End Of Suffering

End Of Suffering
Permainan yang benar


"Dad, do something quick. I don't want to be eaten by the sharks.


( ayah cepat lakukan sesuatu aku tidak ingin menjadi santapan hiu.)" Bella terus bergerak sehingga mengakibatkan kandang itu tergoyang, mereka panik sampai sampai tidak tau harus melakukan apa untuk menyelamatkan nyawanya.


Diatas Alan, Roy dan semua anak buahnya sedang asik melihat pertunjukan yang sudah lama tidak mereka lihat. Lalu Alan memerintahkan Roy untuk mengangkat kandang yang ditempati Bella dan ayahnya.


"Roy angkat mereka karena pembukaan nya sudah selesai jadi kita harus melanjutkan ke babak selanjutnya." Roy langsung saja menjalankan perintah dari Alan.


Bella dan ayahnya merasa tenang karena mereka sudah diangkat sampai di depan Alan. Alan berjalan menuju Bella dan ayahnya karena Alan akan melakukan sesuatu yang membuat mereka sengsara.


"hi friend do you recognize me? I think you only know my name, not me. do you want to learn to play? I think I have to teach you how to play properly so you don't get caught up in your own game.


(hai kawan apa kau mengenaliku? sepertinya kau hanya tau namaku bukan diriku. apa kau ingin belajar bermain? sepertinya aku harus mengajarkan mu cara bermain yang benar supaya kau tidak terjebak dalam permainan mu sendiri.)" Alan terus mendekat dan mencekik leher Ayahnya Bella, Bella yang melihat itu sangat terkejut sekaligus ketakutan karena Bella baru tau kalau Alan Bimantara bisa berbuat sejauh ini.


"Roy." Roy mengerti apa yang akan dilakukan Alan setelah memanggil namanya. Ditangan Roy sudah ada dua Racun yang sama seperti racun yang mencelakai Alex yaitu racun Arsenik. Roy langsung maju dan memberikan Racun itu kepada Alan.


"Kau pasti tau kan ini apa? Karena kau sendiri lah yang mencampur kan ini kedalam makanan dan minuman Anisa. Tapi apa kau tau ternyata racun itu tidak mencelakai Anisa tapi racun itu singgah di tubuh Anakku Alex Bimantara!! Bukan kah kau menginginkan anakku hahh!! Tapi itu hanya mimpi mu saja karena itu tidak akan pernah terjadi." Bella yang ditatap tajam dan dibentak oleh Alan langsung merasa sangat ketakutan karena ternyata rencana nya sudah ketahuan dan ternyata rencana itu pun gagal karena salah sasaran.


Alan langsung membukakan mulut ayahnya Bella dan menuangkan racun arsenik itu kedalam mulut ayahnya Bella. Alan berdiri dan langsung menendang Ayahnya Bella sampai tersungkur dan membuat mulutnya keluar darah. Roy langsung melakukan hal yang sama ketika Alan memberikan satu wadah racun arsenik kepadanya, Roy mengerti racun arsenik ini harus diberikan kepada Bella.


"Hallo wanita murahan hmm saya lihat kau sangat ketakutan apa kau takut denganku? Biasanya juga kau selalu mengancam ku tapi kenapa sekarang kau diam hahh!! Ah sudahlah aku tidak mau membuang buang waktuku karena waktuku sangat berharga." Roy langsung membukakan mulut Bella tapi Bella memberontak dan membuat Roy marah. Karena sudah tidak tahan dengan pemberontakan Bella Roy langsung saja menampar pipi Bella dengan keras sampai Bella tersungkur. Setelah tersungkur Roy langsung melakukan tugasnya dan akhirnya berhasil racun arsenik itu langsung masuk kedalam mulut Bella.


"Apa kalian masih belum tau caranya bermain permainan yang benar? Apa perlu kita tunjukkan lagi caranya bermain permainan yang benar? Ah sepertinya saat ini cukup saja lain kali kalau kalian ingin bermain lagi bersama kita jangan sungkan sungkan langsung saja bermain karena kita pasti akan menang." Alan langsung pergi meninggalkan mereka karena kapal pribadinya pun sudah tiba di dermaga. Sebelum itu Alan sudah memerintahkan Roy untuk meninggalkan Bella dan ayahnya di salah satu pulau terpencil yang tidak akan bisa di akses oleh siapapun kecuali keluarga Bimantara dan orang kepercayaan nya.


