End Of Suffering

End Of Suffering
Koma


Angel berlari menuju kearah ibunya dia berteriak dan menangis.


"Ibu hiks Anisa bu." Angel tidak bisa berkata kata lagi karena dia sudah tidak bisa menahan tangisnya.


Roy pun ikut masuk karena dia yang akan menjelaskan semuanya tentang kejadian tadi yang menimpa Anisa. "Maaf bu sebelumnya perkenalkan nama saya Roy saya temannya Alex Bimantara. Saya mengantar Angel karena tadi ada kejadian yang sangat tidak mengenakan Anisa mengalami kecelakaan dia ditabrak saat akan menuju mobil di parkiran. Anisa sudah dibawa ke rumah sakit Bimantara dan sedang menjalani perawatan." Roy memberi tau kan kejadian itu dan dia langsung pamitan karena dia akan menyelidiki kecelakaan yang menimpa Anisa.


"Saya permisi dulu bu karena ada urusan yang harus saya urus." Ibu pun mengangguk dan Roy pun segera pergi.


"Anisa kenapa ini bisa terjadi siapa yang beraninya mencelakai anakku!" ibu pun tak kuasa menahan tangisnya dia langsung memeluk erat Angel. Ibu segera menghubungi Ayah karena ayah belum mengetahui hal ini.


Kecelakaan yang menimpa Anisa sudah terdengar di telinga keluarga Bimantara mereka sangat terkejut mendengar Anisa mengalami kecelakaan. "Dad daddy ayo kita ke rumah sakit mommy mau melihat Anisa. Siapa yang beraninya mencelakai Anisa dad, anak itu kenapa ada yang menjahati dia padahal dia anak yang sangat baik tapi kenapa ada orang yang tega menyakiti dia."


Akhirnya Tuan dan nyonya Bimantara pun segera pergi menuju rumah sakit. Di sisi lain Alex yang semakin cemas dan kesal kenapa Anisa belum juga beres di tangani. Alex tidak sadar kalau mommy dan daddy nya juga ternyata berada disana .


"Alex bagaimana keadaan Anisa apa dia parah? Astaga bagaimana ini mommy sangat khawatir."


"Alex belum tau mom dari tadi dokter belum keluar keluar Alex juga kesal kenapa lama sekali." Alex benar benar kesal dia mengacak ngacak rambutnya karena sangat cemas.


"Sabar lah Alex mom pasti Anisa akan baik baik saja Apa kalian meragukan kemampuan dokter di rumah sakit milik kalian sendiri?" Tuan Bimantara pun mencoba untuk menenangkan anak dan istrinya itu.


Ceklek suara pintu terbuka dan akhirnya dokter dan perawat yang tadi menangani Anisa pun keluar. "Maaf Tuan Nyonya dan tuan muda Pasien mengalami luka yang sangat parah bukan hanya fisik nya tetapi mental nya juga karena besar kemungkinan ada satu kejadian di masalalu yang membuat dia menjadi seperti ini. Pasien mengalami Koma mohon tuan dan nyonya bantu kami dengan doa karena kami akan bekerja semaksimal mungkin agar pasien bisa selamat. Permisi tuan nyonya saya harus menangani pasien yang lain." Dokter itu pun berjalan meninggalkan mereka.


Alex langsung memasuki ruangan itu dia melihat Anisa yang sedang terbaring sangat lemah dalam keadaan kritis. Entah kenapa Saat itu Alex merasa sangat hancur melihat Anisa dalam kondisi seperti ini. (Anisa kenapa kau berani sekali membuat ku menjadi seperti ini kenapa kau membuatku sakit bangunlah.)


"Alex Kamu kenapa apa kamu mencemaskan calon istrimu ini?" Tanya daddy yang sedikit menjahili anaknya itu dengan pertanyaan seperti itu.


"Dia pacarku dad sudah jelas aku mencemaskan nya aku bisa gila kalau dia pergi dariku arrgghh. Sudahlah dad Alex pergi dulu." Alex pergi meninggalkan Alan karena dia harus menemui Roy.


"Dad Alex mau pergi kemana?" Tanya Yulia yang melihat kepergian anaknya itu.


"Tidak tau tapi seperti nya dia akan pergi untuk menyelidiki tentang kecelakaan Anisa." ucap Alan yang sangat tau karakter anaknya.


"Mommy harap dia tidak melakukan hal yang tidak tidak karena dari kecil kalau dia terluka dia tidak akan sadar dan bisa membuat orang yang melukai nya itu celaka bahkan meregang nyawa." Yulia khawatir kalau Alex akan kehilangan kendali akan dirinya sendiri.


