End Of Suffering

End Of Suffering
memulai permainan


Keesokan harinya Alan sudah bersiap untuk memberikan sedikit pelajaran kepada orang yang sudah berani mengusik ketenangan keluarganya. Alan di dampingi oleh Roy dan beberapa anggota khusus yang biasa tugas diruang eksekusi bawah tanah.


"Roy kau pasti sudah mengetahui siapa orang yang ada dibalik semua ini kan? Jadi kamu juga pasti sudah tau apa yang harus kita lakukan." ucap Alan yang sedang terduduk di kursi khusus nya.


"Sudah tuan. Saya sudah tau apa yang harus saya lakukan dan saya membawa beberapa orang untuk membantu saya mengerjakan tugas ini agar selesai dengan baik." ucap Roy.


"Apa kau juga tau dimana lokasi dia sekarang?" Tanya Alan.


"Saya mengetahui nya tuan karena dari bulan lalu saya dan tuan muda sudah mengetahui permainan nya. Jadi, saya sudah memantau setiap gerak geriknya. Sekarang dia mungkin sudah sampai di bandara karena dia baru kembali dari tempat proyek kita." Roy menjelaskan bahwa dia dan Alex sudah memantau nya.


"Bagus ternyata anak anakku memang sangat pintar. Cepat lakukan permainan nya karena saya akan datang disaat dia Sudah mengibarkan bendera kekalahan nya." Ya Alan memang sudah menganggap Roy sebagai anak nya juga karena dari kecil Roy sudah terpisah dari orang tuanya.


"Baik tuan." Roy segera pergi meninggalkan Alan karena dia harus cepat cepat menyelesaikan permainan nya kali ini.


Di rumah sakit Anisa yang sudah terbangun langsung melihat ke sekeliling nya dia merasa hampa tanpa adanya Alex. Disana hanya ada perawat yang menjaga nya.


"Sus saya boleh melihat tuan muda enggak? Soalnya saya mau tau kondisi nya sekarang." Anisa meminta izin untuk melihat Alex dan ternyata perawat itu memperbolehkan nya.


Anisa langsung diantar menuju ruangan Alex dan saat Anisa masuk Alex masih belum sadarkan diri karena racun nya belum sepenuhnya hilang. Yulia yang melihat Anisa langsung menghampiri nya dan menyuruh perawat itu untuk meninggalkan mereka.


"Anisa kenapa kamu kesini harusnya kamu istirahat saja." ucap Yulia dan mendorong kursi roda Anisa mendekat ke ranjang pasien Alex.


"Saya sudah baik baik saja nyonya, Saya tidak bisa tenang kalau belum melihat keadaan tuan muda. Apa tuan muda tidak mau melihat saya? Kenapa tuan muda menutup mata terus menerus." Anisa merasa sangat sedih karena Alex belum mau membuka matanya.


"Sudahlah nanti juga dia bangun dan kata dokter juga dia tidak akan tidur terlalu lama." Yulia tersenyum kepada Anisa.


(Tuan muda kenapa ini harus terjadi kepada tuan muda? Harusnya Aku yang mengalami ini karena racun ini ditujukan kepadakku. Aku hanya bisa menyusahkan dan mencelakai orang yang berada di dekat ku saja, dan ini benar benar terjadi gara gara tuan muda dekat dengan ku tuan muda malah celaka.) Anisa merasa kalau dia hanya memberikan penderitaan saja bagi orang yang berada di dekatnya.


Kembali kepada Roy, Roy sudah sampai di bandara dan ternyata benar saja disana sudah ada Bella yang menjemput ayahnya. Roy tetap berada di dalam mobil begitu juga dengan anak buahnya karena mereka harus melakukan ini secara diam diam. Bella dan ayahnya tidak menyadari kalau Roy dan anak buahnya sedang memantau mereka.


"dad i miss you do you miss me too? my father is very upset because here the obstacles are getting more difficult, are you there carrying out our mission well?


(ayah aku merindukan mu apa kau juga merindukan aku? ayah aku sangat kesal karena disini rintangan nya semakin sulit, apa ayah disana menjalankan misi kita dengan baik?)"


