
Tok tok tok!!!
Anisa tidak mendapatkan jawaban dari Alex, Anisa memilih untuk mencoba membuka pintunya dan ternyata tidak dikunci. Anisa meletakkan makanan dan minum nya diatas meja, Anisa mendekat ke Alex. Anisa duduk di samping Alex yang sedang tertidur dan berbicara. "Maafkan saya tuan muda saya tidak bermaksud menyakiti tuan muda hiks hiks tapi memang saya tidak pantas untuk tuan muda. Masalalu saya pasti akan membuat keluarga ini malu jadi lebih baik tuan muda cari saja perempuan yang jauh lebih baik. Saya juga merasakan rasa sakit yang sama tapi ini yang terbaik untuk kita." Anisa menghapus air mata nya dan Berdiri untuk mengambil makanan tadi tapi tiba tiba tangan Anisa ditarik oleh Alex.
"Masa lalu apa? Aku akan menerima mu apa adanya karena aku tulus menyayangi mu jangan pernah mencoba untuk menjauh dariku karena itu sangat menyakitkan. Kembalilah padaku Anisa aku akan menerima semuanya. Aku mencintai mu." Alex langsung memeluk Anisa dia sama sekali tidak mau melepaskan Anisa sebelum Anisa berjanji tidak akan meninggalkan nya lagi.
Anisa melepaskan pelukannya dengan perlahan karena dia tidak mau melukai Alex lagi dengan cara mendekat pada Alex lagi. "Maaf tuan muda saya kesini hanya untuk mengantar kan sarapan saja. Itu sarapannya saya simpan diatas meja kalau begitu saya permisi dulu." Anisa langsung pergi meninggalkan Alex. Alex yang melihat Anisa pergi dan tidak menjawab pertanyaan dan tidak berjanji itu pun merasa sakit dan sesak di dadanya.
"Anisa kenapa kamu seperti itu sudah jelas jelas kamu juga mencintai ku tapi kenapa kamu terus saja menghindar dari ku. Masa lalu apa? Sebenarnya apa masa lalu mu sampai sampai masa lalu mu itu memisahkan kita." Alex benar benar sudah tidak stabil bahkan pekerjaan nya pun dia tinggalkan Karena dia sama sekali tidak ingin melakukan apapun.
Yulia Alan dan bi Ratni melihat kearah Anisa, mereka heran kenapa mata Anisa terlihat sembab. Anisa berjalan melewati mereka begitu saja dan mengunci sendiri di kamarnya. "Dad bagaimana ini mereka malah seperti itu. Sebenarnya apa yang terjadi ini pasti masalah besar karena Alex tidak akan seperti ini kalau masalah nya kecil." Yulia sangat mencemaskan hubungan Anisa dan Alex begitu juga dengan Alan dan bi Ratni.
"Nanti daddy akan berusaha berbicara dengan Alex dan bibi harus bantu kita karena bibi yang lebih dekat dengan Anisa pasti Anisa bisa untuk diajak bicara." Alan mencoba untuk membantu Alex dan Anisa untuk memperbaiki hubungannya.
"Baik tuan bibi akan berusaha untuk meyakinkan Anisa supaya mau bersama tuan muda lagi. Tapi bibi tidak bisa janji tuan tapi bibi akan berusaha semaksimal mungkin."
Di kamar Anisa sedang menangis karena menghindar dari Alex bukan lah kemauan Anisa tapi takdir lah yang memaksa Anisa untuk menghindar. "Lagi lagi aku kembali ke keadaan seperti ini. Sakit karena aku harus mencintai laki laki, aku sudah berusaha untuk tidak mencintai siapapun lagi tapi apa aku tidak bisa menahan nya. Tuan muda sangat baik, aku tidak pantas untuknya karena aku seorang janda dan aku pun tidak berpendidikan tinggi. Hiks hiks kenapa hidupku seperti ini apa aku tidak bisa bahagia."
Tok tok tok!!!
"Anisa ini bibi nak apa boleh bibi masuk?" Anisa yang tidak enak untuk menolak bi Ratni untuk masuk akhirnya berjalan untuk membukakan pintu. Ceklek "iya bi masuk aja." Anisa dan bi Ratni masuk ke kamar dan bi Ratni mulai membujuk Anisa untuk kembali kepada Alex.
"Nis kenapa kamu menghindar dari tuan muda? Lihatlah tuan muda menjadi seperti ini karena tuan muda sangat menyayangi mu Nis tuan muda tidak mau berpisah dengan mu. Nis kamu pikirkan lagi baik baik jangan membuat diri kamu dan tuan muda tersiksa." ucap bi Ratni yang sedang berusaha meyakinkan Anisa untuk kembali kepada Alex.
