
"Anisa kita mau langsung pulang atau mau kemana dulu gitu siapa tau kamu mau beli sesuatu?" sebelum pulang Yulia bertanya dulu kepada Anisa karena siapa tau Anisa mau pergi ke suatu tempat dulu.
"Tidak mom Anisa mau langsung pulang aja soalnya Anisa lumayan capek juga mending istirahat di rumah." Jawab Anisa yang ternyata memutuskan untuk langsung pulang.
"Baiklah ayo kita pulang." Yulia dan Anisa langsung pulang menggunakan mobil pribadinya.
Di sekolah Angel sedang menunggu taxi karena dia sudah pulang. "Eh Angel nanti mau mampir dulu ke rumah aku enggak? Atau mau langsung pulang?" tanya teman sekelas Angel.
"Kayaknya langsung pulang soalnya aku mau pergi takutnya telat maaf ya next time deh aku mampir." jawab Angel yang tidak bisa mampir karena sudah ada janji dengan Roy.
Dan tidak lama kemudian taxi pun datang mereka langsung masuk dan pulang kerumah masing masing. Di kantor Alex yang melihat Roy sangat tekun sekali mengerjakan pekerjaan nya dan membuat heran.
"Roy kelihatan nya kau sedang terburu buru dan cepat sekali mengerjakan semua pekerjaan nya memangnya kau ada rencana akan pergi kemana dan bersama siapa?" Alex bertanya sambil mengerjakan pekerjaan nya juga.
"Rencana nya aku akan mengunjungi makam mommy dan daddy dan aku juga mengajak Angel kesana karena aku ingin mengenalkan Angel kepada mommy dan daddy." jawab Roy.
"Oh begitu aku juga sudah lama tidak kesana mungkin nanti sebelum acara aku akan berkunjung kesana untuk memberi tau mereka bahwa aku akan segera menikah." Alex juga sudah lama tidak kesana dan berencana untuk mengunjungi nya.
"Baiklah pergi saja Karena kau juga sudah dianggap anak oleh mommy dan daddy ku kalau kau tidak meminta restu nanti kau jadi anak durhaka." Ucap Roy yang masih tetap sibuk dengan pekerjaan nya.
Di perjalanan Angel yang tinggal sendiri karena teman nya sudah turun dia melamun. (Apa aku siap untuk bertemu dengan kedua orang tuanya kak Roy nanti? Aku takut jika mereka tidak akan merestui hubungan ku dengan kak Roy. Tapi aku yakin pasti mommy dan daddy nya kak Roy akan menyetujui apapun itu yang membuat anaknya bahagia.)
Tidak lama kemudian taxi pun sampai di depan rumah, Angel langsung masuk dan bersiap untuk pergi bersama Roy.
"Ibu Angel sudah pulang." Angel langsung salam kepada ibunya.
"Angel kamu seperti buru buru memangnya mau kemana lagi?" Tanya Rika karena melihat anaknya sangat buru buru.
"Oh iya Angel lupa mau minta izin buat nemenin kak Roy ke makam orang tuanya boleh tidak bu?" Angel lupa belum meminta izin tentang hal itu.
"Ya sudah pergi lah tapi jangan pulang malam nanti ayah mu akan marah kepada kita." Rika pun mengizinkan Angel untuk pergi tapi dengan syarat yang biasa.
"Oke bu Angel mau siap siap dulu ya." Angel langsung berlari menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap.
Akhirnya sekarang tepat pukul 4 sore Roy ternyata sudah menunggu Angel dan sedang berbicara dengan Rika. "Eh kak Roy udah sampai ternyata maaf tadi Angel agak lama." Angel yang baru datang langsung saja dimarahi Rika karena terlalu lama.
"Tidak apa apa bu lagi pula kita tidak buru buru. Kalau begitu kita pamit dulu bu." Angel dan Roy salam kepada Rika karena mereka akan pergi.
Di dalam perjalanan Roy sesekali melirik Angel yang terlihat sangat cantik dan imut membuat dirinya semakin yakin untuk mencintai dan menyayangi Angel. "Angel kenapa kamu cantik sekali arrgghh aku jadi membayangkan betapa cantik dan tampan nya anak kita nanti karena mempunyai orang tua yang sangat cantik dan tampan ini."
