
sesampainya di rumah, Akatsuki langsung melempar kan Issei ke tempat tidurnya dan pergi langsung tanpa mau membuang buang waktu.
dia memeluk pinggang Yue dan masuk kamarnya sambil menyeringai.
"nah,Yue Chan?,mari kita akhiri kencan kita?"
Akatsuki berkata sambil menatap wajah Yue yang sudah memerah,Yue tersipu saat mendengar kata kata Akatsuki yang ambigu ini.
"i.ini masih siang hari,ba.baka~"
suara kecil Yue terdengar sangat kecil hingga mungkin manusia normal tidak akan mendengar nya,tapi siapa yang menyebutkan jika Akatsuki manusia?.
mendengar perkataan imut Yue, Akatsuki menyeringai puas lalu mengangkat dagu mungil Yue yang membuat pihak lain semakin gugup.
"a.apa yang mau kau kalukan?!"
ucap Yue dengan sedikit malu,hari ini dia baru saja berpacaran dengan orang yang baru saja dia temui hanya dalam beberapa menit,dan ini masih menjadi rasa malunya.
dan sekarang,pacarnya sedang menggoda nya dengan ambigu yang membuat tubuhnya sangat gerah,wajah Yue memerah hingga ke akar telinga dan matanya menjadi sedikit berkabut.
*cup...
tiba tiba..sensasi hangat dan lembut di bibirnya,mata Yue melebar dan dia terpana dengan Akatsuki yang tiba tiba datang melalui ciuman manis.
untuk sementara,suasana kamar menjadi berkabut dan merah muda,Yue tiba tiba merasa dia terjun dalam pelukan yang kuat.
ternyata...
Akatsuki memeluk tubuh pacarnya dan berjalan perlahan menuju tempat tidurnya,sambil menatap tubuh mungil Yue yang sedang menatap dirinya sendiri, kasih sayang nya pada Yue tiba tiba meningkat tak terhitung jumlahnya.
"nah Yue,hari ini kau boleh meminum darahku sepuasnya"
"tapi..."
"sebagai gantinya,aku juga harus mendapatkan sedikit darahmu juga sebagai gantinya~❤️"
berkata seperti itu, Akatsuki menyeringai dan dengan lembut menempatkan Yue di tempat tidur nya.
seringai Akatsuki membuat Yue tersipu dan jantung kecilnya berpacu dengan kecepatan maksimal,tekanan darah membuat wajah nya memerah seolah olah dia akan terbakar!.
"to.tolong lembut,ini pertama kalinya buatku~"
Yue yang kuudere saat ini sangat malu,gadis yang biasanya tanpa ekspresi sekarang dipenuhi berbagai macam emosi yang rumit.
malu,senang,takut,dan bahkan penasaran tercampur di dalam benaknya..
kemudian....
terjadilah kegiatan bergairah namun sayangnya dengan jelas tidak bisa di tulis,jadi mohon semuanya untuk menulis adegan ini di dalam otak masing masing:v
malam hari..
ketika waktu berlalu,tengah malam pun tiba dan Akatsuki menghentikan kegiatan menyenangkan nya dengan perasaan puas.
menatap Yue,saat ini gadis itu telah berevolusi menjadi wanita sejati setelah di a.n.i.a.y.a oleh Akatsuki,tanpa pakaian dia meringkuk dalam selimut dan tertidur nyenyak karena kelelahan.
senyum tipis terlukis di mulutnya menunjukan betapa bahagianya dia hari ini,meski mungkin sedikit linu di beberapa tempat tapi jika Yue bangun dua akan berkata jika hari ini adalah hari paling membahagiakan nya dalam rentang waktu ratusan tahun!.
"selamat tidur,putri vampir-ku~❤️"
Akatsuki mencium kening pacarnya dengan kasih sayang lalu dia mengenakan pakaian nya yang baru,dia sudah membereskan kekacauan yang di buatnya dengan sihirnya jadi dia tidak perlu repot untuk mandi.
setelah menonaktifkan beberapa penghalang sihir yang di buatnya, Akatsuki pun keluar dan berniat untuk pergi memeriksa keadaan adiknya yang bodoh.
diperkirakan saat ini Issei akan pulih sepenuhnya dan bangun,dia ingin melihat ekspresi saat dia tahu kalau dia sudah menjadi iblis.
saat dia keluar,dia terpana..
