
"mhn~ahn"
"hei cepat lepaskan oppai ku,mau sampai kapan kau memainkan nya,baka tsuki~"
saat aku memainkan oppai sona yang lembut,dia cemberut karena sudah lebih dari 20 menit aku terus menguleni nya.
melihat wajah cemberut Sona yang imut,aku membebaskan oppai nya dan kemudian dia segera merapikan pakaian nya dengan wajah memerah.
"ukh, seperti nya ini akan bengkak,ini semua salahmu memainkan nya terlalu lama!"
Sona memegang oppai nya dan dia merasakan kalau ada perbedaan dari sebelum nya,dia menatap Akatsuki dengan sedikit tajam.
"ha.ha.ha,soalnya,itu sangat lembut sampai sampai aku tidak mau berhenti ,maaf ya~"
Akatsuki tersenyum canggung,lalu mencium bibir Sona.
setelah mendapat kan ciuman,Sona yang tadinya cemberut sekarang terdapat senyuman manis di bibirnya.
dia mengangkat salah satu tangan nya dan memegang bibir mungil nya,lalu dia menatap Akatsuki.
"oh ya,kalau tidak salah ingat,akeno tadi memintamu untuk datang ke ORC,bukan nya kau harus datang?"
seolah mengingat sesuatu,Sona kemudian berbicara pada akatsuki dengan tatapan sedikit cemburu saat menyebut akeno,tapi segera hilang dalam sesaat karena dia tidak peduli seberapa banyak akatsuki memiliki wanita di masa depan.
"ah,aku baru ingat,kalau begitu kau mau ikut?"
karena terlalu asik berbincang dengan Sona, akatsuki melupakan hal itu,dia juga bertanya pada Sona apakah mau ikut.
"tidak,aku masih harus menyelesaikan tugas OSIS ku yang tertunda"
Sona menggelengkan kepalanya lalu menatap Akatsuki dengan cemberut,dia seolah mengatakan "ini semua salahmu"tapi tidak ada kata yang keluar.
"baiklah,aku akan menemui mu lagi nanti"
setelah mencium pipinya,aku segera berdiri dari kursi dan berniat pergi ke tempat akeno.
"ya,aku menunggu"
Sona tersenyum manis saat mengatakan itu,aku melihatnya sangat ingin langsung membawa nya ke kamar dan melakukan berbagai gaya dan membuat monyet,ber..can..da..
"bye bye,darling~"
dengan tangan melambai,Sona mengumpulkan keberanian lalu berkata dengan nada manis.
aku tersenyum lalu memejamkan mataku,aku mencari aura akeno di sekitar seolah dan menemukan nya di sebuah gedung yang cukup tua.
meski aku berkali kali menonton nya si anime,tapi ini adalah dunia nyata dan aku tidak tahu lokasi spesifik nya jadi aku harus mencari aura akeno terlebih dahulu.
setelah menemukan lokasi akeno,aku kemudian menggunakan teleportasi.
tidak ada lingkaran sihir saat aku menggunakan teleportasi ini,karena teleportasi milikku bukan untuk bepergian melainkan untuk bertarung.
biasanya,para penyihir menggunakan teleportasi untuk melakukan perjalanan jauh,dan jarang ada penyihir yang menguasai elemen ruang hingga sedemikian rupa sehingga bisa di gunakan untuk pertarungan.
(a/n:contohnya hiraisin(dewa Guntur terbang) jutsu,skil teleportasi ini di gunakan untuk bertarung)
Sona melihat akatsuki yang menghilang dari udara tipis dengan tercengang,dia tidak merasakan pergerakan apapun dari akatsuki, seolah akatsuki menghilang dari udara tipis.
"teleportasi?,tapi kenapa tidak ada lingkaran sihir?"
"apakah ini semacam pengendalian ruang?,melipat ruang?"
seperti yang diharapkan dari iblis yang memiliki kecerdasan tinggi,Sona langsung menganalisis situasi akatsuki.
memang benar apa yang baru saja di gunakan akatsuki adalah bergerak dengan cepat setelah jarak di lipat,dan skil ini tidak semua mahluk bisa melakukan nya karena harus memiliki pemahaman tinggi dalam elemen ruang,tidak seperti lingkaran teleportasi milik Sona atau rias yang sudah di buatkan oleh orang lain dan bisa di gunakan oleh semua orang.
