DxD:TEBAS SEGALANYA!

DxD:TEBAS SEGALANYA!
9.sekolah? kenapa aku harus pergi ke tempat membosankan seperti itu?


sampai di rumah,aku mendapatkan tatapan kaget kedua orang tuaku.


aku bisa menebak kenapa mereka kaget,itu mungkin karena penampilan baruku,rambut ku menjadi pirang setelah menembus ke super saiyan 1 tadi.


saat itu ibuku menghampiri ku dan memegang bahuku,tatapan nya menjadi menakutkan dan tersenyum.


"hmm..tsuki-kun,bisa kau jelaskan kenapa rambutmu menjadi pirang seperti ini?"


tanya dia saat aura gelap mulai berkibar,dan rambutnya mulai terangkat melawan hukum gravitasi,aku meneguk air liur ku saat melihat nya.


aku tidak takut pada dewa,aku bahkan tidak takut pada naga naga yang ada di dunia dxd ini,karena aku tau aku bisa melampaui mereka selama aku berlatih dengan keras.


tapi ada satu mahluk yang tidak bisa ku buat menunduk ke padaku bahkan sampai kiamat,ya itu adalah ibu atau ayah.


tapi aku tetap tenang di hadapan ibuku,walau pun beberapa keringat menetes di pipiku.


"ya-yah~bu-bukankah seorang yakuza itu harus terlihat keren?"


ucapku dengan terbata bata karena melihat rambut ibuku mulai berkobar gila,aku menggaruk sedikit pipi ku dan tersenyum kalau sebelum melanjutkan.


"ya seorang yakuja harus keren!,jadi langkah pertama ku menjadi Yakuza adalah dengan mewarnai rambutku!!"


aku mengepalkan tanganku dan mengangkat tanganku tinggi tinggi saat berkata dengan semangat,mataku penuh bintang jika di lihat dadi sudut pandang ibu dan ayahku.


"hehehehe"


aku mendengar suara cekikikan menyeramkan dari ibuku,aku kembali meneguk air liurku dan menoleh dengan kaku ke arah ibuku,apakah syaraf ibuku mulai putus atau gimana?


*gluck


ibuku tersenyum lalu mengajak aku ke ruang tamu,di sanalah biasanya aku mendapatkan ceramah kalau aku berbuat berlebihan.


"pertama tsuki-kun~,setahu ibu Yakuza itu tidak mewarnai rambut loh tapi mereka bertato!"


dengan senyum dan mata tertutup,ibuku memberitahu kebenaran paling umum dari seorang yakuza.


aku tersenyum kaku dan mulai menggerakan setiap gear yang berada di kepalaku untuk bergerak.


"kalau begitu!!"


aku berteriak sambil berdiri,setelahnya aku memulangkan tangan di dada dan menutup mataku.


"kalau begitu,akulah yang akan menjadi Yakuza pertama yang mengecat rambutku!!!"


aku berseru dengan semangat,membayangkan para adik adik ku membungkuk padaku di sama depan.


"baiklah ibu,kalau begitu aku pergi dulu dan bertato!"


aku berniat kabur dengan mengatakan ini tapi sayang tangan ibuku sudah berada di bahuku.


"tunggu sebentar~iby belum selesai!"ucap ibuku dengan senyum menakutkan.


setelah itu,ibuku terus berbicara dan aku mengangguk dengan patuh.


dia hanya menasehati ku untuk tidak menjadi anti sosial di masa depan,karena menjadi Yakuza berpotensi untuk di takuti oleh masyarakat.


dia khawatir kalau aku tidak bisa bergaul,tapi bagiku tidak masalah selama ada adik adik(bawahan) ku yang di sisiku.


"hah~akhirnya berhenti juga,tapi ada yang menghawatirkan masa depan ku...tidak buruk"


aku tersenyum mengingat kata perkata yang keluar dari ibuku,aku bisa merasakan ke khawatiran yang murni dari seorang ibu darinya.


hatiku menghangat karena merasa di perhatikan.


