End Of Suffering

End Of Suffering
kita dibohongin


Beberapa lama kemudian Roy akhirnya sampai di rumah Angel. Angel yang melihat itu langsung berlari menuju mobil karena ingin segera pergi ke rumah Bimantara.


"Ayo cepatlah kak jangan lambat seperti ini." Angel sangat kesal karena Roy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang cenderung lambat.


"Sabar dong emang kamu mau kita celaka? Bukan nya nengokin Anisa kita malah masuk rumah sakit dan membuat semua orang repot." Roy memberikan penjelasan kenapa dia melajukan mobilnya dengan lambat.


Akhirnya beberapa lama kemudian mereka sampai Angel langsung berlari meninggalkan Roy dan masuk kedalam rumah. "Anisa Anisa ini aku!" Angel berteriak dan membuat semua orang disana melihatnya.


"Angel kak Roy mana?" Anisa menanyakan keberadaan Roy.


Roy langsung menampakkan diri dihadapan semua orang dan langsung duduk di sofa yang kosong bersama Angel. Anisa langsung berdiri yang membuat Angel dan Roy sangat terkejut.


"Anisa! Apa kamu... Benarkah? Apa ini bukan mimpi?" Angel langsung lompat kegirangan karena melihat sahabatnya itu sudah sembuh.


"Iya Angel Anisa sudah sembuh dan mommy ada rencana syukuran mau bagi bagi hadiah ke tetangga di komplek ini." ucap Yulia kepada Angel.


"Benarkah? Angel juga kebagian dong hadiah nya masa enggak." Angel bercanda mengenai hadiahnya.


"Sudahlah tenang saja kamu bantuin mommy nanti mommy kasih hadiah yaitu anak mommy Roy Fernando hahaha." ucapan Yulia itu membuat semua orang tertawa.


"Kalau itu tidak usah dijadikan hadiah orang kak Roy emang sudah jadi milik Angel." Angel sedih karena tidak dapat hadiah.


Akhirnya mereka menghabiskan waktu sampai larut malam dengan mengobrol dan makan makan Angel yang pamit pulang dan diantar oleh Roy.


"Kak apa Angel besok sudah boleh bersekolah?" Angel bertanya tentang sekolahnya.


"Sekolah saja lagi pula rencana kita sudah berhasil orang suruhan ku juga sudah pada kembali ke posisi masing masing." Jawab Roy yang mengizinkan Angel untuk bersekolah.


"Baiklah." beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai dirumah Angel. Roy tidak bisa mampir karena sudah malam dan lelah ingin cepat beristirahat.


Kembali ke rumah keluarga Bimantara Alex dan Anisa sedang berbicara mengenai rencana lamaran dan pernikahannya.


"Foto prewedding nya mau konsep apa ya?" Anisa bingung karena mereka akan memilih konsep apa dalam sesi poto prewedding nya.


"Gimana kalau mafia saja kayaknya keren deh." usul Alex untuk konsep prewedding mereka.


"Hmm bagus juga boleh deh boleh." Anisa menyetujui usulan dari Alex.


"Kalau Anisa maunya nanti pas lamaran pakai gaun warna pink ya karena manis gitu keliatan nya." Anisa menginginkan gaun berwarna pink saat acara lamaran nya nanti.


"Nanti diabetes dong saya kamu nya kan udah manis ditambah pakai gaun pink jadi tambah manis." Alex menggombal yang membuat pipi Anisa menjadi merah karena malu.


"Aku harus membuat dia malu karena besok dia tidak bisa hadir dan melakukan tugas dekorasi untuk festival. Aku harus pergi mengecek dia apakah dia masih hidup atau tidak." Renata berencana untuk pergi ke gedung tempat Angel di kurung sebelum nya. Renata tidak mengetahui bahwa disana sudah tidak ada siapa siapa lagi.


Di tempat lain di pulau terpencil Bella dan Ayahnya bekerja keras sekuat tenaga untuk bertahan hidup mereka sudah tidak bisa melakukan apa apa karena tubuh mereka sudah tidak berdaya.


