DxD:TEBAS SEGALANYA!

DxD:TEBAS SEGALANYA!
30.lama tak bertemu,darling~


meninggalkan kan sekolah tanpa halangan,Akatsuki saat ini sudah tiba di markas Yakuza daerah kuoh.


dia sudah menghubungi orang tuanya dan mengatakan kalau dia akan tinggal di markas,bukannya tidak mau tinggal bersama dengan keluarganya tapi lagipula jarak markas dan rumah nya hanya sekitar 20 menit perjalanan.


jadi dia bisa pulang kapan saja jika dia merindukan orang tuanya.


Akatsuki pov.


setelah menyapa para anggota,aku langsung pergi ke kamar dan merapihkan seragam sekolah ku.


"yah daripada tidak melakukan sesuatu,lebih baik aku mencari beberapa serangga saja malam ini"


aku berkata sambil mengeluarkan pedang ku,pedang ku masih sama yaitu pedang tak terbatas.


meski pedang ini berbahaya sekarang karena karena energi yang di pancarkan nya saja sudah cukup untuk membelah planet bumi menjadi beberapa bagian tapi aku bisa mengendalikan kan nya dengan mudah.


saat ini hari masih pagi dan,aku langsung memasuki ruang latihan dan berniat memperdalam pemahaman ku tentang sihir.


di dunia ini ada berbagai sihir,yang paling umum adalah sihir elements yang bisa di pakai oleh semua mahluk tapi ada keterbatasan tentang bakat masing masing.


maksudnya tidak setiap orang memiliki banyak kedekatan dengan sihir elemen,biasanya setiap orang hanya mempunyai kedekatan dengan 1 elemen.


dan untuk iblis,mereka menyebutnya dengan energi iblis dan hanya bisa di pakai oleh iblis saja.


setelah itu ada juga energi suci yang di pakai oleh malaikat dan malaikat jatuh.


untuk para dewa,tentu saja mereka menggunakan energi ilahi.


selain sihir elemen,ada juga sihir kuno misalnya waktu, gravitasi,dan penciptaan.


(a/n:omong kosong,gw juga gak tau apakah itu ada dalam serinya atau enggak,kirim hadiah baru gw perbaiki!)


setelah memasuki ruang latihan,aku langsung mengubah pemandangan di sekitar.


awalnya dinding dinding ruang latihan hanya berbentuk sirkuit komputer,tapi seiring bertambahnya kekuatan,ruang latihan juga meningkat dan sekarang luasnya setara dengan planet bumi.


meski bisa lebih besar,tapi aku hanya mengaturnya seperti ini untuk saat ini.


setelah selesai mengatur pemandangan menjadi lebih enak di pandang,aku segera duduk dengan posisi lotus kemudian memejamkan mata.


(*pemandangan nya ngapain di ubah kalo ujung ujungnya gak liat apa apa_-!! ||-dxd)


keadaan di sekitarku berubah dan aku langsung masuk ke dalam posisi paling fokus dalam keadaan meditasi.


aku langsung mengulang kembali latihan yang sudah ku jalani di dalam pikiran ku,setelah itu memilah Milah dan menyempurnakan.


selain itu aku juga berlatih menggunakan Ki untuk terus memperkuat dan memperdalam kendali ku atas kekuatan besar yang ada di dalam tubuhku.


skip aja cok»


di sebuah gedung yang cukup tinggi,Akatsuki berdiri dengan tenang memandangi kota kuoh yang sudah cukup sepi.


saat ini sudah tengah malam,Akatsuki berniat mencari beberapa iblis liar yang menggangu warga sipil untuk di jadikan samsak tinjunya hari ini.


dia saat ini menggunakan pakaian yang cukup santai,dengan celana jeans biru gelap dan Hoodie hitam dilengkapi garis merah,sama sekali tidak seperti orang yang akan pergi bertarung sama sekali.


"di sana ya,sepertinya cukup menjijikan?!"


Akatsuki bergumam kemudian menaikan tudung Hoodie dan wajahnya menjadi tersamarkan di bawah sinar bulan.


"ayo berburu!"


dia langsung melesat ke arah tertentu tempat dia merasakan aura iblis liar,mencari iblis liar seharusnya begitu mudah untuk akatsuki karena dia hanya perlu merasakan aura yang menjijikan atau negatif.


"yeah!!,aku merasa sangat keren tadi,hahaha!"


saat terbang dengan kecepatan tinggi,Akatsuki tertawa saat mengingat sikap sok keren nya.


di suatu taman yang sepi»


"haha sepertinya kita akan makan enak hari ini"


sosok yang cukup mengerikan,dengan badan yang setidaknya memiliki ketinggian 3 meter sesososk iblis liar saat ini tengah menatap seorang wanita acak tertentu.


iblis itu memiliki tubuh humanoid dengan buku singa,wajah seperti biasa dia sangat jelek sebagai iblis.


meskipun dia adalah iblis kelas menengah,tapi jika yang berhadapan dengan nya adalah manusia biasa tanpa sihir tentu saja dia sekarang terlihat mendominasi.


di atas langit,sesosok anggun dan indah sedang menatap iblis liar itu dengan dingin.


sesosok itu memiliki bentuk humanoid dengan paras yang sangat mempesona,bibir ceri yang terlihat sangat manis dan sorot mata yang tajam membuat pesona nya terlihat seperti succubus alami.


rambut merah darah nya berkibar di terpa angin malam yang dingin terlihat sangat mempesona.


