DxD:TEBAS SEGALANYA!

DxD:TEBAS SEGALANYA!
36.


"kalau ada yang mau bertanya,silahkan saya beri waktu 10 menit!"


Shizuka hiratsuka melihat antusiasme para siswi di kelas,dengan tenang dia berkata membuat mereka semua bersemangat.


semua murid perempuan bersorak saat melihat kedatangan akatsuki,dengan semangat mereka mengangkat tangan setelah akatsuki memperkenalkan diri.


"hei hei hyodou-kun,apakah kau memiliki pacar!?"


"sebelumnya kau bersekolah dimana?,apakah di luar negeri?"


"tipe gadis seperti apa yang kamu sukai?"


"hei hyodou,apa kau pernah mengikuti kegiatan klub?"


mendengar semua pertanyaan yang di lontarkan oleh para siswi, bibir akatsuki berkedut lalu menghela nafas.


"pertama-tama,panggil saja aku langsung dengan nama depanku,aku tidak terbiasa kalau di panggil dengan nama keluarga!"


para siswi mendengar nya dan langsung kegirangan,sepertinya akatsuki adalah seorang yang friendly dan mudah di ajak bicara.


"dan untuk pertanyaan,bisakah aku tidak menjawab pertanyaan yang bersifat pribadi?"


"sebelumnya,aku bersekolah di SMA mangatoon,Tokyo"


(a/n:lagian cuma nama yang lewat,jadi gw pilih nama acak!)


"aku tidak mengikuti klub apapun"


para siswi mendengar jawaban akatsuki dengan antusias,mereka penasaran dengan kehidupan akatsuki dan ingin menggali lebih dalam,tapi sayang nya akatsuki tidak memberi tahu mereka hal hal privasi dan membuat mereka sedikit kecewa.


"apa ada lagi yang kalian ingin tahu?"


Akatsuki bertanya dengan senyum ramah,para gadis tersipu dan menggeleng kan kepala.


"karena tidak ada lagi yang bertanya,ayo kita mulai jam pelajaran pertama kita"


"hyoodo-ahem! maksud ku akatsuki-kun,silahkan duduk di kursi protagonis di sana!"


melihat bahwa tidak ada yang bertanya lagi,Shizuka akhirnya mengangkat suara dan menyuruh akatsuki pergi ke bangku kosong paling belakang,kebetulan di sana dekat jendela jadi layak di sebut tempat legendaris bagi para protagonis.


Akatsuki mendengar ucapan Shizuka dia mengangguk dan pergi ke tempat duduk yang di tunjukan oleh Shizuka,dia melihat sekeliling dan melihat kalau para siswi masih menatapnya dengan antusias.


sambil menghela nafas dia kemudian duduk dan membuka jaketnya.


kelas pun di mulai dan kelas pertama ini tidak langsung ke pelajaran tapi membahas beberapa hal tentang jadwal Baru.


Akatsuki tidak memerintahkan,karena dia bisa bertanya pada salah satu siswa nanti jadi dia muai berbaring di meja,bukannya dia lelah tapi ini penyakit yang lebih serius.


ini di sebut dosa "kemalasan" yang bahkan seorang Dea dewa pun jika terkena penyakit ini,sulit untuk di sembuhkan kecuali mereka memiliki motivasi yang tinggi untuk melawan penyakit itu.


skip»


saat ini,sudah jam makan siang dan akatsuki seperti janjinya dia akan pergi Ki ruang OSIS untuk bertemu Sona.


dia berjalan di koridor dengan santai sambil melihat beberapa siswa dan siswi sedang bergosip atau bermain di lapangan.


"tsuki-kun,ternyata kau di sini!"


saat berjalan,tiba tiba seorang gadis atau lebih tepatnya wanita,menerjang akatsuki dari belakang dan menggantung di lehernya.


"hime?,ada apa?,merindukan ku?"


Akatsuki berbalik lalu melihat akeno yang berseri seri,dia lalu bertanya dengan senyum lembut.


akeno mengangguk dengan imut,para siswa di sekitar melihat pemandangan ini dengan takjub.


the great onee-sama ternyata sangat dekat dengan murid pindahan,tentu saja itu akan menjadi pemandangan yang luar biasa di sekolah.


akeno dan rias di juluki seperti itu,jadi melihat salah satu dari "onee-sama" dekat dengan seorang pria,sudah di pastikan kalau ini akan menjadi berita yang paling mendebarkan.


