DxD:TEBAS SEGALANYA!

DxD:TEBAS SEGALANYA!
35.sona memutskan!


semua orang terkejut dengan kabar bahwa siswa baru yang tampan adalah saudara dari Issei,di lihat dari manapun mereka tidak terlihat mirip sama sekali.


"mana mungkin aku merindukan mu idi*t!!"


"dan kenapa kau selalu tumbuh lebih tinggi dari ku!"


Issei frustasi melihat saudara yang dulunya kembar tapi sekarang malah jadi sedemikian rupa dan menjadi lebih tampan.


"hah~sudah kubilang kau ini jangan terlalu banyak menonton jav,lihatlah tubuh kurus mu ini!"


Akatsuki tertawa saat mempermainkan adik nya,Issei menjadi kesal tapi tidak berani melawan mengingat hari hari nya yang selalu di bully kalau ada akatsuki.


"oh ya katamu kau pindah,di kelas mana kau berada?"


setelah di lepaskan,Issei segera bertanya dengan penasaran.


"ntah lah,Sona Chan belum memberi tahu ku,mungkin nanti aku akan menanyakan nya?"


Akatsuki mengangkat bahu dan berkata dengan santai, sementara Issei dan teman nya terkejut karena mendengar akatsuki begitu akrab dengan Sona.


"hei! kenapa kau menyebut nama ketua dengan namanya,apakah kau tidak tahu kalau dia itu sangat menyeramkan?"


Issei berbisik dengan suara rendah dan kedua teman nya mengangguk, akatsuki terkekeh.


"menyeramkan apanya, menurut ku dia sangat imut hah~"


jawaban akatsuki membuat Issei dan kedua teman nya terkejut,lalu mereka melihat akatsuki menghampiri Sona.


"oh ya Sona ku yang imut,aku lupa menanyakan ini padamu"


"aku belum tahu letak kelas ku,bisakah kau mengantar ku?"


Akatsuki berbicara sambil menggoda,melihat itu Issei segera berkeringat dingin dan kasihan dengan kakak nya.


tapi dia tercengang,dia tidak melihat Sona marah tapi malah Sona terlihat senang karena di sebut imut.


apalagi saat akatsuki mengklaim Sona sebagai miliknya dengan sebutan "Sona imut ku"


"o.oke,aku akan mengantarmu,Tsubaki terus periksa murid murid agar tidak melanggar peraturan!"


setelah menerima permintaan akatsuki dengan lembut, dia kemudian memerintahkan Tsubaki dengan wajah poker.


perubahan ekspresi wajah Sona membuat semua orang sweetdrop, Tsubaki terkekeh melihat tingkah sona.


"huh~padahak hyodou Kun sendiri melanggar aturan tapi kau mengabaikan nya"


dia berkata dengan senyum menggoda pada Sona.


di lihat dari mana pun akatsuki memang melanggar aturan,dengan memakai jaket tambahan.


tapi Sona merasa tidak mampu untuk menegur Akatsuki,dia takut akatsuki memiliki kesan yang buruk tentang dirinya.


"ayo tsuki-kun"


Sona berkata lalu memimpin jalan, akatsuki mengikuti laku menggenggam tangan kecil nya.


"ap.apa yang kau lakuka,baka!"


wajah Sona memerah saat ini, akatsuki tersenyum tanpa peduli tatapan luar biasa setiap orang.


"kalau begitu,sampai jumpa Issei "


Akatsuki melambai pada Issei kemudian berjalan berdampingan bersama Sona.


Akatsuki pov.


aku mengambil tangan kecil Sona dan menggenggam nya,Sona tampak memerah saat ini yang menurut ku terlihat sangat imut.


setelah itu Sona mulai berjalan dan aku hanya mengikuti,aku merasakan dia mulai menggenggam tangan ku dengan erat.


aku tersenyum dan mendekat padanya,saat ini kita sudah sampai di loker pribadi para siswa.


setelah beberapa menit aku dan Sona sampai di depan ruang kelas,ini adalah ruang kelas 2 A.


(a/n:gw gak terlalu memperhatikan urutan kelas,karena bagaimanapun juga novel ini bukan tentang sekolah)


"kalau begitu sampai jumpa akatsuki Kun"


Sona mencoba melepaskan genggamanku dan berniat kembali pada tsubaki,tapi aku mengeratkan genggaman ku membuatnya menatap ku bingung.


aku mengabaikan tatapan nya dan menarik nya lebih dekat,lalu aku mencium pipinya dengan lembut sebelum melepaskan tangan nya.


"yah,sampai jumpa,jangan bekerja terlalu keras, perhatikan tubuhmu juga!"


aku berkata dengan lembut,dia memerah setelah ciuman cepat itu tapi tidak marah,yang membuatku senang.


dia tampak kesal karena suatu alasan,dan kemudian melambaikan tangan kecil nya.


