DxD:TEBAS SEGALANYA!

DxD:TEBAS SEGALANYA!
28.catur


mendengar ucapan yang penuh percaya diri keluar dari mulut Sona, akatsuki semakin penasaran dan ingin membandingkan nya.


"kalau begitu,mau mencoba satu putaran?"


Akatsuki bertanya dengan niat menantang,Sona mengangkat alis nya,dia tidak berfikir kalau manusia biasa bisa di bandingkan dengan mahluk supranatural.


bagi mahluk supranatural, pengetahuan adalah segalanya,bahkan penyihir pemula saja butuh pengetahuan tinggi tentang matematika dan fisika untuk melantunkan mantra atau lingkaran sihir.


(a/n:kebanyakan penyihir dalam cerita pasti memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya jadi sudah di pastikan,dasar bagi seorang penyihir adalah batasan pemahaman dan pengetahuan)


jadi Sona tidak berfikir kalau pengetahuan dan kecerdasan akatsuki bisa di bandingkan dengannya.


Tapi melihat tatapan menantang dari akatsuki,hati Sona tergerak dan langsung duduk,dia tidak tahu kenapa tapi dia memiliki firasat kalau di masa depan dia tidak akan bisa menolak perintah atau permintaan dari akatsuki.


keduanya duduk,dan mulai menata semua bidak catur, akatsuki menerima bagian hitam jadi dia akan bergerak setelah Sona.


"ayo mulai,aku sudah lama tidak memainkan permainan ini!"


Akatsuki berkata dengan nostalgia, terakhir kali dia memainkan permainan ini adalah di kehidupan sebelumnya,dia memainkan ini saat sekolahnya mengadakan lomba antar kelas.


tentu saja dia payah dalam hal itu,semua teman sekelasnya tidak punya pilihan lain saat itu.


"oke,pelan pelan!"


Sona menjawab dengan ambigu membuat bibir akatsuki berkedut,suasana menjadi canggung saat Sona mnyadari kesalahan nya.


"ah!,etto.. ma.maksud ku,aku mulai!"


kemudian setelah Sona berfikir sebentar,dia memindahkan salah satu pion.


Akatsuki pov.


saat ini aku sedang memandangi wajah Sona yang terkesan imut menurutku,meskipun wajah nya selalu dingin dan datar tapi itulah yang membuatku berfikir kalau dia imut.


mau tidak mau aku langsung memikirkan sesosok gadis mungil dengan telinga dan ekor kucing acak dalam benak ku.


setelah menggoda nya sedikit,Sona kembali serius dan berfikir sebentar.


nah wajahnya saat serius membuatku terpesona,ini seperti saat aku pertama kali melihat Kyoko dulu.


Sona adalah seorang pekerja keras sama seperti Kyoko,dia mempunyai mimpi untuk membangun sebuah sekolah di dunia bawah.


jadi dia pergi ke dunia manusia untuk mempelajari bagaimana sekolah bekerja,karena itulah dia menjadi OSIS dan mengelola sebagian tugas yang harusnya di buat untuk guru.


tangan Sona mulai bergerak dan kemudian dia memindahkan salah satu bidak yang pion.


"hoo~"


aku bergumam lalu mulai menggunakan otak ku,sesaat kemudian aku langsung terpisah dari dunia luar dan hanya memperhatikan papan catur.


jutaan kemungkinan terlintas di benak ku saat aku memandangi papan catur itu,garis garis waktu terlihat jelas oleh mataku di setiap bidah catur.


setiap benang waktu itu memiliki ratusan cabang kemungkinan yang tak terbatas dan semuanya sangat jelas.


aku langsung membuat strategi yang paling kuat setelah melihat kemungkinan yang akan terjadi pada setiap bidak,semua benda memiliki garis waktu dan memiliki jutaan kemungkinan di dalam nya.


tapi aku tidak menyangka kalau otak ku sudah mampu melihat garis garis itu sekarang,kalau tidak salah kemampuan itu hanya di miliki oleh esper level 6.


atau manusia membuka batas otak nya sampai 50 persen ke atas.