Rias,Akeno,dan Sona berdiri di depan pintu kamarnya dan menatapnya dengan wajah menghina.
"l.o.l i.c.o.n"
"mesum"
"b.a.j.i.n.g.a.n"
tiga kata ini keluar dari mulut ketiga gadis ini membuat Akatsuki tiba tiba mendapatkan poin kerusakan yang besar pada hatinya.
"a.aku"
mata Akeno penuh kasih sayang sementara rias dan Akeno memiliki sedikit kesedihan dalam tatapan nya.
bagaimanapun,rias dan Sona juga kekasih Akatsuki tapi kenapa Akatsuki belum melakukan hal memalukan pada mereka?.
oke oke mereka baru berpacaran kurang dari seminggu,tapi bukankah saudari mereka,Yue juga hanya mengenal Akatsuki dalam 1 hari?.
saat ini,hati kedua gadis itu penuh keluhan.
"oh~?"
seolah menyadari sesuatu, Akatsuki mengangkat tangan nya lalu meremas pipi kedua gadis yang cemberut itu dan terkekeh.
"hei kalian,besok kebetulan aku memiliki waktu luang,apakah kalian berdua tertarik berkencan dengan b.a.j.i.n.g.a.n ini?"
Akatsuki menyeringai saat mengatakan itu,terutama pada bagian "berdua" karena dalam benaknya beberapa adegan memalukan tercipta dan membuat nya bersemangat.
"echi!"(rias)
"luang matamu,besok sekolah_-"(Sona )
"ahahaha Sona Chan, sebenarnya waktu pelajaran juga waktu luang bagiku!"Akatsuki tertawa lalu lega saat Sona dan rias memiliki senyum tipis di mulutnya.
Akeno menatap ketiga orang ini dengan penuh minat,dia juga menatap rias dan Sona dengan sedikit prihatin.
bagaimanapun,kedua gadis ini tidak tahu,tapi dia tahu,stamina Akatsuki...sudah lah,Akeno menggeleng kan kepalanya dengan wajah memerah berusaha mengusik pikiran memalukan itu.
"sudah cukup kalian bertiga!,lebih baik kita cek keadaan adikmu, bagaimana,darling?"
mendengar perkataan Akeno, Akatsuki dan kedua gadis langsung tersadar dan mengangguk.
saat memasuki kamar Issei,mereka bertiga melihat Issei yang sedang menatap langit-langit kamar kaya Wibu yang abis nonton anime "Dr.stone" dan berhayal tentang "seandainya gw bisa kek senku:v"
"hoi hoi,adik bodoh,kenapa tatapan mu seolah-olah tidak memiliki harapan hidup saja!?"
saat melihat nya Akatsuki menyeringai dan mengejek Issei yang sedang putus asa.
"hah! kau yang kau bi-"
"rias sempai!"
"Akeno sempai!"
"ketua Sona!"
"apa yang kalian lakukan di rumahku!?"
Issei ingin berdebat dengan Akatsuki,tapi saat melihat ketiga gadis,dia langsung terpana dan berteriak tanpa sadar.
dia juga hampir ngiler saat melihat area tertentu rias dan Akeno yang tindakan ini membuat Akatsuki kesal dan langsung menjitak kepala Issei
"kau adik bodoh,kau boleh saja melihat cewek lain dengan mata t.o.l.o.l mu itu,tapi jangan tatap pacar ku seperti itu k.o.n.t.o.l!"
tanpa sadar,kata kata toxic keluar dari mulut Akatsuki yang membuat Issei terpana.
.
"ka.kau!"
"kakak punya Harem!!!!"
Aaaaah bukan kah kau bilang kau ingin menjadi gengsters!,kenapa kau punya Harem!"
"itu mimpiku!!"
"kau kakak yang tak tahu malu!"
dong!
mendengar ocehan adiknya, Akatsuki tiba tiba merasa bangga dalam hatinya,siapasih yang tidak senang saat seseorang mendapat apa yang tidak orang lain dapatkan?.
"haha emang iya aku yakuza tapi siapa yang bilang kalo Yakuza tidak bisa memiliki Harem!"
"kau kalah,adikmu yang bodoh!"
mendengar perkataan Akatsuki,ketiga gadis itu memerah karena malu tapi Issei langsung merasa dia tiba tiba mendapatkan critical points tepat di hatinya.
"uaaaa kau jahat!!"