"rias, sepertinya ini adalah iblis liar yang baru baru ini sangat agresif dan menyerang manusia!"


di sebelah gadis itu,sesosok yang tak kalah menawan sedang melayang mengikuti arah tatapan rias,akeno saat ini mengikuti rias untuk mencari sumber masalah di daerah kuoh baru baru ini,jadi mereka menyelidikinya dan menemukan iblis kelas menengah sedang menggangu warga sipil.


(a/n: sebenarnya males nge deskripsi in karena kalian yang baca pasti udah pada tau rias dan akeno,jadi apa adanya aja ya wkwkw)


"ya~,lalu..ayo mul-"


ucapan rias terpotong oleh adegan yang membuat mulut mereka hampir terjatuh saat ini,tangan iblis liar itu hanya berjarak beberapa sentimeter lagi sebelum mencabik cabik mangsanya tapi sesuatu yang luar biasa terjadi.


rias dan akeno melihat sebelum tangan iblis liar itu menyentuh wanita mangsanya,kilatan emas terjadi dan tangan iblis itu terpotong menjadi beberapa bagian.


dan setelah beberapa saat mereka melihat seorang pemuda berdiri tak jauh dari mayat iblis liar itu sambil memegang pedang.


"pedang itu...mungkinkah!"


saat akeno melihat pedang yang di lengang oleh pemuda itu,dia merasakan kalau tubuhnya sedikit bergetar dan sedikit harapan muncul di hatinya.


akeno POV.


namaku akeno himejima,bagaimana mengatakan nya yah mungkin...aku seorang iblis saat ini.


aku adalah peerage dari seorang gadis iblis bangsawan,dia juga ku anggap sebagai keluarga ku.


aku awalnya seorang gadis kuil setengah malaikat jatuh,dulu aku sangat kesepinan karena semua anak anak di klan tidak ada yang mau mengajak ku bermain,bahkan mereka takut padaku karena sayap ku.


tapi suatu hari,seorang anak lelaki datang dan menyinari hari hariku yang biasanya abu abu,karakternya yang ceria dan yang membuatku menyukai nya adalah dia sangat memanjakan ku.


namanya adalah akatsuki hyoudou,dia adalah seorang yang kucintai dan yang paling ku rindukan.


tapi suatu hari,kediaman ku di serang oleh orang orang klan,saat itu Akatsuki-kun menyuruh kami melarikan diri dengan rias dan dia melawan semua penyerang.


dan sampai sekarang aku tidak tahu kabarnya,selama ini aku berlatih dengan keras bersama rias di dunia bawah berharap suatu hari nanti aku akan bertemu dengan nya lagi dan bertarung berdampingan.


dan hari ini,aku bersama rias pergi untuk menyelidiki masalah yang baru baru ini terjadi.


di duga iblis liar telah memasuki wilayah keluarga gremory dan mengacau.


tapi saat rias akan menyiapkan sihir,pemandangan yang menakjubkan terjadi.


aku melihat di saat iblis itu akan mencabik cabik mangsanya,dia langsung berubah menjadi daging cincang.


aku terkejut,tapi aku tidak terkejut dengan nasib iblis itu,tapi aku melihat sang penyerang!.


pedang kayu yang ku ingat dengan jelas,itu adalah pedang kayu yang selalu di pakai oleh Akatsuki-kun saat kami berlatih bersama!.


tanpa sadar aku menutup mulutku dengan tanganku,tubuhku bergetar dan berharap kalau dia adalah Akatsuki Kun.


tanpa sadar aku mengulurkan tanganku,dan tubuhku turun ke bawah.


tapi sebelum aku bergerak,pemuda yang baru saja datang dan membunuh iblis itu menghilang,aku panik dan menoleh ke arah rias.


"rias,kau melihat itu kan,itu pedang yang sama yang di pakai oleh tsuki-kun,pasti dia adalah tsuki-kun!"


"rias,ayo kita cari dia!"


aku berkata dengan tergesa-gesa pada rias,tapi saat ini aku merasakan tangan hangat menyentuh kepala ku


aku tertegun kemudian mendengar suara yang selama ini kudindukan.


"kenapa harus mencari,toh aku tidak kemana mana!"


"oh ya...bagaiman ya..anuu"


"yah~lama tak bertemu,darling~"


TBC.


(a/n: Sumpah chapter ini sangat buruk,gw sebenarnya gak mood buat nulis tapi karena gada kerjaan gw maksain aja,kalau chapter ini buruk mohon maaf ya!


toh kalian juga gak bayar,wajar aja kalo kualitasnya makin buruk:v)