Angel yang mendengar itu seketika salah tingkah. "Hmm dasar kak Roy gombal mulu. Soal anak masih kejauhan nikah nya aja belum tunggu aja sampai lulus sekolah kalau ayah dan ibu mengizinkan itu juga."
"Baiklah akan aku tunggu walaupun masih lama karena aku akan tetap bersamamu. Tapi aku sangat khawatir nanti aku akan bertambah tua sedangkan kamu masih cantik cantiknya aku takut nanti kamu akan berpaling dari ku dan pergi bersama laki laki lain." Roy sangat mengkhawatirkan hal itu karena jika lama lama tidak dinikahi Angel akan direbut oleh laki laki lain.
Mendengar itu Angel langsung tertawa karena dia tidak habis fikir kenapa Roy bisa berpikiran negatif seperti itu. "Hahahaha astaga kak Roy kak Roy ada ada saja mana mungkin Angel meninggalkan kak Roy. Cukup kak Roy saja karena kak Roy sudah membuat Angel bahagia dan orang tua Angel juga seperti nya merestui hubungan ini. Jadi Angel sama sekali tidak berpikiran untuk mencari laki laki lain dan juga kak Roy tidak terlihat tua malahan tambah tua tambah tampan."
"Kamu ini kecil kecil jago gombal dasar." Roy dan Angel akhirnya sampai setelah beberapa lama perjalanan mereka langsung berjalan menuju makam kedua orang tua Roy.
"Assalamualaikum mom dad Roy kesini karena Roy merindukan kalian. Apa kalian bahagia di sana? Kalian pasti sudah tenang karena melihat Roy sudah bahagia disini lihatlah Roy membawa seseorang yang membuat hidup Roy bahagia. Dia perempuan yang akan menemani hari hari Roy kedepan nya dia akan menjadi menantu kalian." Tanpa Roy sadari dia sudah meneteskan air mata nya dia sudah tidak bisa lagi menahan air mata nya.
Angel yang melihat itu langsung mencoba menenangkan Roy dengan cara memeluknya dan Angel pun berbicara di depan makam kedua orang tua Roy. "Angel janji. Angel akan terus membahagiakan dan menjadi penyemangat dalam hidup kak Roy dan Angel juga akan terus menemani kak Roy dalam keadaan apapun."
Roy yang mendengar itu langsung tersenyum kepada Angel dan memeluk kekasih nya itu dengan penuh kasih sayang. Mereka menabur bunga dan membaca yasin untuk kedua orang tua Roy. Setelah selesai mereka langsung pulang karena cuaca juga sudah menunjukkan akan turun hujan.
"Kak Roy jangan sedih lagi ya kan masih ada Angel ada keluarga juga yang sayang sama kak Roy." di dalam mobil Angel mencoba menguatkan kembali Roy karena kelihatan nya Roy masih sangat sedih.
"Iya terimakasih karena sudah mau bersama ku sekarang aku sudah benar benar menyayangi dan mencintai mu dan ternyata aku tidak salah memilih mu menjadi pendamping hidup ku ini." ucap Roy.
Di rumah keluarga Bimantara Yulia dan Anisa yang baru saja sampai langsung masuk kedalam rumah karena mereka ingin beristirahat.
"Anisa kamu istirahat saja ya karena mungkin minggu minggu depan kegiatan persiapan nya akan bertambah dan mommy tidak mau kamu down." Yulia menyuruh Anisa banyak istirahat karena kondisi nya belum sepenuhnya sembuh.
"Iya mom kalau gitu Anisa langsung ke kamar ya." Anisa langsung berjalan menuju kamar nya.
Di dalam kamar Anisa langsung merebahkan tubuhnya dia memeluk boneka disana dan langsung meneteskan air mata nya karena nanti dihari bahagia nya tidak ada sama sekali orang tuanya yang mendampingi nya.
(Ayah ibu apa kalian tega melihat anak kalian tidak ada yang mendampingi? Apa kalian akan merasa tenang saat aku merasa kesepian tanpa kalian. Ini Sangat menyakitkan dihari kebahagiaan ku nanti akan jadi hari yang paling menyakitkan juga Tapi aku yakin kalian pasti bahagia kan melihat anak kalian ini menemukan kebahagiaan nya.) Anisa terus menangis sampai akhirnya dia tertidur.