
Hirata menyeringai,saat merasakan kekuatannya melonjak sampai ke langit langit,awalnya dia tidak menyatu sepenuhnya dengan monster yang dia serap.
tapi setelah pertempuran intens dengan Akatsuki,tubuhnya perlahan terbiasa dan perlahan menyatu.
kalau tadi kekuatan Hirata Hanya tingkat dewa,nah sekarang dia menembus lagi ke tingkat yang lebih tinggi.
kalau di bandingkan dengan kekuatan Akatsuki,dia sekarang setara dengan tingkat super saiyan God biasa.
"hmm?? sepertinya kekuatanmu meningkat ya,tapi kalau kita bertarung di sini pasti akan menyebabkan kerusakan yang tidak perlu,jadi ayo ganti tempat!"
"dimensional isolation!"
setelah Akatsuki menilai kekuatan lawan,dia kemudian menggunakan sihir yang dia pelajari di dunia dxd.
sihir ini memungkinkan untuk membuat daerah sekitar menjadi dimensi berbeda,sihir ini juga di gunakan oleh fraksi pahlawan di season 4 anime dxd.
sihir ini cukup nyaman karena tidak perlu mengkhawatirkan daerah sekitar,karena setelah sihir di nonaktifkan daerah sekitar akan menjadi normal kembali.
(a/n:lupa nama sihirnya tapi sebut aja gitu dulu😅)
"ap-apa yang terjadi!"
Hirata berkata dengan sedikit ngeri saat melihat daerah sekitarnya menjadi hitam putih.
dia kemudian menatap Akatsuki dengan ngeri,tapi dia menelan ketakutan nya dan kembali memasang posisi bertarung.
WUSH!
BOOOOM!
sebuah aura keluar dari tubuhnya menyebabkan gelombang kejut yang cukup kuat,daerah dengan radius 5 km semuanya terhempas.
menyisakan lapangan datar,di sana tersisa Hirata,Akatsuki,dan Saitama yang mengambang di langit menyaksikan pertempuran.
saitama saat ini di lindungi oleh Ki jadi dia tidak terhempas.
"kau ini..sangat suka sekali ya mengeluarkan aura pertempuran yang kecil itu?,baiklah biar ku perlihatkan apa itu semangat pertempuran"
Akatsuki berkata saat tatapan nya mulai sedikit serius dan Ki di tubuhnya mulai mengamuk dan keluar dengan ganas.
BOOOM!
KRAK!
KACHA!
BOOM!
LEDAKAN!
BOOMM!
ledakan Ki mengerikan keluar dari tubuh Akatsuki,daerah dengan radius 20 km menjadi rata dengan tanah saat dia mengeluarkan sepertiga dari kekuatannya.
Akatsuki tidak khawatir menyebabkan masalah,karena sekarang mereka berada di dimensi hilang.
"sa-sangat kuat!,apakah aku bisa mengalahkannya!"
Hirata berkata dengan pucat saat melihat ledakan Ki yang di timbulkan Akatsuki,dia bertanya tanya apakah dia mampu untuk melawan Akatsuki dengan kekuatannya.
"AAHHH PERSETAN,MATI UNTUK KU!"
akhirnya dia tidak punya pilihan selain melawan,dengan gerakan berkedip dia melesat ke arah AKATSUKI.
Akatsuki tentu tidak membuat Hirata terlihat keren sekarang,dia dengan santai menerima pukulan dari Hirata dan membalas nya dengan pukulan di perut.
BOOOM!!
KACHA!!
Hirata terlempar beberapa meter tapi kali ini dia tidak langsung tumbang,dan dia langsung kembali melesat ke arah Akatsuki.
"oh? sepertinya pertempuran akan menjadi lebih seru,haha baiklah biarkan aku bersenang senang!"
Akatsuki dengan seringai,dia membuat posisi bertarung yang lebih pantas.
BOOM!
BOOM!!
KACHA!!
mereka berdua terus saling membalas pukulan dan menyebabkan banyak ledakan dan retakan ruang.
"ayo terus,haha...anjir malah kayak antagonis kalo gini terus"
saat bertarung Akatsuki berkata,sejak memulai pertempuran dia merasa kalau dia adalah penjahatnya.
sebab,setiap Hirata terlempar ke tanah,dia selalu meneruskan kata kata protagonis.
seperti "aku tidak akan menyerah!!"
"aku pasti akan mengalahkan mu dan menjadi nomor satu!"
seperti itulah kata kata protagonis yang keluar dari Hirata selama pertempuran.
saat ini,Hirata masih mencoba bergerak ke arah AKATSUKI,tapi Akatsuki mengantisipasi setiap gerakan dia dengan sempurna.
selama beberapa tahun ini dia sering bertarung dengan dirinya sendiri di ruang latihan jadi tidak heran sia sangat berpengalaman.