"sa..mari tingkatkan pelatihan!"


ucapku saat sampai di ruang pelatihan,tempat ini masih sama dengan waktu pertama kali aku ke sini.


aku tidak memindahkan apapun kesini sih,karena menurut ku ini sudah bagus.


"ayo atur gravitasi,hmm...ah 100 kali lipat dari keadaan normal mungkin cukup untuk kekuatan ku sekarang?"


\=\=\=\=\=


3jam kemudian...


setelah kira kira 3 jam berlatih,aku sudah terkapar di lantai dengan keringat membasahi lantai dan pakaianku.


aku bisa merasakan kalau otot dan tulang ku semakin kuat setelah berlatih.


jika kalian bertanya kenapa aku hanya berlatih dengan singkat,padahal di sini bisa mengatur waktu sesukanya.


ayolah bung,aku juga punya kehidupan dan tidak mungkin aku menghabiskan waktu hanya untuk berlatih.


mungkin bagi mereka yang di luar aku hanya menghilang selama beberapa detik atau jam,tapi bagiku yang berada di sini bertahun tahun berlalu.


jadi aku tidak terlalu sering saat berlatih di sini.


aku paling hanya berlatih di malam hari saat semua orang tertidur.


ke esokan harinya..


"hah~seekolah?,kenapa aku harus pergi ke tempat membosankan seperti itu?"


aku berkata dengan cibiran saat mendengar kalau aku akan di masukan ke sekolah dasar.


ayolah,aku mana mungkin mau pergi ke tempat berisik seperti itu,tempat di mana anak anak mengoceh dan bercanda.


"tidak mau!,aku mendingan berlatih untuk menjadi Yakuza saja dari pada pergi ke tempat seperti itu!"


aku berseru sementara orang tua ku dan Issei menatap ku.


adik kecil ku menatap dengan semangat dan mengangkat tangan nya sebelum berkata.


"tapi onii-chan,menyenangkan untuk pergi ke sana,kita bisa bermain bersama teman teman baru!"


Issei berkata dengan semangat dan aku bisa melihat ***** di matanya.


aku tidak tahan dan memegang kepalanya dan melotot.


"hah~apa kau bilang?teman baru?...bilang saja kau mau mencari gadis untuk menjadi korban pelecehan seksual mu nanti adik bodoh!"


dengan cibiran aku meremas wajahnya dan melotot,abu bisa melihat kalau air katanya sudah hampir keluar dan matanya berputar dengan lucu.


menurutku itu adalah hukum anime,ya suatu fenomena yang hanya terjadi di anime saja.


"wuu..onii Chan seram,ibu lihat onii Chan!"


Issei akhirnya menangis dan mengadu pada ibu,aku melepaskan nya tersenyum padanya.


melihat oppai dragon yang sekarang hanya bocah cengeng berusia 8 tahun,aku tersenyum dan tidak sabar melihat sarung tangan merah itu bangkit.


bukan apa apa,aku hanya ingin memutar video Issei saat menyanyikan lagu karya sirzech dan azazel yang yang berjudul "oppai dragon"


"hahahahaha aku menantikan nya"


aku tertawa terbahak bahak sebelum keluar dari rumah.


"yo~Paman Han,sepertinya kau sudah menunggu?"


setelah keluar rumah,aku pergi ke tempat biasa aku bertemu paman Han,dan ternyata di sana dia sudah menunggu ku dengan mobil.


"seperti nya kau bertambah kuat lagi ya?,memang monster kecil hahaha"


mungkin dari caraku berjalan dan nafasku menjadi lebih stabil dari sebelum nya,paman Han langsung menebak kalau aku baru saja bertambah kuat.


"hehehehe"


aku hanya tersenyum sambil melihat paman Han yang merokok.


"baiklah,ikut aku ke markas..aku akan mengenalkan mu pada anak anak"ucap paman Han lalu masuk ke mobil,aku mengikuti dan duduk di kursi depan.