamu sudah tau kan siapa yang sedang bermain main kepada kita? Bagaimana kalau kita juga bermain main sedikit dengan dia biar seru soalnya saya sudah lama tidak memainkan permainan ini." Alan sudah terbiasa menangani hal seperti ini jadi dia sudah sangat paham apa yang harus dia lakukan.
"Baiklah tuan jika itu yang ingin tuan lakukan saya akan membantu nya. Tuan sebaiknya pulang saja disini biar saya yang urus." tanpa menjawab ucapan Roy, Alan dan Yulia langsung pergi meninggalkan kantor untuk pulang.
Kembali ke rumah sakit Bella masih terdiam karena menunggu pelayan datang. "Maaf mbak tolong ya anterin makanan ini ke ruangan sana disana ada sepupu saya, saya Lagi buru buru jadi tidak bisa mengantarkan nya." Bella berbohong karena kalau tidak rencana nya bisa gagal. Akhirnya pelayan itu langsung menerima permintaan Bella dan segera membawa makanan dan minuman itu kepada Anisa.
"Maaf saya menganggu waktu istirahat nya, ini ada makanan dan minuman untuk pasien harus dimakan ya supaya cepat sembuh. Kalau begitu saya simpan dimeja ini." Pelayan itu langsung Keluar karena Harus mengantarkan banyak makanan ke pasien lain.
Anisa yang melihat makanan itu seketika nafsu makan nya bangkit dan ingin langsung memakan nya. "Sepertinya enak aku ingin sekali memakan nya tapi tangan ku dan tubuhku sangat lemas aku tidak bisa kalau harus makan sendiri." Anisa merasa sedih karena dia tidak bisa memakan makanan itu.