Tak lama kemudian Angel ayah dan ibu sampai di rumah sakit mereka sangat cemas dengan keadaan Anisa. Akhirnya mereka masuk dan melihat Anisa dalam keadaan kritis ibu dan Angel tidak kuasa menahan tangisnya karena Anisa penuh dengan luka. "Sayang kenapa kamu selalu seperti ini kenapa tidak ibu saja nak ibu tidak bisa melihatmu terluka seperti ini."


Yulia yang mendengar itu seketika heran karena tadi yang diucapkan ibu Angel itu menyebutkan bahwa Anisa selalu seperti ini berarti Anisa bukan pertama kali nya mengalami kondisi seperti ini. Karena sangat penasaran nyonya menghampiri ibu Angel dan langsung memeluknya, Yulia membawa ibu Angel keluar untuk menenangkan dirinya dan sekaligus ingin bertanya tentang Anisa.


"Tenanglah Anisa pasti baik baik saja. Saya juga tau pasti kalian sangat terluka kan melihat anak kalian mengalami kejadian seperti ini tapi cobalah untuk kuat karena jika Anisa melihat kalian sedih pasti dia jauh lebih sedih lagi." Yulia pun tersenyum kepada ibu Angel.


"Iya nyonya tapi saya selalu sakit melihat Anisa kembali mengalami kondisi seperti ini dia itu anak yang sangat baik tapi kenapa cobaan dan kehidupannya begitu kejam." ucap ibu Angel.


"Maksudnya Anisa pernah mengalami hal seperti ini? Apa saya boleh tau apa yang sebenarnya terjadi sampai Anisa harus bekerja di usianya yang masih sangat muda." Tanya Yulia.


"Ini memang sulit untuk diungkapkan tapi bagaimana pun hal ini harus diketahui dan tidak mungkin disembunyikan terus menerus. Anisa itu sebenarnya dia sudah menjadi seorang janda dia dinikahkan paksa oleh ayah tirinya karena tidak bisa melunasi hutang nya kepada Tino. Anisa hanya dinikahi karena dia sebagai jaminan hutang ayah tirinya hidup Anisa sangat hancur karena dia hanya dijadikan pembantu bukan seorang istri sungguhan." ibu Angel menangis karena harus menceritakan kehidupan pahit Anisa.


"Kenapa mereka jahat sekali Anisa anak yang malang kenapa kehidupannya sesakit ini. Dia anak yang sangat kuat dan baik pasti dia akan mendapatkan kebahagiaan nya." Yulia terkejut mendengar hal itu hidup Anisa benar benar sangat kejam karena harus mengalami kejadian sejahat itu.


"Tino hanya menginginkan anak laki laki. Disaat Anisa mengandung dan ternyata anak nya adalah perempuan Anisa di siksa terus menerus sampai dia kehilangan anaknya dan kondisi nya pun sangat buruk. Tino meninggalkan Anisa begitu saja setelah dia membunuh anaknya dan mencelakai Anisa."


"Astaga Anisa, benar benar kejam kenapa ada orang sejahat itu dia bahkan membunuh anaknya dan membuat istrinya terluka." Yulia benar benar terkejut karena ternyata Anisa benar benar menderita.


"Ya pastinya dia sudah saya anggap seperti anak saya sendiri. Saya pastikan tidak akan ada lagi luka dan kepahitan dalam hidupnya yang ada hanya kebahagiaan." ucap Yulia.


Di sisi lain Roy dan Alex sedang melihat cctv yang ada di pusat perbelanjaan tadi. Mereka sudah mengantongi bukti mereka tinggal mencari tau siapa sebenarnya yang mengendarai mobil itu. "Roy suruh anak buahmu untuk mencari tau identitas yang lengkap tentang orang itu aku mau secepatnya dia ditemukan dan bawa dia ke ruang eksekusi bawah tanah." Alex benar benar geram dia ingin sekali menghajar orang itu.


"Baiklah aku akan menghubungi anak buahku dulu."Roy pergi meninggalkan Alex.


Alex kembali menuju rumah sakit di perjalanan dia teringat semua apa yang Anisa lakukan. Anisa selalu ada di sisinya selalu menemani kemanapun Alex pergi dan Alex pun teringat kata kata yang Anisa ucapkan yaitu menyuruh Alex untuk mencari perempuan lain. "Apa kamu menyuruhku seperti itu karena kamu akan meninggalkan aku. Tidak itu tidak akan terjadi karena sampai kapanpun kamu tetap wanitaku kamu akan menjadi pasangan hidup dan ibu dari anak anakku."


Beberapa saat kemudian akhirnya Alex sampai di rumah sakit dia menghampiri mommy nya yang sedang bersama ibu Angel dan yang lainnya. "Mom apa Anisa sudah membaik?"


