
"Sudah ayo jangan terus menangis nanti kamu telat." Roy dan kedua orang tuanya langsung pergi tapi mereka pergi dengan mobil yang berbeda karena Roy berangkat bersama Alex.
Di perjalanan Alex saling bercanda gurau dengan Roy karena mereka memang sangat dekat begitu juga dengan kedua orang tuanya.
"Roy lihatlah rambutmu itu terlalu basah dan membuat mu semakin jelek." ucap Alex yang meledek rambut Roy.
"Alex lihatlah mukamu apa kau menggunakan bedak mukamu sangat cemong hahaha." Roy membalas ledekan sahabatnya itu.
Tapi tiba tiba banyak mobil yang menyalip mereka dan menembak mobil di depan yang tidak lain adalah mobil yang ditumpangi kedua orang tua Roy.
Dor dor dor dor!!!!!
Ban mobil itu langsung meledak begitu juga dengan kaca mobil yang pecah. Mobil itu sudah tidak bisa dikendalikan dan masuk jurang yang sangat dalam sampai mobil itu meledak.
Aaaaaaaa!!!!!!
Duaaarrrrrr!!!!!!!
"Mommy daddy!!!!" teriakan Roy sangat terdengar keras dan menyedihkan karena dia melihat sendiri kecelakaan naas yang menimpa kedua orang tuanya.
Alan yang mengendarai mobil itu langsung berhenti karena sangat terkejut melihat kedua sahabatnya kecelakaan yang begitu tragis. Setelah mobil berhenti Roy langsung berlari keluar dan berniat untuk lompat ke jurang tapi ditahan oleh Alex dan Alan.
"Mommy daddy hiks hiks arrgghhhh mommy daddy." Roy tidak kuat melihat kejadian di depan matanya tadi dia terus menangis histeris melihat kedua orang tuanya.
Yulia yang melihat itu langsung lemas karena melihat keadaan Roy yang begitu menyakitkan. Yulia langsung memeluk Roy dengan penuh kasih sayang Roy terus menangis dan memeluk erat Yulia.
Alan yang melihat itu langsung menghubungi mata matanya untuk mencari tau siapa yang sudah melakukan ini padanya. Alex yang melihat itu langsung tersulut amarah nya karena dia tidak bisa tahan jika melihat Roy menangis.
"Roy kau jangan menangis karena itu sangat membuat aku menjadi sakit. Tenanglah aku akan mencari siapa orang yang menyebab kan kecelakaan ini apa kamu mau memotong motong tubuhnya?" Roy yang mendengar itu langsung berhenti menangis dan berpikir untuk menyetujui ajakan Alex.
"Ya aku sendiri lah yang akan memberikan dia penderitaan." Dari mulai hari itu Alex dan Roy terbiasa memotong motong bahkan menyiksa musuhnya tanpa ampun.
Alex dan Roy tidak bisa menghadiri acara kelulusan nya karena insiden itu tapi mereka tetap lulus. Setelah petugas disana bisa mengevakuasi kedua orang tua Roy, Roy tidak bisa menangis ketika melihat jasad kedua orang tuanya yang sudah berlumuran darah.
"Mommy daddy lihatlah anak kalian, aku sudah tidak bisa meneteskan air mata ku karena kalian yang menyuruhku untuk kuat dan bisa mengendalikan semuanya." Roy berbicara kepada jasad kedua orang tuanya yang dilihat oleh Alex Alan dan Yulia.
Yulia mencoba membangunkan Roy dari duduknya karena mereka akan segera pergi ke rumah sakit untuk mengurus jasad kedua orang tuanya. Sampai waktunya tiba pemakaman pun selesai Yulia disana berbicara di pusaran makam mommy nya Roy. "Tenanglah disana aku akan menjaga anak mu kawan karena dia adalah anakku juga aku akan mencintai menyayangi dan menjaga dia seperti aku menjaga mencintai menyayangi Alex sekarang mereka adalah anakku."
Begitu juga alan dia berjanji kepada daddy nya Roy untuk mendidik Roy menjadi laki laki yang sangat berguna. Akhirnya mereka pulang ke rumah keluarga Bimantara, saat masuk kedalam rumah Alan mendapatkan telepon dari salah satu orang yang tadi dia suruh untuk mencari tau siapa yang melakukan hal itu.