"ya,aku tadinya mau pergi ke klub ku,tapi melihat di sini aku terkejut!,ternyata kau adalah murid tampan yang di bicarakan oleh gadis gadis di kelasku!"


"hei hei,mau ikut denganku ke klub?,aku kesepian kalau kau tidak ada, tsuki-kun~!"


akeno berayun dengan semangat di leher akatsuki tanpa mempedulikan pandangan sekitar,dia hanya ingin di manja oleh Akatsuki saat ini.


"begitu ya,apakah aku begitu terkenal?"


"kalau begitu kau duluan saja,aku akan pergi menemui Sona terlebih dahulu,aku akan menyusul mu nanti"


mendengar informasi dari akeno, akatsuki sedikit terkekeh lalu berjanji akan menemuinya di klub.


"apa?,Sona?"


"apa ketua Sona juga sudah terjebak di cakarmu?,padahal rias saja belum!"


akeno menatap Akatsuki dengan curiga, sementara itu akatsuki hanya tersenyum saat mendengar pertanyaan akeno tapi dia mengangkat alis saat akeno menyebutkan nama rias.


"rias?,apakah itu nama gadis dengan rambut crismon itu?,yah dia sangat cantik tapi kenapa kau mengatakan hal itu?,apa kau tidak cemburu?"


Akatsuki menyeringai saat dia bertanya seperti itu,akeno menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.


"meski aku cemburu,tapi asalkan tsuki-kun bahagia,aku tidak masalah dan juga aku yakin kalau tsuki-kun tidak akan meninggalkan ku!"


dengan senyum yang terlukis di bibir indah akeno,dia berkata dengan lembut, akatsuki mendengar itu hatinya menghangat,dia menggaruk hidung akeno dengan intim lalu tersenyum.


"hm~terimakasih sudah mempercayai ku,aku akan selalu mencintaimu dan yang lain!"


dengan lembut akatsuki membawa akeno ke pelukan,mereka berbicara dengan suara rendah jadi tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.


para gadis tersipu saat melihat akatsuki memeluk akeno dengan kasih sayang.


setelah beberapa saat, akatsuki melepaskan pelukan nya dan mencium pipi akeno,banyak orang yang melihat jadi dia tidak mencium bibirnya.


"kalau begitu,aku menunggu mu di ruang klub, tsuki-kun~"


setelah mengatakan itu akeno pergi ke tempat klub penelitian gaib, akatsuki juga tidak berdiam diri dan segera melanjutkan


Akatsuki menyadari satu hal,saat dia dan akeno berbicara, seorang gadis meningtip di kejauhan.


dia adalah Sona,sebagai mahluk supranatural dia bisa mendengar semua obrolan akatsuki dengan akeno bahkan dari jauh.


dia awalnya terkejut saat mengetahui fakta bahwa akatsuki dan akeno adalah sepasang kekasih,tapi saat mendengar perkataan akeno tentang cakar dia langsung tersipu.


dia juga mendengar tentang rias,dia mau tidak mau merasa kalau teman baiknya akan menjadi saudari nya di masa depan.


setelah mendengar beberapa percakapan,dia segera lari ke ruang OSIS dengan wajah tersipu,tanpa mengetahui kalau akatsuki menyadari kehadiran nya.


(a/n:no drama drama Cok,gw gak bisa dan males nulis drama,jadi jalan cerita tentang romansa nya jadi lurusin aja ya hehe)


Akatsuki pov.


setelah melihat kepergian akeno,aku segera melanjutkan langkah ku menuju ke ruang OSIS.


tentu saja dengan kekuatanku sekarang,aku menyadari ada dua gadis yang mengintip dan mendengar kan percakapan ku dengan akeno.


rias dan sona,sepertinya kedua gadis ini sangat bersemangat tentang sesuatu,aku harus memberi mereka sedikit hukuman nanti.


"yah~aku menantikan nya"


setelah bejalan dengan santai,5 menit kemudian aku sampai di pintu masuk ruang OSIS dan segera mengetuk.


