Dek Mirna

Dek Mirna
Chapter XVII : The Black Plan


Kita ke markas persembunyiannya Yumne


Yumne sudah kedua kalinya babak belur karena ulah Mirna. Bagaikan dirinya yang selalu digigit oleh ular berbisa dan beracun. Sungguh sangat menyakitkan.


Sangat tidak bisa dipercaya kalau gadis muda yang menjadi detektif seperti Mirna itu benar-benar tangguh dan sulit dikalahkan. Bahkan, bisa saja gadis muda berdarah Wonder Woman dan Batman itu sulit untuk dibunuh. Jangan-jangan, dirinya juga punya perisai pelindung dari sihir.


"Kita butuh kumpulkan banyak ide untuk mengalahkan gadis detektif berkekuatan super besar itu!" seru Yumne sambil melihat layar monitor, tentang kegiatan Mirna sekarang.


Masih tak ada tanda-tanda kegiatan gadis itu di luar sekolah. Artinya ia masih belajar di kelas sekolahnya, bersama Shania. Sementara untuk Rizki, ia sibuk patroli bersama beberapa anak buahnya untuk menghentikan sebuah perampokan di Bank yang berada di area barat Baradina.


Alex datang mendekati Yumne dan ikut melihat layar monitor, kemudian berkata, "Mereka masih belum keluar dari aktivitas biasa masing-masing. Tapi ini memang harus segera ditangani."


"Iya, aku tahu! Tapi bagaimana? Makanya aku bilang begitu tadi."


Yumne jadi marah dengan memukul meja kayunya yang cukup besar. Indra dan Graha terkejut, sedangkan Alex dan Jodi bisa terdiam tenang menghadapi kemarahan Yumne.


Alex berusaha menenangkan Yumne, agar ia tidak marah-marah. Supaya amarahnya padam dan tidak meledak-ledak sehingga menghancurkan ruang kerjanya.


Ketika itulah, muncul suara yang berkata, "Mungkin aku bisa bantu, Sayang!"


Ketika dilihat, itu adalah Johana. Wanita itu berjalan masuk dengan percaya diri tingkat dewanya dan menyilang kedua tangannya di dada. Satu ruangan jadi memandang wajahnya. Meskipun ia memakai jilbab tapi Johana bisa lebih jahat daripada wanita yang belum berjilbab lainnya.


"Memang kamu bisa bantu apa, Joh?" tanya Alex heran. "Kalau pertempuran sesama wanita, rasanya kurang enak."


"Pokoknya ada. Ini sudah ku pelajari cukup lama sebelum aku memakai jilbab. Aku coba pada kucing, ternyata kekuatan itu masih ada."


"Maksud kamu?" tanya Indra.


Johana tertawa jahat. Ia pun bercerita apa yang pernah ia lakukan sebelum dijadikan artis oleh Yumne. Ini terjadi saat ia pertama kalinya mendapat gelar janda.


"Aku belajar dari dukun sakti ternama di daerah Bogorama. Di sana, dukunnya amat disegani. Bahkan bisa nyembuhin berbagai penyakit apapun, mulai dari penyakit medis sampai penyakit sihir kayak guna-guna, santet, pelet dan lain-lain. Nah, aku belajar ilmu hitam untuk jurus suatu pengendalian semua makhluk hidup."


"Pengendalian semua makhluk hidup? Gimana caranya?" tanya Alex.


"Ini hampir sama dengan teluh atau santet, Lex. Ini lebih mengarah ke teluh atau santet maksudku. Tapi beda caranya. Kalau kalian belajar sama dukun ini, kalian akan sangat gampang mengendalikan siapapun. Tak hanya mengendalikan, tapi juga membunuh siapa saja," jawab Johana panjang lebar.


Graha berlagak berpikir. Kemudian muncullah sebuah ide dan berkata, "Maksud kamu, seperti seorang dalang yang memainkan boneka wayangnya sesukanya?"


Semua terdiam. Graha seperti sudah cukup mengerti. Namun, sebagian masih belum. Hingga Jodi memukul meja dan berkata, "Tunggu! Aku pernah dengar jurus pengendalian itu. Tapi ini bukan santet, teluh, atau sejenisnya. Hampir mirip, hanya saja ini lebih mengerikan, Yum. Aku bahkan pernah lihat korbannya. Dia dikendalikan seseorang agar korbannya menusuk dirinya sendiri dengan pisau dapurnya, karena korbannya itu berniat bunuh diri."


