End Of Suffering

End Of Suffering
kaos couple


"Hehh gaboleh gitu jodoh kan tidak ada yang tau Nis lagipula keluarga ini pada baik baik semuanya kan walaupun mereka orang kaya tapi enggak sombong kaya orang yang lain lain." ucap bi Ratni.


"Iya bi mereka pada baik baik banget padahal Anisa baru beberapa hari bekerja disini tapi emangnya mereka beneran bakal terima Anisa dengan baik kalau misalkan iya jadi jodohnya?" Anisa ragu karena masalalu nya bisa saja merusak masa depan nya jadi sampai saat ini Anisa tidak mau mencintai laki laki karena dia takut kalau laki laki itu mengetahui masa lalu Anisa laki laki itu akan meninggalkan Anisa.


"Memangnya kenapa Nis ya pasti di terima dong kamu kan anak baik cantik pinter masak pinter ngurus rumah kurangnya dimana coba malahan pasti tuan dan nyonya seneng dapet menantu yang komplit kaya kamu." Ucap bi Ratni yang memuji Anisa.


"Bi sebenarnya Anisa itu udah..." belum selesai Anisa bicara tapi Yulia sudah memanggil Anisa.


"Anisa ayo ikut mommy belanja kita beli baju dan yang lainnya. Ayolah jangan menolak mommy tidak suka penolakan." Ucap Yulia.


(Oh ternyata tuan muda tidak suka dengan penolakan karena turunan dari nyonya.)


"Tapi nyonya bi Ratni gimana nanti sendirian dong." Anisa merasa tidak enak kalau harus meninggalkan bi Ratni.


"Enggak apa apa Nis pergilah bibi udah biasa sendiri itu ajakan nyonya jangan ditolak loh nanti nyonya bisa jadi reog hahaha." ucapan bi Ratni itu sontak membuat Yulia Dan Anisa tertawa, Yulia tidak marah karena mereka sudah biasa bercanda.


"Ih bibi mana ada reog secantik ini, bibi mau nitip apa biar nanti saya belikan. Ayo Anisa cepat siap siap mommy tunggu di depan ya." ucap Yulia.


"Apa saja terserah nyonya." Jawab bibi karena bibi bingung mau apa dan merasa tidak enak walaupun sudah ditawari terlebih dahulu.


Anisa langsung berjalan ke kamarnya untuk bersiap. "Aduh gimana ini aku jadi merasa bersalah sama nyonya dia udah ajak aku beli sesuatu lagi. Gimana dong aku jadi gaenak gini apa aku bilang aja ya kalau aku dan tuan muda cuman pacaran bohongan eh eh jangan deh kasian juga nyonya udah seneng gitu masa mau dirusak. Ah sudahlah biarkan saja seperti ini." Anisa langsung berjalan kedepan karena Yulia sudah menunggu nya.


Tiba tiba Alex turun dari kamarnya dan melihat Anisa akan pergi bersama mommy nya. "Mommy mau kemana ko ajak ajak Anisa gak bilang dulu sama Alex. Anisa jangan pergi mommy itu kalau pergi suka lama nanti kamu telat lagi." ucapan Alex itu dijawab oleh mommy nya. "Memangnya kalian mau kemana? Ko bisa telat sih orang ini masih jam 11.00 . Alex kamu mau ngajak Anisa kemana mommy kan mau belanja sama menantu mommy kamu jangan merusak nya."


"Ya mau pacaran lah mom pake nanya lagi. Jangan lama lama jam 14.00 harus udah pulang soalnya kita kan harus siap siap dulu." ucapan Alex itu membuat Anisa malu karena Alex bilang dia mau pacaran diluar.


"Iya iya udah ah nanti mommy telat lagi. Ayo Anisa kita pergi, Alex pinjem pacarnya sebentar ya hahaha!" Yulia berteriak meminta izin kepada Alex sambil berjalan membelakanginya.


Alex pun kembali ke kamarnya karena dia juga harus mengerjakan sedikit pekerjaan nya supaya Roy tidak kewalahan menangani pekerjaan nya sendirian. Di dalam mobil Yulia dan Anisa sedikit berbincang bincang. "Anisa lain kali ikut mommy ke acara arisan ya mommy kan mau ngenalin kamu ke temen temen arisan mommy." Ucap Yulia.


"Tapi nyonya Anisa takut bikin malu nyonya soalnya Anisa kan masih kecil nanti banyak omongan yang tidak enak. Terus Anisa kan harus bekerja kasian bi Ratni kalau harus bekerja sendirian." ucap Anisa yang menolak ajakan nyonya nya itu secara halus karena Anisa tidak mau ikut ke acara arisan itu apalagi mau dikenalkan sebagai menantu.


