Dek Mirna

Dek Mirna
Chapter XI : Mirna vs Yumne (part 1 : The First Meeting)


"Well, well, well! Lihat, siapa yang baru muncul di depan mata kepala kita sendiri!" seru Yumne dengan angkuhnya.


Ya, inilah Yumne. Lebih tepatnya Yumne Ahmadi. Sang musisi legendaris ternama dari Javabirna yang sudah sampai dikenal ke seluruh dunia. Namun, sikap dan akhlaknya tak seindah karirnya.


"Akhirnya, datang juga anda ke depan sepasang mata saya," balas Mirna tegas.


"Kita dapat sikat gadis remaja ini sesuka hati kita," kata anak buahnya Yumne yang berambut gondrong. Dialah Alex.


Alex Meikel, yang dikenal paling terkenal di band-nya sebagai vokalis. Namun, pria yang belum menikah ini amat playboy. Ia sudah punya pacar, tapi mudah menggoda wanita lain. Selain itu, ia mudah genit pada wanita. Gombalannya amat maut. Wanita manapun bisa dibuat meleleh karenanya.


Karena sudah tak tahan, Mirna mempersiapkan senjata, yaitu belati lempar. Sedangkan Rizki sudah mulai bergaya layaknya polisi lain untuk menembak.


"Sebelum itu, bersiaplah dulu baju dan dada atau perutmu bolong, Bung!" serunya.


Semua mempersiapkan senjatanya juga di tim Yumne. Dan pertempuran pertama pun tak dapat dihindarkan lagi.


Mirna menggunakan jurus karatenya lebih dahulu. Ketika menjauh, ia siapkan talinya. Ia putar-putar di udara, dan tali itu dengan canggihnya bisa mengikat dua pasang kaki yang dilawannya, Alex dan Graha. Lalu dengan keganasannya, gadis itu melempar ke sebuah jendela mall yang berada di sebelah hotel.


Kaca jendela mall pun pecah. Alex dan Graha terluka. Namun mereka tidak menyerah. Keduanya bisa jatuhkan diri dengan selamat hingga ke lantai dasar. Lalu serang balik Mirna.


Namun, keduanya ditahan oleh Yumne sambil berkata, "Kalian lawan Rizki! Mirna biar aku yang urus."


Alex dan Graha menurut. Keduanya pergi. Sedangkan Yumne menunggu kedatangan Mirna menyusul. Dan perang besar di teras mall dimulai.


Banyak para pengunjung yang sudah mengetahui Mirna. Mereka lebih mendukung Mirna daripada Yumne. Bahkan ada yang sampai memberi Mirna semangat untuk menghabisi Yumne hingga tewas.


"Habisi saja nyawanya si Yumne! Sikat dia!"


Pertempuran saling tonjok, tendang dan saling menjatuhkan badan tentunya mereka lakukan. Hebatnya, Mirna berhasil membuat Yumne sedikit terluka. Jadi, gadis itu berhasil melumpuhkan 3 targetnya, walaupun hanya membuat mereka terluka biasa.


Mirna juga terluka. Namun hanya luka tonjok saja, hingga membuat wajahnya mempunyai luka biru dan merah darah kecil. Tapi, ia bisa dinyatakan sebagai pemenangnya, karena akhirnya setelah terluka sedikit dan membuatnya cukup kelelahan, Mirna melempar 3 belati lemparnya pada Yumne.


Yumne berhasil terluka di bagian otot tangan kanannya karena terkena cakaran belati lemparnya Mirna. Belati lempar itu pun tertancap di tanah.


Para anak buahnya menurut. Dan saat akan pergi, Yumne mengancam Mirna sambil menahan rasa sakit di otot tangan kanannya, "Awas kamu, gadis jantan! Tunggu pembalasanku dan anak buahku!"


Setelah itu, Yumne pun pergi bersama anak-anak buahnya. Mereka pergi dengan mobil mereka. Rizki yang juga sedikit terluka, segera menyusul Mirna ke teras mall.


Para pengunjung mall memberikan tepuk tangan bangga. Juga suara sorak-sorai pada keduanya. Banyak yang memuji Mirna sebagai gadis yang gagah perkasa dan pemberani seperti laki-laki.


Dan banyak juga yang histeris bangga melihat Rizki yang juga ikut membantu Mirna menghadapi Yumne dan tim-nya. Mirna dan Rizki hanya tersenyum kecil biasa saja mendengar pujian, sorak-sorai dan tepuk tangan bangga kagum itu pada mereka.


Mirna pun mengambil belati lemparnya di tanah, dan mengajak Rizki untuk pergi. Keduanya pun pamit pada para pengunjung mall. Para pengunjung itu memberikan balasan pamit salam dari Mirna dengan heboh dan bahagia, senang hati.


Mirna dan Rizki memasuki mobil. Rizki izin pada Mirna untuk mengobati luka biru di beberapa bagian di wajahnya. Ini hanya butuh dikompres saja. Sedangkan Mirna butuh diobati olesan obat luka yang cair dan plester. Karena ada sedikit luka darah di wajahnya.


"Sungguh mereka amat tangguh," kata Mirna saat mobil sudah mulai berjalan meninggalkan tempat mereka berperang tadi.


"Yumne dan kawan-kawannya emang tangguh. Bahkan Alex aja jago taekwondo. Jadi jangan anggap remeh dia!" balas Rizki sambil menyetir.


"Pantesan di awalnya aku susah lumpuhin dia sama temannya yang satu lagi."


"Itu Graha. Graha sih jagonya bela diri silat."


Mirna mengangguk paham. Dan Rizki melanjutkan sedikit penjelasannya mengenai Yumne dan tim-nya. Tapi ini lebih mengarah pada Johana.


"Jangankan Yumne. Istri selingkuhannya aja lebih tangguh lagi."


"Emang, Ny.Johana bisa apa?" tanya Mirna penasaran.


Rizki terdiam sejenak dan menjawab, "Nanti kamu tahu sendiri."


Mirna penasaran. Tapi ia memilih terdiam sekarang. Tak mau memaksakan Rizki memberitahunya. Dan sekarang, keduanya berhenti mengobrol selama perjalanan sampai rumah.


...°°°...