"masuk!"


terdengar suara dingin dari dalam,aku tahu itu Sona dan langsung masuk.


aku melihat Sona dan beberapa gadis di tersebar di ruangan ini,Sona saat ini sedang duduk di sofa tempat bersantai.


aku tanpa permisi langsung duduk di sebelah Sona,hak ini langsung membuat para anggota peerage Sona menjadi terkejut.


"hei apa yang ka-"


salah satu gadis akan berteriak tapi di hentikan oleh Tsubaki,lalu mereka semua melihat kalau Sona tidak marah tapi malah bersandar di bahu akatsuki tanpa mempedulikan dunia luar.


melihat tingkah manja Sona,aku sedikit terkejut lalu menyeringai,aku langsung mengambil pinggangnya dan memasukan nya dalam pelukan ku.


"kenapa?,tiba tiba menjadi manja seperti ini?"


aku bertanya padanya dengan lembut,dia tersipu kemudian menatapku dengan penasaran.


"tidak~,aku hanya mendengar percakapan seseorang dan kekasihnya tentang cakar atau sesuatu"


itulah yang dia katakan dan langsung sedikit cemberut,aku melihat nya langsung meremas wajah kecilnya dengan gemas.


tentu saja aku tahu apa yang dia maksud,mungkin dia sedikit cemburu dan tidak yakin dengan hubungan kami saat ini.


"hei kalian,bisa keluar sebentar?"


aku menoleh dan berkata pada para gadis peerage Sona.


mereka ingin menolak,tapi Sona menatap mereka dengan tajam,tanpa daya mereka hanya bisa keluar.


"apakah kau dan akeno adalah..."


"ya!"


"lalu kenapa kau..."


"seperti yang ku katakan pada akeno,aku mencintainya dan juga mencintai mu!"


sebelum Sona melanjutkan,aku menjawab pertanyaan nya dengan lembut,tapi aku merasa kalau aku adalah pakboy saat mengatakan itu,tapi apa ada author membuat novel ini jadi novel Harem.


(a/n:ngapain bawa bawa gw njir_-)


"apakah kau mencintaiku?"


Sona bertanya dengan suara rendah,hatinya gelisah menunggu jawaban akatsuki.


mendengar pertanyaan Sona,aku langsung terkekeh lalu menatap nya dengan lembut,aku kemudian mencium bibir mungil nya selama beberapa detik.


"kenapa kau bertanya ,kalau aku tidak mencintai mu, menurut mu apakah aku akan selalu menggoda bahkan mencium mu seperti ini?"


"tentu saja aku seirus kalau aku mencintaimu,mencintai akeno,mencintai Kyoko dan mencintai dunia(dxd)"


(*kyaa,kenapa aku di bawa bawa,nanti Miku mendatangiku ahh,aku harus bersembunyi!*-dxd)


aku terkekeh mendengar komentar dunia,lalu aku melihat Sona menatapku dengan heran tapi wajahnya tersipu.


"apakah kau tidak malu mengatakan semua kekasih mu satu persatu?,dasar pakboy!"


uh,mendengar itu aku merasa kan sensasi menyakitkan di hatiku,aku sedikit kesal dan langsung mengangkat Sona ke pangkuan ku.


"oh,kekasih?,jadi kau mau menjadi kekasih ku ya?"


aku menyeringai saat melihat dia melelah ke pelukan ku,aku mengangkat dagunya dan mencium nya sekali lagi.


"ba-baka,bisakah kau melepas kan ku dulu,aku ingin memberitahu mu sesuatu!"


Sona berkata dengan suara rendah,aku melihatnya dan mengangguk tapi tidak melepaskan pelukan nya.


"ayo,katakan saja apa yang ingin kau sampaikan tapi aku tidak akan melapas kan mu hehe"


aku terkekeh saat melihat wajah cemberut Sona,aku menggaruk hidung kecilnya dengan kasih sayang dan dia menjadi lebih tenang.


"begini..."


lalu dia mula menjelaskan tentang situasi keluarganya,yaitu peraturan yang dia buat untuk dirinya sendiri dan juga menjelaskan tentang pertunangan.


"jadi kau mengatakan,kalau kau hanya bisa menikahi seseorang yang lebih pintar darimu?"


dia mengangguk.


"huh~untung saja aku mengalahkan mu sebelum orang lain,jika tidak~aku pasti akan menyesal seumur hidup,hehe"