"Anisa bi Ratni sudah terbiasa sendiri lagipula kan masih ada asisten rumah tangga yang lain jadi bisa bantuin bi Ratni. Kalau masalah omongan omongan nanti itu hal sepele nanti juga dia malu sendiri kalau berani ngatain kamu." Ucap Yulia yang meyakinkan Anisa untuk ikut ke acara arisan.


"Kalau begitu baiklah Anisa ikut nyonya." jawaban Anisa itu membuat Yulia sangat senang karena sekarang dia sudah punya menantu yang akan dipamerkan dan Yulia juga tidak akan malu jika ada teman nya menanyakan menantu kepadanya.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota nya. Banyak sepasang mata yang melihat Anisa dan Yulia mereka berbincang bincang tentang kedekatan Anisa dan Yulia. "Hey lihat sepertinya gadis kecil itu adalah menantu kesayangan Yulia Bimantara lihat saja belum lama berpacaran dengan anaknya tapi sudah diajak kesini."


"Eh iya ya padahal itu hanya gadis kecil tapi dia bisa merebut hati Keluarga Bimantara aku jadi penasaran siapa sih dia."


Anisa yang sedikit mendengar perbincangan itu menjadi sedikit kurang nyaman karena dia malah menjadi bahan omongan orang orang. Anisa terus menunduk karena malu, Yulia yang melihat itu langsung berkata. "Anisa kenapa kamu menunduk udah tidak apa apa mereka itu sirik aja sama kamu lagi pula ini hal biasa untuk keluarga Bimantara selalu dijadikan bahan omongan orang orang apalagi Alex banyak sekali yang ingin bersama nya." ucap Yulia yang membuat Anisa sedikit cemburu.


(Isshh kenapa aku marah mendengar ucapan nyonya tentang tuan muda yang diinginkan banyak perempuan aku kan bukan pacarnya.)


"Ayo kesana kita pilih pilih pakaian dulu. Mbak keluarkan semua barang terbaru dan terbaik disini karena saya ingin melihat dan membelinya untuk menantu saya." ucap Yulia yang meminta pelayan itu menunjukkan barang keluaran terbaru.


"Baik nyonya." ucap pelayan disana "silahkan nyonya ini semua barang keluaran terbaru dan terbaik nah ini tas cocok untuk nyonya maupun nona ini hanya ada 5 tas saja di seluruh dunia karena ini tas yang terbuat dari bahan terbaik yang dilapisi emas dan dihiasi berlian dan permata."


"Dan masih banyak lagi nyonya silahkan dilihat lihat dulu." ucap pelayan itu dengan ramah.


"Anisa kamu mau yang mana sayang pilih lah dan ambil nanti mommy yang bayar ya." Yulia menyuruh Anisa memilih barang barang yang bagus untuk dibeli.


"Tapi nyonya ini mahal mahal sekali sayang uangnya padahal masih banyak barang bagus yang lebih murah. Saya takut gak cocok pakai semua ini soalnya kemahalan hehe." ucap Anisa yang menyayangkan uang nya juga harus membeli satu barang dengan harga puluhan bahkan ratusan juta.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau barang yang ini ambil barang yang kamu suka saja ya tuh disana masih banyak barang yang bagus. Mbak tolong antar menantu saya buat pilih pilih barang nya ya." Ucap Yulia yang meminta pelayan untuk menemani Anisa.


"Anisa mommy kesana dulu ya mau beliin sesuatu buat semua orang dirumah kamu santai saja pilih barang yang kamu suka." ucap Yulia yang dijawab dengan Anggukan Oleh Anisa.


"Ayo kesini nona disini banyak pilihan barang yang lain ada dress juga silahkan dilihat lihat dulu." ucap pelayan itu dengan ramah.


"Mbak Anisa maunya yang sederhana dan jangan yang mahal ya hehe." Anisa tetap saja tidak mau di pilih kan barang mahal.


"Nona itu calon menantu keluarga Bimantara tapi nona suka kesederhanaan memang tuan muda Alex pintar memilih calon istrinya ya soalnya perempuan jaman sekarang kebanyakan sukanya yang mewah mewah makanya pada ngedeketin tuan muda. Tapi saya yakin tuan muda tidak akan berpaling dari nona karena nona itu perempuan yang terbaik." ucap pelayan itu dan dijawab oleh Anisa. "Eh mbak ini bisa aja. Mbak Anisa mau yang itu kayanya itu cocok deh di Anisa enggak terlalu terbuka jadi masih aman buat dipakai." Anisa menunjuk salah satu dress yang tidak terlalu terbuka.



"Boleh nona mau yang mana lagi?"


"Apa lagi ya Anisa gak enak kalau kebanyakan beli ini itu kan bayarnya pake uang nyonya." ucap Anisa yang bikin pelayan disana geleng geleng kepala sambil tersenyum.


