
setelah mengalahkan Sona, AKATSUKI merasa puas dengan kinerja otak nya,dan yang paling penting adalah dia bisa mengendalikan kemampuan otaknya.
dia belum menggunakan otak nya secara maksimal tapi dia sudah bisa menghitung berbagai kemungkinan dengan melihat garis waktu.
menurut spekulasi nya,kalau dia bisa mendapatkan kan 100% kemampuan otak dan juga dengan evolusi tak terbatas nya,di masa depan dia bisa dengan mudah untuk mengendalikan alur cerita dan takdir dari dunia.
di dunia ini kekuatan tertinggi adalah dewa jahat yang bahkan sudah terputus dari siklus reingkarnasi dan waktu tidak lagi menggores tubuhnya.
tapi itu bukan berarti kalau dia adalah yang mahakuasa,karena dia belum bisa menciptakan alam semesta atau kehidupan.
"aku menang,sona-chan!"
Akatsuki berkata lalu menggoda Sona sedikit,dia bisa melihat kalau Sona langsung memerah dan menundukkan kepalanya dengan imut.
"yah~ayo bermain lagi lain kali,pastikan untuk menjadi lebih baik ya,sona-chan"
"oh benar,mana perlengkapan sekolah ku?"
Akatsuki pov.
setelah merapikan papan catur,aku elihat kalau Sona dari waktu ke waktu menatapku dengan kagum,itu jujur membuatku sedikit tak berdaya dan bertanya tanya ada apa dengan gadis ini.
aku sebenarnya harus kagum dengan mental nya,dia kalah tapi tidak langsung frustasi tapi malah sebaliknya,dia terlihat sangat senang saat aku mengalahkan nya.
imut,itu adalah sebuah deskripsi paling singkat untuk menggambarkan keadaan Sona saat ini, Bintang bintang berkelip di matanya menandakan kekaguman yang tinggi,aku tahu kalau kejadian ini hanya terjadi di dunia fantasi.
sekali lagi,aku menyadari kalau aku telah bereingkernasi,aku menggeleng kan kepalaku dan meminta perlengkapan dari Sona.
Sona tersadar dari dunia nya sendiri dan menjadi malu,aku melihatnya memerah dan asap keluar dari ubun ubinnya.
hal hal tidak ilmiah ini,aku harus segera membiasakan diri dengan itu,aku mendekat pada Sona yang duduk di sebrang ku.
melihat wajahnya dari dekat yang sedang linglung,itu terlihat lebih imut dari biasanya dan tanganku langsung kehilangan kendali untuk tidak mencubit pipinya.
aku tidak bisa menahannya sama sekali,meskipun aku sudah merubah kepribadian ku dalam beberapa hal,tapi saat menghadapi gadis imut aku tidak berdaya.
aku memainkan pipi Sona yang kenyal dengan gembira,Tampa memperhatikan kalau wajah Sona semakin memerah sampai ke telinga.
beberapa air mata sudah mengembun di matanya,gigi taring kecil nya terlihat imut saat mulutnya terbuka dengan berantakan.
"a.apa yang kau lakukan,ba-baka!!"
dia berteriak dengan suara manis dan aku menyadari kesalahan ku,aku langsung melepaskan pipi Sona dengan canggung.
aku keadaan nya sekarang dan itu jauh berbeda dengan kesan ketua OSIS yang tegas,dia terlihat seperti gadis kecil yang di bully oleh saudara nya sekarang.
ruang OSIS saat ini terlihat sepi karena para anggotanya sedang di tugaskan di berbagai bidang,ada juga yang sedang bekerja sebagai iblis.
"ma.maaf,aku tidak bisa menahannya hahaha,kau terlalu imut Sona Chan!"
aku tertawa canggung sambil menggaruk rambut belakang ku yang tidak gatal,mendengar ucapan ku Sona menjadi lebih malu dan menunduk.
"Sona?,a.ada apa?,apakah aku terlalu berlebihan?,kalau begitu aku minta maaf!"
takut membuat kesan baiknya hilang,aku langsung meminta maaf padanya dengan tulus.
jangan bandingkan aku dengan MC fanfic yang kalian baca,dan hanya bisa menggertak setelah mendapat kan kekuatan besar.
aku tidak memiliki hobi menyimpang seperti itu,meski aku kuat tapi aku juga manusia dan butuh kehidupan manusia,jika aku selalu keras kepala dan tidak mau mengalah pada seorang gadis.