"hah sepertinya sudah waktunya untuk mengakhiri pertarungan ini"
Akatsuki kemudian menjauh dari Hirata lebih Hadir 100 meter,dia mengeluarkan pedang kayu nya dan membuat posisi bertarung.
aura di sekitarnya berubah drastis,berbeda dengan kekuatan mentahnya.
ilmu pedang Akatsuki sekarang hanya bisa di sebut bug oleh dunia.
KACHA!
WUSH!
beberapa retakan muncul saat aura pendekar keluar dari tubuh dan pedang Akatsuki.
saat ini bahkan orang biasa bisa merasakan nafas tajam dari Akatsuki,seolah olah dia bisa memotong apapun dengan pedang nya.
"baik mari akhiri!"
[gaya kosong:tebasan datar biasa!]
dengan ayunan santai tapi saat ini Akatsuki menggunakan seperlima dari kekuatannya untuk tebasan itu.
SWUSH!!
sebuah cahaya melesat ke langit dan kemudian mulai turun mengikuti arah tebasan pedang Akatsuki.
melihat itu,Hirata hanya menatap kosong ke arah cahaya itu,dia ingin berlari tapi kakinya seolah tertancap ke tanah dan bahkan tidak bisa melangkah sedikit pun.
KRAK!
KACHA!!
sebuah suara robek terdengar,tidak ada ledakan sama sekali karena kehalusan ilmu pedang Akatsuki.
"heh sudah selesai ya?"
gumam Akatsuki saat dia tidak merasakan Ki milik Hirata,dia melihat hasil tebasan nya dengan kosong.
Saitama yang melayang di atas menatap ke arah tebasan Akatsuki dengan ngeri,tenggorokan nya setara kering saat membayangkan dia yang di incar.
hasil tebasan Akatsuki,sebuah jurang yang tidak bisa di lihat kedalaman nya tercipta setelah menerima tebasan Akatsuki,di sekelilingnya ada gelombang gelombang ruang yang tidak stabil.
awan Guntur tercipta membuat pemandangan yang begitu mengerikan,
dari luar angkasa,bisa di lihat kalau bumi saat ini memiliki garis hitam yang hampir membagi setengah.
yang artinya tebasan biasa dari Akatsuki hampir membelah bumi menjadi dua bagian,untung saja saat ini dunia berada dalam ke adaan diam.
sihir isolasi dimensi Akatsuki masih bekerja,kalau tidak sudah di pastikan bumi akan meledak karena ketidakstabilan inti bumi yang terbelah.
kembali ke Akatsuki.
Akatsuki pov≥»
melihat tebasan ku,aku mengangguk puas,biasanya di ruang latihan sekeras apapun aku menebas pasti tidak akan menimbulkan kerusakan karena dimensi latihan akan bertambah kuat mengikuti pertumbuhan ku.
jadi melihat hasil tebasan ku aku cukup puas,meski tidak membekas sepenuhnya planet ini,tapi aku bahkan tidak menggunakan setengah kekuatanku.
aku memasukan kembali pedang latihan ku dan melihat ke arah Saitama,dia saat ini sedang masih dalam ke adaan linglung.
kemudian aku melayang dan menepuk bahu Saitama.
Saitama tersadar dan kemudian menatapku ku dengan ngeri,dia menunjuk ke arah bumi yang hampir terbagi dia dengan marah.
"apa yang kau lakukan!,bagaimana jika bumi hancur sekarang,nanti diskon supermarket pasti akan hilang,bisakah kau mengembalikan nya?"
teriak Saitama membuat ku sweetdrop,meski saat ini dia belum menjadi kuat,tapi dia masih kekurangan uang.
aku tersenyum dan menonaktifkan sihir isolasi dimensi,dan sesaat kemudian semua bekas pertempuran pulih seolah olah tidak pernah ada sebelumnya.
"hei bagaimana kau menjadi sangat kuat?,apalah kau pahlawan?"
dengan penasaran,Saitama bertanya kepada ku.
aku tersenyum lalu melesat ke arah kota z.
"nanti ku jawab,ngomong ngomong dimana rumah mu?"
aku bertanya pada Saitama yang masih tidak percaya apa yang baru saja terjadi.
"ah? oh ikuti aku!"
Saitama bingung,kemudian mengerti.
dia sebenarnya ingin menjadi pahlawan,setelah di keluarkan dari pekerjaan nya dia menjadi pengangguran.
dalam animenya dia menjadi pahlawan karena uang,tapi setelah mendapat kan kekuatan dia menjadi pahlawan karena hobi.
(a/n:gak juga sih,Saitama dari awal jadi pahlawan itu karena hobi)