"Jurus apa itu namanya, Jod? Jangan membuat kami penasaran lebih lama lagi untuk menebaknya!"


Jodi terdiam sejenak. Hingga akhirnya ia menjawab, "Ini adalah jurus pengendalian darah. Orang yang mempelajari ilmu hitam yang tinggi untuk kesaktian tenaga dalamnya, akan mampu memakai jurus ini di malam Jum'at saat bulan purnama. Kalau bukan bulan purnama, ya jurus ini tidak akan muncul."


"Benar apa yang Jodi katakan barusan. Itu nama jurusnya, pengendalian darah. Bukankah, orang kena santet atau teluh saja di kendalikan sakitnya dengan sihir? Maksudku, supaya dia semakin sial, kita kirim banyak-banyak kesialan untuknya dengan sihir."


"Itu yang ku maksud juga tadi. Namun, aku takut menyebutnya. Karena, jurus ini amat sangat mengerikan. Menyeramkan hebat daripada ilmu hitam sihir lainnya, Yum! Teluh, guna-guna atau santet saja kalah."


Yumne terdiam. Ia merasa kalau ini memang harus digunakan untuk mengalahkan Mirna. Apalagi, Mirna gadis yang tidak menggunakan jurus tenaga dalam. Jurus yang dilakukan hanya ilmu bela diri biasa, yaitu karate. Tentu ilmu bela diri mematikan di dunia ini akan kalah jika di kendalikan dengan pengendalian darah seperti ini.


"Baik, aku setuju dengan idemu, Sayang. Gunakanlah untuk membantuku dalam mengalahkan Mirna yang sok jago itu!" pinta Yumne tegas.


"Sudah pasti, Sayang. Tenang saja, Mirna pasti bisa jatuh jika aku kalahkan dengan jurus ini. Dalam keadaan imannya kuat saja, badannya bisa tetap kena sihir ini," balas Johana dengan senyuman dan pelukan manjanya pada Yumne.


Yumne membalasnya dengan rasa manja romantisnya pada Johana. Empat anak buahnya hanya bisa menikmati dari jauh. Dan dinyatakan oleh Yumne, bahwa ini adalah rencana jahat berikutnya yang disebut "Rencana Hitam". Karena terselubung penggunaan ilmu hitam sihir di dalamnya.


Di layar monitor, terdapat Mirna dan Shania yang keluar kelas. Walau sudah ada teman pembelanya, namun Mirna tetap lebih suka menyendiri daripada bergabung bersama orang lain. Sungguh amat lucu bagi Yumne dan anak buahnya yang lain.


"Masih terus juga dapat bully rupanya gadis ini," kata Yumne dengan senyum kemenangannya.


"Amat sukar dipercaya jika dia detektif swasta muda di negeri ini," tambah Graha yang datang dan berdiri di sebelah kanan Yumne.


"Bukan sukar lagi. Tapi terlihat bohongnya. Palsu!"


Yumne dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak melihat Mirna. Itulah rencana yang akan digunakan oleh Yumne. Dan sejak saat itulah, Yumne akan menambahkan selingkuhannya itu dalam kelompoknya. Dengan rencana yang bernama "Rencana Hitam" tersebut.


Pasti akan ada keberhasilan untuk rencana hitam yang kalau dipikir olehnya, bisa sangat manjur. Bukan hanya untuk membuat Mirna kalah, tapi juga membuatnya tewas kalau perlu. Tewas total sampai tak bisa hidup lagi sampai kiamat besar pun tiba, seperti orang mati pada umumnya.


Namun karena Mirna sibuk di sekolah hari ini, dan ini bukan hari Kamis, jadi rencana hitam tidak dilaksanakan langsung tentunya. Tunggu saja dengan sabar. Lagipula, hari Kamis pekan ini belum tentu bulannya bulan purnama.


Yang jelas, tunggulah dulu di persembunyian misterius ini. Yang belum diketahui oleh siapapun juga di negeri ini.


...°°°...