(a/n: lingkaran teleportasi keluarga gremory dan lain nya,itu sudah ada yang membuat dan bisa di gunakan oleh semua orang jadi yang menggunakan nya tidak perlu lagi melafalkan mantra atau membuat lingkaran sihir)
"tsuki-kun sangat keren,dia bahkan bisa menguasai elemen ruang!"
elemen ruang adalah elemen yang cukup kuno, sama hal nya dengan gravitasi, waktu,dan penciptaan.
jadi Sona sangat mengagumi Akatsuki sekarang dan semakin menyukainya
(a/n:biasanya di anime,orang yang menggunakan sihir ruang itu cuma pake lingkaran sihir atau peralatan suci nya(sacred gear),tapi ada beberapa mahluk yang pasti menguasai elemen ruang,contohnya great red yang bisa menjelajah celah dimensi/dimensi waktu sesuka hati)
Sona dengan cepat berdiri lalu berteleportasi ke ORC.
di sisi akatsuki.
aku sampai di tempat akeno dan kemudian melihat sekeliling,di sini adalah ruangan yang besar,bahkan ada kamar mandi di sini.
"akhirnya kau disini, tsuki-kun~"
saat aku melihat sekeliling,akeno tiba tiba terjun ke pelukan ku dan menggantung di leher ku.
aku menatap nya dan tersenyum,aku melihat sekeliling dan melihat kalau ada beberapa orang di sini.
seorang gadis kecil berambut putih,dengan memegang sekantong cemilan menatap ku dan akeno dengan datar,dia adalah koneko tojou benteng dari peerage rias.
dan bersandar di dinding,seorang pemuda berambut pirang dengan wajah cantik memejamkan matanya,lalu setelah mendengar keributan.
dia membuka matanya,dan tersenyum ramah padaku,aku sedikit bergidik melihat senyum nya,mulai sekarang aku harus waspada dan menjaga pantat ku saat berada di dekat nya,dia adalah yuuto Kiba,dia memiliki bidak knight rias.
lalu duduk di meja bos,gadis berambut crismon dengan tatapan sedingin cahaya bulan,rias gremory iblis kelas tinggi dan ketua klub ini.
"halo,namaku Akatsuki hyodou,senang bertemu kalian!"
aku tersenyum lalu membawa akeno ke sofa,dia duduk di pangkuan ku dan bersandar di dadaku.
"ahem!,sebelumnya aku lupa memperkenalkan diri ku,namaku rias gremory iblis kelas tinggi dari keluarga gremory"
rias memperkenalkan diri dengan elegan sesuai dengan gaya bangsawan,aku mengangguk dan tersenyum padanya.
"salam kenal, terimakasih sudah merawat akeno dalam beberapa tahun ini!!"
"yah,itu tidak masalah,lagipula dia keluarga ku"
rias mengangguk saat mendengar ucapan terima kasih akatsuki,lalu dia menatap koneko yang duduk di samping akatsuki.
"dia adalah benteng ku ,namanya koneko tojou"
"salam kenal!"
saat rias memperkenalkan kan nya,si kecil mengangguk dan berkata dengan nada datar tanpa sedikitpun emosi terlihat di wajahnya.
"yah~gadis yang sangat imut,hei hei mau permen?"
saat melihat koneko, akatsuki tersenyum lalu mengeluarkan beberapa cemilan manis dari ruang portabel nya.
mata koneko berbinar saat melihat beberapa coklat dan makanan ringan lain nya,dia langsung membawa cemilan itu ke pelukan nya.
"terimakasih,senpai!"
meski terlihat senang,tapi nada suaranya masih datar membuat akatsuki sweetdrop.
"tidak masalah,jika kurang bilang saja!"
Akatsuki melambai kan tangan nya dengan santai,lalu rias melanjutkan perkenalan.
"lalu yang terakhir,dia adalah knight ku yuuto Kiba"
dia menunjuk pada pemuda yang memiliki wajah cantik itu,Kiba tersenyum dan mengangguk.
"salam kenal, hyoudou Kun!"
aku bergidik saat melihat senyum ramah nya,aku dengan sepat mengangguk lalu memeluk akeno dengan erat.
"ada apa tsuki-kun?"
akeno bertanya dengan bingun saat aku mempererat pelukan ku,aku menatapnya lalu sedikit melirik Kiba.
"senyum ramah orang itu entah kenapa tidak normal,aku sedikit merinding saat melihatnya!"
aku berkata dengan suara rendah dan hanya bisa di dengar oleh akeno,tapi semua orang di ruangan ini adalah mahluk supranatural jadi mereka mendengar perkataan ku dengan jelas.
sudut mulut Kiba berkedut saat mendengar perkataan Akatsuki,rias terkekeh dan koneko hanya memakan cemilan tanpa mempedulikan apapun