"Our father has no hope anymore. My body is helpless. We can only wait for our death. This is completely beyond my expectations. This might even be equivalent to torment in hell."


(ayah kita sudah tidak punya harapan lagi tubuhku sudah tidak berdaya lagi kita hanya mampu menunggu kematian kita saja. ini benar benar diluar dugaan ku ini bahkan mungkin setara dengan siksaan di neraka.)


"we really made a mistake, we should be smarter in doing something. because we are like this, there is no hope anymore to get up and play again with the Bimantara family."


(kita benar benar salah langkah seharusnya kita lebih pintar lagi dalam melakukan sesuatu. karena kita sudah seperti ini memang sudah tidak ada harapan lagi untuk bangkit dan kembali bermain main dengan keluarga Bimantara.)


"don't they have mercy on us they don't even come here anymore. do they not have the slightest sympathy seeing our helpless situation."


(apa mereka tidak punya belas kasihan kepada kita bahkan mereka tidak datang kesini lagi. apa mereka tidak ada rasa simpati sedikit pun melihat keadaan kita yang sudah tidak berdaya ini.)


"It's okay, bella, now we have to accept this fact, even dad can't be like this, maybe in a while dad will leave this cruel world to go to another world and come back to have a new life."


(sudah lah bella sekarang kita harus menerima kenyataan ini ayah pun sudah tidak bisa seperti ini mungkin beberapa saat lagi ayah akan meninggalkan dunia yang kejam ini untuk menuju alam lain dan kembali mempunyai kehidupan baru.)


Bella dan ayahnya sudah merasa sangat lelah dan sudah menerima apapun yang terjadi dengan sangat pasrah.


Di tempat lain Renata sudah sampai di gedung yang sangat tua yang sempat dia pakai untuk mengurung Angel. Dia berjalan menuju ruangan itu tapi saat dia membuka pintu dia tidak menemukan Angel sama sekali.


"Angel! Kemana bocah itu apa mereka sudah membohongi ku kemana mereka semua arrgghh sialan semua rencana ku gagal pasti ini karena laki laki sialan itu Roy Fernando aku sangat membenci mu sialan!" Renata langsung berlari untuk menuju ke rumah Roy dan ingin melakukan sesuatu.


Di dalam perjalanan Renata bener benar melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia ingin segera sampai di rumah Roy.


"Dia benar benar membuatku marah apa dia sudah ingin mati apa dia benar benar menantang ku dia sudah membunuh ayahku begitu juga dengan semua aset keluarga sudah dia ambil benar benar manusia licik."


Setelah beberapa lama akhirnya Renata sampai dirumah Alex dan langsung menggedor pintunya dengan sangat kencang yang membuat Roy langsung turun dan membuka pintu.


"Ada apa kau kemari aku sangat tidak berharap kau datang kerumah ku yang suci ini." Roy sangat malas melihat kedatang Renata yang sangat tidak penting.


"Hahaha kau ini memang manusia licik aku sudah tidak mau berakting lagi karena ini semua membuat ku sangat muak tujuan ku kembali kepadamu adalah untuk membalaskan kematian ayahku yang begitu kejam ditangan mu." Roy yang mendengar itu langsung marah karena teringat peristiwa yang merenggut kedua orang tuanya.


Roy langsung mendekati Renata dan mencekik Renata. "Apa kau bilang? Aku membunuh ayahmu! Hah! Bukan aku tapi ayahmu sendiri yang menyerah kan nyawa nya kepada ku karena dia lah yang sudah memisahkan aku dengan kedua orang tua ku. Apa kau tau laki laki tua itu yang sudah membuat kedua orang tua ku celaka tepat di hari kelulusan ku. Apa kau pernah membayangkan betapa sakitnya seorang anak yang kehilangan kedua orang tuanya secara tragis hah!!!!!"


Roy benar benar marah dan terus menguatkan cekikan nya dileher Renata dan membuat Renata hampir tidak bisa bernafas. Renata berusaha melepaskan cekikan Roy tapi tidak bisa karena kalah tenaga.