"bisakah kau membungkuk sebentar?"


dia berkata dengan suara kecil,aku mengangguk dan mulai menyamakan tinggi ku dengan nya.


dia kemudian dengan berani mengulurkan tangan kecil nya pada leherku dan menyerbu bibirku.


bibir lembut dan mungil nya terasa manis jadi aku sangat menikmati ciuman berani Sona.


"yah~tidak kusangka kau akan sangat berani,tapi kita sudah sejauh ini,kau tidak mungkin akan kulepaskan lagi lho"


aku berkata dengan mendominasi,dia mengangguk kecil dan mulai mengangkat kepalanya.


"tidak masalah,dan datanglah ke ruang OSIS nanti saat jam makan siang,ada yang harus ku jelaskan!"


setelah mengumpulkan keberanian nya,dia berkata dengan suara rendah.


Rona merah masih terlukis di wajah manis nya,aku ingin menangkap nya sekali lagi dan kemudian menggigit pipinya.


"kalau begitu aku pergi dulu!"


dia berbalik dan mulai berjalan,tapi aku kembali menangkap nya dengan memeluknya dari belakang.


dia terkejut dengan tindakan ku tapi tidak melakukan apapun untuk melawan.


"a.ada apa lagi?"


dia bertanya dengan suara rendah,aku sedikit melonggarkan pelukan ku dan dia membalikan badan.


melihat wajahnya dari dekat,aku menunduk dan mengambil bibir manis nya.


setelah beberapa detik,bibir kami terpisah dan aku tersenyum.


"yah~bukan apa apa,hanya saja aku tidak suka di dominasi jadi itu adalah balasan untuk yang tadi,hehe"


aku tertawa saat aku mulai melepas kan pelukan ku,dia cemberut sebentar sebelum aku mencubit pipinya.


"ahem!,permisi kalian berdua,kelas akan di mulai jadi sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk itu?"


saat aku akan mulai menciumnya kembali,suara wanita dewasa terdengar,aku mengangkat kepalanya dan kemudian terlihat sosok wanita berpakaian formal sambil membawa beberapa buku.


Sona terkejut dan kabur dari pelukan ku,dia menundukkan kepalanya pada wanita itu dengan wajah poker.


"selamat laki sensei,kalau begitu aku pergi dulu"


kemudian dengan berjalan cepat,dia meninggal kami berdua.


"apakah kau murid baru di sini, akatsuki hyodou Kun,benar?"


tanya wanita itu dengan penuh minat,aku mengangguk sedikit.


"oke namaku Shizuka hiratsuka,aku akan menjadi wali kelas mu mulai sekarang"


"ngomong ngomong,bisakah kau menjelaskan tetang tato yang cukup menonjol itu dan juga jaket mu?"


wanita itu memperkenalkan diri dengan cukup santai,tapi ada sentuhan ancaman di dalam nya.


"oh,ini hanya kebiasaan ku saja,dan mohon batuannya sensei!"


aku menjawab dengan biasa saja,aku seperti nya mengenal guru yang satu ini dan wanita ini cukup cantik tapi bukan tipe ku.


"begitu,kalau begitu kau tunggu di sini nanti aku akan memanggil mu sebenatar lagi"


aku mengangguk kemudian bersandar di dinding.


di kelas.


"semua diam!!"


melihat murid yang masih berbincang bincang,Shizuka langsung berteriak cukup keras dan membuat para murid terdiam.


"bagus,pertama tama,selamat datang kembali ke sekolah,tugas musim panas nanti akan di kumpulkan setelah pulang sekolah"


"dan sebelum kita memulai pelajaran, hari ini kelas ini kedatangan murid baru,hyodou Kun silahkan masuk!"


mendengar ucapan Shizuka,aku akatsuki memasuki ruangan dengan santai.


semua gadis di kelas terdiam setalah melihat wajah tampan akatsuki.


"kyaa sangat tampan!"


"jadilah pacarku!"


"hyodou Kun,aku ingin memiliki anak monyet dengan mu!"


mendengar teriakan gadis yang terakhir, akatsuki langsung berkeringat dingin di punggungnya.


dia menatap gadis itu dengan curiga,tapi langsung tenang saat melihat kalau gadis itu hanya gadis Fangirl biasa.


'huh tenang tenang,aku bukan saiyan(monyet) aku hanya manusia dengan keistimewaan saiyan(monyet)'


aku tersenyum pada gadis gadis itu membuat mereka semakin berteriak gila,para laki laki mendecakan lidahnya dengan kesal.


ngomong ngomong cowok di sekolah ini bisa di hitung dengan jari,bahkan di kelas 3,hanya Kiba yuuto peerage rias yang bersekolah di sini.


"baiklah cukup,perkenalkan dirimu hyoudou Kun"


aku mengangguk dan menulis namaku di papan tulis.


"namaku Akatsuki hyoudou,mohon bantuannya untuk kedepan nya!"