"Nona jangan khawatir Nyonya Bimantara itu sangat baik apalagi ke orang yang dia sayang dia pasti mau lakuin apa aja. Kalau saya boleh rekomendasi kan itu ada heels dan tas yang cocok dengan dress ini nona apa nona mau mengambil nya?" Ucap pelayan itu dan merekomendasikan salah satu barang nya.


"Iya mbak Anisa ambi, udah aja itu juga udah banyak. Anisa kesana dulu ya mbak itu tolong di totalin dulu nanti Anisa ambil." melihat pelayan itu sudah mengangguk Anisa langsung pergi menghampiri Yulia.


"Nyonya Anisa sudah memilih nya tadi Anisa milih dress , heels , sama tas. Itu bakalan mahal enggak ya soalnya bagus bagus tapi enggak apa apa nanti gaji Anisa di potong aja nyonya." Dengan polosnya Anisa meminta agar gaji nya dipotong saja untuk membayar belanjaan nya tadi.


"Anisa Anisa kamu ini benar benar menantu kecilku sudah tenanglah itu semua mommy yang bayar dan gajimu tidak akan dipotong. Ayo kita bayar dulu belanjaan ini, ini semua buat orang yang ada dirumah biar mereka senang." ucap Yulia dan mengajak Anisa untuk membayar belanjaan nya.


Setelah semuanya sudah di kemas mereka membawa beberapa paper bag dan keluar dari toko itu dan berjalan menuju mobil. "Pak ini ada kameja dan celana untuk bapak diterima ya." Yulia menyodorkan salah satu paper bag untuk pak supir. "Terimakasih nyonya, biar saya bantu masukin belanjaan nya ke belakang." pak supir langsung berterima kasih.


Di sisi lain Alex yang sedang latihan berbicara untuk meminta maaf kepada Anisa kesal karena dia tidak menemukan kata kata yang indah untuk dia ucapkan. "Astaga kenapa sesulit ini padahal hanya perlu bilang minta maaf saja tapi kenapa sangat sulit. Ini lebih sulit daripada mengatasi masalah di perusahaan yaampun."


"Akkhhh sudah lah nanti saja langsung bicara tidak usah latihan latihan emangnya mau lomba minta maaf. Mommy dan Anisa kenapa belum pulang juga padahal ini udah waktunya mereka pulang, mommy ini kebiasaan suka lama kalau urusan belanja."Alex melihat kearah jam dinding nya dia melihat waktu sudah menunjukkan pukul 14.35


Tiba tiba dia mendengar teriakan mommy nya yang memanggil namanya. "Alex Alex turun lah mommy membeli kan sesuatu untuk mu cepatlah."


"Mommy ini berisik sekali kenapa harus berteriak memangnya aku anak kecil." Alex dengan malas turun ke lantai bawah karena dia dipanggil oleh mommy nya.


"Ada apa mom? Kenapa kalian pulang nya telat. Kalau urusan belanja mommy selalu lama makanya Alex ragu untuk mengizinkan Anisa ikut dengan mommy." Ucap Alex.


"Sudahlah Al hanya telat beberapa menit saja Jangan dipermasalahkan. Ini mommy belikan baju couple buat kamu sama Anisa soalnya mommy suka lihat pasangan kekasih lainnya yang suka pakai baju yang sama jadi mommy juga mau melihat kalian seperti itu." Yulia mengeluarkan 2 kaos berwarna putih dan bergambar kartun perempuan dan laki laki.


Pfftt Anisa menahan tawanya melihat kelakuan nyonya nya itu yang seketika membuat Alex melirik tajam kearah Anisa. "Hey kenapa kamu tertawa apa kamu bekerja sama dengan mommy untuk membeli ini. Tidak mom Alex tidak mau memakai nya ini sangat alay lagi pula Alex sudah dewasa tidak pantas memakai pakaian seperti ini."


"Alex apa kamu menolak Keinginan mommy apa kamu tega melihat mommy sedih kamu mau jadi anak durhaka? Mommy belinya mahal loh." Yulia seakan akan sedih dengan penolakan Alex supaya Alex berubah pikiran dan mau memakainya.


"Ya ya ya Nanti Alex akan memakainya."Dengan terpaksa Alex menuruti keinginan mommy nya itu.


"Tapi tuan muda masih pantas ko pakai baju itu lagian tuan muda masih kelihatan muda dan tampan jadi cocok cocok saja." Anisa tidak sadar akan ucapan nya itu yang membuat Alex salah tingkah.


(Astaga Bocah ini membuat ku salah tingkah saja tapi memang faktanya aku ini tampan dan masih terlihat muda walaupun umurku sudah 28 tahun.)


"Hahaha Anisa lihatlah Alex salah tingkah dengan ucapan mu barusan dia malu karena kamu memujinya." Yulia menggoda Alex.