"just like usual dad misses you a lot because you are dad's favorite child. Don't worry, we will still be the winners because you have done your job well, if your business is here, you don't have any other plans because it's a little difficult to deal with the person directly.


(sama seperti biasanya ayah sangat merindukan mu karena kamu adalah anak kesayangan ayah. Tenang saja kita tetap akan menjadi pemenangnya karena ayah sudah melakukan tugas ayah dengan baik kalau urusan mu disini ayah belum ada rencana yang lainnya karena ini sedikit sulit kalau harus berhadapan langsung dengan orang nya.)"


(oke baiklah ayo kita pulang nanti kita cari cara supaya Alex mau dengan ku dan dengan begitu aku bisa memanfaatkan nya.)"


Ya Bella dan ayahnya terbiasa berbicara dengan bahasa inggris karena ayahnya blasteran inggris - indonesja - Rumania. Bella dan ayahnya berjalan menuju mobil karena mereka akan segera pulang kerumah untuk beristirahat.


Tapi di perjalanan mobil yang ditumpangi oleh Bella dan ayahnya langsung saja dihadang oleh mobil Roy dan anak buahnya. Bella yang melihat banyak orang mengepung dan menggedor mobilnya pun langsung panik begitu juga dengan ayahnya.


"dad how is this why suddenly my car is blocked and who are they do you recognize them all?.


(ayah bagaimana ini kenapa tiba tiba mobilku dihadang dan siapa mereka apa ayah mengenali mereka semua?)"


"no I don't recognize them at all. let's just go with what they ask father sure they won't hurt us because they are just subordinates.


(tidak ayah tidak mengenali mereka sama sekali. sudahlah kita ikuti saja apa yang mereka minta ayah yakin mereka tidak akan menyakiti kita karena mereka hanya bawahan.)"


Akhirnya Bella dan ayahnya keluar, anak buah Roy langsung memberikan bius kepada mereka karena akan sedikit menganggu jika mereka tidak di bius. Entah apa rencana yang sebenarnya di susun oleh Roy dan Alan karena yang pasti ini akan membuat Bella dan ayahnya jera.


Alan sudah lebih dulu sampai di kapal pribadinya dia sedang duduk sambil melihat indahnya lautan lepas dengan banyaknya hiu pembunuh dan Hewan laut mematikan lainnya. "Kenapa Roy lambat sekali aku sangat tidak suka menunggu."


Setelah beberapa lama akhirnya Roy datang dengan membawa Bella dan ayahnya. "Maaf tuan saya terlambat beberapa menit untuk membawa mereka kesini." Roy meminta maaf karena sudah membuat Alan menunggu.


"Sudahlah jangan buang waktu lagi cepat masukan dia kedalam sana dan lakukan permainan nya." Alan menyuruh anak buahnya untuk menempatkan Bella dan ayahnya didalam kadang besi yang biasa untuk tempat makan hiu.


Bella dan ayahnya masih belum tersadar karena efek dari obat bius tadi. Segerombolan hiu datang karena mereka mencium bau Amis darah segar, karena sebelum di turunkan di tubuh Bella dan ayahnya sudah sedikit diberikan darah.


Hiu semakin mendekat dan terus menabrak kandang itu sampai akhirnya kandang bergerak. Hal itu membuat Bella dan ayahnya terbangun dan betapa terkejutnya mereka melihat banyak nya hiu yang akan memakan nya.


"Astaga apa ini kenapa aku bisa sampai disini dan kenapa tubuhku diikat iuw ini darah kenapa banyak sekali darah." Bella melihat ayahnya pun sama seperti dia diikat dan dilumuri darah. Bella yang sadar ada orang datas langsung saja melihatnya dia sungguh terkejut karena ternyata mereka sudah terjebak dalam permainan Alan Bimantara.


"Our father can't do anything anymore because we lost. Look at them they are monitoring us and look at there are a lot of sharks here too.


(ayah kita sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi karena kita sudah kalah lihatlah mereka sedang memantau kita dan lihat juga disini banyak hiu.)"


Tiba tiba hiu semakin menggila dan seperti ingin menyantap mereka utuh utuh dan membuat Bella berteriak ketakutan.


"Aaaaaaaaa!!!!!!!"