Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 65


***


3 hari kemudian :


"Apa yang sebenarnya terjadi, Kelvin. Kenapa lona belum juga sadarkan diri. Katakan apa yang sebenarnya terjadi? Kau bilang dalam 1 atau 2 hari ia akan sadarkan diri. Ini mana? Sudah dihari ketiga. tapi, Lona belum juga sadar. Kau bilang operasinya berjalan dengan lancar. Lalu apa ini!" Bentak tuan Devan pada dokter Kelvin.


Dokter Kelvin hanya terdiam, menjawab pun percuma. Karena Devan tidak akan pernah mengerti.


"Apa yang kau lakukan pada Lona!" Bentaknya murka, dengan menarik kencang kerah baju dokter Kelvin.


"Taun, tenanglah. Ini di ruangan nona Lona. Tuan bisa saja menggangunya jika begini," ucap sekretatis Aron mencoba menenangkan tuannya.


"Bagaimana aku bisa tenang, Aron. Kau lihat Lona masih belum sadarkan diri. Bayiku membutuhkannya, bayiku membutuhkan sosok seorang ibu disisinya." Teriak tuan Devan memggelegar.


"Sadarkan dirimu Devan. Kau yang begini malah akan memperburuk keadaan nona Lona. Aku sudah memeriksanya, dan semuanya baik-baik saja. Tidak lama lagi nona Lona akan segera sadar. Kau sabarlah sedikit lagi," bentak dokter Kelvin langsung keluar dari kamar rawat Lona. Karena tidak ingin kesabarannya habis. Dan citra baiknya bisa tercoreng.


"Berikan putraku!" Pinta tuan Devan pada suster yang tengah menggendong putranya. Dengan gemetar suster itu memberikan baby Varon pada tuan Devan.


"Maafkan Deddy, Varon. Daddy pasti membuatmu kaget." Ucap tuan Devan pada putranya, yang ia beri nama Devaron Brandi Dizzon. Devan sengaja menyelipkan nama ayah Lona di tengah-temgah nama putranya. Hal itu ia lakukan, sebagai bentuk terima kasihnya kepada Brandi yang telah mendonorkan jantungnya untuk Lona.


"Apa kau ingin tidur didekat mommy-mu, sayang. Baiklah Daddy akan menidurkanmu didekat mommy-mu." Ujar tuan Devan langsung tenang jika sudah mengurusi putranya. Berbeda dengan tadi. Kini, tuan Devan tampak sabar dengan begitu kental sisi kebapak'an yang terlihat begitu lembut.


Tuan Devan mendudukkan baby Varon disisi ranjang Lona. Dan siapa sangka, bayi menggemaskan itu, meminta dianaikkan ke atas dada Lona. Devan mengikuti keinginan putranya.


Devan bagitu terharu, karena baby Varon langsung berbaring dengan memeluk dada Lona. Merasa nyaman, bayi mungil itu langsung terlelap dengan pulasnya.


"Kau lihat, sayang. Putra kita sudah sangat merindukanmu. Untuk itu sadarlah. Ia sangat membutuhkanmu." Ujar Devan bersedih sambil menggenggam tangan Lona erat.


Tak lama, Lona mulai mengerjabkan matanya. Pelukkan hangat putranya mempu menyadarkannya.


Devan terkejut, kala merasakan tangannya digenggam. ia langsung menaikkan pandangannya manatap lona.


"Lo-lona sayang, kau sudah sadar." Teriak tuan Devan terkejut. Lona yang masih dipasang begitu banyak alat tidak bisa berbicara. Ia hanya menundukkan wajahnya. Dengan berlinang air mata ia berusaha mencoba untuk memeluk putranya.


Devan peka akan keinginan Lona, Devan bangkit dari duduknya, meraih dan membantu tangan Lona untuk memeluk putranya yang masih tertidur pulas di dadanya.


"Devan segera memencet bel berwarna merah. Yang langsung terhubung kepada dokter Kelvin.


"Sayang, terima kasih sayang. Terima kasih karena telah kembali. Aku tau kau tidak akan meninggalkan kami." Ucap tuan Devan mengelus pelan kepala Lona.


Tak lama dokter Kelvin datang dan langsung memeriksa keadaan Lona.


Bersambung .....


.


.


.


.


Nggk gantung kan? Othor mah baikπŸ˜‚


Like, komen, hadiah, vote, rate bintang 5 juga yaπŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