"Roy apa kamu mempunyai hubungan dengan seseorang?" Roy yang mendengar itu seketika heran kenapa tiba tiba Alan menanyakan hal itu.
"Iya dad." Alan yang mendengar jawaban itu langsung paham kenapa hal ini bisa terjadi.
"Oh begitu ya. Baiklah besok Alex dan Roy ikut daddy karena daddy akan mempertemukan seseorang yang sangat kalian senangi." Alex dan Roy saling melihat dan mungkin mereka menanyakan siapa yang akan mereka temui secara tidak langsung.
Roy masih begitu sedih atas kematian kedua orang tuanya dia tidak bisa tertidur bahkan dia tidak mau makan sama sekali sampai dia bisa membalas kan dendam nya. Alex yang melihat itu segera menghampiri sahabatnya itu.
"Roy kau jangan seperti ini terus menerus karena apa kau tau inilah yang diinginkan mereka. Mereka menginginkan kau menderita cobalah untuk menggagalkan rencana mereka dengan cara kau bangkit dari kesedihan ini. Ya aku tau ini memang tidak semudah yang dibayangkan tapi yang harus kau ingat adalah mommy daddy dan aku selalu menyayangi mu kami akan menjagamu." Roy yang mendengar itu sangat bahagia campur haru karena memang dia masih diberi keluarga lain yang sangat menyayangi nya.
"Kau benar aku harus kuat dan aku harus memegang kata kata daddy dan mommy. Aku akan berusaha menjadi seorang pria yang kuat dan tangguh bahkan bisa mengendalikan semuanya aku janji." Akhirnya Roy mau tertidur sampai keesokan harinya.
Pagi hari sudah tiba Alex,Alan dan Roy sudah bersiap untuk pergi. Mereka pergi ke ruang eksekusi bawah tanah disana mereka melihat ada banyak orang dan salah satu dari orang itu Roy mengenali nya.
Roy yang sudah tidak bisa mengendalikan amarah nya langsung saja menendang muka laki laki paruh baya itu yang tidak lain adalah ayah dari Renata amanda.
"Apa kau sudah gila kakek tua apa kau tidak cukup untuk menyiksaku kenapa harus kedua orang tuaku kenapa tidak aku saja yang kalian bunuh." Roy sudah tidak bisa memaafkan kesalahan Ayah dari Renata, Roy terus terusan menghajarnya sampai dia tidak sadarkan diri.
Berbeda dengan Alex dia bermain main dengan pisau kesayangan nya dia terus menggoreskan pisau nya ke tubuh anak buah ayahnya renata. Alan yang melihat itu hanya bisa terdiam karena tugasnya sudah selesai yaitu membuat keluarga Renata hancur karena semua asetnya sudah diambil alih oleh Alan.
"Alex Roy kalian bermain lah sampai puas lampiaskan semua amarah kalian kepada nya karena memang mereka pantas menerima nya." ucap Alan membiarkan mereka menyiksa orang orang jahat itu.
Roy dan Alex semakin membabi buta memberi pelajaran kepada mereka sampai akhirnya satu persatu meregang nyawa dan tubuh mereka pun seperti biasa diberikan kepada harimau dan buaya peliharaan Alex.
Flashback off
"Terimakasih Al, kau mommy dan daddy sudah menyayangi ku sampai saat ini tanpa kalian mungkin hidupku sudah sangat hancur." Roy menunduk kan kepalanya karena merasa sedih.
"Sudahlah kau itu kembaran ku kita harus bahagia bersama sama oke. Dan satu lagi tolong bereskan pekerjaan ku ya karena aku ingin bersantai-santai dulu hahaha." Roy yang mendengar itu langsung merasa kesal karena ulah Alex.
"Ya ya penerus keluarga Bimantara memang harus santai karena ada asisten nya yang bekerja keras yaitu aku." ucap Roy sambil mengerjakan dan memahami semua berkas disana.
(Apa dia tidak overdosis terus menerus bersantai bukan kah dari minggu minggu kemarin dia bersantai karena tidak masuk kantor astaga nasib nasib. Tapi tidak apa lah ini juga sebagai balas budi ku kepada keluarga Bimantara karena sudah menjaga merawat dan menyayangiku sebagai anaknya.)
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang sekarang adalah waktunya Angel untuk pulang. Di parkiran ada seseorang yang sedang menunggu Angel dan dia akhirnya melihat Angel dan langsung memanggilnya.
"Baby!"