"Anisa masih tetap sama seperti tadi. Masuklah mungkin saja jika kamu mengajak dia berbicara dia bisa punya semangat untuk melewati masa komanya dan kembali sadar." ucapan mommy nya itu hanya dia balas dengan anggukan dan segera masuk ke ruangan dimana Anisa berada.


"Anisa apa kamu tau tuan muda mu ini tidak bisa melihatmu terluka seperti ini. Bangunlah dan cepat bereskan kamarku siapkan makan ku dan suapi aku ayolah bangun jangan seperti ini." Tanpa Alex sadari air matanya sudah terjatuh ini pertama kali nya dia menangis hanya karena seorang perempuan.


Tidak terasa hari sudah malam Alex masih tetap berada di rumah sakit dan sedang menunggu kabar dari Roy. Alex sama Sekali belum makan karena dia terus menemani Anisa yang sedang terbaring lemah itu. Alex selalu bertanya kepada dirinya sendiri


(Kenapa hidupku seperti ini? Disaat aku menemukan seseorang yang bisa membuatku bahagia dia malah terluka seperti ini. Apa hidupku hanya kutukan karena selalu membuat seseorang terluka dan tersiksa. Apa aku tidak bahagia bersama seseorang yang aku cintai.)


Drrrtttt drrrrtttt tiba tiba ponsel Alex bergetar ternyata Roy menghubungi nya. "Hallo Roy ada apa kau menghubungi ku?" tanya Alex.


"Al aku sudah menemukan orang yang mencelakai Anisa anak buahku sudah membawa dia ke ruang eksekusi bawah tanah jadi kau cepat lah kesini." Roy memberi tau kalau dia sudah menjalankan tugasnya.


"Baiklah aku akan segera kesana jangan biarkan dia lepas karena aku akan memberi dia sedikit pelajaran." Alex langsung menutup telpon nya dan segera pergi.


Angel yang tetap berada di rumah sakit sedangkan yang lainnya pulang karena dia tidak mau meninggalkan sahabatnya itu. Dia melihat Alex keluar dari ruangan Anisa dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan. Angel yang melihat itu langsung masuk ke ruangan untuk menjaga Anisa.


"An lihatlah tuan muda mu itu sangat baik dia menjaga mu bahkan dia sangat mengkhawatirkan mu. Cepatlah bangun jangan seperti ini terus kita kan mau main kita udah beli baju loh. An hikss hikss maafkan aku seharusnya aku tidak menyuruh mu pergi terlebih dahulu. Bangunlah An hiks hiks." Angel terus berbicara dan menangis karena dia merasa bersalah dan merasa sangat sakit melihat sahabatnya itu dalam kondisi terluka.


Di sisi lain Yulia dan Alan terus membicarakan Anisa dan Alex. "Dad apa Alex akan tetap memilih Anisa setelah nanti Alex tau kalau Anisa ternyata seorang janda? Mommy tetap yakin dengan Anisa mommy tetap menginginkan Anisa menjadi menantu mommy."


"Cinta dan rasa sayang akan mengalahkan semua kekurangan seseorang Kalau Alex benar benar mencintai Anisa dia pasti akan menerima Anisa apa adanya. Karena itu hanya masalalu Anisa bahkan itu adalah kejadian yang tidak diinginkan oleh Anisa kan."


"Ya daddy benar semoga saja Alex bisa menerima semuanya. Karena Anisa itu anak yang baik dan pasti bisa nerima dan menemani Alex dalam keadaan apapun."


"Ya mommy benar daddy juga sangat setuju karena Anisa mungkin saja bisa membuat hidup Alex jadi jauh lebih bahagia dan berwarna."


Di sisi Lain Roy yang sedang menjaga seseorang yang sudah mencelakai Anisa dia terus menatap tajam kearahnya. Anak buah Roy dan Alex semua berjaga disana Roy sebenarnya sudah ingin menghajar orang itu tapi itu tidak mungkin karena Alex lah yang harus memulai terlebih dahulu.


"Yaampun kau ini pecundang sekali beraninya mencelakai perempuan saja. Kau ini pecundang jangan so jagoan kalau berani lawan kita tapi sayang kita tidak tertarik untuk mengotori tangan kita dengan cara menghajar mu." Roy benar benar jijik melihat orang itu karena dia benar banar seorang pecundang.


"Kalian ini sebenarnya siapa jangan sembarangan menahan orang yang tidak bersalah. Aku akan melaporkan kalian ke polisi." ucap seseorang itu sambil ketakutan.


"Diam kau kalau Saja aku bisa langsung menghajar mu pasti kau sudah berbeda alam denganku." Roy terlihat Santai karena dia sedang duduk santai sambil merokok.


Brakk!!!


Pintu terbuka dengan kasar karena seseorang menendangnya secara kasar