"Tapi bi hiks Tuan muda mencintai Anisa itu karena tuan muda belum tau masa lalu Anisa. Anisa tidak tau kalau tuan muda sudah tau semuanya mungkin tuan muda akan membenci Anisa hiks hiks. Jadi Anisa menjauhi tuan muda dari sekarang supaya kita tidak terlalu merasakan rasa sakit yang lebih. Anisa mau sendiri dulu bi gapapa kan?" ucap Anisa yang memberi tau bi Ratni Alasan Anisa menjauhi Alex.
"Baiklah tenangkan dirimu dan pikirkan lagi semuanya dengan baik karena ini menyangkut kondisi keluarga ini." ucap bi Ratni dan berjalan meninggalkan Anisa.
Di sisi lain Alex sedang termenung memikirkan bagaimana caranya meyakinkan Anisa untuk kembali bersama nya. Alan masuk ke kamar Alex untuk menemani Alex supaya Alex bisa jauh lebih baik dari kondisi nya sekarang.
"Al kenapa kamu belum memakan makanan yang diantar oleh Anisa?" Alan mendekati Alex dan duduk di samping Alex.
"Alex tidak mau makan dad." jawab Alex.
"Al cinta itu memang tak selama nya indah pasti ada saja masalahnya apalagi kalau kalian benar benar berniat serius soal hubungan kalian. Apa yang membuat kalian menjadi seperti ini coba bicaralah daddy akan membantu mu selagi daddy bisa."
"Alex tidak tau dad yang jelas kemaren malam Anisa menyuruh Alex untuk mencari perempuan lain. Alex tidak tau apa maksudnya tapi yang pasti ini ada sangkut pautnya dengan masalalu Anisa karena tadi Alex dengar Anisa bicara kalau masa lalu nya akan membuat keluarga kita malu. Padahal Anisa dan Alex saling mencintai tapi kenapa Anisa malah menghindar, padahal Alex tulus mencintai Anisa Alex akan menerima semuanya." ucap Alex yang sudah sedikit lelah itu.
"Al kamu tidak boleh seperti ini kamu tidak boleh lemah karena cinta justru cinta lah yang membuat kamu kuat. Kalau orang lain tau kamu bisa se lemah ini karena perempuan maka musuh musuh kita akan tau kelemahan mu. Jadi lah Alex yang kita kenal yang bijaksana dalam segala hal kamu harus ingat kalau jodoh tidak akan kemana. Daddy yakin Anisa akan kembali padamu karena daddy melihat kalian saling mencintai." Ucap Alan yang menguatkan Alex.
"Kau benar dad Alex tidak boleh lemah seperti ini Alex yakin Anisa bakal balik lagi ke Alex. Oh iya dad Alex harus pergi untuk melihat proyek pembangunan hotel dan rumah sakit kita di s******** soalnya ya ada yang mau bermain main dengan kita. Ini juga supaya Alex sedikit menenangkan diri dan melupakan hal ini dulu." Ucap Alex yang memberi tau kalau ada orang yang ingin bermain curang.
"Pergi lah kalau kamu sudah punya waktunya. Tapi seingat daddy minggu minggu sekarang kan jadwal kamu banyak disini jadi kapan kamu mau pergi kesana?" tanya Alan.
"Ya paling se bulanan lagi lah dad lagi pula Roy sedang memantau nya jadi Alex tidak terlalu cemas." jawab Alex.
"Ya sudah sana pergi mandi terus makan jaga kesehatan kamu dan berjuang lah untuk meyakinkan Anisa." Alan menepuk bahu Alex dan langsung pergi meninggalkan Alex.
Di bawah Anisa sedang menyiram tanaman dia melamun karena memikirkan apa yang harus dia lakukan. (Aku mencintai nya tapi aku juga tidak mau menyakiti nya. Ini semua karena masa lalu ku, apa yang harus aku lakukan apa aku harus kembali kepada tuan muda? Karena tuan muda juga bilang dia akan Menerima semuanya tentang ku. Tapi, kapan aku memberi tau dia soal masa lalu ku. Aku benar benar belum siap.)
"Dorrr!!!!" byurrr!!!!
Anisa yang terkejut tidak sengaja menyemprotkan air nya kepada Alex. "Astaga Anisa kenapa kamu menyiram saya!" setelah mendengar suara Alex Anisa langsung melempar selang nya kearah lain supaya Alex tidak tersiram lagi.
"Yaampun maaf tuan muda saya tidak sengaja sekali lagi saya minta maaf. Siapa suruh ngagetin saya." Anisa menunduk karena dia takut Alex memarahi nya.
"Anisa saya mau bicara sama kamu." Alex menarik tangan Anisa dengan lembut dan mengajak Anisa duduk di kursi taman rumah.