Setelah selesai semuanya Alan, Roy dan anak buahnya kembali ke tempat masing masing. Alan langsung pergi ke rumah sakit karena pasti Yulia sedang menunggunya begitu juga dengan Roy, Roy kembali ke ruang eksekusi bawah tanah karena dia malas untuk ke kantor karena disana dia belum ada pekerjaan lagi.


Dirumah sakit Alex sudah membuka matanya tapi dia tidak melihat siapa siapa. "Kenapa aku ada disini dimana orang orang? Astaga kepalaku sangat pusing dan sakit."


Tiba tiba pintu terbuka dan ternyata itu adalah Anisa dan Yulia. Anisa dan Yulia melihat Alex sudah sadar itupun sangat bahagia mereka langsung menghampiri Alex.


"Mom kenapa Alex bisa disini harusnya sekarang Alex membawa Anisa pulang." Alex menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Makanan? Diracuni? Bukan kah makanan itu untuk Anisa? Jadi sebenarnya tujuan nya adalah Anisa bukan Alex. Siapa yang berani beraninya ingin mencelakai Anisa apa dia berani melawanku apa dia tidak mengenali keluarga Bimantara!!!" Alex yang menyadari itu langsung marah dan ingin pergi mencari pelakunya tapi dihentikan oleh Alan yang baru saja sampai.


"Tidak perlu, karena mereka sudah daddy ajak bermain sedikit ya karena mereka tidak tau bagaimana cara nya bermain permainan yang benar." Semua orang disana langsung melihat kearah Alan. Alex dan Yulia sangat terkejut karena biasanya Alan selalu melakukan hal yang tidak disangka sangka dan membuat lawan nya menderita seumur hidupnya.


"Daddy tau apa yang akan kalian tanyakan pasti kalian akan bergantian bertanya siapa pelakunya dan apa yang daddy lakukan kepada mereka. Oke daddy jawab kalau urusan pelakunya kamu pasti sudah tau kan Alex karena ini sangat bersangkutan dengan masalah di perusahaan dan daddy hanya melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka lakukan pada Alex dan sedikit menambahkan nya dengan menempatkan mereka di suatu pulau terpencil."


Mendengar penjelasan Alan, Alex dan Yulia langsung paham karena mereka sudah terbiasa dengan hal ini berbeda dengan Anisa dia sama sekali tidak mengerti apa yang di jelaskan Alan.


"Saya tidak mengerti apa yang di jelaskan oleh tuan apa nyonya dan tuan muda mengerti?" dengan polosnya Anisa langsung menanyakan hal itu kepada Alex dan Yulia dan membuat mereka tertawa.


"Anisa nanti kamu juga akan paham karena hal seperti ini pasti akan sering terjadi tapi kami selalu berdoa untuk keselamatan dan kebahagiaan keluarga." Ucap Yulia.


"Iya Anisa kamu harus tau kita itu keluarga yang sangat berpengaruh dan sangat banyak musuh entah itu langsung menyerang perusahaan atau melalui keluarga dan orang orang terdekat. Jadi, nanti kamu harus berhati hati dan lebih pintar untuk menghadapi musuh kita." Alan memberi kan penjelasan tentang keluarganya.


Anisa tetap saja tidak mengerti tapi dia mengerti sedikit intinya dia harus lebih tangguh dan kuat untuk menghadapi kehidupan kedepannya. Alex yang sudah tidak tahan ingin menanyakan kebenaran tentang siapa yang sudah berencana mencelakai Anisa.


"Bella." semua orang disana langsung melihat Alex karena tiba tiba menyebut nama Bella.


"Iya dia dan ayahnya." Alan langsung mengiyakan perkataan Alex yang membuat Alex sangat marah karena bukan hanya satu atau dua kali ingin mencelakai Anisa.


Yulia juga langsung Marah karena ternyata Bella lagi Bella lagi yang membuat masalah dengan keluarganya. "Apa wanita itu sudah kehilangan akalnya? Kenapa dia selalu membuat masalah dengan kita. Mommy sangat kesal kenapa daddy tadi tidak mengajak mommy padahal mommy ingin sekali menjambak rambutnya."


"Berani nya cuman Main jambak jambakan." ucapan Alan itu langsung mendapat respon tidak baik dari Yulia.


"Apa daddy emangnya kalau dijambak salah ya?" Yulia langsung menatap tajam kearah Alan.


"Tidak salah mommy karena perempuan selalu benar." ucapan Alan itu sontak membuat semua orang disana tertawa.