End Of Suffering

End Of Suffering
Twins A


"Kenapa kamu terkejut emangnya aku belum kasih tau kamu soal ini ya?" Angel merasa bingung karena ternyata dia belum memberi tau Anisa tentang hal itu.


"Dasar bego ya belum lah kalau udah juga aku gak bakalan se kaget ini Angel Laurent." Anisa memutar bola mata malasnya karena kelakuan sahabatnya itu.


"Oke oke maaf aku ceritain ya nih. Aku juga tau pas ada kasus sama si si itu lah pokonya aku malas sebut namanya nah yang punya sekolah itu yang berhak memutuskan hukuman nya awalnya sih aku gak tau dan bodo amat eh ternyata malah kak Roy yang dateng. Terus cerita deh kalo sekolah itu tuh hadiah dari tuan Alan hadiah ulang tahun nya." Anisa mendengar penjelasan itu dengan baik.


"Wah gila hadiah ulang tahun aja dikasihnya sekolahan uang nya ngalir lagi bener bener sultan dah. Oh iya aku nanti mau ke makam ayah sama ibu jadi disini nya cuman sebentar makanya kamu harus ceritain semua nya sekarang mumpung masih agak lama." Anisa memberi tau kan bahwa dia tidak bisa berlama lama dirumah.


"Kirain mau nginep padahal aku mau ceritain semuanya gaakan cukup kalau waktunya satu jam dua jam. Nginep aja lah kan nanti kamu gak akan ada waktu buat nginep lagi." Angel merengek karena dia ingin Anisa menginap dirumah nya.


"Hmm bagaimana ya aku coba bilang dulu deh supaya besok aja ke makam nya jangan sekarang." Anisa mencoba untuk meminta izin kepada Alex.


Anisa langsung menghubungi Alex lewat sambungan telpon karena tidak mungkin kalau harus langsung pergi ke kantornya. Alex yang menerima telpon itu pun langsung mengangkat nya.


"Hallo Anisa ada apa ini masih jam 12 siang kan nanti ke makam nya." ucap Alex yang dia pikir Anisa akan menanyakan tentang itu.


"Enggak mas ini Anisa cuman mau bilang sekalian izin gimana kalau ke makam nya kita undur aja besok soalnya sekarang Anisa mau nginep disini boleh kan?" Anisa langsung membicarakan intinya.


"Oh begitu ya baiklah menginap lah disana satu malam besok saya akan jemput kamu dan langsung ke makam nanti juga saya sampaikan izin nya ke mommy. Kalau begitu saya tutup dulu soalnya pekerjaan disini masih sangat banyak." Alex langsung menutup telpon nya dan kembali bekerja.


"Gimana An apa kak Alex mengizinkan kamu nginep dulu disini?" Angel bertanya.


"Iya boleh tapi baju aku kan disana semua aku pinjem baju kamu aja lah kan kita sama." jawab Anisa dan akan meminjam baju Angel hanya untuk malam ini saja.


"Oke lah oke banyak tuh di lemari baju aku." ucap Angel.


Di tempat lain Roy yang sedikit mendengar pembicaraan sahabatnya itu langsung berbicara. "Al apa tadi Anisa meminta izin untuk menginap dirumah Angel?"


"Iya biarkan saja mungkin dia ingin menghabiskan waktunya bersama keluarga nya dan juga ya mumpung ada waktu kalau nanti kan susah." jawab Alex.


"Aku masih tidak menyangka kita akan mencintai gadis kecil sahabatan lagi ya ampun kenapa takdir ku selalu saja berdekatan dengan mu Al." Ucap Roy yang masih tidak menyangka akan mempunya kekasih kecil.


"Jangan kan kau aku juga muak terus terusan berdekatan dengan mu dari kecil sampai sekarang tidak ada perubahan di depan mata ku selalu ada kau Roy." ucap Alex yang sama sama bosan.


"Mulai mulai kau selalu saja merasa paling berpengaruh sebel banget beneran lama lama berdekatan dengan kau Roy. Kau ini anak mommy dan daddy juga jadi masalah itu jangan kau khawatirkan." Alex semakin kesal karena kebiasaan Roy mulai kumat.


"Oh iya ya apapun yang aku minta pasti mommy dan daddy kasih." Roy sadar akan kasih sayang orang tua Alex selama ini.


Di tempat lain Renata sedang merancang sebuah rencana untuk membuat kerugian di pihak Angel dan Roy karena sudah jahat menurutnya. "Hmm Roy adalah harapan keluarganya dan Angel adalah anak emas bagi keluarga nya sepertinya kalau aku merusak mereka, hidupnya akan sangat hancur ya ini harus terjadi dan harus berhasil karena aku ingin segera melihat kehancuran mereka berdua."


Entah apa yang direncanakan Renata tapi intinya dia akan membuat sebuah jebakan untuk Angel dan Roy. "Aku punya kenalan yang bisa membantu ku apa dia bersedia. Ya pastinya bersedia selagi ada uang." Renata langsung menghubungi orang itu.


"Halo kawan apa kau masih mengenali ku?" Renata membuka pembicaraan.


"Tentu saja aku mengenali mu ada apa aku sudah tau kau butuh bantuan ku kan langsung katakan saja aku sangat malas berbasa basi."


"Baiklah aku hanya ingin memberikan mu satu orang gadis untuk menjadi orang panggilan di Klub malam mu apa kau mau? Jangan biarkan dia keluar dari sana dan jangan biarkan dia mendapatkan upahnya." ternyata Renata akan membuat Angel menjadi wanita panggilan.


"Baiklah kirim kan profil nya urusan kedepan nya serahkan saja padaku." Renata langsung mematikan sambungan telpon nya karena ingin langsung mengirimkan biodata Angel kepada seseorang itu.


Renata berhasil mengirimkan biodata Angel dan seseorang itu pun sudah menerima nya. Seseorang itu mungkin kenal dengan Angel karena dia terlihat sangat terkejut. "Angel?!"


Di sisi lain Angel yang sedang bersama Anisa terus membicarakan masalahnya saat ini. "Dan apa kamu tau An aku waktu itu diculik maaf aku baru mengatakan ini sekarang karena aku tidak mau kamu down lagi. Tapi aku bisa dengan mudah lolos dari Renata karena ya para penculik nya juga pada gampang disogok."


"Apa tante Renata sebodoh itu? Kenapa dia bisa kalah darimu atau mungkin sahabatku sangat hebat?" tanya Anisa.


"Sepertinya aku yang hebat karena ya Renata juga tidak bodoh." mereka tertawa karena merasa lucu sekaligus meledek lewat tawa itu.


"Tapi aku saranin kamu harus lebih hati hati karena orang yang sudah berambisi itu akan mengambil resiko dan juga kamu harus tegas sama Yang nembak kamu tadi masa kamu mau sia siain kak Roy demi dia." Anisa memberikan saran supaya sahabatnya itu lebih berhati hati.


"Iya An makasih udah selalu ada buat aku tapi sebentar lagi pasti kamu sibuk tapi gak apa apa sih yang terpenting adalah kamu bahagia." Anisa dan Angel berpelukan sampai akhirnya terdengar suara dari balik pintu kamar.


"Angel Anisa ayo makan dulu sayang kalian pasti lapar kan ibu dan ayah tunggu di meja makan." ucap Rika dan langsung kembali turun.


"Ayo An kita makan kamu juga pasti lapar kan dan kangen juga masakan ibu." Akhirnya Anisa dan Angel berjalan untuk menyusul ke meja makan.