"ti.tidak apa apa,aku hanya..ah iya maaf,tunggu sebentar aku akan mengambil perlengkapan sekolahmu dulu!"
tidak menyelesaikan perkataan nya ,Dan langsung berdiri dengan tergesa gesa sebelum mengambil sebuah kotak.
sekolah kuoh bukan lah sekolah yang normal,beberapa staf pekerja di sekolah ini terhubung dengan iblis.
sejak awal,setelah akatsuki menyerahkan data dirinya,beberapa iblis sudah membuat pakaian yang sesuai ukuran akatsuki dan menyiapkan nya.
Akatsuki melihat barang dalam kotak dengan tenang,dan dia tidak bertanya kenapa bisa di siapkan begitu cepat,bukanya dia tidak peduli sama sekali tapi dia malas.
"terimakasih Sona, ngomong ngomong aku akan datang lagi saat sekolah di mulai,jadi jangan merindukan ku ya,bye bye!"
setelah menerima perlengkapan sekolahku,aku berdiri dan pergi.
tentu saja aku pergi sebelum menggosok rambut Sona,aku sebenarnya enggan untuk meninggalkan Sona yang imut tapi aku harus pulang dan berlatih.
normal POV.
setelah Akatsuki pergi,Sona berdiam diri di tempat sambil memegang kepala dan pipinya.
mengingat sentuhan yang di lakukan akatsuki padanya,perasaan itu seperti permanen dan tidak pudar dan malah dia ingin merasakan nya lagi.
jika itu perokok,kalian bisa menyebutnya dia terkena masalah serius yang di sebut"candu".
benar,Sona merasakan perasaan kalau dia tidak di gosok lagi oleh Akatsuki dia akan sakit atau sesuatu,tentu saja itu hanya perasaan Sona yang sudah kecanduan di Di belai.
"ketua, apakah hyodou-sa....su,eh apa yang terjadi padamu ketua!,apakah orang itu melakukan sesuatu padamu??!"
setelah Sona menikmati waktunya sendiri,Tsubaki tiba tiba masuk ke dalam dan melihat ke adaan Sona.
dengan panik,dia langsung tiba di dekat tubuh Sona dan mengguncangnya,dia takut kalau Sona terjebak ke dalam sebuah ilusi.
karena saat ini Sona,dia terkikik manis sambil memegang kedua pipinya,Rona merah terlukis dengan jelas dan tubuhnya berhutang tanpa sadar.
dia saat ini kehilangan citra ketua yang"dingin" karena sekarang dia terlihat seperti gadis SMA kasmaran pada umumnya,musim semi tiba di hati sona.
segala di sekitanya setara indah dan menyenangkan,melihat nya seperti itu Tsubaki sedikit panik tapi kemudian langsung tertegun.
dia memikirkan berbagai kemungkinan dari keadaan Sona,dan yang di pikirkan nya saat ini berhubungan erat dengan akatsuki.
"apakah....jangan jangan ketua jatuh cinta dengan hyodou-san?"
Tsubaki bergumam saat Sona masih berbunga bunga di hatinya.
"ahem!,ketua sepertinya kita harus kembali bekerja!"
Tsubaki terbatuk palsu membuat Sona tersadar dari keadaannya,dia melihat sekeliling dan melihat Tsubaki menatapnya dengan tatapan menggoda sekaligus menarik.
tiba tiba Sona menjadi sangat malu dan ingin mencari lubang untuk bersembunyi,tapi sebagai seorang ketua dia harus tegas.
di hadapan nya bukan lagi akatsuki,dia langsung kembali ke sikap dingin nya dan mengangguk kemudian mengikuti Tsubaki.
Tsubaki melihat perubahan Sona yang cepat,dia sedikit berkeringat di hatinya dan diam diam kagum pada Akatsuki.
bagaimana dia melelahkan hati ketua yang begitu dingin ini,itulah yang dia pikirkan saat melihat keadaan Sona.
"sepertinya hyodou-kun ini orang yang menarik,tapi bagaimana pun juga orang yang akan menjadi suami ketua,akan menjadi suamiku juga!"