(a/n:tidak terlalu yakin,tapi jika penasaran tonton aja film yang judulnya "lucy" di sana menceritakan si protagonis membuka semua bagian otak nya dan menemukan rahasia alam semesta,dan menjadi komputer generasi selanjutnya)


merasakan kemampuan otak ku yang sudah sangat tinggi,aku tersenyum sedikit dan mulai menggerakan satu bidak pion.


normal POV.


sesaat sebelum Akatsuki berfikir,Sona memandangi akatsuki dengan wajah penasaran.


dia ingin tahu bagaiman akatsuki akan merespon dan ingin tahu kemampuan akatsuki.


sapi sesaat kemudian dia langsung tertegun,tubuhnya sedikit bergetar dan keringat dingin menetes di punggung nya.


dia melihat, ekspresi akatsuki berubah,sesaat sebelumnya dia memiliki ekspresi ceria,tapi sekarang semuanya seperti ilusi.


dia melihat kalau tatapan akatsuki menjadi begitu dalam seolah olah dia telah melihat segala sesuatu yang ada di dunia,seolah olah dia adalah dewa yang sedang memilah Milah takdir sebuah dunia.


dia juga merasakan kalau aura di sekitarnya berubah drastis,sekarang itu hampir menjadi sangat agung.


dia saat ini bertanya tanya, eksistensi apa sebenarnya orang di depan nya ini,apakah mungkin dia adalah salah satu dewa dalam mitologi.


tapi dia adalah seorang yang berpengetahuan,dan dia tidak pernah membaca kalau ada seorang dewa yang tampangnya seperti akatsuki.


lalu dia melihat kalau akatsuki mengambil langkah dan Sona memiliki perasaan tak berdaya dalam hatinya, seolah olah dia telah kalah telak.


tapi itu tidak membuatnya putus asa,dia segera memulai pikiran mendalam dan mencoba mencari celah.


tapi setelah dia melihat dari sudut manapun,dia hanya merasakan sebuah tembok yang menghalanginya,seolah olah dia dan pasukannya sedang di keping oleh jutaan tentara musuh.


dia hanya merasakan sedikit peluang tapi dia tahu kalau akhirnya akan jatuh ke jurang pada akhirnya.


dia kemudian mengambil langkah keduanya setelah banyak berfikir.


Akatsuki merespon dengan santai kali ini karena dia sudah membuat strategi paling ampuh di benaknya.


20 menit kemudian..


"Checkmate!"


Akatsuki mengambil langkah matinya dengan senyuman terukir di sudut mulutnya,dia sangat menikmati permainan ini yah tidak juga,dia hanya menikmati pemandangan di depannya.


saat Sona berfikir keras,itu menjadi pemandangan yang begitu imut untuk di lihat, permainan menjadi begitu lama di karena kan Sona selalu berfikir lama saat akan mengambil langkah.


saat ini Sona sudah berkeringat, kekalahan pertamanya jatuh pada seorang laki laki yang baru di temuinya beberapa waktu lalu.


meski begitu,dia tidak merasakan kehilangan tapi malah bersemangat di hatinya,hanya dia dan keluarganya yang tau.


untuk menghindari pertunangan antar keluarga,Sona memutuskan hanya akan menerima orang yang mengalahkan nya.


dia membuat peraturan seperti itu karena dia di juluki pewaris keluarga di antara pilar lain nya yang memiliki kecerdasan paling tinggi.


dengan begitu,dia berfikir kalau tidak akan ada yang berani membuat proposal pertunangan setelah itu.


dan saat ini dia di kalahkan oleh manusia dan di hatinya dia tidak memiliki beban apapun sekarang.


tapi tentu saja dia tidak akan terlalu tidak tahu malu dan langsung memberi tahu akatsuki.


dia perlu mengenal lebih dalam tentang Akatsuki,apakah dia sudah memiliki kekasih atau apa pun.


sebagai iblis,dia tidak akan keberatan kalau akatsuki memiliki beberapa wanita karena beberapa orang kuat pasti akan memiliki keinginan untuk itu.


Akatsuki tidak tahu semua yang ada di kepala Sona dan tidak mencari tahu,dia menantang Sona bukan karena ingin mengambil hatinya tapi murni ingin menguji kekuatan otak nya.


(a/n: sebenarnya ini rencana gw buat ngedeketin MC sama Sona:v)