"Kenapa kamu menyuruh saya untuk mencari perempuan lain? Apa kamu sudah hilang akal? Saya hanya mencintai dan menyayangi kamu tidak ada perempuan lain yang bisa membuat saya seperti ini. Anisa saya akan menerima semuanya tentang kamu, tentang masa lalu kamu saya tidak akan menuntut penjelasannya sekarang. Saya akan menunggu sampai kamu siap tapi saya mohon jangan seperti ini jangan menjauh lagi." Alex langsung memeluk Anisa tapi tidak ada balasan dari Anisa. Saat Alex akan melepaskan pelukannya tiba tiba Anisa membalas pelukannya.
"Iya saya tidak akan menjauh lagi maafkan saya karena sudah membuat tuan muda menjadi seperti ini." Anisa meminta maaf karena sudah membuat Alex menjadi kacau.
"Cie cie ada yang udah baikan nih." ucap Yulia sambil memeluk Alan begitu juga sebaliknya.
"Isshh mommy ganggu saja." Alex sedikit kesal karena Yulia mengganggu nya. "Mommy sama daddy mau kemana udah rapih gitu?"
"Mau keluar sebentar mau nyari WO buat kalian mau ke butik juga mau pesan baju buat kalian." mendengar ucapan Yulia, Alex dan Anisa saling menatap.
"Mom kita belum mau menikah lagi pula Alex masih sibuk Anisa juga belum siap kan?" ucap Alex.
"Iya nyonya tidak usah buru buru kan tuan mudanya masih sibuk jadi nunggu tuan muda punya waktu luang saja." ucap Anisa yang memang belum siap kalau harus menikah.
"Ini bukan buat persiapan pernikahan tapi buat acara Lamaran. Kalian ini pengen nya cepet cepet nikah ya makanya di pikiran nya pernikahan terus. Sudahlah ayo dad nanti telat." Yulia dan Alan langsung pergi meninggalkan Anisa dan Alex.
"Kok cepet banget sih udah mau lamaran aja berarti nikahnya juga dalam waktu dekat dong. Anisa kan belum siap gimana dong tuan muda cari cara supaya jangan nikah dulu."
"Tapi saya pengen nya cepat cepat hahaha. Sudahlah Anisa enggak apa apa kalau kelamaan nanti saya tambah tua emang kamu mau punya suami tua."
"Tuan muda saya mau tanya. Eum kalau nanti saya lama kasih anaknya atau saya kasih anak perempuan tuan muda bakal marah enggak?" Anisa bertanya tentang itu dengan penuh keraguan dan rasa takut.
"Anisa mau cepat atau lambat mau perempuan atau laki laki itu tetap anak saya penerus keluarga Bimantara. Itu sama sekali tidak ada masalahnya bagi keluarga ini yang terpenting adalah anak kita nanti sempurna kamu jangan pernah berpikir kalau kamu akan mengecewakan kita. Kamu itu Anugerah untuk keluarga ini jadi kamu jangan berpikir aneh aneh." mendengar penjelasan Alex itu membuat Anisa tenang karena Alex tidak mempermasalahkan masalah keturunan nya.
"Baiklah saya jadi tenang kalau gitu takutnya kan nanti kalau saya telat kasih tuan muda keturunan nanti tuan muda malah nikah lagi." ucap Anisa sambil cemberut.
"Kamu ini ngomong nya ngasal saya tidak akan menikah lagi karena buat saya nikah itu satu kali seumur hidup." ucap Alex.
"Tapi sepertinya kita akan cepat punya anak banyak lagi kan nanti saya bakal sering cuti buat menghabiskan waktu sama kamu." ucapan Alex itu membuat Anisa malu karena Anisa paham apa yang di pikirkan oleh Alex. Anisa langsung pergi meninggalkan Alex dan kembali ke dapur.
"Hahaha pasti dia malu." Alex berjalan menuju kamarnya karena dia akan mengerjakan pekerjaan nya walaupun dirumah.
"Anisa Anisa kamu ini bocah kecil tapi kenapa bisa buat aku sampai se kacau ini. Aku harus cepat cepat menikahi nya karena aku tidak mau jauh jauh dari Anisa. Aku selalu berdoa untuk hal ini dan tuhan mengabulkannya sekarang terimakasih tuhan semoga kehidupan ku dan Anisa nanti diberkahi dengan anak anak yang sholeh dan sholehah." Alex selalu berdoa tentang jodohnya karena dia hanya Mau menikah satu kali seumur hidup jadi dia tidak akan menikah kalau belum menemukan perempuan baik baik.
Hari demi hari telah berlalu besok Anisa sudah sebulan bekerja di keluarga Bimantara dan Anisa berencana untuk pulang.
(Angel ternyata itu kau! Lihat Saja aku akan membalas semua perbuatan mu terhadapku! Aku tau kelemahan mu adalah Anisa, dan lihatlah Aku akan membunuh Anisa jelas di depan matamu!)